Terpaksa Menikahi Penghulu

Terpaksa Menikahi Penghulu
CH.64 - Terpaksa Menikahi Penghulu


__ADS_3

Keesokan paginya, Zhafira udah dibantu oleh Afkar bersih-bersih dan tinggal menunggu dokter visit, sedangkan putranya udah di mandikan oleh perawat.


Mereka hari ini tampak sangat bahagia karena kemungkinan akan pulang, mereka udah kangen sama Chayra karena semalam Chayra tidak diperbolehkan tidur di rumah sakit. Chayra di rumah bersama bunda Hanum dan ayah Reyhan.


Tak lama kemudian, dokter pun datang dan setelah memeriksa mereka pun di perbolehkan pulang. Setelah dokter keluar, Afkar segera mengurus administrasinya sedangkan Zhafira mengabari orang tua dan mertuanya kalau mereka akan segera pulang.


Setelah Afkar kembali, mereka pun segera pulang. Zhafira yang dibantu perawat karena Zhafira memakai kursi roda pun sangat bersemangat.


Tak henti-hentinya mencium pipi putranya. Afkar yang udah duluan membawa pakaian dan perlengkapan pakaian yang lain udah duluan menunggu di parkiran.


Setelah melihat Zhafira, Afkar segera melajukan mobilnya dan segera turun untuk membantu Zhafira naik ke mobil.


Sementara sambil menunggu Zhafira naik, perawat menggendong putra Afkar terlebih dulu. Setelah Zhafira naik, baru perawat memberikan putra mereka kembali.


“Terima kasih, Suster, saya pulang dulu,” pamit Zhafira sembari tersenyum.


“Iya, Bu, semoga ibu dan dedek bayinya sehat terus. Hati-hati di jalan, Pak, Bu,” kata perawat.


“Aamiin ... terima kasih, Sus. Assalamu’alaikum,” ucap Afkar dan Zhafira.


Setelah suster menjawab salamnya, mobil Afkar pun segera meninggalkan rumah sakit.


Di rumah, papa Fadlan setelah mendapat telpon dari Zhafira, mama Latifah dan papa Fadlan dengan gembira segera menyiapkan beberapa baju karena mereka akan menginap beberapa hari di sana sampai acara aqiqah dilaksanakan.


“Papa dan mama mau ke mana?” tanya Syara.


“Syara, papa dan mama akan nginap di rumah kak Fira sampai acara aqiqah ya, Nak. Kamu baik-baik di rumah sama Rendra,” jawab mama Latifah.


“Ma ... kok mama ninggalin Syara sih, syara juga hamil loh, Ma. Butuh perhatian mama dan papa juga,” gerutu Syara.


Sejenak mama dan papa pun terdiam , mereka bingung harus bagaimana. Akhirnya dengan berat hati mama Latifah pun kembali bersuara.


“Iya, Nak, mama dan papa gak jadi nginap kok. Tapi hari ini mama dan papa ke rumah kak Fira sebentar ya. Hari ini kak fira pulang dr rumah sakit,” kata mama Latifah.


“Emm ... iya, Ma. Syara juga mau ke kantor kok, hati-hati ya, Ma, Pa,” ucap Syara.


Tak lama kemudian, Rendra pun datang, “Udah, Dek, ayo berangkat!” seru Rendra.


“Udah, Mas? Assalamu’alaikum, Pa, Ma,” kata Syara yang mencium tangan mama Latifah Dan papa Fadlan.

__ADS_1


“Pa, Ma, Rendra pergi dulu ya. Assalamu’alaikum,” kata Rendra yang juga ikut mencium tangan mertuanya.


“Wa’alaikumussalam,” balas papa dan mama serempak.


“Ma, kok kita gak jadi nginap? Kasihan Fira, Ma,” kata papa Fadlan.


“Mama gak tega sama Syara, Pa, dia lagi hamil lagian di sana nanti ‘kan udah ada besan kita, biar dia yang jaga. Kita pagi sampai sore aja di sana,” balas mama Latifah.


“Baiklah kalau begitu, papa ngikut aja,” ucap papa Fadlan.


“Yaudah, yuk kita berangkat!” seru papa Fadlan dan mereka pun segera berangkat ke rumah Afkar.


Di rumah ayah Reyhan, bunda Hanum udah menyiapkan beberapa pakaian untuknya dan suaminya karena mereka akan membantu mengurus cucunya yang baru lahir.


“Bunda, udah siap belum? Nanti keburu mereka sampai rumah loh,” tanya ayah Reyhan.


“Sebentar lagi, ya, takutnya ada yg lupa,” balas bunda Hanum.


“Gak usah, Bunda, kan nanti kalau ada yang ketinggalan pun ayah bisa ambil. Yaudah yuk kita berangkat!” seru ayah Reyhan membawa kopernya dan disusul bunda Hanum yang sebelumnya udah mengecek semua pintu dan jendela.


Setelah mereka keluar, bunda Hanum pun mengunci pintunya dan segera naik ke mobil kemudian mereka pun segera keluar halaman dan segera menuju ke rumah Afkar.


“Gimana, Fadlan ... jadi ‘kan kalian nginap di sini?” tanya ayah Reyhan memastikan.


“Maaf ya, Han, aku harus jaga Syara yang lagi hamil. Aku titip anak dan cucuku ya,” jawab papa Fadlan.


“Iya gapapa. Nanti aku dan istriku yang akan jaga. Tapi jangan kaget ya kalau besok-besok cucuku lebih dekatnya sama aku dan istriku,” kata ayah Reyhan tertawa puas.


“Hmmm mulai ... udah tua mau berantem. Ayo, Mbak, kita masuk aja,” ucap mama Latifah.


“Iya ayo, biarin itu kakek-kakek gelut di luar,” balas bunda Hanum. Dan akhirnya mereka pun semua masuk ke rumah.


Di rumah, Chayra yang baru ditinggal sebentar sama bunda Hanum pun tampak udah menangis mencari.


“Nenek ... nenek dari mana?” tanya Chayra.


“Maaf ya, Sayang, tadi kakek dan nenek baru pulang sebentar ambil baju, nenek dan kakek akan tidur di sini,” jawab bunda Hanum.


“Asikkk jadi nanti Chaya tidur sama nenek ya!” seru Chayra.

__ADS_1


“Iya dong, sama kakek juga,” imbuh ayah Reyhan menggendong Chayra.


“Bi minah, apa udah lama Chayra nangisnya?” tanya bunda Hanum.


“Belum lama kok, Bu Hanum, baru bangun trus nangis nyari neneknya,” jawab bi Minah.


“Tuh ... kamu dengar ‘kan, Fadlan, Chayra nangis nyari neneknya,” celetuk ayah Reyhan.


“Gak usah lebay, Ayah. Lah memang dari semalam sama kita ya kita lah yang dicari,” balas bunda Hanum.


“Hahahaha, bahkan istrimu gak membela kamu!” seru papa Fadlan tertawa puas.


“Udah yuk, Mbak, kita tinggalin aki-aki ini kita main aja sama cucu kita,” ucap mama Latifah.


“Iya ayo kita ke depan aja sambil menunggu anak-anak kita,” kata bunda Hanum dan diangguki setuju oleh mama Latifah.


Dan mereka pun meninggalkan suami-suaminya.


Tak lama kemudian, mobil Afkar tampak memasuki halaman rumahnya, mama Latifah dan bunda Hanum yang udah menunggu pun segera mendekat.


“Alhamdulillah kalian udah datang, sini biar mama yang gendong,” kata Latifah.


“Iya, Ma. Terima kasih, Ma,” balas Zhafira.


Dan Afkar pun segera membantu Zhafira turun dari mobilnya dan mereka pun segera masuk.


Chayra sejak melihat papanya udah langsung minta digendong karena kangen sama papa dan mamanya.


“Kita duduk di sini dulu ya, Nak, kamu istirahat dulu. Bunda mau siapkan makanan buat kamu,” titah bunda Hanum.


“Pa, bisa gak gendong cucu kita? Mama mau bantu mbak Hanum siapin makanan,” kata mama Latifah.


“Bisa dong, kan opa masih muda ya ga cucu opa yg ganteng,” ucap papa fadlan langsung menggendong Adrian.


“Yah, Pa, titip Fira sebentar ya. Afkar mau bersihkan kamar kita dulu dan mau naruh box Adrian di dekat tempat tidur Fira, biar kalau adrian bangun bisa cepat di susui,” kata Afkar.


“Iya, Nak, sana bersihkan biar Fira bisa istirahat setelah makan. Cucu kakek, ayo ikut kakek,” ucap ayah Reyhan.


Dan Chayra pun menurut dan langsung mau digendong ayah Reyhan.

__ADS_1


“Sayang, sebentar ya ... aku ke kamar dulu,” ucap Afkar pada Zhafira.


__ADS_2