
Satu tahun berlalu.
Di lobby salah satu hotel ternama kota London, Hyuna sedang duduk sambil menyilangkan kakinya sambil ditemani segelas jus alpukat yang baru saja diantar beberapa menit yang lalu. Sesekali dirinya menyeruput jus itu. Keberadaannya di sana karena sedang menunggu suaminya selesai menjadi pemateri di ballroom hotel tersebut.
Hyuna pun belum lama baru juga tiba. Sebab sebelum pergi ke hotel, ia menyerahkan skripsinya terlebih dahulu ke dosen pembimbing.
Meskipun Dave juga tengah sibuk mengecek skipsi para mahasiswanya, namun pria itu tidak pernah membiarkan Hyuna menyusun skripsinya sendiri.
Berkat bantuan Dave serta ide cerdas yang dikeluarkan oleh Hyuna, kerjasama itu membuahkan hasil yang sangat matang. Akhirnya, kelulusan pun sudah di depan mata.
Beberapa menit menunggu, Dave keluar dari ballroom. Akan tetapi pria tampan itu tidak sendiri, melainkan bersama seorang wanita muda, cantik serta mengenakan dress span sebatas lutut yang tampak elegan.
Hyuna menyadari keberadaan suaminya bersama wanita tersebut pun terus memperhatikan dengan seksama. Walaupun ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan antara suaminya dan wanita itu, yang jelas mereka kelihatan sangat akrab sekali.
Entah kenapa di dadanya terasa panas, seolah ada bara api yang menempel di sana. Hyuna meradang, merasa kesal sendiri seakan tidak terima dengan kedekatan mereka. Ia lekas berdiri lalu menghampiri Dave dengan mempercepat langkahnya.
Tangannya kemudian melingkar di salah satu lengan Dave. Sontak pria itu pun terkejut dan menoleh, namun sedetik kemudian pria itu tersenyum kalau ternyata yang melakukan itu adalah istrinya.
"Oh iya, Merlin kenalkan ini istriku, Hyuna," kata Dave berbicara pada wanita itu. Sementara Hyuna tersenyum sumringah saat melihat wanita yang bernama Merlin itu, merasa bangga. Hati yang sempat panas terbakar api cemburu tadi sirna seketika.
__ADS_1
Tangan Hyuna dan Merlin pun terulur bersamaan, keduanya berjabat tangan.
"Merlin, senang berkenalan denganmu."
"Hyuna, aku juga sama."
Merlin kemudian melihat Dave. "Oh iya Dave, sepertinya aku harus pergi karena harus jemput anakku sekolah. Next time kita double date ya!" serunya sambil terkekeh.
"Hmm, sepertinya anakmu akan mendapat ayah baru, benar begitu?" ledek Dave seraya tertawa. Sementara Hyuna tersenyum mendengar itu.
Merlin malah terbahak. "Sepertinya begitu ... ya sudah kalau begitu aku pergi. Sehat-sehat kalian," katanya sembari tersenyum dan menatap sepasang suami istri itu saling bergantian. Dave dan Hyuna mengangguk lalu Merlin pun pergi dari hadapan mereka.
"Hmm ... belum ada satu jam sih. Mungkin setengah jam lebih yang lalu." Hyuna terkekeh pelan. Kecupan pun mendarat di keningnya.
"Lapar tidak?" tanya Dave lagi. Keduanya berjalan menuju halaman parkir.
Hyuna menganggukkan kepala sambil menatap suaminya dengan raut wajah sedih. Seketika Dave mengusap kepalanya sambil tertawa.
"Menggemaskan sekali sih kamu tuh!" seru pria itu.
__ADS_1
Mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil. Dave mengendarai mobil ke sebuah tempat makan yang cukup terkenal di sana.
...----------------...
Setibanya di tempat makan, keduanya langsung memesan tempat duduk serta makanan yang ada di menu.
Akan tetapi setelah makanan yang mereka pesan datang, Hyuna merasa aneh pada penciumannya.
"Dave, kok bau makanannya seperti ini sih?" tanya Hyuna terdengar ketus sambil menutup hidungnya dengan sebelah tangan.
"Bau bagaimana? Ini harum sekali loh Hyuna." Dave mencoba merubah sugesti yang ada dipikiran Hyuna. Apa pria itu sedang sadar akan sesuatu?
"Dave serius ini baunya tidak nyaman sekali di hidung aku." Hyuna merengek dan kedua matanya sudah berkaca-kaca.
"Baiklah, aku akan pesankan makanan yang sudah pasti enak di indra penciumanmu dan lidahmu." Dave memanggil pelayan tempat makan itu. Ia memesankan beberapa menu untuk Hyuna. Daripada istrinya tidak makan, lebih baik memesankan makanan yang lain.
"Dave, aku sudah tidak tahan .... Uweek! Aku mau mau ke toilet dulu ya." Hyuna segera beranjak dari tempat duduknya lalu mempercepat langkahnya ke arah toilet.
Dave hanya diam sambil mengembuskan napasnya. Tak lama senyum pun terbit dari kedua sudut bibirnya, lalu memanggil pelayan untuk membungkus makanan yang tadi mereka pesan. Setelah itu Dave menunggu Hyuna di depan toilet.
__ADS_1
Bersambung .....