Tertatih Mencintaimu

Tertatih Mencintaimu
Bab 51. Bungkam


__ADS_3

Deo mengajak Hyuna ke suatu tempat bernama Kingsbury Water Park. Dimana sebuah taman pedesaan yang sangat terkenal dan menyenangkan. Itulah kenapa Deo mengajak Hyuna ke tempat itu untuk quality time mereka.


"Taruh saja tasmu di dalam mobil berikut ponselmu. Aku hanya tidak ingin diganggu oleh siapapun saat kita sedang berdua," pinta Deo sebelum keduanya turun dari mobil.


"Kamu yakin tidak akan berbuat sesuatu yang diluar perkiraanku?" tanya Hyuna memastikan. Pikirannya sudah buruk terlebih dahulu.


"Apa kamu tidak mempercayaiku? Aku ini suamimu Hyuna." Deo merasa gemas karena Hyuna terus negatif thinking padanya.


"Ya, jelas aku tidak mempercayaimu. Selama ini ucapanmu yang mana yang dapat aku percaya?" Hyuna bersilang dada dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


Kedua tangan Deo ditaruh ke atas stir sebagai tumpuan dan kepalanya pun seketika menunduk. Pria itu harus benar-benar sabar.


"Baiklah, aku minta maaf. Aku tahu selama ini aku tidak pernah menganggapmu, aku salah." Deo menoleh dengan sorot sendunya.


"Lantas kenapa sekarang kamu datang padaku? Apa kamu membawa surat pembatalan pernikahan kita?" tanya Hyuna, terdengar ketus.


Lalu matanya melirik sinis ke arah Deo.


"Kenapa kamu berpikir seperti itu? Apa memang kamu mengharapkan aku membatalkannya?" Suara Deo tiba-tiba meninggi. Hal itu spontan ia lakukan karena hatinya merasa tidak terima.


Hyuna tersenyum menyeringai sambil menatap ke depan. "Kalau bukan itu, lalu apa tujuanmu?"


Deo seketika terdiam. Ia mencoba menetralkan emosinya terlebih dahulu yang tadi sempat naik.


"Aku ingin memperbaiki hubungan denganmu, Hyuna," jawab pria itu dengan suara pelan sambil menoleh.


"Hubungan seperti apa yang kamu maksud?" tanya Hyuna seraya memicingkan matanya.


Deo mengangkat kedua tangan lalu menarik napas dalam-dalam. Setelah itu ia pun membuka sabuk pengamannya.


"Lebih baik sekarang ikut aku keluar dan aku akan menjelaskan semuanya," kata pria itu sambil membuka pintu. Hyuna pun menganggukkan kepala dan akhirnya mau turun dari mobil.

__ADS_1


Deo berjalan menghampiri Hyuna serta meraih tangannya. Hyuna yang saat itu belum siap, tidak bisa melepaskan tangan Deo yang sudah terlanjur menggenggam tangannya.


"Bagaimana kabarnya Leika? Bukankah sebentar lagi dia akan melahirkan?" tanya Hyuna membuka pembicaraan lebih dulu diantara keduanya.


"Aku tidak tahu." Deo menjawab singkat. Seketika Hyuna mengerutkan alisnya lalu menoleh ke arahnya.


"Kenapa? Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau dia satu-satunya wanita yang kamu cintai?" timpal Hyuna mencoba mengingatkan Deo kembali akan ucapaannya sebelum ia pergi.


"Jadi, dia itu hamil tapi aku merasa bukan anakku. Soalnya aku hanya dua kali menyentuh dia setelah pernikahan itu terjadi. Yang lebih parah, sebelum menikah denganku, dia sudah tidur dengan pemilik perusahaan tempatnya berkarir," jelas Deo.


Sejujurnya Hyuna merasa kasian kepada pria yang ada disampingnya itu. Namun dia masih belum mau angkat bicara dan memilih tetap mendengarkan.


"Aku sangat kecewa dan terlanjur sakit hati. Intinya dia sudah sangat membuatku sangat marah. Mau-maunya dia diperalat oleh managernya sendiri. Padahal aku sudah lama menyuruhnya untuk berhenti dari dunia entertaiment," pungkas pria itu.


Hyuna berusaha menelan ludahnya. Firasatnya bilang kalau tujuan Deo ke sini hanya menjadikannya sebuah pelampiasan semata. Namun ia masih menunjukkan sisi tegasnya sebagai seorang wanita.


"Lalu hubunganmu dengan Leika bagaimana?" tanya Hyuna bersikap sesantai mungkin.


"Aku sudah membatalkan pernikahan dengannya," jawab Deo seraya menoleh ke arah Hyuna.


"Aku sudah sangat kecewa dengannya."


"Kalau seandainya anak itu adalah anak kandungmu? Apa kamu mau kembali pada Leika?" tanya Hyuna sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Deo.


"Aku akan buktikan dahulu melalui test DNA. Kalaupun benar itu anakku, aku akan menerimanya. Tapi tidak dengan Leika," jawab Deo terdengar tegas.


"Kenapa? Bukankah kalau memang benar cinta, sesakit apapun akan menerima? Atau jangan-jangan selama yang katanya sembilan tahun bersama bukan cinta yang tumbuh, melainkan hanya ambisi semata." Hyuna bersilang dada sambil terus berjalan beriringan dengan Deo.


"Aku mencintainya, maka dari itu aku menjaganya. Tapi apa yang telah aku jaga malah dirusak oleh orang asing. Apa kamu tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya hatiku?" timpal Deo meluapkan segenap perasaannya. Pria itu mendadak jadi 'sad boy' tanpa menyadari kalau perjuangan Hyuna mempertahankan perasaannya itu jauh lebih sulit.


Tiba-tiba Hyuna tertawa sampai terbahak. Ia menganggap apa yang dikatakan oleh Deo barusan hanya lelucon semata.

__ADS_1


"Kenapa kamu menertawakanku?" tanya Deo merasa heran.


"Beginilah yang paling tidak aku suka dari dirimu Deo. Seandainya kamu bisa mendengarkan hati kecilmu, kamu tidak akan berada di posisi ini. Meski mungkin, wanita yang kamu cintai selain Leika bukan aku. Tapi aku yakin, kalau kamu tidak tergesa-gesa, kamu akan bersama orang yang tepat."


"Jadi maksud kamu aku ceroboh?" tukas Deo merasa tidak terima.


"Ya iyalah," sahut Hyuna sangat yakin. "Kamu itu pria, seorang pemimpin perusahaan pula. Harusnya selain kamu tegas dengan para bawahanmu di kantor, kamu harus lebih tegas terhadap sebuah pilihan yang ada di hidupmu. Termasuk melepaskan aku!" sambungnya.


"Tidak, Hyuna. Tidak!" tegas Deo. "Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu!" tambahnya.


"Kenapa? Kamu tidak mencintaiku. Untuk apa pernikahan ini dipertahankan?"


"Karena aku sangat membutuhkanmu."


"Basi!" Hyuna menyeringai. "Butuh apa? Pelampiasan nafsu? Kenapa tidak kamu sewa saja wanita malam di sana?" Ia mulai tersulut emosi.


"Aku bukan pria seperti itu Hyuna!" Suara Deo seketiak meninggi, membuat Hyuna terkesiap sampai mengerjapkan matanya berkali-kali.


"Lalu butuh apa? Aku hanya wanita biasa yang berasal dari kasta yang berbeda dari dirimu, Deo. Kenapa tidak kamu cari saja wanita yang satu kasta denganmu? Kenapa harus aku?" Hyuna menghentikan langkahnya lalu berdiri tepat di depan Deo. Sementara Deo masih terdiam.


"Oh, apa kamu merasa aku berhutang nyawa padamu? Sehingga kamu bisa seenaknya menjadikan aku pelampiasan disaat orang yang kamu cintai itu mengecewakanmu? Iya? Jawab Deo!" Sepasang mata Hyuna mulai berkaca-kaca.


Deo hanya menatap Hyuna dalam-dalam. Mencari sesuatu yang sempat hilang dalam hidupnya selama beberapa bulan terakhir. Namun rupanya, sangat tampak jelas sekali hanya sebuah kesedihan didalamnya.


"Bukan begitu maksudku ... " Deo menghela napas panjang. "Aku kesini, ingin menemuimu. Meminta restu kedua orang tuamu. Membangun keluarga yang seutuhnya denganmu. Aku dan Leika sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Kalaupun anak yang dikandungnya lahir, aku akan segera melakukan test DNA. Supaya kamu tahu, aku hanya menjadikanmu satu-satunya wanita yang paling berharga dalam hidupku. Itulah kenapa sampai kapanpun aku tidak akan membatalkan pernikahan denganmu, Hyuna."


Mendengar perkataan Deo, Hyuna tak kuasa menahan air matanya. Dengan cepat ia berbalik badan, supaya Deo tidak melihatnya menangis.


"Maukah kamu kembali padaku dan memberiku kesempatan kedua?" tanya Deo setulus hatinya.


Namun sayangnya Hyuna masih bungkam. Ia belum tahu jawaban apa yang harus ia ucapkan. Hatinya masih belum sepenuhnya menerima kehadiran Deo kembali di hidupnya.

__ADS_1


Setelah masa tenangnya beberapa bulan terakhir. Perasaannya menjadi kacau balau kembali sejak kehadiran Deo yang terkesan mendadak.


Bersambung ....


__ADS_2