Terpaksa Menikahi Penghulu

Terpaksa Menikahi Penghulu
CH.45 - Terpaksa Menikahi Penghulu


__ADS_3

Lestari pun segera pergi menuju ke ruangan Afkar. Namun, saat mau masuk keruangan Afkar, ternyata Afkar sedang ada tamu membuat Lestari pun mengurungkan niatnya dan menunggu sampai tamu tersebut pulang.


Ya, Afkar sedang ada tamu ya itu ayah Reyhan yang tiba-tiba datang ke KUA menyusul Afkar. Ayah Reyhan yang diberitahu papa Fadlan pun segera menemui anaknya.


Afkar pun menceritakan semuanya tentang kejadian semalam juga Zhafira yang sampai terluka.


“Afkar, kamu itu terus aja buat Fira dalam bahaya. Menyesal ayah pernah nyuruh kamu nikahin Fira, karena selama di dekat kamu dia selalu dalam bahaya,” kata Ayah.


“Ayah jangan bicara seperti itu, itu ‘kan bukan penuh kesalahanku, kecuali kalau Afkar memang tebar pesona, ayah tau sendiri bagaimana anak ayah kalau di luar. Dan, yang ayah harus tahu, Afkar sangat ... sangat ... dan sangat mencintai Fira, Yah. Jadi tolong Ayah jangan bilang lagi seperti itu, Afkar akan sekuat tenaga terus membahagiakan Fira.


Saat mereka masih asik ngobrol, Lestari yang udah gak sabar pun tiba-tiba masuk sambil pura-pura membawakan minuman untuk tamu.


“Maaf, Pak, saya kesini membawakan minuman untuk bapak dan tamu bapak,” kata Lestari.


“Tunggu!” seru Afkar saat Lestari mau menaruh minumannya di meja.


“Siapa yang menyuruh kamu membawakan minuman untuk saya dan tamu saya. Sekarang juga bawa minuman itu keluar!” perintah Afkar.


“Pak, kenapa sih bapak gak pernah menghargai semua usaha saya untuk mendekati bapak?” tanya Lestari.


“Heh, lo ngomong apa, siapa yang minta lo untuk mendekati gue, asal lo tau ya, gue sudah punya istri yang sangat saya cintai,” jawab Afkar.


“Pak, bapak masa mau ngomong kasar seperti itu di depan tamu. Setidaknya kalau ada tamu lembut dikitlah pak sama saya,” balas Lestari.


“Jangan mimpi, gue gak akan pernah bicara lembut sama lo, makanya jadi perempuan itu punya harga diri, biar bisa di hargai para laki-laki,” kata Afkar.


“Pak, mulut bapak sangat pedas ya ternyata, kasian banget istri anda setiap hari dapat perkataan yang kasar dari anda,” ucap Lestari.


“Masalah itu biar gue dan istri yang tau, kamu orang luar gak ada urusan sama saya,” kata Afkar.


“Pak, sebaiknya bapak pergi saja dari sini, bapak Afkar ini gak pantas menikahkan anak anda, kata-katanya sangat kasar,” ucap Lestari.


“Kata siapa saya kesini mau menikahkan anak saya, lagian anak saya cumat satu dan udah menikah,” jawab ayah Reyhan.


“Lalu, ada urusan apa bapak ke sini?” tanya Lestari.


“Sebenarnya ini bukan urusan kamu ya, tapi biar kamu gak bertanya-tanya, saya akan beritahukan ke kamu, perkenalkan beliau adalah ayah Reyhan, beliau ayah saya. Udah paham?” jelas Afkar.


Lestari pun kaget. Gak menyangka yang tadi melihat perdebatan Afkar dan Lestari adalah ayahnya Afkar.


“Ehh, ternyata calon mertua. Perkenalkan, Yah, saya Lestari calon menantu ayah,” kata Lestari dengan percaya dirinya.

__ADS_1


Afkar pun tertawa, “Lo itu haus atau kurang obat, hah, sejak kapan gue mau jadikan lo istri ku?”


Lestari yg baru sekali ini melihat Afkar tertawa langsung terpesona.


“Gantengnya kalau tertawa. Coba setiap hari tertawa seperti itu,” ucap Lestari.


“Sekarang lo keluar, gue gak ada urusan sama lo!” seru Afkar.


“Ayah, lihatlah anak ayah ini, dia sangat kasar pada saya,” ucap Lestari mengadu.


“Kamu juga yang salah, Afkar udah punya istri masih saja kamu mengaku-ngaku calon istrinya,” celetuk ayah Reyhan.


“Kan siapa tau, Ayah, ucapan adalah do’a,” kata Lestari sembari tersenyum.


“Udah, kamu keluar ya, nanti Afkar tambah marah sama kamu!” seru ayah Reyhan.


Lestari pun segera keluar, saat di depan pintu Afkar kembali memanggil, “Hey!”


Lestari pun langsung menoleh kemudian bertanya, “Ada apa, Pak, bapak berubah fikiran?”


Afkar pun berdecak tanda males


Lestari pun segera balik badan dan mengambil gelas seeta nampan. Lalu segera keluar ruangan Afkar.


Setelah keluar, Afkar pun segera menutup pintunya, “Udah ayah lihat sendiri ‘kan. Gimana para wanita saat bertemu Afkar, makanya Afkar selalu bersikap dingin terhadap wanita lain selain Fira, Yah.”


“Baiklah, Nak, ayah hargai keputusanmu. Ayah hanya pesan, jangan kamu sakiti istri kamu ya!” seru ayah Reyhan.


Dan, tak berapa ayah Reyhan pun pamit meninggalkan kantor. Setelah ayah Reyhan pulang, Afkar memanggil Lestari untuk masuk ke ruangannya.


Lestari pun sangat senang, karena baru pertama kali dipanggil Afkar masuk ke ruangannya.


“Ada apa, Pak?” tanya Lestari.


“Saya cuma kasih peringatan ke anda, mulai hari ini kalau anda sampai ganggu saya dan bilang kalau anda calon istri saya, anda akan tau akibatnya. Saya gak suka orang yang lancang masuk-masuk ruangan saya, mengerti?” jelas Afkar.


“Mengerti, Pak, saya minta maaf,” balas Lestari.


“Oke, keluar sekarang!” seru Afkar.


Lestari pun keluar dan dia ketakutan karena baru kali ini melihat Afkar marah. Setelah Lestari keluar ruangan, Afkar segera mengunci ruangan dan pergi meninggalkan tempat kerjanya.

__ADS_1


Afkar langsung masuk ke mobil dan segera melaju menuju ke rumahnya.


Saat sampai rumah, ternyata Syara dan Rendra juga udah sampai di depan rumah Afkar.


“Kak, baru pulang?” tanya Syara.


“Iya, Dek, tumben ke sini setelah pulang kerja, gak bareng papa? Papa juga malam ini mau kesini,” jawab Afkar.


“Ada sedikit perlu sama Kak Fira, Kak, gak enak kalau lewat telpon,” balas Syara.


“Ada apa? Masalah kantor?” tanya Afkar.


“Iya, Kak, ayo kita ke dalam aja, ngobrol sama kak Fira juga,” jawab Syara diangguki oleh Afkar.


Mereka pun segera masuk ke dalam rumah untuk bertemu Zhafira, “Kalian duduk dulu ya, kakak akan panggil kan kak Fira dulu,” ucap Afkar.


Setelah Syara dan Rendra duduk, Afkar pun segera menuju ke kamarnya dan segera menemui Zhafira, ternyata Zhafira sedang tidur.


Afkar pun segera menuju ke tempat tidur hendak membangunkan Zhafira tapi saat Afkar duduk di dekat Zhafira, Zhafira pun terbangun.


“Mas, udah pulang?” tanya Zhafira.


“Iya, Sayang, kamu kok tumben sore-sore tidur?” balas Afkar bertanya.


“Efek minum obat mungkin, Mas, jadinya ngantuk,” jawab Zhafira.


“Sayang, di ruang tengah ada Syara tuh, katanya mau ngomongin masalah kantor. Gimana? Mau nemuin apa nggak?” tanya Afkar kembali.


“Owh, sama Rendra ya, Mas?” tanya Zhafira.


“Iya, Sayang, klo mau turun, cuci muka dulu ya, biar aku temani mereka dulu,” jawab Afkar dan Zhafira pun segera bergegas ke kamar mandi dan segera cuci muka, setelah itu sholat selesai sholat langsung keluar ke ruang tamu.


“Maaf ya lama menunggu, Dek,” kata Zhafira.


“Gapapa, Kak. Duduk dulu, Syara mau ngomong masalah kantor,” ucap Syara.


Zhafira pun segera duduk di dekat Afkar dan bertanya, “Ada apa, Dek?”


“Tadi Syara dipanggil bagian HRD, Kak, dia menanyakan gimana kelanjutannya Kak Fira, masih mau kerja atau resign,” balas Syara.


Zhafira yang ditanya pun segera menoleh ke suaminya dan bertanya, “Gimana, Mas?”

__ADS_1


__ADS_2