Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
40. Akhirnya Anisa di temukan


__ADS_3

Hans meringkuk di jeruji besi . Dengan tuduhan menyembunyikan Anisa istri dari Raditnya Wijaya . Mami Hans tersedu di pelukan papi .Menyesali tindakan Hans yang sembrono .


" Sudah lah mi , papi sudah siapkan pengacara untuk Hans .Mami jangan bersedih seperti ini "


" Pi anak mami masuk penjara .Ibu mana yang tidak sedih "


" Kita bisa mengusahakan Hans keluar mi ,tentu dengan kesaksian Alea . Fokus kita temukan Alea .Hans tidak sengaja menyembunyikan Alea . Kesalahan Hans adalah jatuh cinta dengan Alea "


" Pi ,mami mau kasih tau Rinda siapa tau Rinda bisa membatu kita "


" Itu lebih baik dari pada mami hanya menangis "


Mami Hans segera menghubungi Rinda yang sedang ada di rumah sakit .


***


Radit tidak bisa menghandle pekerjaannya . Ia meminta Arman untuk menggantikannya hari ini . Ada banyak hal yang terus mengganggu pikirannya .


Siang cukup terik Radit memutuskan untuk pulang dan memberitahu bu Ratna.Kabar gembira yang tertunda karena Anisa malah menghilang lagi .


Di rumah Bu Ratna sedang menyiapkan makan siang untuk Ara .Melihat kedatangan Radit yang tidak biasanya Bu Ratna merasa sedikit ganjil .Menduga ada hal yang tidak baik . Apalagi wajah Radit sangat terlihat muram .


" Nak Radit tumben sudah pulang ?"


" Iya Bu ,ada yang ingin saya sampaikan pada ibu "


" Apa itu nak Radit ? semoga kabar yang baik "


" Duduk lah Bu ! " ucap Radit lembut


Bu Ratna duduk di sofa panjang berhadapan dengan radit yang ekspresi wajahnya murung .


" Bu , saya benar benar bertemu Anisa . Anisa selamat Bu . tapi ...."


"Alhamdulilah betul nak Radit ? kalau Anisa selamat ? dimana dia sekarang nak Radit ? apakah keadaannya baik baik saja " Bu ranta bersemangat dan penasaran dan suara serak karena terbawa emosi


" Iya Bu tapi Anisa pergi lagi. Sekarang masih dalam proses pencarian .Anisa mengalami hilang ingatan dia tidak mengingat asal usulnya "


":Nak Radit ...." tangis Bu Ratna pecah


" Bu , tolong doakan saja agar Anisa bisa secepatnya di temukan "


Sebenarnya Radit merasa tidak tega memberi kabar ini . Tapi mau bagaimana Bu Ratna harus tau keadaan yang sebenarnya .


Radit menerima setiap laporan dari anak buah Jhon yang menyisir keberadaan Anisa . Sampai saat ini mereka belum menemukan Anisa .


Semalaman Radit tidak bisa memejamkan matanya . Hatinya sangat resah . Memikirkan keberadaan Anisa di luar sana . Apakah dia baik baik saja .


Radit keluar dari kamarnya menuju balkon untuk menghirup udara pagi . Tempat ini lah Radit ingin menenangkan suasana hati sebelum turun kebawah menemui Bu Ratna .

__ADS_1


Matanya menatap kearah rumah mungil tempat dulu ia sering memperhatikan Anisa secara diam diam .Radit melihat ada seorang wanita keluar dari rumah itu .Radit terus mengawasinya .


Sosok itu sangat mirip dengan Anisa dan ya dia sedang hamil .Radit mengusap matanya dengan debaran jantung yang tak tentu .Apakah dia bermimpi atau tidak .Berulang kali ia menyakinkan penglihatannya .


Reflek Radit langsung turun kebawah untuk memastikan orang yang dia lihat adalah Anisa . Setengah berlari Radit keluar rumah .Tidak menggubris sapaan Bu Ratna yang heran .


Terus menuju rumah sebelah .Wanita itu sedang menyiram bunga bunga yang tergantung tanpa mengetahui kehadiran Radit .


"Anisaaaaaaa " panggil Radit sembari terus mendekat dan langsung memeluk


" Nisa kamu kembali apa kamu sudah ingat .?..Aku mencemaskanmu Anisa "


Radit terus berucap sendu tanpa melepaskan pelukannya .


Setelah beberapa saat Alea membiarkan Radit memeluknya .Merasakan kerinduan yang terbalas dari pria ini .Namun otaknya tak mengerti siapa sebenarnya pria ini .


" Maaf , apakah anda mengenalku ?" Tanya Alea terbata .


" Nisa aku Raditya suami mu " Ucap Radit menjelaskan dengan perasaan sakit teryata Anisa tidak mengingatnya


" Su...suamiku "


" Kita pulang Nisa ibu pasti senang bertemu denganmu "


" Maaf ,aku masih memiliki ibu ?"


Anisa menatap gundah haruskah dia percaya begitu saja . Anisa memperhatikan Radit dari ujung rambut hingga ujung kaki . Ada getaran yang ia rasakan .Mengingat betapa nyaman ketika tadi Radit memeluknya .


" Anisa rumah kita dulu bersebelahan setelah menikah kau tinggal denganku di rumah itu .Rumah ini memang rumahmu" Radit menunjuk samping


" Ini rumahku ? pantas saja aku merasa sangat nyaman di rumah ini "


" Kita temui ibu Nisa " ucap Radit sembari menuntun Nisa kearah rumahnya .


Anisa mengikuti Radit dengan perasaaan yang berkecambuk antara perasaan yang merasakan nyaman tapi akal nya tetap memerintahkan waspada .


Sampai di dalam rumah ,Anisa masih bingung harus apa . Langkah mereka berhenti di ruang makan . Bu Ratna langsung berteriak histeris melihat keberadaan Anisa . Bu Ratna langsung mendekat dan memeluk Anisa .


" Anisaaaaaaa ...hiks hiks Alhamdulilah kamu masih hidup nak . Ibu sangat merindukan mu nak . Ibu hampir putus asa untuk berharap kamu kembali . Tapi nak Radit yang selalu meyakinkan ibu jika kamu pasti selamat "


Dalam pelukan bu Ratna ,Anisa pun ikut menangis . Pelukan yang sangat damai .Tiba tiba saja kepala Anisa kembali berdenyut denyut dan Anisa pun limbung tak sadarkan diri .


Radit segera menangkap Anisa yang hampir terjatuh . Tubuh lemah Anisa di baringkan diatas tempat tidur .Radit menghubungi Dokter keluarga untuk menangani Anisa .


Radit duduk termenung sembari menatap wajah Anisa yang terpejam . Sudah hampir lima bulan mereka terpisah . Tidak ada yang berubah pada Anisa hanya saja perutnya yang membesar


Deg ketika menatap perut Anisa yang besar ada perasaan sakit di hati Radit .Kata kata Hans terngiang ngiang di benaknya . Radit menepis bayangan pahit dari otaknya .


Dokter Dirga sudah datang dan memeriksa keadaan Anisa . Anisa tersadar ,matanya nanar dan merasakan pusing di kepalanya .

__ADS_1


" Sebaiknya Bu Anisa dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh .Minumlah obat ini untuk menghilangkan nyeri "


" Terima kasih dok " ucap Radit


" Jangan terlalu memaksanya untuk mengingat .biarkan mengalir dengan sendirinya "


" Ia dok ,Saya akan segera membawa istri saya kerumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh "


Bu Ratna membawakan makan dan menyuapi Anisa .


" Makanlah nak setelah itu kamu harus minum obat agar pusing mu hilang " Ibu menatap sendu .Sedang Anisa menuruti perkataan Bu Ratna .Ia makan dengan lahap dan juga meminum obat yang dokter Dirga berikan .


Radit menghubungi Rumah sakit untuk merawat Anisa . Radit mengusahakan yang terbaik untuk kesembuhan istrinya .


" Nisa kita kerumah sakit ya untuk memeriksa kesehatanmu "


" Aku sudah mendapat perawatan di rumah sakit Hans bisakah aku menghubungi dokter Rinda "


" Ya ,tapi aku tidak tau keadaanmu Anisa . Hanya pemeriksaan menyeluruh agar aku bisa merawatmu dengan baik di rumah "


" Kalau begitu baiklah " Radit akan pergi keluar dari kamar tapi Anisa memanggilnya


" Mas Radit bisa kita bicara ?"panggil Anisa yang membuat Radit kembali mendekat duduk di samping Anisa


"Ada apa ?"


" Aku ingin memberi tahu mu sesuatu .....


tolong dengarkan aku "


Ada perasaan takut dalam hati Radit . Takut mendengar hal yang paling ia takutkan .


" Aku tidak tau awalnya seperti apa . Aku tersadar di rumah sakit setelah dirawat selama dua Minggu di sana , Hans bercerita jika dia menemukan aku hanyut di sungai .Yang aku rasakan saat itu aku sangat ketakutan dan di ingatanku hanya ada nama Alea . karena itu Hans memanggilku Alea .Siapa Alea mas ?"


Radit merasa gugup jika harus mengatakan sekarang siapa Alea sebenarnya .Radit masih diam tidak menjelaskan .Apakah Anisa sanggup mendengar hal yang buruk dalam keadaan yang seperti ini


" Anisa aku akan menceritakan semua nanti setelah kau mendapat perawatan .Hingga kamu siap mendengar semua "


" Aku mau tau sekarang kenapa hanya nama itu yang selalu aku panggil panggil "


" Nisa aku janji akan menceritakan semua


setelah kamu di periksa " Radit menggenggam Tangan Anisa memberi kenyamanan .


" Mas Radit ,Aku dirawat di rumah Han selama masa penyembuhan ku .Satu pekan sekali Hans membawaku ke rumah sakit untuk cek up . Di rumah Hans aku ditemani oleh mbok Min .Setelah satu bulan . Aku sering muntah muntah setelah di periksa teryata aku hamil mas dan usia kehamilanku sudah delapan Minggu waktu itu . Aku sudah hamil sebelum aku hayut di sungai dan Hans menemukan aku "


Ada perasaan lega di wajah Radit . Radit baru berani mengusap perut Anisa . Dan si bayi pun merespon tiba tiba saja bergerak . Ada air mata haru yang menetes di pipi Radit .


" Anak papi sangat kuat " lirih Radit sembari mencium perut Anisa . Hilanglah

__ADS_1


__ADS_2