
Pagi hari Hans sudah berada di kamar hotel Alea . Hans memeriksa keadaan Lea .Seperti biasanya di pagi hari keadaan Lea tidak baik baik saja .
Hans membawakan Air hangat untuk mengurangi rasa mual
" Tinggal lah di sini Lea sampai kau melahirkan aku akan merawatmu dan menyayangi anak yang ada dalam kandunganmu "
" Hans aku berterimakasih sekali dengan segala kebaikan mu . Tapi aku tidak bisa terus merepotkan mu "
" Menikahlah denganku Lea maka kau tidak lagi merepotkan ku .Kau akan jadi tanggung jawabku "
" Hans ....jangan berkata begitu ,jaga perasaan papi dan mami ,Juga dokter Rinda ."
" Lea kau menjaga perasaan mereka . apa kau tidak bisa melihat perasaanku ?"
" Ini salah Hans aku pasti memiliki suami ,aku mungkin sangat mencintai dia .Mungkin saat ini dia sedang menangisiku ''
" Mungkin juga orang kau cintai yang mencelakakan mu Lea , atau saat ini suami mu sudah menikahi wanita lain "
" Ya Hans mungkin benar tapi setidaknya kita pastikan siapa aku dulu ''
Keduanya diam membisu .pada titik di mana obrolan mereka benar .
" Alea maukah kau berjanji padaku satu hal . Aku akan mencari tau masa lalu mu .Tapi jika kau adalah wanita bebas atau pria yang kau sebut suami adalah orang yang akan mencelakakan mu .Berjanjilah kau mau menikahiku setelah urusan mu selesai .Berjanjilah ada di sampingku untuk menyakinkan mami dan papiku "
" Hans ....." Permintaan Hans sangat berat bagi Lea .
" Alea apa kau masih meragukan aku "
" Tidak ...,Kau orang yang paling aku percaya .Aku aman bersamamu . Aku hanya tau diri Hans ada yang amat sangat lebih layak berada di samping mu .Bisa jadi aku bukan wanita baik baik di masa lalu "
" Kalau aku dan kamu sama takutnya dengan masa lalumu kenapa kita harus menoleh ke belakang "
"Akan salah jika kita mengabaikan masa lalu ku "
" Baiklah aku menganggap kamu setuju dengan saratku .Hari ini aku akan mengajakmu bertemu dengan Pras temanku. Dia yang akan menyelidiki masa lalumu ."
" Hans ..." panggil Lea ragu tidakvsetuju dengan sarat dari Hans tapi pria itu tidak menggubrisnya
Hans mengajak Alea bertemu Pras di kantornya . Pras sudah menunggu sedari tadi . Ia sudah tidak sabar melihat wanita yang bisa membuat pola pikir Hans terhadap wanita begitu berubah .
Alea mengenakan rok hitam di padu atasan bunga dan kepalanya menggunakan pasmina polos senada dengan warna atasan . Wajahnya sedikit pucat namun tertutup dengan lipstick merah muda .
Sampai di kantor Pras, Hans dan Alea di persilahkan duduk .
" Pras kenalkan ini Alea " ujar Hans
" Alea ..."
" Aku Pras .Alea.... nama yang cantik seperti orang nya "
" Pras....! tidak usah basa basi " sela Hans sedikit tidak suka melihat Pras yang kecentilan di depan Alea .
" Sabar Hans Belanda masih jauh "
" Aku juga harus pergi ke rumah sakit "
" Baik lah "
__ADS_1
" Pras membawa Alea kesebuah ruangan untuk memindai sidik jari Alea ."
Hanya lima menit saja . Kemudian Alea di persilahkan kembali keluar .
" Aku tunggu kabarmu Pras "
" Ya Hans setelah aku dapatkan hasilnya pasti aku mengabarimu secepatnya "
Lea dan Hans melanjutkan perjalanan mereka ke rumah sakit . Hans hari ini bertugas sedang Alea menemani saja .Sampai depan rumah sakit . Supir pribadi papi sudah menghadang memberikan tas baju milik Alea .
Rencana Awal Hans ingin mengenalkan Alea pada orang tuanya dan menginap di sana untuk beberapa malam . Tapi teryata orang tua Hans tidak siap dengan kabar yang mengejutkan mereka .
" Lea nanti siang , Suami mbok Amini akan menjemputmu pulang ,tinggallah di sana untuk sementara . Aku akan menyelesaikan urusan ku disini ''
Alea hanya mengangguk menuruti perintah Hans . Dia mengusap perutnya yang masih rata . Merasa sangat bersukur ada bagian masa lalu dari hidupnya yang akan menemani hari hari selanjutnya . Lea beristirahat di ruang pribadi Hans
Hans melanjutkan pekerjaannya memeriksa pasien yang sudah menumpuk setelah itu baru ia visit ke pasien pasien rawat inap .
Siang sudah datang Alea dan Hans makan siang bersama sembari menunggu suami mbok Amini datang .Benar saja baru selesai makan .suami mbok Amini sudah sampai di parkiran rumah Sakit . Hans mengantar Alea sampai parkiran dan memindahkan tas baju Alea ke dalam mobil yang di bawa mbok Amini .
" Pak hati hati di jalannya ,kalau cape berhenti dulu "
" Baik Tuan Hans "
" Hans aku berangkat dulu " pamit Lea pada Hans .
Mobil membawa Alea pergi dari hadapan Hans . Tinggal Hans yang harus berjibaku dengan tugas tugasnya .
Sore Hari Pras menghubungi Hans untuk menemuinya di tempat biasa mereka bertemu .
" Hans kamu harus menemuiku malam ini . Ada berita tentang Alea " Pesan dari Pras yang membuat Hans sedikit berdebar .
Hans sudah menyelesaikan tugasnya . Ia membuka ponselnya dan melakukan panggilan ke rumah peristirahatannya .Menanyakan keadaan Alea apakah Lea sudah sampai dan baik baik saja . Dari seberang mbok Amini menyampaikan jika Lea baru saja sampai dan terlihat baik baik saja .
Hans melajukan mobilnya ke sebuah kafe . Pras sudah memesan tempat yang cukup privat untuk pembicaraan mereka
Sampai di kafe Hans segera turun dan meminta pelayan mengantarnya ke ruangan yang telah di pesan oleh Pras .
" Duduk lah Hans , kau mau pesan apa ?"
" Aku tidak ingin makan Pras .Secepatnya kau harus memberi tahu tentang hasil temuan mu "
" Hmm ,kau sangat tidak sabaran tapi aku sangat lapar aku akan mengisi perutku dahulu , tunggulah sebentar " Pras tidak memperdulikan Hans yang sudah tidak sabar .
Hans mengalah membiarkan Pras makan dahulu ia hanya memesan secangkir kopi dan camilan .
" Lihat Hans kau tau apa yang sudah aku
temukan ?. Aku mencocokan sidik jari Alea idan data yang keluar ini " Pras menyodorkan selembar kertas berisi biodata dari seorang wanita .
Hans segera membaca satu persatu data yang tertera dari nama Anisa Hapsari , Alamat jl xx dan profesi seorang pengajar di SMA Garuda
" Dia sudah menikah Hans '' ucap Pras dingin tak ingin membuat Hans tersinggung .
" Aku sudah mengira nya Pras " ucap Hans enteng
" Ada yang lebih mengejutkan lagi Hans "
__ADS_1
" Apa itu Pras ?"
" Lihat lah !"
Pras mengetikkan nama Anisa Hapsari
Langsung bermunculan Artikel penculikan dan kecelakaan yang terjadi satu bulan lalu .
" Hans suaminya selalu mencari cari istrinya dan dia bukan orang sembarangan .Wanita yang kau rawat adalah istri dari Raditya Wijaya pewaris, Wijaya group dan Alea adalah nama putrinya yang meninggal saat terjadi penculikan dan kecelakaan itu "
Hans merasa lemah tak berdaya . Alea adalah Anisa istri dari pewaris Wijaya group .
" Pras , beri aku waktu jangan kau paksa aku menyerahkan Alea saat ini aku ,...aku...belum siap . Aku harus memastikan semua kebenaran berita ini . Aku tidak mau Alea tersakiti oleh siapapun " Hans memohon pada Pras
" Baiklah ,Hans ada baiknya kau selidiki dulu kebenaran berita yang tertulis di media . Hans aku tau kau menyayanginya .Kau pasti menginginkan yang terbaik untuk Alea mu "
' Aku akan memastikan semua kebenaran dari berita ini . Terima kasih kau tidak mendesaku untuk menyerahkan Alea . Aku juga harus mempersiapkan mental Alea "
" Ya kau benar Hans , Alea harus benar benar siap "
Hans , ada perasaan yang teramat menusuk . Alea atau Anisa adalah wanita yang masih terikat dalam pernikahan . Hans harus mempekerjakan seseorang untuk menyelidiki kebenaran tentang berita berita yang tersebar di media
Hans pergi dari kafe dengan perasaan yang tidak menentu . Ia memacu mobilnya ke rumah orang tuanya . Di depan rumah orang tuanya mobil Hans berhenti . Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah
" Kau masih ingat pulang Hans " ucap mami sinis dan tajam
" Mami masih marah ?"
" Ibu mana yang tidak marah melihat putra kesayangannya lebih memilih wanita yang tidak tau asal usulnya dari pada ibu yang sudah melahirkannya "
" Mi , apa mami tidak kasihan Dia tidak punya siapa siapa dan tak ingat apa pun . Coba mami bayangkan jika kejadian itu terjadi pada putri mami "
" Kau pandai berkelit "
" Mi..."Hans tersenyum dia tau betul mami orang yang sangat lembut dan penyayang
" Mi ,Hans merawat Lea di rumah peristirahatan kita .Di sana Lea di temani mbok Amini . Kalau boleh mi ,ijinkan Lea tinggal di rumah ini dengan mami .Kasihan dia sedang hamil setidaknya di sini ada mami yang bisa diajak ngobrol dia tidak punya siapa siapa lagi mi "
" Merepotkan "
" Mi , Hans sedang berusaha mencari keluarganya "
" Kamu tidak sedang membujuk mami untuk menerima dia sebagai menantu mami kan ?"
" Tentu tidak mi , mana Hans berani "
" Mami akan kabulkan permintaanmu dengan satu sarat "
" Sarat apa mi ?"
" Mami ingin kamu menjalin hubungan dengan Rinda . Mami tidak memaksa mu untuk segera menikah . Cobalah menjalin hubungan dengan Rinda jika memang tidak cocok kamu tidak perlu melanjutkannya "
" Mami mau menjebak Hans ?"
" Terserah kamu Hans "
" Baiklah mi Hans terima sarat mami "
__ADS_1
Mami tersenyum menang . Setidaknya Hans sudah mau setuju dengan ide pendekatan selanjutnya terserah Rinda yang harus berusaha ...