Terpaksa Menikahi Pelakor

Terpaksa Menikahi Pelakor
SPECIAL EDITION


__ADS_3

...AROMA πŸ‘ƒ...


"Ayang! Ayang! Buka pintunya!"


"Ada apa? Kenapa ribut-ribut?" tanya Arya ketika membuka pintu dengan mulut penuh busa pasta gigi.


Belum menjawab pertanyaan Arya, Marissa langsung nyelonong masuk gitu aja ke dalam kamar mandi lalu duduk di atas closet.


Duutt..


"Ah legaaa..." ucap Marissa seolah beban hidupnya terbang melayang.


Tiba-tiba bau busuk semerbak tercium di hidung Arya membuat dia mual sampai tersedak busa yang masih berada di dalam mulutnya tadi.


"Hoekk.. Hoekkk.."


Dengan polosnya Marissa bertanya, "Ayang gak apa-apa?"


Arya tidak menjawab, dia masih saja mual bahkan hendak muntah. Melihat itu Marissa jadi kesal.


"Makanya kalau sikat gigi tuh gak usah lebay! Kamu sih terlalu menghayati sodok sana sodok sini sampai tersedak gitu!"


Arya tak hiraukan ocehan Marissa, dia buru-buru lari ke kamar sebelah, bekas kamar Marissa dulu lalu memuntahkan apa yang ingin dia muntahkan.


Tapi meski perasaan Arya sudah jauh lebih lega setelah muntah namun tetap saja tak dia bisa dipungkiri kalau sisa-sisa aroma dikamar mandi tadi masih menempel di lubang hidung Arya. Mengingat itu mendadak perutnya mual lagi. Cepat-cepat dia hirup aroma sabun cair dengan menekan-nekan botolnya supaya aroma wangi keluar dan memaksa wewangian itu masuk ke dalam hidung menggantikan aroma busuk yang Marissa keluarkan.


"Bisa-bisanya dia omelin aku mual-mual karena sikat gigi, apa dia gak sadar aku begini karena bau busuk yang dia keluarkan? Huh punya istri kok gini banget yaa.. Nasib.. Nasib.."


...SELFIE 🀳...


Ckrek! Ckrek!


"Beb ayo dong berpose," pinta Indra.


"Apaan sih kamu ini. Malu-maluin aja. Di liatin banyak orang tau gak!"


"Ya gak apa-apa toh, Beb. Lagian mereka kan tau kalau kita pacaran. Ayo foto untuk kenang-kenangan!"


"Ngga ah, malu!"


"Kenapa sih kok malu?!"


"Ya gak enak lah di lihatin banyak orang gitu!"


"Emangnya di sini ada orang?" tanya Indra.


"Pake mata lu! Emang ini bukan orang?" tanya Chicha emosi menunjuk dirinya sendiri sampai jarum infus di tangannya hampir tercabut.


"Tau nih dokter! Ganteng-ganteng kok rabun!" timpal pasien lain di sebelah yang terletak di pojok dua baris dari ranjang Chicha.


"Kamu sih. Udah tau kita di ruangan kelas 3, kan banyak orangnya, masih aja ngeyel minta foto!" bisik Arista kesal menyalahkan pacarnya yang gila foto di manapun dan kapanpun.


"Hehehe.. Gomenasai mina-san.." Indra angguk-angguk ke setiap orang sambil garuk belakang kepalanya. (Maafkan saya semuanya)


"Ngomong naon deui ieu jelma teh!" celetuk seorang anak kecil di depan ranjang Chicha.


(Ngomong apaan lagi sih ini orang tuh!)


"Sorry, sorry to be happy ya Dok artinya?" tanya seorang nenek lansia di samping ranjang anak tersebut.


Semua yang mendengar ucapan nenek itu jadi tertawa. Meski awalnya menyebalkan tapi akhirnya mereka mengakui juga kehadiran Dokter Indra beserta tingkahnya ini mampu menghibur semua orang dalam ruangan tersebut.


Melihat semua senang membuat Indra jadi bangga pada dirinya sendiri. "Gimana Beb? Kamu bangga kan sama aku yang bisa menghibur orang banyak? Udah ganteng, pinter, imut, kaya raya, lucu lagi,... Adadaw..." tiba-tiba Indra merintih kesakitan dan kesombongannya tadi luntur seketika.


"Jangan malu-maluin terus bisa gak sihhh?!" ucap Arista mencubit lengan Indra.


Lagi-lagi satu ruangan itu tertawa saat melihat tingkah kedua orang bucin di hadapan mereka.


"Hadehh ni dua orang bucin banyak banget ya nyamuknya. Termasuk gue, huhuhu.." ratap Chicha sedih karena dia masih saja menjomblo hingga detik ini.


"Gini banget punya nasib. Maksud hati ingin liburan healing bareng Arista, eh asam lambung malah naik sampai masuk rumah sakit lagi, di kamar yang sama pula! Mana pelit amat si Arista jadi temen. Padahal punya pacar cucu konglo tapi masih aja naro temennya yang lagi sakit di ruangan kelas tiga! Huhuhu.. Cediiiihh!"


...SELFIE 2 πŸ“·πŸ’...


Ckrek! Ckrek!


"Ganti pose dong, Beb! Masa gitu mulu sih? Kita kan harus banyak kumpulin kenang-kenangan saat pacaran sebelum nikah," rengek Indra melihat ekspresi Arista yang datar tidak bisa diajak kerja sama.


"Ya aku kan malu, di liatin banyak orang gitu," jawab Arista meringis tak enak hati.


"Memangnya kenapa gitu? Kan mereka gak kenal kita," jawab Indra lagi.


"Yakin pada gak kenal, Dok?" tanya seorang perawat yang satu meja di depan Indra dan Arista sambil gelagatnya melihat sekeliling ruangan kantin rumah sakit yang ramai dan seperti kompak sedang memperhatikan mereka.


"Dokter kan artis rumah sakit ini! Gimana sih, Dok?! Masa mereka pada gak kenal," ucap perawat satu lagi ikut nimbrung.


Indra nyengir paham situasi. "Mereka kenapa sih pada lihat ke sini? Padahal niat saya kan cuma mau bikin kenangan sama calon istri tercinta, apalagi dia udah sempet-sempetin bawain bekal makan siang ke sini," ucap Indra lagi, mengamati bekal makan siangnya yang sudah hampir habis setengah. Dia sangat terharu karena Arista mau menyempatkan waktu untuk datang ke rumah sakit ini dan menemaninya makan siang. Meski kenyataannya itu bukan inisiatif Arista sendiri untuk bawain bekal, tapi request-an langsung dari Indra.


Sstt.. Jangan bilang-bilang ya.. Niat Indra suruh Arista bawa bekal itu cuma mau pamer ke para fansnya buat kasih tau kalau sekarang dia udah punya ayang!


"Kapan lah kalian ini selesai pose-posenya? Mau sampai habisin dulu memori HP ini kah? Memori HP habis tapi makananku belum habis! Alamak, mana lima menit lagi jam masuk kerja belum ku sentuh sedikitpun makananku yang sudah dingin itu! Cepat lah cepat kalau kalian masih mau foto!" omel seorang perawat yang sibuk memegang handphone dari sebuah sudut untuk memotret dokter idola beserta pacarnya itu.


Arista dan Indra yang sadar sudah menghabiskan waktu istirahat si perawat langsung berpose manis untuk pemotretan mereka yang terakhir.


"Coba kalau Dokter Indra tidak tampan, tak akan ku jadikan idola lah Dokter ini. Malas kali aku harus foto-foto kalian gak jelas gitu, habisin waktu makan siangku saja. Untung aku fans beratmu!" ocehnya lagi masih belum mereda.


"Iya, iya Butet. Maafkan idolamu ini ya, nanti ku traktir kau kopi starbak," ucap Indra seraya menerima handphonenya kembali.


"Serius, Dok?" ucap perawat Butet kegirangan. Tampak secepat kilat dia kembali semangat dan balik ke tempat duduknya untuk menghabiskan makan siang yang sempat tertunda.


"Aku juga mau, Dok!"

__ADS_1


"Aku juga mau dong, Dok!" ucap dua orang lainnya bergantian.


"Enak saja yah kalian tidak ada eprot apapun tapi main mau mau kopi! Usaha dulu sana!"


"Effort, Tet. Effort.." Indra mencoba membenahi.


"Iya efrot, eprot apalah namanya itu.. Pokonya kalian harus usaha dulu! Aku pun usaha dulu fotoin idola bersama yayangnya baru dapat kopi starbak!"


"Kalau gitu biar aku fotoin lagi dokter ya, Dok?"


"Enggak, enggak! Biar aku aja!"


"Aku!"


"Aku!"


Arista pusing sampai tepuk jidat.


Gini banget ya punya pacar banyak fansnya.


Repot deh kalau makin banyak yang keluarin eprot untuk mereka!


...CUCU πŸ‘Ά...


"Pak besan, kita kan sudah melihat perjalanan cinta anak-anak kita yang sangat berlika liku itu seperti rollercoaster, bagaimana kalau dari sekarang kita tentukan saham yang akan di miliki cucu kita saat dewasa nanti?" tanya Pak Aga serius.


Papa Arya senyum-senyum sendiri sebelum menjawab. "Kisah cinta mereka tidak berlika liku seperti rollercoaster Pak Besan. Tapi seperti obat nyamuk!"


"Hwahahahahahhaha!" candaan bapak-bapak berhasil membuat keduanya tertawa.


(Kalau yang baca ini ada yang ketawa atau minimal senyum, fix kalian bapak-bapak!) 🀭🀭


...ANNYEONGSEO πŸ’•...


"Annyeongseo Ayang? Otouke, saranghae, uljima jinja uljimaaaa! Gomawo gamsahamnida itadakimatsu andweee!" rengek Marissa manja mencubit pipi Arya yang sedang sibuk memasang dasi untuk berangkat ke kantor.


"Kamu kesambet demit apaan sih, Sayang?" tanya Arya dengan watados alias wajah tanpa dosa.


Marissa melirik Arya tajam. "Kamu mah gitu sama aku! Sebal sebal sebal!" rengek Marissa lagi kali ini memukul-mukul tembok.


Arya yang melihat tingkah random istrinya itu jadi gemas. Dengan lembut ditariknya tubuh Marissa.


Marissa sudah kegeeran dan percaya diri kalau dia pasti akan dipeluk oleh suami tercinta. Namun di mana-mana yang namanya ekspektasi itu memang selalu jauh berbeda dengan kenyataan. Bukannya dipeluk, Marissa malah diperlakukan dengan aneh, dia dirangkul sambil satu tangan Arya memegang kepala Marissa.


"Ieu saha ieu! Ieu saha?!" tanya Arya memperagakan seperti sedang menangani orang kesurupan.


(Ini siapa ini! Ini siapa?!)


Marissa menatap Arya malas. Dalam hatinya dia menjerit, bukannya dapat perhatian malah diperlakukan seperti orang kerasukan setan. Tapi bagaimanapun Marissa tak ingin melewatkan kesempatan untuk menjawab candaan suaminya itu meskipun sekujur tubuh dan perasaannya sudah bete.


"Aing siluman kadal! Siluman kadal! Puas lu?!" jawab Marissa kesal membuat Arya tertawa terbahak-bahak.


(Aing \= Aku-dalam artian kasar-) ( Aku siluman kadal! Siluman kadal! Puas kamu?!)


"Ayang, kata dokter kan aku tidak perlu pilah pilih makanan atau memforsirnya," ucap Marissa manja.


"Iya Sayang, aku tau. Memangnya kamu lagi ingin makan apa?"


"Aku ingin makan buah mangga depan rumah Bu Mawar, tapi yang manjatnya pengen Pak RT, Ayang!"


"Hahh, kamu gak salah dengan permintaanmu itu? Gimana caranya supaya Pak RT yang manjat? Mana mangga Bu Mawar lagi, kamu tau kan dia galaknya kayak apa?"


Marissa merengut sedih. "Aku maunya itu Ayang.." rengek Marissa lagi, manja.


Arya menghela nafas. "Ya udah deh aku usahain supaya Pak RT mau ambil ya dan minta izin dulu sama Bu Mawar."


"Kamu jahat Ayang!"


"Loh kenapa? Kok tiba-tiba bicara seperti itu? Kan mau aku usahain ini," jawab Arya dengan muka bingung.


Marissa yang dijawab begitu malah menangkap hal lain. "Kamu kok mendengus kesal gitu? Kalau tidak mau ya sudah tidak apa-apa. Padahal ini kan demi anakmu sendiri! Sudahlah kalau kamu tidak mau, aku tidak apa-apa kok, aku kuat! Aku kuat kok!"


Arya kaget, bingung dan speechless, padahal dia bilang akan mengusahakannya bukan bilang tidak mau tapi kenapa Marissa tiba-tiba merajuk?


"Ya maaf sayang, maksud aku bukan menolak tapi tadi aku hanya berpikir saja tentang bagaimana caranya. Sekarang aku coba tanya Bu Mawar dan Pak RT nya dulu ya," bujuk Arya lemah lembut.


Marissa mengangguk manja. "Oke! Tapi setelah mangganya diambil Pak RT nanti kamu yang makan sambil salto ya Ayang.."


"Hahhh???" Arya terkejut lalu buru-buru masuk selimut dan mengurung diri di dalamnya berusaha tidur lalu masuk dalam lelapnya mimpi indah.


"Iihh Ayang kok kamu gitu sih?! Ih masa malah tidur! Buruan Ayang cariin mangganya gimana sih kamu! Kamu mau anak kita nanti ngeces-an? Kamu mau anak kita kekurangan gizi karena gak makan mangga? Kamu mau.."


"Stop!" Arya muncul sambil menautkan jarinya di bibir Marissa. Dia beranjak dari kasur mengambil dompet dan mengeluarkan isinya.


"Gimana kalau aku ganti keinginan kamu pakai ini?" tanya Arya.


Marissa tersenyum malu-malu dan menerima uang yang di berikan Arya. Tapi saat Arya akan mengembalikan dompetnya, Marissa merebut dompet tersebut dan mengambil semua isi uang di dalamnya.


"Nah kalau semua ini baru aku mau!" jawab Marissa cengengesan.


Arya yang melihat tingkah laku istrinya sudah hapal dan tidak merasa aneh lagi. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menipiskan bibir memaklumi kelakuan random istri tercinta. Sikap Marissa benar-benar kayak rollercoaster, gak jelas. Eh, apa kayak obat nyamuk ya seperti kata Papa Arya? Uhuk!


...KECEBUR LAGI? πŸŠβ€β™€οΈ...


Marissa tampak senang main di dalam air. Dia berenang ke sana ke sini dari ujung ke ujung. Arya tampak leha-leha di bibir kolam sambil menikmati jus jeruk miliknya.


Semua berjalan normal sampai suatu keanehan terjadi. Marissa tampak diam di satu titik lalu meronta meminta tolong. "Ayank! Tolong, kaki gue kram Ayank!!" seru Marissa meringis.


Arya langsung nyemplung untuk menolong istrinya, saat sudah di tangkap Marissa tampak tidak sadarkan diri karena meminum air kolam terlalu banyak. Arya panik lalu menarik istrinya itu ke pinggir kolam dan menaikan tubuhnya dengan sigap.


Arya menepuk-nepuk pipi Marissa dari lembut sampai sedikit keras tapi tetap saja Marissa tak sadarkan diri.

__ADS_1


Arya makin panik dan semakin keras menepuk pipi Marissa seketika itu juga air menyembur dari mulut Marissa dengan deras. Mirip seperti patung singa di Singapura.


"Hwahahahaha!"


"Ka-kamu gak apa-apa, Sayang?" tanya Arya yang pikirannya masih loading tanpa sinyal.


Marissa ketawa senang sudah menjahili Arya yang syok hingga cosplay menjadi patung di tempat.


...KADO PERNIKAHAN 🎁...


Arista dan Indra datang ke pesta kelahiran anak pertama Arya dan Marissa.


"Loh, ini pengantin baru bukannya bulan madu kok malah ke sini sih?" tanya Marissa sumringah sambil menggendong bayi mungil yang matanya masih menutup.


"Harus dong. Kan biar sekalian nanya gimana caranya bisa punya bayi selucu ini.." jawab Indra mengelus pipi si bayi dengan lembut. Arista yang malu mendengar itu lantas memukul pelan lengan Indra.


Marissa tertawa-tawa senang. "Gue sudah tau kalian akan tanya begitu! Maka dari itu gue dan Arya sudah siapin kado pernikahan yang kalian butuhkan! Maaf ya belum sempat kita berikan waktu kalian nikahan," sesal Marissa sambil memberi kode pada Arya untuk menyerahkan kado tersebut.


Arya menyerahkan bingkisan kado pernikahan mereka yang dulu sempat akan dia bawa.


"Waw, kok jadi tukeran kado begini yaa.. Hahaha.." ucap Indra yang langsung menerima kado tersebut dengan senang hati sambil menyerahkan juga kado yang mereka bawa untuk si bayi kecil.


Sepulang dari pesta syukuran anak Arya dan Marissa, pasangan pengantin baru itu langsung menuju sebuah pulau indah selayaknya pengantin baru untuk honeymoon.


Karena tidak tau akan mendapatkan kado pernikahan yang tertunda dan tidak keburu juga kalau membawa pulang ke rumah, apalagi mereka juga penasaran dengan isi yang dimaksud sebagai kado yang mereka butuhkan itu seperti apa, maka diputuskanlah untuk membawa sekalian kado tersebut ke tempat honeymoon mereka.


Dan sungguh tidak terduga. Betapa terkejutnya Indra dan Arista ketika tau apa isi di dalam bingkisan kado tersebut.


Rupanya satu set lingerie berwarna merah! Motifnya jaring-jaring dan sangat minim seperti kekurangan bahan!


Arista begidik ngeri melihatnya sedangkan Indra malah tertawa terbahak-bahak.


Tidak hanya itu, mereka juga menemukan sesuatu yang lain di dalamnya. Ternyata sepucuk surat.


Hai Ar, ini aku Arya!


Selamat berbahagia atas pernikahan kalian ya, Arista. Aku senang akhirnya kamu sudah mendapatkan kebahagiaanmu. Jika laki-lakimu itu berani melukaimu serahkan saja dia pada kami biar kami beri pelajaran berharga untuknya!


Dan untuk Indra, aku bangga karena kamu bisa membuktikan kalau kamu layak untuk memiliki Arista. Aku juga tenang karena kamulah yang menikahinya, karena aku percaya kamu bisa membahagiakan sahabat yang paling ku sayangi itu. Ku harap kamu bisa terus membahagiakannya sampai kapanpun dan apapun yang terjadi.


Kuharap kalian akan terus bersama dan hidup bahagia selamanya sampai maut memisahkan.


Hai all, ini aku Marissa. Perempuan paling cantik seantero dunia.


Eh cupu Arista asal lu tau ya Arya begitu karena peduli sama lu sebagai teman jadi gak usah kegeeran berlebihan yah! Pokoknya lu harus bahagia deh sama si Indra, jangan sampai bikin laki gue kepikiran sama kesedihan lu lagi. Kesedihan-kesedihan lu yang lalu tinggalkan di masa lalu. Jangan ada hal seperti itu di masa depan!


Dan untuk Indra.


Makasih loh udah nikahin si cupu Arista. Kalau bukan lu yang nikahin si Arista mungkin cayangku akan terus kepikiran sama sahabatnya yang gak penting itu! Terus juga meski lu ganteng tapi gak usah sok ganteng sampai harus tebar-tebar pesona sama cewek-cewek di luaran sana! Udah untung Arista mau sama lu! Jangan biarin dia kabur lagi seperti waktu dulu! Untung ada Arya dan Marissa yang mempertemukan kalian berdua! Kalau enggak, pasti lu udah sedih dan nyesal tujuh turunan!


Awas ya kalian kalau ada salah satu dari kalian yang berani-berani selingkuh! Siapapun itu akan tamat riwayat lu! Hidup bahagia deh ya kalian biar gak ganggu orang lain! Bye!


"Apaan sih Marissa ngeselin banget!" ucap Arista menutup surat tersebut, "tapi biarpun begitu aku jadi sayang.." sambungnya lagi.


Indra mengelus kepala Arista gemas. "Iya, dia memang aneh dan serampangan. Tapi meskipun begitu aku tau sebenarnya dia peduli dan penuh perhatian. Hanya saja kata-katanya gak mau di filter sama sekali jadi terkesan kasar karena gengsinya yang besar. Tapi ku rasa dia perempuan yang hangat makanya pria lembut seperti Arya bisa jatuh cinta padanya."


"Benar. Sama seperti Arya yang bersyukur aku menikah denganmu. Aku juga bersyukur Arya menikah dengan Marissa. Dengan begitu hidupnya jadi lebih berwarna dari sebelumnya," ucap Arista sambil bersender di dada lembut milik Indra.


"Terus maksudnya mereka yang mempertemukan kita itu apa?" tanya Arista mengingat sebuah kalimat dalam surat tersebut.


"Oh, itu dulu. Sebenarnya dulu Marissa dan Arya melihat kamu kerja di restoran daerah utara waktu Marissa sengaja pergi ke mall itu untuk cari es krim ketika dia ngidam."


"Oh ya? Kok aku gak tau?"


"Ya baguslah kalau kamu gak tau. Kalau kamu tau terus kamu kabur lagi gimana? Kalau itu terjadi kita gak akan ada di tempat ini seperti sekarang loh! Tuh liat sendiri Marissa aja bilang mungkin aku bakal sedih dan nyesal sampai tujuh turunan," Arista tertawa mendengar hal itu.


Indra memeluk Arista dengan penuh cinta.


"I love you, Arista.."


"I love you too, Indra.."


Tatapan mesra mereka seperti sihir yang menggerakkan tubuh keduanya tanpa perintah. Entah bagaimana malam itu jadi malam terindah bagi mereka berdua. Malam pertama yang akan mengawali kisah cinta mereka hingga malam-malam seterusnya sampai mereka tua bersama. Selamanya.


***


...UCAPAN AUTHOR πŸ’…...


Hai, Hai, Hai,..


Hallo pembaca semua~


Terimakasih ya sudah bersabar dengan novel buluk yang lama tayang episodenya ini, huhu~


Gak kerasa bisa-bisanya novel ini tamat setelah dua tahun lamanya! BAYANGKAANNNN selama itu??! 😱😱😱


Aku senang deh masih ada dari kalian yang tetap setia baca karyaku.. Apalagi yang gak berat jempolnya buat like dan komen, makasih bebs bebsku semuaa, uyuuyuu muachhh~πŸ’œ


Buat yang baru baca "TERPAKSA MENIKAHI PELAKOR", author juga mau ucapin terimakasih yang banyak yaa.. Karena ini novel udah lama banget baru tamat sebab jarang upload bab, tapi kalian mau sempatin mampir buat baca, huhu~ T.T


Oia, untuk kalian semua, entah deh ini kabar gembira atau engga, hihi, tapi author mau kasih tau kalau habis tamatnya novel ini, author bakal terbitin novel baru, yang rencananya mau kebut tayang, do'ain ya moga bisa terealisasikan dengan baik dan juga laku di pasaran pembaca Noveltoon ini, huhu~


Dukung terus author yaa teman-temanss, karena tanpa dukungan kalian author hanyalah sarang laba-laba yang punya lapak tapi gak keurus seperti goa. Males juga kan kalau author mesti cosplay jadi spiderman, auratku bakal menari-nari lost control nantinya, hehe..


Segitu aja kali ya ucapan dari author, jangan lupa mampir ke karya author lainnya yaa..


Setelah ini author mau bikin novel baru dengan judul, "SELINGKUH 100 HARI"


jangan lupa like, komen dan share ya kalau kalian suka sama karya author.


Thankyou semua, dadahh dadahhh manjaa.. Muachhh 😘(ΰ₯‚β€’α΄—β€’ΰ₯‚❁)

__ADS_1


Tertanda :


Purple AppleπŸ’œπŸ


__ADS_2