
Afkar segera keluar ruangan kerja papa. Kemudian berjalan melewati ruang tamu. Saat membuka pintu rumah, ternyata Zhafira udah menunggu Afkar tepat di samping mobil.
“Mas, ayolah, cepetan,” rengek Zhafira menarik lengan Afkar.
“Iya, Sayang. Kamu apa gak pamit papa dulu?” tanya Afkar.
“Nanti aja aku telpon papa, Mas,” jawab Zhafira.
“Nggak enak dong, Sayang, ayolah kita pamit baik-baik ya sama papa,” titah Afkar.
“Yaudah, iya,” balas Zhafira segera masuk rumah dan menemui papa Fadlan.
“Pa, Fira pamit pulang ya,” kata Zhafira sembari mencium punggung tangan papa Fadlan.
“Iya, Nak, kamu baik-baik ya di rumah,” ucap papa Fadlan.
“Iya, Pa. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikumussalam,” balas papa Fadlan.
Zhafira segera melangkah keluar rumah dan segera naik ke mobil. Afkar dan bi Minah juga Chayra sudah menunggu di dalam mobil. Setelah Zhafira masuk mobil, Afkar pun segera melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, mereka pun segera bersih-bersih dan tidur.
Keesokan paginya, di rumah papa Fadlan, mereka semua sedang sarapan.
Suasana pagi yang biasanya penuh canda tawa sekarang hening, mama Latifah pun sampai bingung karena kemarin mama Latifah setelah makan cuanki langsung istirahat jadi mama gak tau apa yang terjadi.
“Ini kok sarapannya tumben diam-diaman?” tanya mama Latifah.
“Gapapa, Ma, lagi menikmati sarapan aja,” jawab papa Fadlan.
Setelah selesai, papa Fadlan pun pamit berangkat kerja, “Ma, Syara, Rendra, papa berangkat dulu ya.”
“Iya, Pa, hati-hati ya di jalan,” titah mama Latifah.
“Iya, Ma. Assalamu’alaikum,” ucap papa Fadlan.
“Wa’alaikumussalam,” balas mereka bertiga serempak.
“Ehmm, Pa,” panggil Syara lalu mendekat dan bersalaman mencium punggung tangan papa Fadlan.
“Papa hati-hati, ya,” kata Syara.
“Iya, Nak, papa pergi ya,” ucap papa Fadlan.
“Iya, Pa.”
Dan setelah papa Fadlan pergi, Syara juga Rendra pun langsung pamit kerja.
__ADS_1
Mereka segera naik mobil dan segera keluar dari halaman rumah menuju ke tempat kerjanya.
Di jalan, Syara hanya diam saja membuat Rendra bingung.
“Kamu kenapa, Dek? Kalau ada apa-apa bilang ke aku, ya,” ucap Rendra.
“Tadi waktu sarapan kok kak Fira dan kak Afkar gak kelihatan ya, Mas,” lirih Syara.
“Owhh, mereka udah pulang dek, tadi malam,” balas Rendra.
“Ehmmm... apa sikapku ke kak Fira kelewatan ya, Mas. Aku tuh cuma kesel aja semalam itu, Mas,” kata Syara.
“Itu karena kamu gak tau rasanya orang hamil, Dek, coba kamu tau gimana rasanya hamil, pasti kamu akan ngertiin kondisi kak Fira,” ucap Rendra membuat Syara mengernyit bingung.
“Emang kamu tau gimana rasanya hamil, Mas?” tanya Syara.
“Aku sih gak tau, tapi teman seruangan pernah cerita, kalau orang hamil itu rasanya gak enak banget. Perut lapar, tapi mau makan mual, giliran pengen makan sesuatu pas gak musim. Apa lagi kalau ngidam, maunya harus ada sekarang, telat sedikit aja ngidamnya udah hilang, belum lagi tidurnya ... miring salah, telentang salah apa lagi tengkurap,” jawab Rendra bercerita.
“Kasihan kak Fira ya, Mas, nanti pulang kerja kita ke rumah kak Fira ya. Syara mau minta maaf,” ucap Syara.
“Alhamdulillah, pasti nanti aku anterin,” kata Rendra dan mereka pun udah sampai ke kantor lalu mereka pun berpisah menuju ke ruangannya masing-masing.
Di rumah Afkar, Zhafira saat ini tengah mengalami morning sicknes.
Udah sejak tadi di kamar mandi muntah-muntah sampai akhirnya Zhafira sangat terlihat lemas. Afkar yang gak tega pun akhirnya menggendong dan merebahkan di tempat tidur.
“Nggak usah, Mas, biar aku rebahan saja. Mas kalau mau berangkat gapapa kok,” ucap Zhafira.
“Gimana mau berangkat, Sayang, pasti aku nanti kerjanya juga gak tenang. Atau biar di temani bunda Hanum aja, ya?” balas Afkar sembari bertanya.
“Iya, kalau ibu gak repot, gapapa, Mas,” jawab Zhafira.
Akhirnya, Afkar pun menelpon bunda Hanum. Dan ternyata bunda udah jalan mau ke rumah Afkar sekalian bareng sama ayah Reyhan ke restoran.
“Sayang, aku berangkat dulu ya. Bunda udah perjalanan ke sini, bentar lagi sampai,” ucap Afkar.
“Iya, Mas, kamu hati-hati ya. Maaf gak bisa anterin sampai ke depan,” kata Zhafira.
“Iya, Sayang, gapapa kok,” ucap Afkar mengecup kening Zhafira.
“Assalamu’alaikum,” kata Afkar dan setelah mendapat jawaban salam, Afkar pun keluar menuju ke kamar Chayra untuk berpamitan lalu keluar dan pergi menuju tempat kerjanya.
Tak lama kemudian, Ayah Reyhan dan bunda Hanum memasuki halaman rumah Afkar, bunda Hanum langsung masuk sedangkan ayah Reyhan langsung pergi karena ada meeting di restoran.
Ibu Hanum langsung menuju ke kamar Zhafira, “Assalamu’alaikum, Sayabg, maaf ya bunda langsung masuk.”
“Wa’alaikumussalam, Bund. Gapapa kok, Bunda ... gak perlu sungkan,” balas Zhafira sembari tersenyum.
“Kamu udah makan, Nak? Mau bunda masakin apa?” tanya bunda Hanum.
__ADS_1
“Ehmm ... Fira gak pengen apa-apa, Bunda. Nanti saja,” jawab Zhafira.
“Yaudah, kalau gitu kamu istirahat aja ya, bunda ke kamar Chayra dulu sebentar,” balas bunda.
“Iya, Bunda, maaf ya, kalau Fira merepotkan bunda,” ucap Zhafira.
“Gak repot, Sayang, malah bunda seneng main di sini. Bunda keluar ya,” kata bunda Hanum.
Dan bunda Hanum pun menuju ke kamar Chayra mengajak Chayra bermain. Sedangkan bi Minah selama Chayra main sama neneknya, bi Minah makan lalu bersih-bersih rumah.
Siang harinya, Afkar pulang hendak makan siang, bunda Hanum udah mempersiapkan makan siangnya. Sengaja bunda Hanum memasak asam pedas siapa tau Zhafira suka dan juga sop iga. Setelah siap, bunda pun menuju ke kamar menantunya.
Tok...Tok...Tok...
“Sayang, kamu mau makan di sini atau di ruang makan?” tanya bunda Hanum.
“Mas Afkar udah datang, Bund?” balas Zhafira kembali bertanya.
“Bentar lagi mungkin. Kita tunggu di ruang makan aja yuk,” ajak bunda Hanum.
Zhafira yang segan mau menolak pun mengikuti mertuanya.
Setelah sampai di ruang makan, Zhafira yang melihat makanan nampak enak pun segera mengambil piring dan segera mengambil nasi juga sayurnya.
Tanpa menunggu Afkar pulang, Zhafira pun langsung makan.
“Bunda, maaf ya, Fira makan dulu,” kata Zhafira.
“Udah, kamu makan aja ... bunda juga mau makan kok,” ucap bunda Hanum.
Dan Zhafira pun makan dengan lahapnya.
Saat Afkar sampai rumah dan menuju ke ruang makan, Afkar senang melihat Zhafira yang lahap banget makannya.
Afkar pun segera mendekat ke ruang makan, “Assalamu’alaikum,” salam Afkar.
“Wa’alaikumussalam,” jawab bunda Hanum dan Zhafira serempak.
“Mas, maaf ya, aku makan duluan,” kata Zhafira yang tak enak hati.
“Gapapa, Sayang, justru mas senang kamu makan banyak, tadi pagi belum makan kan,” balas Afkar.
“Bunda masaknya sangat enak mas, aku tadi sampai nambah,” ucap Zhafira.
“Alhamdulillah kalau kamu suka, Nak,” kata bunda Hanum.
“Istri kamu udah selesai makan, kamu cepat makan,” lanjut bunda menoleh pada Afkar.
Dan Afkar pun segera mengambil nasi dan lauknya lalu segera makan. Saat menikmati makannya, tiba-tiba telpon Afkar pun berdering ....
__ADS_1