Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
36. Bertemu


__ADS_3

Wajah cantik Ara yang baru saja bangun tidur ada di hadapan Radit. Bocah itu tidak biasanya mengganggu tidur Radit .


" Pi bangun Pi "


"Hmmm...." Radit menggeliat matanya masih belum terbuka


" Papi ...hiks hiks " Ara menangis merasa diabaikan oleh Radit


Akhirnya Radit membuka matanya .Isakan Ara cukup mengganggu tidur paginya .


" Putri papi ada apa ?" masih dengan muka bantal Radit bertanya .


Ara menghentikan isakannya . Wajahnya berubah senyum polos yang memamerkan dua gigi susu bagian depan yang sudah tanggal . Sangat polos dan menggemaskan


" Pi Ara bermimpi , bunda panggil panggil Ara dan ngasih Ara adek kecil Pi "


Deg ....


Mata Radit terbelalak . Menatap Ara penuh kejutan . Kemudian Radit meraih tubuh kecil Ara mendekapnya erat .


"Apa Ara sangat merindukan bunda ?"


"Sangat Pi ,Ara ingin seperti dulu ada Lea dan bunda "


" Lea sudah berada di surga sayang .Berdoalah biar bunda cepat di temukan "


" Apa papi sudah mencari ke mana


mana ?"


" Tentu saja sampai sekarang papi masih menyuruh orang untuk menemukan bunda " ujar Radit menerangkan. Ara hanya mengangguk angguk tanda mengerti


" Pi Ara mau siap siap ke sekolah " Ara berlari dari pelukan Radit


Kaki kecilnya menuruni anak tangga dengan sangat cepat . Bu Ratna yang berada di bawah hanya memandang kawatir takut jika Ara akan terjatuh .


" Nek Ara mau mandi dulu " sapa Ara pada Bu ratna


" Nenek siapkan bekal spesial buat dibawa ke sekolah ya ? "


" Mau nek , teman teman ku bilang masakan nenek Lezaat "


Bu Ratna hanya tertawa mendengar pujian dari teman teman Ara " Ara nenek sangat menyayangimu .Melihatmu sama seperti melihat Alea ".


***


Siang itu Hans mengantar Alea pergi berbelanja di sebuah mall terbesar .Mereka akan membeli baju hamil untuk Lea karena baju yang ada sudah terasa sesak akibat perut Alea yang sudah mulai membesar .


Kebetulan mami Hans tidak dapat menemani begitu juga Rinda .Mereka hanya pergi berdua saja . Kesempatan yang langka bagi Hans .


Di dalam mobil


Hans melirik Alea yang duduk di sampingnya . Kemudian Hans memutar musik, menghilangkan perasaan canggung antara Hans dan Alea .


Hans kian hari semakin berani menunjukan perasaannya pada Alea . Sedang Alea merasa semua yang Hans ungkapkan adalah hal yang salah


" Lea pernahkah kau sedikit saja melihatku sebagai seorang pria ?"

__ADS_1


" Hans aku selalu melihatmu sebagai pria pertanyaanmu aneh "


" Tidak adakan sedikitpun ketertarikan mu padaku Lea ?"


" Hans kita sudah sering membicarakan ini , Selama aku tidak mengingat masa laluku aku tidak bisa . Akan selalu ada perasaan takut dan bersalah "


" Tidak Lea ,kau pernah merasa tertarik dengan pria ketika berada di restoran waktu itu . Apa kau merasa bersalah waktu itu ?"


" Ah ...,kau masih mengingat kejadian itu Hans ? aku sendiri bingung .Saat itu mataku seperti sangat terbiasa melihat sosoknya bahkan dadaku berdebar . Maafkan aku Hans itu semua di luar kendaliku "


" Maksudku kau bisa kan mencoba terbiasa dengan sosok ku ? . Aku sungguh sungguh jatuh cinta padamu Lea . Aku menyayangimu aku menerima bayi yang ada dalam kandunganmu sebagai putraku sendiri " Hans menggenggam tangan Lea


Lea kebingungan menghadapi Hans yang semakin memperlihatkan keinginannya .Lea menatap mata Hans disana ada hasrat dan ketulusan . Pria di sampingnya memendam perasaan yang sudah cukup lama .


Lea tau Hans orang yang paling berarti di hidupnya kini . Karena pertolongan Hans iya masih menghembuskan nafas .


"Hans jangan membuatku bingung " Lea melemah


" Aku sudah mencoba untuk berlari pergi darimu tapi hatiku ,mataku ,perasaanku selalu kembali padamu Lea "Tutur Hans sendu


" Temukan masa lalu ku Hans ! baru aku bisa memutuskan bagaimana hidup ku . Maaf jika memang keberadaanku membuatmu tersiksa aku akan pergi Hans "


" Lea aku menyayangimu bagaimana bisa aku jauh darimu . Jika kau pergi sama saja membunuhku "


Lea meneteskan air matanya .Bertanya kenapa Hans seperti menuntut hal yang tidak bisa Lea lakukan .Hans menyadari ucapannya membuat Alea justru sedih dan tidak nyaman


Mobil berhenti di sebuah mall terbesar . Hans membawa Lea menuju deretan baju baju hamil . Alea di temani Hans memilih baju hamil siapapun akan menyangka mereka adalah pasangan suami istri .


Alea mencoba beberapa baju yang dia suka .Kemudian keluar dari ruang pas ketika seseorang yang berada di depannya terus menatap tanpa kedip dan setengah berlari menghampiri Alea .


Pria yang memeluk Alea terisak .Mengungkapkan kerinduan yang sangat dalam dia adalah Radit .Alea jauh terbuai ia pun merasakan kerinduan yang dalam dan tidak bisa menahan bulir bulir bening yang deras berjatuhan .


Meski Alea tidak tau siapa pria ini tapi tubuhnya ,wangi parfumnya dan perasaannya tidak menolak bahkan dia pun merasakan hal yang sama merindu dengan pria yang memeluknya


" Nisa ,aku sangat merindukanmu .Jangan pernah pergi meninggalkanku lagi "


Tiba tiba tangan kekar Hans memisahkan pelukan Alea dan Radit dengan kasar .


" Pria tidak tau malu, kamu memeluk istri orang yang sedang hamil "


Hans menarik tubuh Alea dan membenamkan wajah Alea ke dalam dadanya .Tak memberi kesempatan Alea untuk melihat wajah pria yang tadi memeluknya .


" Tenang lah Lea dia pria jahat ada aku disini melindungimu "


Hans segera membawa Alea pergi dari tempat itu sedangkan Radit menatap nanar hatinya hancur .Ia merasa yakin itu adalah Anisa dia tidak mungkin salah tapi pria itu ....Wanita itu sedang hamil besar ...benarkah ....


" Aku belum gila kan Arman ?" Radit frustasi


" Bos aku juga melihatnya dia memang sangat mirip dengan bu Anisa "


" Kau juga sama denganku Arman ,itu benar Anisa kan "


" Bos sudah lah ...Sebaiknya bos kembali kekantor ,Biar aku yang mengurus pekerjaan di sini "


Arman segera mengambil ponsel meminta supir untuk mengantarkan Radit kembali ke kantor


Hans mencoba menghalangi pertemuan Alea dan Radit .Namun ketika Hans lengah Alea mencoba menatap pria yang tadi memeluknya . Pria yang sama ketika dia ada di restoran ."Harum tubuhnya sama .Ada apa ini ?sudah kedua kalinya .Apakah pria itu mengenalnya ?kenapa Hans mengatakan dia pria jahat "

__ADS_1


Dalam hati Alea berputar pertanyaan pertanyaan yang terus mengganggunya. Lea menatap Hans yang terus membawanya menjauhi pria tadi


" Hans berhenti kakiku sakit " Lea mencoba mengendalikan Hans


Hans mematung mendengar Alea kesakitan .Wajahnya yang tadi penuh amarah berganti kawatir


" Maaf Lea ....maafkan aku . Aku ingin kita segera menjauh dari pria brengsek itu "


" Hans mungkin saja dia mengenalku "


" Dia pria jahat Lea .jika dia pria baik baik tidak mungkin memeluk wanita sembarangan "


" Dia memanggilku Nisa Hans "


" Sudah lah Lea kita obati dulu kakimu yang sakit "


" Aku hanya lelah Hans kau menarikku terlalu cepat "


" Maaf Lea "


" Hans ..." Lea menatap Hans dengan pandangan memohon .


Hans hanya sekilas membalas tatapan Lea . Hans tidak berani untuk bersitatap lama dengan Alea .


" Mungkin orang itu mengenalku Hans ...hiks hiks " Serasa nelangsa Alea terisak .


"Alea.. dengar.., karena kelemahan ini lah aku selalu melindungimu . Banyak orang yang akan memanfaatkan keadaanmu .Jangan cengeng Alea .Apa kau sudah tidak percaya padaku Lea " Suara Hans meninggi .


Alea melihat kilatan amarah di mata Hans .Mata teduh yang selama ini melindungi dirinya murka .Alea tertunduk menghentikan isakkan nya .


Hans memapah Alea masuk kedalam mobil . Kemudian melajukan mobilnya dengan cepat . Hans tidak membawa Alea pulang ke rumah mami melaikan menuju Apartemen nya .


Alea hanya bisa mengikuti Hans yang sedang marah .Lea bahkan tidak berani bertanya tempat apa ini .


Sampai di dalam Apartement ,Hans meminta Lea duduk di sofa . Kemudian Hans jongkok sembari meraih kaki Lea .Memberi pijatan untuk meredakan sakit di kaki Lea .Kemudian Hans pergi kedapur dan kembali dengan membawa baskom berisi air hangat untuk merendam kaki Lea .


" Istirahatlah Lea agar kakimu tidak lagi sakit . Kita bisa membeli keperluanmu dengan belanja di online shop "


" Terima kasih Hans "


Hans mengambil tempat duduk persis di samping Lea . Membuka ponselnya dan mencari baju hamil di aplikasi online shop.


" Lea coba kau lihat baju ini bagus kan ?"Hans mendekatkan ponselnya pada Lea hingga jarak mereka begitu tipis .


Lea benar benar tidak nyaman dengan kedekatan fisik mereka .Dia justru canggung tidak memperhatikan gambar yang di tunjuk Hans .


Hans dengan cuek nya semakin mendekat .Lea mendengar sangat jelas debaran jantung Hans juga hawa panas yang Hans berikan .Sepertinya sudah saatnya Alea menghindar . Alea takut terjadi hal yang buruk .


" Auww Hans ..." Lea pura pura kesakitan


Sontak Hans memundurkan badannya sedikit menjauh dari Alea .


" Ada yang sakit Lea ? "


" Kakiku Hans ....sakit " ucap Lea dengan lega bisa terhindar dari Hans .


Hans kembali jongkok dan memijat kaki Alea .....

__ADS_1


__ADS_2