Terpaksa Menikahi Penghulu

Terpaksa Menikahi Penghulu
CH.39 - Terpaksa Menikahi Penghulu


__ADS_3

Tak lama kemudian, Afkar masuk rumah. Di dalam rumah Afkar mencari istrinya tapi gak ada, kemudian Afkar mencari di kamar putrinya. Tapi yang ada hanya putrinya dan bi Minah.


“Loh, Bi ... Ibu kemana?” tanya Afkar.


“Ibu dari tadi belum keluar kamar, Pak,” jawab Bi Minah.


Setelah Afkae menggendong sebentar, Afkar pun segera memberikan Chayra kembali ke Bi Minah, dan menuju ke kamar.


“Bi, tolong Chayra dulu ya, saya mau ganti baju dulu,” ucap Afkar berlalu pergi.


Bi minah pun menggendong Chayra dan kembali mengajaknya main, sedangkan Afkar masuk ke kamar menemui Zhafira.


Saat masuk ke kamar, ternyata Zhafira sedang sholat, dengan segera Afkar masuk ke kamar mandi. Setelah Afkar selesai mandi, dia keluar dan tidak melihat adanya Zhafira di kamar, karena Zhafira sedang menyiapkan makan malam.


Setelah selesai, Zhafira segera makan malam sendiri. Dan segera ke kamar Chayra, “Bi, silakan makan dulu, ya, Chayra saya yang temani.”


“Ibu saja yang makan duluan, saya nanti saja, Bu,” balas bi Minah.


“Saya udah makan kok, Bi, jadi bi Minah aja gantian yang makan,” kata Zhafira.


“Baiklah, Bu, saya ke dapur dulu.” Bi Minah segera pergi menuju ke dapur.


Setelah bi Minah keluar kamar, Zhafira mengajak Chayra main dan mengunci pintu kamar. Sementara Afkar yang dari tadi menunggu Zhafira ke kamar tapi gak kunjung datang akhirnya dia memutuskan keluar dan mencari istrinya.


Saat di dapur, Afkar hanya melihat Bi Minah yang sedang makan.


“Loh, Bi, siapa yang jaga Chayra?” tanya Afkar.


“Ibu, pak, ibu menyuruh saya makan dan katanya ibu udah makan,” ucap Bi Ming.


.


Afkar yang mendengar Zhafira sudah makan, langsung gak berselera makan, Afkar segera menuju ke kamar Chayra tapi ternyata kamarnya di kunci, akhirnya dia kembali ke kamarnya.


Setelah itu, dia menelpon temannya kalau dia akan izin sehari besuk. Setelah selesai menelpon Afkad pun menyelesaikan kerjaan dan segera tidur tanpa mengisi perutnya.


Selepas Chayra tidur, Zhafira keluar kamar untuk memastikan apakah suaminya makan atau tidak.

__ADS_1


Setelah sampai dapur, ternyata makanan yang disiapkan untuk suaminya masih utuh, Zhafira jadi bingung, kalau membiarkan nanti suaminya sakit, tapi kalu menyuruh makan Zhafira masih marah sama suaminya. Akhirnya Zhafira masuk lagi ke kamar Chayra.


Saat tiba di kamar Chayra, tampak Zhafira sangat gelisah, dia gak bisa tidur, tapi dia sangat kecewa atas sikap Afkar yang gak mempedulikan istrinya saat ketemu sama temannya.


Akhirnya Zhafira pun melaksanakan sholat, agar dia merasa tenang, saat selesai berdo’a Zhafira pun tertidur di atas sajadah.


Keesokan paginya. Zhafira terbangun dan kaget karena dia tertidur di kamar Chayra, akhirnya dia segera bangun dan memanggil bi minah, lalu zhafira menuju kamarnya untuk segera mandi dan sholat subuh.


Saat mau masuk kamar, Zhafira mendengar klo afkar muntah-muntah, Zhafira merasa cemas, karena suaminya sedang sakit karena melalaikan makan malamnya. Zhafira pun segera membuatkan minuman madu hangat setelah itu Zhafira masuk kamar lagi.


Saat Zhafira masuk, ternyata Afkar udah berbaring lagi, Zhafira melihat wajah Afkar sangat pucat. Zhafira mendekat ke Afkar dan memberikan minumannya.


“Mas, bangun, Mas. Bangun dulu, yuk!” seru Zhafira.


Afkar yang merasa rindu suara istrinya pura-pura tidur dan tak dengar kalau istrinya membangunkannya.


“Mas ... ayo bangun, Fira buatin minuman hangat ini. Kalau dingin gak enak nanti,” titah Zhafira.


Afkar pun segera bangun dan duduk bersandar. Afkar menerima minuman dari Zhafira dan langsung meneguk habis.


Setelah meminun minuman yang dibuatin oleh Zhafira, Afkar pun segera mengajak ngobrol istrinya yang udah lama tak diajaknya mengobrol.


Zhafira pun segera duduk dekat Afkar.


“Sayang, istriku, aku minta maaf ya. Jangan seperti ini lagi, aku gak sanggup kalau kamu cuekin aku, Sayang.”


“Kan kamu sendiri yang mulai, Mas, kamu yang ketemuan sama mantan kamu, dan ngobrol sesukamu dan kamu seakan-akan lupa kalau aku bersamamu saat itu,” balas Zhafira merengut kesal.


“Aku minta maaf ya, Sayang, aku benar-benar khilaf, aku sangat menyesal, tapi asal kamu tau, aku gak ada perasaan sama dia, dan setelah pertemuan itu aku gak pernah bertemu lagi, Sayang,” ucap Afkar meyakinkan.


“Beneran ? Tapi kenapa kemarin gak makan siang di rumah? Pasti lagi makan siang sama teman kamu itu kan?” tanya Zhafira.


“Astagfirullah, Sayang, aku gak pernah makan siang, atau makan apapun sama dia, kok bisa kamu berfikiran seperti itu,” balas Afkar.


“Mas gak pernah ya sampai makan siang itu gak di rumah atau kalau sibuk pasti ngabari, kemarin itu kamu gak ada kabar sama sekali tau, Mas,” ucap Zhafira.


“Kemarin aku benar-benar sibuk, Sayang, sampai lupa makan. Please percaya sama aku ya,” jelas Afkar.

__ADS_1


“Atau gini aja, kalau kamu gak percaya, kamu boleh telpon dia, pakai HP aku, dan ingat walaupun aku punya nomernya aku belum pernah menelponnya,” lanjut Afkar.


Zhafira pun segera menelpon Linda dengan segera dia memencet nomor Linda dan tak lama panggilan pun tersambung.


“Halo, Afkar. Tumben kamu telp, setelah pertemuan di mini market kemarin aku menunggu telpon dari kamu tapi kamu gak telpon aku,” ucap Linda yang tak tau bahwa disebrang telpon adalah Zhafira, istri dari Afkar.


Dan setelah Linda ngomong seperti itu Zhafira pun segera mematikan panggilan telponnya dan segera memeluk Afkar.


“Aku minta maaf mas, aku sempat meragukan kamu, sempat gak mempercayai kamu,” kata Zhafira.


“Alhamdulillah, akhirnya ... aku lega, Sayang, akhirnya kamu percaya sama aku. Aku minta maaf ya atas kesalahanku gang aku sengaja atau gak aku sengaja,” ungkap Afkar.


“Aku yang minta maaf, Mas, karena gak percaya dan menuduh kamu,” balas Zhafira memeluk erat Afkar.


Setelah berpelukan, Zhafira pun mengajak Afkar makan, karena Afkar melewatkan makan malamnya.


“Mas, ayo makan malam dulu, Fira temani dan panasin lauk ya,” titah Zhafira.


“Aku mau memeluk kamu aja, Sayang, aku kangen kamu.”


“Iya, Mas, nanti dilanjut meluknya. Sekarang makan dulu ya!” seru Zhafira.


“Mau kok, tapi suapin ya,” balas Afkar manja.


“Ihhhhh, kayak Chayra aja kamu, Mas, minta di suapin,” celetuk Zhafira.


“Gapapa, kalau gak kamu suapin aku gak selera makan, mending tidur lagi,” kata Afkar membuat Zhafira tertawa.


“Mas, Mas ... Di luar aja sok-sok an berwibawa, tapi ketika di rumah manjanya melebihi Chayra,” balas Zhafira tertawa.


Dan akhirnya Zhafira pun mengajak makan malam Afkar dan menyuapinya. Afkar pun makan dengan lahapnya.


“Udah nih, Mas, ini namanya makan malam merangkap sarapan ya, Mas, karena makanny pas subuh. Atau mau niat puasa aja?” ucap Zhafira.


“Enggaklah, Sayang, aku habis muntah-muntah tadi, takut nanti kalau aku pakai puasa, badan gak fit,” balas Afkar.


“Yaudah, mas wudhu sana, kita sholat subuh berjamaah,” kata Zhafira diangguki oleh Afkar.

__ADS_1


“Siap, Sayang,” balas Afkar sambil mencium singkat pipi Zhafira dan segera ke kamar mandi untuk berwudhu kemudian melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan sang istri.


__ADS_2