Tertatih Mencintaimu

Tertatih Mencintaimu
Bab 38. Hancur Lebur


__ADS_3

Dua jam setelah Deo tiba di kantor. Sebuah televisi menyiarkan acara reality show, di sana di perankan oleh Leika dengan lawan mainnya yaitu seorang pria yang juga seorang artis. Terlebih acara itu memang sedang ramai diperbincangkan oleh para pegawai yang ada di kantor Deo.


Ketika pria itu hendak pergi menemui manager bagian kepegawaian, tak sengaja Deo mendengar dua pegawai wanita yang tengah mengobrol ketika jam kerja di tempat mereka masing-masing dengan posisi saling bersampingan.


"Astaga lihat deh tampan sekali artisnya. Sepertinya dia artis baru deh."


"Iya kamu benar, eh, eh, itu bukannya Leika Gradita istrinya Tuan Deo ya? Kok dia mau sih ikut acara vulgar begitu. Aduh kalau aku jadi suaminya, sudah aku suruh keluar deh dari dunia keartisannya. Duduk manis di rumah, terus duit ngalir. Yang penting service oke, iya tidak sih?"


"Ih kamu benar sekali. Aku juga mau seperti itu. Sepertinya memang yang aku tahu Leika itu terkenal dengan kontoversinya deh. Waktu tahu dia menikah sama Tuan Deo, rasanya aku tidak setuju sekali. Tidak rela gitu rasanya."


"Iya. Iya. Bukan karena iri, tapi apa Tuan Deo tidak tahu tentang dia yang katanya sering gonta ganti pasangan. Bahkan mau 'contract relationship' sama artis buat naikin panggung?"


Semakin lama telinga Deo terasa panas mendengar perbincangan mereka. Ia paling tidak suka dalam kondisi seperti itu.


"Ehem."


Suara deheman Deo berhasil membuat kedua wanita itu bungkam seketika dan membenarkan posisi duduk mereka menjadi normal pada umumnya.


"Ini jam kerja, tidak seharusnya kalian ngerumpi!" kata Deo dengan tegas. Sejak tadi diam-diam ia berdiri di belakang mereka sambil bersilang dada.


"Maaf Tuan," sahut kedua wanita itu bersamaan.


Deo pun tidak jadi pergi ke ruangan manager bagian kepegawaian itu. Ia melihat lokasi yang tertera di layar komputer salah satu dari wanita tadi. Selain membicarakan, ternyata mereka sambil menonton live streaming.


Pria itu berjalan tanpa keragu-raguan menuju ke lantai dasar perusahaan. Ketika sudah berada di lobby, Deo bergegas pergi ke mobilnya yang terparkir rapih tak jauh dari pintu utama.


...----------------...

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, hatinya terus berkecamuk. Sembilan tahun masa perkenalan dengan Leika tidak ada artinya sama sekali.


Pria itu mengendarai mobil di atas batas ambang maksimal. Beruntung kondisi jalan raya di pusat kota Hamburg cukup sepi.


Lokasi syuting yang sedang Leika lakukan saat itu berada di salah satu hotel yang terletak hampir ke arah pantai. Pikiran Deo semakin bercabang dan emosinya siap untuk meledak kapanpun.


Setibanya di hotel yang di tuju, Deo segera turun dari kursi kemudi. Pria itu berjalan sambil membungsungkan dadanya, merasa sangat percaya diri.


Saat sudah mendapatkan nomor kamar yang dipakai untuk prosesi syuting. Tak banyak menunggu lagi, Deo mempercepat langkahnya menuju ke kamar itu.


Tidak sampai lima menit, ia pun sampai. Deo kira pintunya tidak akan dikunci, dengan santai ia membukanya. Namun ternyata sulit, akhirnya dengan segenap kekuatan yang sedang di selimuti amarah yang kian meletup-letup, Deo mendobrak pintu itu.


Dalam satu kali hantaman, pintu pun berhasil dibuka. Beberapa orang yang ada di dalam kamar merasa syok sekaligus terkejut akan kedatangan Deo di sana.


Leika yang sedang memakai ling erie cukup terbuka, jantungnya seakan mendadak berhenti beberapa saat. Wanita itu berusahaa mencari selimut untuk bisa menutupinya.


Wajahnya kian memerah, hempasan napas kasar pun berkali-kali ia lakukan. Tanpa Deo sadar salah seorang dari pria itu merekam aksi brutalnya.


"Leika, ikut aku!" Deo menarik tangan Leika sangat kasar. Pria itu sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.


"Kenakan pakaianmu dan keluar dari sini sekarang!" perintahnya sambil menatap tajam wanita yang ada di hadapannya.


"Tidak. Ini pekerjaanku." Deo tak menyangka. Leika yang tadinya menunduk seolah merasa malu, tiba-tiba wajahnya terangkat dan merasa berani. Wanita itu tetap bersikukuh.


"Oh, bagus ya. Apa yang telah wanita sia lan itu lakukan padamu? Kata-kata apa yang membuatku semakin membangkangku?" Suara Deo meninggi. Namun hal itu tidak menyurutkan keberanian Leika di depan pria yang masih berstatus suaminya.


"Tidak ada. Dia selalu memberiku motivasi untuk karirku. Dia selalu membantuku dikeadaan sesulit apapun. Dan kamu ... Ku kira menikah dengan seorang pengusaha kaya raya bisa membuat hasratku terpuaskan dan merasa bahagia. Tapi ternyata aku salah!" Nada bicara Leika tidak kalah meningginya.

__ADS_1


Tiba-tiba Leika melepas selimut yang dipakainya untuk menutupi pakaian seksinya itu, lalu menghampiri lawan mainnya pada acara yang masih menyiarkan secara langsung saat itu. Kemudian menci um pria itu sangat panas.


Deo merasa semakin gila jika masih mempertahankan hubungan dengan wanita yang menurutnya sangat lebih gila darinya. Pria itu baru mengetahui sifat asli Leika yang sebenarnya.


Karena sangat merasa marah, Leika ditarik lagi olehnya lalu ....


PRAT!!!


Tamparan keras berhasil mendarat di pipi mulus Leika. Tidak sampai mengeluarkan darah dari hidung, hanya saja rasanya seperti tersengat listrik bertegangan tinggi. Panas, bergetar dan juga perih. Hal itu baru pertama kalinya Deo lakukan pada seorang wanita dengan tangannya sendiri.


Lagi dan lagi, Leika menatap penuh kebencian pada Deo. "Aku tidak akan memaafkanmu Deo. Sampai kapanpun!" teriak Leika seraya mengeluarkan air mata.


"Aku lebih dari itu. Suatu saat kamu jangan menyesali apa yang akan aku buat setelah ini. Pernikahan kita akan aku batalkan detik ini juga. Kelakuanku sungguh diluar batas, Leika! Jangan pernah datang padaku lagi!" kata Deo memberi ancaman pada wanita itu dengan penuh penekanan.


Semua orang yang ada di sana terperangah mendengar keputusan Deo. Namun salah satu dari mereka pun tidak ada yang ikut angkat bicara, apalagi melerai.


"Terserah. Pergi saja sama istri barumu itu!" balas Leika semakin menatap benci pada Deo. Kemudian wanita itupun pergi ke kamar mandi.


Setelah kepergian Leika, Deo menatap tajam satu per satu dari mereka yang ada di sana. Lalu pria itu melihat salah satu kamera yang masih menyala dan menyorot ke arahnya. Deo langsung menghampiri dan membanting kamera itu hingga hancur lebur serta berkeping-keping.


"Hei! Tidak seharusnya Anda seperti itu. Mana ganti rugi untuk membeli kamera baru milik kami yang kamu rusaki!" kata pemegang kamera merasa tidak terima.


"Kalian hanya tahu mendapatkan uang dengan cara yang salah saja. Coba perbaiki acara kalian! Beri tontonan yang bermutu. Apalagi disiarkan secara langsung di pagi hari seperti ini. Pakai otak kalian! Setidaknya konten dewasa di tayangkan tengah malam!" Deo semakin murka.


Semua orang yang ada di depannya hanya melirik satu sama lain. Lalu Deo menemukan chip dari kepingan kamera itu, ia mengambilnya dengan gerakan cepat.


"Jangan harap saya bisa mengganti kamera kalian, sebelum kalian mengubah tayangan dewasa di waktu yang benar. Ingat itu!" Deo pun akhirnya pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2