Tertatih Mencintaimu

Tertatih Mencintaimu
Sequel - 28 #Tamat


__ADS_3

"Permisi ... "


Keriuhan yang ada di dalam ruang rawat inap itu seketika hening dan langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka. Tampak seorang wanita berparas cantik memakai dress model V-neck dengan panjang sedikit di atas lutut membuat semua orang di dalam terperangah. Mulut mereka tampak berbisik dengan orang yang ada di sampingnya membentuk sebuah pertanyaan, "Siapa dia?"


Dave yang saat itu sedang duduk di tepi tempat tidur Hyuna, melihat kedatangan wanita yang masih berdiri di gawang pintu, beranjak dari duduknya.


"Dave bukankah itu Merlin?" tanya Hyuna menatap suaminya lalu ke arah wanita itu.


"Iya Hunny." Dave menoleh ke istrinya. "Aku hampiri dia dulu ya," lanjutnya dan Hyuna pun menganggukkan kepala memberi izin padanya.


Semua anggota keluarga terus memperhatikan wanita itu, bahkan tatapan mereka enggan berpaling dan sulit diartikan.


"Merlin, kamu ke sini sendirian?" tanya Dave seraya mencari orang lain di belakang wanita itu.


Namn baru saja Merlin hendak menjawab, tiba-tiba ada dua orang anak kecil muncul dan berdiri di samping kanan kiri wanita itu.


"Oh kamu sama mereka rupanya!" seru Dave tersenyum lebar.


"Hallo Uncle!" sapa kedua anak itu bersamaan.


"Hai!" balas Dave lalu mengusap kepala keduanya.


"Hai Dokter Dave!" Seorang pria muncul dibelakang Merlin.


"Pak Joy?" Dave merasa terkejut. "Kalian datang bersama?" tanyanya seolah tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, kami berangkat bersamaan. Berhubung tujuan kami sama, jadi tidak ada salahnya bukan?" Pria yang tak lain dosen Hyuna ketika mrngikuti study banding waktu itu memang terkenal baik.


"Oh kalau gitu mari masuk!" ajak Dave mempersilahkan mereka masuk ke dalam.


Mereka pun saling bersenda gurau. Meski diselingi tangisan bayi yang haus akan air susu ibunya. Sebisa mungkin Dave membuat Hyuna merasa nyaman supaya ASI yang keluar pun bisa banyak. Tanpa Dave tahu, awalnya Hyuna sempat menaruh rasa cemburu pada Merlin. Namun seiring berjalannya waktu perasaannya pun biasa saja.


"Aku bangga deh sama kamu Dave. Jujur kamu itu suami idaman sekali. Baik, tampan, karir cemerlang, ditambah .... " Merlin melirik ke arah Hyuna sambil tersenyum. "Punya istri yang bisa melengkapi seperti Hyuna." Wanita itu kemudian menghela napasnya. "Aku doakan semoga keluarga kalian sehat dan bahagia selalu selamanya."


Lebih tepatnya doa itu mewakili doa semuanya yang hadir di sana untuk keluarga kecil Hyuna dan juga Dave.


"Aamiin. Terima kasih banyak Merlin dan Pak Joy sudah bersedia datang menjenguk istri saya dan anak kami," kata Dave.


"Sama-sama .... " Pak Joy mengusap dagunya seolah berpikir. "Oh iya, maaf sepertinya saya tidak bisa berlama-lama karena ada urusan lain yang harus saya kerjakan ... dan Merlin, kamu mau ikut pulang bersama saya atau tidak?"


"Oh ya sudah kita searah .... " Pak Joy menoleh ke arah Dave kembali. "Saya pamit dulu ya Dokter Dave, Hyuna."


"Iya Pak Joy, terima kasih ya sekali lagi," kata Hyuna tersenyum.


"Iya ... Oh iya, kado untuk anak kalian ada di pos perawat ya. Soalnya tadi waktu saya dan Merlin akan masuk membawanya, dicegah oleh perawat jadi kami titipkan di sana," jelas Pak Joy.


"Oh iya tidak apa-apa Pak Joy, Merlin. Memang sudah peraturan rumah sakit seperti itu," timpal Dave.


Akhirny Pak Joy dan Merlin pergi keluar dari ruangan rawat inap Hyuna.


...----------------...

__ADS_1


Satu tahun kemudian.


Bayi mungil buah hati Hyuna dan Dave baru saja menginjak usia satu tahun. Baby Theo, panggilannya, sudah mulai lancar berjalan.


Hari itu seluruh anggota keluarga besar datang ke acara makan bersama di kediaman mereka. Balkon yang terletak dibagian belakang rumah, dijadikan tempat acara. Dekorasi pun telah terpasang sedemikian menariknya untuk bersua foto.


Makanan pun telah tersaji lengkap di atas meja prasmanan. Mulai dari appetizer, main course hingga dessert. Tak lupa juga musik jazz sebagai pelengkap acara itu sendiri.


Sementara itu di dalam kamar, Hyuna baru saja selesai bersiap. Begitupun dengan Dave. Sebab hampir setengah jam yang lalu, keduanya saling melepas hasrat. Misi Dave pun berjalan lancar karena Baby Theo sudah tidur setelah selesai dimandikan oleh Hyuna. Raut wajah keduanya pun sudah berseri kembali.


"Hyuna ... " Kedua tangan Dave memeluk dari belakang ketika Hyuna sedang berdiri di depan cermin.


"Iya, kenapa Dave?"


"Kamu bahagia menikah denganku yang sederhana ini, Hyuna?"


Hyuna tercengang, mengerutkan alisnya lalu berbalik badan. Kedua tangannya melingkar di leher Dave. Sedangkan kedua tangan Dave melingkar di pinggangnya. Mata mereka saling bertemu, menatap lebih lekat satu sama lain.


"Aku suka setiap kali kamu berkata padaku. Lembut dan bijak. Aku suka setiap kali kamu menatapku. Tulus dan penuh kasih sayang ... Dan aku suka setiap kali kamu memelukku. Sebab disitu aku merasa, kamu tetaplah kamu. Memberiku segenap rasa dan asa dalam setiap helaan napasku. Tentu saja aku sangat bahagia." Hyuna menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik suaminya itu.


"Terima kasih banyak Hunny. Kamu pun lebih dari itu. Bahkan aku sampai sulit mengutarakan kata apa yang tepat untuk menggambarkan kamu. Wanitaku yang sangat sempurna," ujar Dave lalu memberi pelukan hangat pada istrinya.


Acara yang diadakan hari itu sangat meriah. Tidak ada raut wajah sedih sama sekali. Semua yang turut hadir ikut merasakan kebahagiaan penuh suka cita.


...Selesai...

__ADS_1


__ADS_2