
Karena penasaran, Leika mencari tahu keberadaan Deo melalui GPS yang terpasang pada ponselnya. Ia merasakan ada gelagat aneh dari Deo.
Leika mengerutkan alis ketika mengetahui lokasi keberadaan suaminya itu.
"Bukannya ini rumah pribadinya? Kenapa dia ada di sana?" katanya bermonolog.
Tanpa berlama-lama Leika yang sudah berada di dalam mobil, langsung menyalakan mesin lalu menancapkan pedal gas mobilnya ke lokasi tersebut. Dengan kecepatan hampir dibatas ambang maksimal, Leika pun akhirnya tiba di depan rumah itu.
Saat turun dari mobil, Leika melihat mobil Deo memang ada di dalam garasi. Wanita itu segera masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu ataupun menekan bel.
Hyuna yang saat itu sedang sarapan, terkejut dengan kedatangan Leika yang tiba-tiba ada di sana. Ia hampir saja tersendak. Dengan cepat, Hyuna meraih lalu meminum gelas berisi air putih yang tak jauh darinya.
"Siapa kamu?" tanya Leika terdengar ketus. "Kamu bukannya kemarin yang ada di kantor suami saya? Sedang apa kamu disini?" cecarnya menatap sinis.
Hyuna mengelap sisa makanan yang ada di mulutnya kemudian berdiri. Ia menghampiri Leika dengan raut wajah santai tanpa ada kegugupan sama sekali.
"Iya kamu benar, aku kemarin ke sana hanya ingin membicarakan sesuatu hal yang penting dengan Deo. Dan kamu tidak perlu tahu siapa saya," jawab Hyuna dengan tegas. Kedua tangannya bersilang dada.
"Sombong sekali Anda!" sergah Leika sedikit mendorong bahu Hyuna dengan tangannya.
Namun Hyuna hanya tersenyum menyeringai. "Kenapa kamu terlihat marah? Kalau kamu tahu kenyataannya seperti apa, kamu sendiri bisa jamin detak jantungmu itu masih bisa berfungsi dengan baik atau tidak?"
"Si alan! Kamu siapa sebenarnya?" tanya Leika lagi, kali ini sambil teriak di depan wajah Hyuna.
Deo yang mendengar ada keributan di bawah, segera keluar dari kamar dan menghampiri suara yang ia kenali.
Disisi lain, Vina yang mendengar pertengkaran mereka, pun merasa terkejut sambil mengelus dada.
"Aku tidak menyangka, kalau Tuan Deo ternyata punya istri lebih dari satu. Ini baru dua, apa selain mereka ada lagi?" kata Vina bermonolog. Pelayan itu bersembunyi di sudut dapur. Ia tidak ingin ikut campur sama sekali. Fokusnya dirumah itu hanya bekerja dan mendapatkan uang.
__ADS_1
Sementara masih di ruang makan, Hyuna sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang Leika berikan. Sehingga wanita yang ada dihadapannya itu semakin kalang kabut seperti kebakaran jenggot.
"Jawab jujur! Siapa kamu?" Kali ini jari telunjuk Leika menunjuk ke depan mata Hyuna.
Sampai hampir mengenai kening, dengan cepat Hyuna pun menepisnya.
"Kenapa kamu tidak tanyakan sendiri pada suamimu?" tanya Hyuna masih tampak tenang dan emosinya teratur. Seakan amarah dan air matanya telah habis untuk dikeluarkan.
"Dia istriku," ucap Deo berdiri di ujung tangga. Pria itu kemudian berjalan menghampiri kedua istrinya.
"Ap-apa? Kamu serius Beib?" Leika terperangah. Napasnya pun terasa sesak seketika. Ia menatap nanar suaminya itu.
"Aku menikahinya kurang lebih tujuh bulan yang lalu. Saat itu aku terpaksa melakukan pernikahan karena sebuah syarat dari rumah sakit. Hingga sekarang dia sudah pulih, dia tetap istriku," jawab Deo sambil memandang Hyuna, padahal yg dipandangnya enggan memandang balik.
"Kamu tenang saja. Aku yakin sebentar lagi Deo akan mengajukan pembatalan pernikahan kami. Dan kamu tidak perlu berpikir aneh-aneh. Aku dan dia tidak pernah berhubungan suami istri. Kita tidur di kamar terpisah."
Mendengar penuturan dari Hyuna, Leika sedikit bisa bernapas lega. Berbeda dengan Deo. Tanpa sadar pria itu mengepalkan kedua tangannya.
"Aku tidak akan pernah membatalkan pernikahanku dengannya, Leika. Sampai kapan pun! Kamu dengar itu baik-baik," tegas Deo dengan penuh penekanan.
"Kenapa? Kamu jangan serakah Deo!" kata Leika mengerutkan alis merasa tidak terima dirinya diduakan. "Semenjak kita menikah, kamu terus menuduhku dan memojokkanku seolah kesalahanku tidak ada lagi kata maaf darimu. Tetapi nyatanya, kamu sudah memiliki istri sebelum kita menikah. Itu artinya kamu yang sudah lebih dulu mengkhianati hubungan kita yang berjalan selama sembilan tahun, Deo!" Air mata Leika seketika mengalir.
"Apa? Bisa-bisanya dia berkata seperti itu di depan orang yang dia cintai. Dia hanya menjadikan aku tempat singgah padahal bukan aku tujuannya. Deo benar-benar keterlaluan!" kata Hyuna dalam hatinya. Bukan hanya Leika yang terkejut, tapi ia juga.
Disitu, Hyuna hanya terdiam mendengarkan pertengkarang mereka.
"Ini bukan soal serakah, Leika. Seharusnya dari awal aku tidak menikahimu. Kamu bagai rubah yang licik dan bodoh. Mau-maunya diperalat oleh manager-mu sendiri!" Deo mulai naik pitam.
"Apa? Bagaimana maksudmu? Kenapa kamu bawa-bawa kak Nat dalam masalah kita?" Leika merasa tidak terima.
__ADS_1
"Kamu itu harusnya sadar, Leika. Semua kesalahanmu itu berawal dari siapa? Kamu bahkan tidak pernah tahu manager-mu itu punya tujuan lain. Apa kamu tidak menyadari itu dari gelagatnya?" ucap Deo, tapi Leika semakin tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Deo.
Ditengah sengitnya perseteruan Deo dan Leika, Hyuna pun merasa pening. Akhirnya ia berniat untuk pergi ke kamar dan mengunci pintu. Namun ternyata tangan Deo tiba-tiba mencekal lengannya.
"Ku minta tetap di sini," kata Deo dengan penuh penekanan.
Karena semakin lama lengannya terasa sakit, Hyuna menghempaskan tangan Deo sekuat tenaga. Alhasil cekalan itupun terlepas.
"Lebih baik kamu selesaikan persoalan rumah tangga kalian berdua. Aku tidak ingin ikut campur. Karena pernikahan kita hanya sebuah keterpaksaan saja," kata Hyuna memberi tatapan tajam pada Deo.
Pria itu seketika menutup mulutnya rapat-rapat dan membiarkan Hyuna pergi ke kamarnya. Lalu tinggallah ia bersama Leika di sana.
"Jelasin sama aku, Deo. Ada apa dengan kak Nat?" Leika semakin penasaran, air matanya sejak tadi tidak berhenti mengalir. Hatinya merasa sangat sedih.
"Ikut aku." Deo menarik tangan Leika dan membawa wanita itu ke kamar yang semalam ia tempati.
Setibanya di dalam kamar, Deo langsung membuka ponselnya untuk melihat email yang dikirimkan oleh Aldo. Sedangkan Leika duduk di pinggir tempat tidur.
"Kamu lihat saja video ini. Percaya atau tidak itulah kenyataannya," kata Deo sambil menyodorkan ponselnya kepada Leika.
Wanita itu mengambilnya lalu melihat video itu dengan seksama. Video itu tentang percakapan antara Nathania dengan Nando.
"Nat, bukannya kamu menyukai Deo, kekasih anak asuhmu itu?" tanya Nando yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Ya kamu benar, aku bahkan ingin sekali merebut Deo dari Leika. Dia sangat beruntung sekali memiliki kekasih yang tampan dan kaya raya itu." Nat tampak bersilang dada sambil bersandar di dinding.
"Aku punya cara supaya kamu bisa mendapatkan Deo dan aku bisa bermain denganmu serta Leika, hahahaha."
"Dasar kau hidung belang!"
__ADS_1
Sebelum video berakhir, Nat tampak menghampiri Nando lalu duduk di atas pangkuan pria itu. Kemudian Nando pun membisikkan sesuatu di telinga Nat. Setelah itu video pun berakhir.
Bersambung ....