
“Trus kita ini mau ngapain, Sayang?” tanya Afkar.
“Mas bersandar, trus buka tangannya yang sebelah,” pinta Zhafira.
Dan setelah Afkar melakukan itu, Zhafira segera merebahkan badannya berbantal lengan suaminya.
“Aku ingin tidur seperti ini, Mas, dan kamu tidurnya sambil meluk aku,” ucap Zhafira.
“Oh, gini,” balas Afkar memeluk Zhafira.
“Iya, Mas, nyaman banget, Mas,” kata Zhafira sambil mencium bau badan Afkar.
“Kenapa ngendus-ngendus bau badan aku, Sayang? Geli tau,” ucap Afkar.
“Aku suka bau badan kamu, Mas, menenangkan,” lirih Zhafira.
Dan Afkar yang diendus-endus istrinya pun jadi terangsang dan berhasrat sama istrinya.
“Sayang, kamu buat aku gak kuat nahan nih,” kata Afkar.
“Ya kalau gak kuat ayo kita lakuin, Mas,” balas Zhafira dengan santainya.
Dan Afkar pun segera mencium kening istrinya lalu melakukan hubungan suami istri. Setelah selesai, mereka pun tertidur dengan hanya berselimut saja.
****
Subuh pun tiba, Afkar udah bangun mandi dan saat sholat subuh, Afkar membangunkan istrinya.
“Sayang, bangun sholat subuh yuk,” ajak Afkar.
“Nanti aja ya, Mas, Fira ngantuk. Males bangun Fira,” balas Zhafira sembari memejamkan matanya.
Afkar pun segera sholat duluan dan setelah selesai, Afkar segera keluar dan menemui putrinya yang ternyata tengah bermain di ruang tengah bersama mama Latifah.
“Hai, Sayang, udah mandi ya pagi-pagi begini,” ucap Afkar mendekat pada Chayra.
“Iya, Nak, mama mandikan biar segar, Fira mana?” tanya mama Latifah.
“Masih belum bangun, Ma, akhir-akhir ini Fira aneh, Ma, manja banget. Selama menikah, baru kali ini bersikap seperti itu,” jawab Afkar.
“Oh, biasa itu, Nak, coba kamu periksakan ke dokter kandungan, siapa tau bawaan hamil,” balas mama Latifah membuat Afkar kaget.
“Ha—hamil, Ma? Apa iya Fira hamil ya, Ma?” tanya Afkar.
“Periksakan dulu, Nak, baru tau nanti hasilnya,” jawab mama Latifah.
“Baiklah, Ma, agak siangan aja Afkar bawa ke rumah sakit,” balas Afkar diangguki oleh mama Latifah.
“Ma, Afkar coba bangunin zhafira dulu ya, belum sholat tadi soalnya,” lanjut ucapan Afkar.
“Iya, Nak,” kata mama Latifah.
Afkar pun segera menggendong Chayra dan mengajak ke kamar untuk membangunkan Zhafira.
“Ayo, Sayang, kita bangunin mama, trus ajak mama sarapan,” ucap Afkar.
__ADS_1
Chayra hanya tersenyum .
Saat masuk ke kamar ternyata zhafira baru selesai sholat.
“Sayang, sarapan yuk,” ajak Afkar.
“Fira mau tidur, Mas, fira ngantuk,” balas Zhafira.
“Ma ma ... Ma ma,” ucap Chayra yang minta digendong mamanya.
“Sayang, sama papa dulu ya, Nak, mama lemes banget,” kata Zhafira.
“Sayang, kita ke rumah sakit yuk. Gak biasanya kamu seperti ini,” titah Afkar.
“Gak usah, Mas, mungkin Fira hanya kecapean dan masuk angin,” kata Zhafira.
“Diperiksa aja ya, Sayang, takutnya ada yang serius. Kalau gak mau ke rumah sakit, kita ke klinik aja yuk?” ajak Afkar kembali.
“Nanti aja ya, Mas. Fira lemes banget,” lirih Zhafira.
“Yaudah, kalau gitu sarapan aja ya, mau aku ambilkan atau kita makan di ruang makan sama-sama?” tanya Afkar.
“Aku gak mau makan, Mas. Aku maunya tidur,” jawab Zhafira.
Afkar pun mengajak Chayra keluar, namun, sebelum keluar menyelimuti Zhafira terlebih dulu. Chayra pun menangis karena mau digendong mamanya, Afkar pun segera mengajak Chayra keluar.
“Loh ... loh, cucu oma kenapa nangis, Nak?” tanya mama Latifah menghampiri Afkar yang tengah menggendong Chayra.
“Minta gendong mamanya, Ma. Tapi, mamanya bilang ngantuk, nangis jadinya,” jawab Afkar.
“Udah, sini biar sama mama aja, kamu sarapan dulu,” titah mama Latifah.
Papa Fadlan pun keluar dari kamar dan segera ke ruang makan. Papa kaget saat melihat Afkar yang berdiri di ruang makan sendirian.
“Loh, kok sendirian. Fira mana?” tanya papa Fadlan.
“Lagi tidur, Pa, katanya lagi kurang enak badan,” jawab Afkar.
“Loh, Fira udah sarapan belum?” balas papa Fadlan bertanya.
“Belum, Pa, nanti katanya. Setelah ini Afkar bawakan sarapannya ke kamar,” jawab Afkar.
“Oh iya, Pa, mama lagi di belakang bersama Chayra karena tadi Chayra nangis minta gendong mamanya,” lanjut Afkar memberitahu.
“Yaudah, gapapa. Kita makan berdua aja,” kata papa Fadlan.
Setelah selesai makan, papa Fadlan ke belakang mencari istrinya karena mau pamit ke kantor.
Sedangkan Afkar kembali ke kamar membawakan sarapan, ternyata Zhafira masih tertidur, Afkar kembali meletakkan sarapan untuk Zhafira di atas meja makan. Kemudian Afkar mendekat pada mama Latifah untuk menggendong putrinya. Afkar mengajak putrinya untuk jalan-jalan di sekitaran rumah papa Fadlan.
Dan saat sampai di pos rindu warga, Afkar melihat Lestari yang masih tertidur.
Afkar segera memnangunkannya, “Hey, Lestari, ngapain lo tidur di pos?” ucap Afkar.
Lestari pun yang merasa dibangunkan terkejut karena Lestari dengan rambut yang acak-acakan juga malu-maluin.
__ADS_1
“Loh, Pak, apa yang terjadi sama saya?” tanya Lestari.
“Lo gak sadar ya, kemarin lo masukin apa di minuman istri gue?” balas Afkar dengan ketus.
“Sa—saya gak masukin apa-apa, Pak,” kata Lestari.
“Kalau benar lo tak masukin apa-apa, gak mungkin minuman itu bisa buat lo tertidur di pos ronda gini. Dan lihat pakaian lo, terbuka semua. Siapa yang udah melecehkan lo?” balas Afkar.
“Maafkan saya, Pak,” lirih Lestari sembari menunduk.
“Saya hanya ingin memiliki bapak saja,” lanjut Lestari.
“Jangan mimpi lo, lo tau gak, istri gue hamil, kalau kemarin meminum minuman yang lo campur, trus calon anak gue kenapa-kenapa. Lo bisa aja gue tuntut!” seru Afkar.
“Maaf, Pak, saya minta maaf,” balas Lestari.
“Sekarang lo pulang, jangan tidur di sini lagi!” perintah Afkar.
Dan Afkar pun meninggalkan tempat itu kembali ke rumahnya.
Setelah sampai rumah, Afkar langsung menuju ke kamar. Saat sampai kamar, Zhafira masih tidur dengan nyenyaknya.
“Sayang, bangun yuk, kamu blm sarapan loh,” ajak Afkar.
“Sayang,” kata Afkar membangunkan Zhafira.
Zhafira pun mulai menggeliat dan terbangun, “Apa sih, Mas?”
“Bangun, Sayang, sarapan trus kita pulang ke rumah!” seru Afkar.
Zhafira pun segera bangun dan membersikan mukanya. Kemudian, bersiap mau pergi.
“Yuk, Mas, kita pulang,” ajak Zhafira yang tampak udah siap.
“Sayang, makan dulu. Ini udah terlambat loh sarapannya,” titah Afkar.
“Fira malas makan, Mas, nanti di jalan kalau Fira pengen makan tinggal mampir aja,” balas Zhafira.
“Baiklah, tapi beneran ya?” Afkar memastikan.
“Iya, Mas.”
Dan mereka pun segera keluar kamar lalu mencari mama Latifah untuk berpamitan.
Setelah berpamitan mereka pun pulang ke rumah. Tapi, sebelum pulang Afkar akan memastikan dulu apa yang mama Latifah katakan.
Afkar menuju ke rumah sakit tempat Zhafaira dulu melahirkan.
“Mas kok kita ke sini?” tanya Zhafira.
“Sebentar ya, Sayang, mas mau mastikan dulu sesuatu,” jawab Afkar membuat Zhafira mengernyit bingung.
“Apa, Mas?” tanya Zhafira kembali.
“Nanti kamu juga tau, yuk!” seru Afkar yang tangan kanannya menggandeng tangan istrinya sementara tangan kirinya menggendong Chayra.
__ADS_1
Setelah mendaftar dan menunggu antrean. Akhirnya nama Zhafira pun di panggil. Tapi, yang membuat Zhafira heran, Afkar mendaftarkan namanya ke SpOG.
‘Loh, ini kok ke dokter SpOG, ya?’ batin Zhafira dengan mengerutkan keningnya.