
Setelah sholat subuh berjama’ah, Afkar yang hari ini udah terlanjur izin ia tetap gak masuk kerja karena ingin seharian melepas rindunya dengan Zhafira.
Saat Zhafira selesai menyiapkan sarapannya Zhafira segera ke kamar dan mengajak suaminya sarapan, setelah itu Zhafira menemani Chayra dulu agar bi Minah bisa sarapan.
Usai Afkar sarapan, dia kembali ke kamarnya. Afkar mengecek laporan kafe dan restorannya sambil menunggu Zhafira yang masuk ke kamar.
Setelah bi Minah selesai sarapan, dan Chayra tidur, Zhafira memutuskan segera masuk ke kamar menemui suaminya yang sejak tadi tak kunjung keluar kamar.
“Loh, Mas, kok belum persiapan kerja?” tanya Zhafira.
“Hari ini aku izin gak masuk, Sayang. Jadi hari ini aku seharian di rumah,” jawab Afkar.
“Oh, lagi ngapain, Mas? Izin gak kerja, kok masih sibuk aja?” balas Zhafira.
“Ini aku lagi ngecek laporan kafe dan restoran. Sebentar ya, Sayang,” titah Afkar.
Dan saat Zhafira sedang menunggu Afkar menyelesaikan kerjaannya, HP Afkar tampak berdering.
“Mas, ada telpon nih,” ucap Zhafira.
“Dari siapa, Sayang? Angkat aja!” seru Afkar.
“Yakin nih mau aku yang angkat, Mas? Ini dari Linda loh,” balas Zhafira memberitahu siapa yang telpon.
“Angkat aja, Sayang, aku gapapa kok,” kata Afkar santai.
“Assalamu’alaikum,” salam Zhafira yang sengaja di loudspeker oleh Zhafira.
“Loh, ini siapa? Ini nomernya Afkar ‘kan?” tanya Linda.
“Iya ... benar, Mbak, saya Zhafira istrinya, ada apa ya mbak telpon suami saya?” balas Zhafira.
“Eh, lo kok gak sopan banget ya, ngapain lo yang angkat telponnya. Jadi istri kok begitu banget, sampai-sampai lancang angkat telpon HP suaminya,” celetuk Linda.
Afkar yang mendengar pun emosi, “Kenapa lo nelpon gue? Sok-sok an bilang gak sopan sama istri gue. Harusnya lo itu yang sadar, kalau yang lo telpon itu suami orang, kok malah lo yang marah.”
“Eh, kamu jangan salah paham ya, Afkar, aku tadi ngomongnya baik-baik kok. Istri kamu aja yang gak suka aku telpon kamu, Afkar,” balas Linda.
“Lo gak usah memutarbalikan fakta, gue denger sendiri kalau dari telpon diangkat istri gue, lo jawab salamnya pun enggak. Lagian ada apa lo telpon gue?” tanya Afkar.
“Aku kira tadi kamu lagi kerja, jadi aku mau ngajakin kamu makan siang,” ucap Linda.
__ADS_1
“Gak, dan sampai kapan pun gue gak akan mau makan siang sama lo!” seru Afkar.
“Baiklah kalau gak mau makan siang, kapan kamu bisa sarapan bareng atau makan malam sama aku?”
“Gak, gak bisa! Gue harus menemani istri gue, gak ada waktu untuk gue buang-buang percuma. Karena, satu detik pun berharga buat kebersamaan gue dan keluarga,” balas Afkar dengan ketus.
Dan telpon pun langsung di tutup oleh Afkar. Zhafira yang mendengar suaminya bicara seperti itu pun kaget, karena selama ini Zhafira kenal Afkar sangat baik, sopan dan ngomongnya pun gak kasar.
Namun, ini tadi Zhafira mendengar sendiri dan secara langsung, Afkar berkata seperti itu. Zhafira seperti merasa itu bukan suaminya.
“Kamu kenapa, Sayang?” tanya Afkar.
“Mas, ini kamu ‘kan?”
“Iya, Sayang, ini aku suami kamu? Kenapa emangnya?” balas Afkar.
“Baru hari ini aku dengar kamu bicara seperti itu, Mas, kasar banget sih,” gerutu Zhafira.
“Karena dia udah kasar sama kamu, Sayang, aku gak terima aja kalau kamu di perlakukan seperti itu,” balas Afkar.
“Makasih ya, Mas. Karena sudah membela aku tadi jadi aku akan memberikan yang spesial,” kata Zhafira.
“Minuman herbal yang istimewa, Mas,” jawab Zhafira dan itu membuat Afkar cemberut.
“Loh, Mas kenapa? Kok malah manyun gitu?” lanjut Zhafira bertanya heran.
“Kirain yang istimewa itu kamu mau ngasih aku jatah sekarang,” gerutu Afkar.
“ihh, kamu tuh ya, Mas, mesum!” seru Zhafira menyakitkan kedua matanya.
“Habisnya, aku kangen banget sama kamu, Sayang. Mau ya,” balas Afkar dengan tatapan memohon.
“Baiklah, tapi nanti ya. Setelah Mas selesaikan kerjaannya dulu,” ucap Zhafira.
“Ini udah selesai kok, Sayang, yuk, aku dah kangen nih,” kata Afkar dengan semangat.
“Mas, kok langsung selesai kerjaannya?” tanya Zhafira.
Dan Afkar yang udah gak sabar pun tak menjawab apa yang Zhafira tanyakan dan segera membopong istrinya. Kemudian, Afkar membaringkannya di tempat tidur, Afkar segera mencium kening Zhafira dan mereka pun melepaskan kerinduannya pagi ini dengan gelora asmara yang membara.
Setelah selesai melakukannya, mereka pun tertidur sambil berpelukan.
__ADS_1
Tak lama, Zhafira terbangun karena mendengar kalau Chayra menangis, Zhafira pun segera memakai pakaiannya dan ke kamar mandi sebentar setelah itu keluar menemui putrinya.
“Kenapa, Sayang? Kok nangis, hm?”tanya Zhafira.
“Non Chayra nyariin mamanya nih, Bu, dari bangun tidur tadi rewel,” jawab bi Minah yang ternyata Chayra mencari Zhafira.
“Yaudah, yuk sini sama mama, kita ke kamar mama ya, Nak. Ayo kita bangunin papa,” ajak Zhafira segera bergegas menuju ke kamar.
“Oh iya, Bi, biar Chayra ikut saya aja, ya,” ucap Zhafira dan bi Minah pun segera menyelesaikan kerjaannya.
Zhafira dan Chayra masuk ke kamar, dan menurunkan Chayra di tempat tidur. Saat melihat papanya tidur Chayra pun segera naik ke punggung Afkar dan memangil-manggil papanya.
“Pa, papa, papa ... ayo bangun, Papa, Chaya mau main cama papa,” ucap Chayra dengan cadelnya.
Afkar yang merasa dibangunin pun akhirnya terbangun dan bertanya pada putrinya, “Sayang, kok di sini?”
“Papa, Chaya mau main cama papa,” jawab Chayra.
“Oke, tapi papa ke kamar mandi sebentar ya,” balas Afkar dan mendapat anggukan mantap putrinya.
Setelah Afkar selesai mandi, Afkar pun mengajak Chayra keluar kamar agar Zhafira bisa mandi dan rencana afkar hari ini akan menghabiskan waktunya bersama istri dan anaknya.
Saat Afkar dan Chayra keluar kamar, kini bergantian Zhafira yang bersiap untuk mandi. Tapi lagi-lagi telpon Afkar pun berbunyi.
Namun, kali ini Linda mengirim pesan untuk Afkar, bukan telpon. Zhafira pun memilih untuk mengabaikannya dan segera ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Zhafira pun berganti baju lalu keluar kamar sambil membawa HP Afkar.
“Mas, ini ada pesan dari Linda,” ucap Zhafira memberitahu.
“Baca aja, Sayang, gak aja ahaperlu izin dari aku, balas Afkar.
Zhafira pun g mau dia gak mau terlalu kepo urusan suaminya.
“Mas, sini Chayra aku yg gendong, kamu baca pesan dulu dari Linda itu, siapa tau penting. Ucap Zhafira.
zhafira
Afkar pun akhirnya memberikan Chayra ke zhafira untuk zhafira gendong lalu dia membaca pesan dari linda. Yang isi pesannya adalah:
“Afkar, kamu tega ya bicara seperti itu sama aku, aku sangat mencintai kamu dari dulu tapi kamu sama sekali gak peka dengan semua perasaanku. Afkar rasa cinta ku ini lebih besar dr cintanya istri kamu. Aku mau kamu setidaknya anggap aku seperti kekasih mu atu aku juga mau kalau aku kamu jadikan istri kedua kamu aku pun siap,” ucap saya tadi aku minta jangan tolak aku...lagian kamu nikah sama istri kamu karena terpaksa kan. Kamu gak cinta sama dia
__ADS_1