Tertatih Mencintaimu

Tertatih Mencintaimu
Sequel - 27


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan Hyuna sudah memasuki usia tiga puluh enam minggu. Janin yang ada di dalam rahimnya pun berkembang dengan sempurna. Sebentar lagi bayi mungil akan hadir di tengah mereka. Ia maupun Dave sudah semakin siap menerima kehadiran anak pertama mereka.Bahkan segala planning pun telah matang. Terkadang kita sebagai manusia hanya bisa berencana, namun hasilnya biar Tuhan yang memutuskan.


Mulai dari senam hamil, berjalan kaki, serta makan makanan yang sehat dan minum vitamin secara rutin pun telah Hyuna lakukan. Tentunya ada peran Dave juga yang begitu besar. Apalagi memasuki trismester tiga, Dave menjadi lebih aktif mengajak Hyuna untuk berhubungan suami istri.


Sebab Dave tahu manfaat besar dibalik itu. Selain melancarkan proses kelahiran anak pertamanya nanti, ia juga harus bisa menahan selama satu bulan setengah lamanya. Apakah Dave akan kuat menahan hasratnya selama itu? Semoga saja bisa ya.


Hari itu tepat acara wisuda. Sebuah cita-cita yang selama ini Hyuna impikan akan terwujud. Apalagi salah satu dosen yang bertugas untuk menyematkan mahasiswa ketika memakai pakaian toganya adalah Dave, suaminya sendiri.


Apalagi satu bulan yang lalu, Dave diangkat menjadi wakil rektorat kampus karena telah menjadi dosen yang perpengaruh terhadap universitas. Berkat prestasi yang diraih oleh pria itu, menambah rasa bahagia dalam keluarga kecil mereka.


Walaupun Dave bukan dari keluarga terpandang dan kaya raya seperti Deo, namun ia mampu mengangkat derajat kedua orang tuanya di masyarakat luas. Bukan hanya itu, prestasi demi prestasi hasil pencapaiannya sudah bisa terlihat kalau kekayaan bisa diraihnya juga. Terlebih ketika telah menikah dengan Hyuna. Meskipun banyak ujian menerpa mereka diawal pernikahan, dibalik itu ada keluarga yang saling menguatkan keduanya.


Apalagi yang dapat di pertahankan dalam rumah tangga selain meredam ego dan mencoba memiliki cara pandang yang luas. Terkadang banyak opini yang singgah dalam benak tak terduga membuat diri merendah dan mudah putus asa. Jangan salah, jika hati sudah menerima dengan tulus apapun ujian terberatnya, pasti ada saja alasan untuk tetap bertahan, bersama dan menggenggam erat rasa percaya satu sama lain.


Sungguh, kisah cinta mereka memang singkat. Tetapi mereka berani untuk keluar dari masa sulit masing-masing.


...----------------...


Selepas acara penyematan dan gelar sudah disandang penuh oleh Hyuna, tiba-tiba saja perutnya terasa keram. Seperti ada ikatan yang kuat dari atas seolah bayi yang ada di dalam kandungannya itu semakin turun ke bawah. Beruntung saat itu Hyuna ditemani oleh Herya dan juga kedua orang tua serta mertuanya.


"Ma, perutku kenapa rasanya sakit sekalinya?" Hyuna meringis menahan rasa sakit disekujur tubuhnya hingga berkeringat. Tangannya berpegangan erat pada tangan Boy, papa-nya.


"Hyuna sepertinya kamu mengalami kontraksi, coba bantu dia tetap bergerak supaya kontraksinya semakin kuat," usul ibu mertuanya yang terlihat tetap tenang. Berbeda dengan Nestya yang malah ikut panik.


"Oh iya, akan ku bantu," jawab Nestya dengan sangat yakin.


Akhirnya di depan gedung tempat acara. Para anggota keluarga menuntun Hyuna supaya dilancarkan dalam persalinannya. Walaupun masih berusia tiga puluh enam minggu, tapi menurut dokter memang sudah bisa waktunya untuk melahirkan. Sebab, selama pengecekan kehamilan pun tidak ada masalah dengan kandungan Hyuna, bahkan sangat sehat.

__ADS_1


Hyuna berusaha menahan rasa sakitnya sambil mondar mandir. Tak lama Dave pun datang dengan pakaiannya yang sudah diganti seperti baru datang ke tempat acara.


"Hunny, kamu kenapa?" tanya Dave sambil memegang kedua bahu Hyuna. Sorot matanya tampak panik.


"Istrimu akan segera melahirkan. Kami sedang membantunya daritadi, Ibu juga sambil menghitung interval selama kontraksinya berlangsung," kata ibu-nya Dave.


"Sejak kapan Bu?" tanya Dave menoleh ke ibu-nya.


"Kurang lebih dari setengah jam yang lalu."


"Kalau gitu kita ke rumah sakit saja!" seru Dave yang mulai khawatir.


"Kamu ini dokter, Dave! Tenanglah sedikit, melahirkan anak pertama itu butuh waktu yang cukup panjang. Bisa jadi ini hanya kontraksi palsu," tegas sang ibu yang sudah berpengalaman melahirkan anak sebanyak tiga kali.


"Sekarang kontraksinya sudah sering belum?" tanya Dave berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Karena tidak enak menjadi tontonan banyak orang di sana, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.


...----------------...


Setibanya di rumah, kontraksi Hyuna semakin intens dan sangat kuat. Bahkan ia belum sempat mengganti pakaiannya dan masih mengenakan dress yang ia gunakan untuk wisuda tadi.


"Dave, sakit sekali," keluh Hyuna saat berada di dalam pelukan suaminya.


"Tahan ya Hunny, kamu kuat. Anak kita sedang mencari jalan, yang kamu rasakan itu gelombang cintanya," tutur Dave sangat lembut.


Air mata Hyuna sudah menetes sejak tadi. Hingga ... Kedua kakinya sudah tak mampu berdiri lagi. Dave pun merasa kalau sudah waktunya Hyuna dibawa ke rumah sakit. Pria itu mengangkat tubuh istrinya keluar dari rumah. Sedangkan anggota keluarga yang lain membawa barang-barang yang sebelumnya telah Hyuna persiapkan di dalam koper.

__ADS_1


Mereka semua berangkat menuju rumah sakit. Di dalam perjalanan pun Dave menghubungi dokter Elena supaya segera sampai di rumah sakit.


Tak selang berapa lama, mereka tiba. Hyuna dibawa oleh Dave ke dalam ruangan emergency dan ternyata di sana sudah ada dokter Elena. Dave setia menemani Hyuna saat proses pengecekan berlangsung. Pria itu tidak ingin terjadi sesuatu yang bisa membahayakan istrinya.


"Dokter Dave ini sudah pembukaan sembilan. Kita ke ruang bersalin sekarang!" tegas dokter Elena.


Beberapa perawat membantu Hyuna menuju ruang bersalin, terlebih tubuhnya sudah terasa lemah. Untuk membantu Hyuna supaya bertenaga kembali, dokter menyuruh perawat memasangkan selang infus di tangan Hyuna.


Hingga satu jam kemudian, pembukaan pun telah lengkap. Dengan metode tiup-tiup yang diarahkan oleh dokter Elena, Hyuna berhasil mengeluarkan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dengan berat tiga ribu lima ratus gram dan panjang lima puluh empat centimeter.


"Hebat sekali Nyonya, selamat ya!" kata dokter Elena setelah selesai proses persalinan itu. Bahkan tidak ada robekan sama sekali pada jalan lahir Hyuna.


"Terima kasih, Dok," ucap Hyuna dengan suara yang masih lemah.


Beberapa menit kemudian, Hyuna telah dipindahkan ke ruang rawat. Para anggota keluarga sangat antusias sekali dengan kedatangan Hyuna dan bayi mungilnya.


"Kira-kira namanya siapa Dave?" tanya ayah-nya Dave.


"Hunny, kasih tahu tidak?" Dave malah bertanya pada istrinya. Sontak Hyuna pun mengerutkan alisnya lalu tertawa.


"Kasih tahu saja Dave," jawab Hyuna.


"Baiklah, kenalin anak pertama kami namanya ... " Dave sengaja menjeda ucapannya dan membuat semua orang di sana menatap tajam karena terlalu penasaran. "Raizel Theonor Vallentino."


Semuanya tersenyum bahagia. Akan tetapi, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka.


"Permisi ... "

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2