
Kehilangan Anisa yang begitu mendadak membuat Radit menjadi sosok yang dingin . Berpisah ketika sedang sayang sayangnya. Anisa sudah bisa menerima Radit sepenuh hatinya .Bahkan Anisa berjanji akan mempersembahkan buah cinta mereka . Hanya menunggu waktu saja .
Siang itu Radit sedang berada di kantornya . Proyek pembangunan mall baru dalam pengawasannya yang ketat .Jika ada kesalahan Radit tak segan segan untuk bertindak tegas .Sisi manusiawinya mulai terkikis karena tekanan rasa kehilangan yang begitu dalam .
Arman duduk terpaku .Ketika Radit sedang memeriksa berkas berkas didepannya . Tidak ada lagi candaan dan senyum ramah . Suasana kantor sangat menegangkan .
" Arman tolong kau atur pertemuanku dengan Tuan Raka secepatnya ."
" Menurut sekretaris tuan Raka ada jadwal kunjungan ke Jakarta minggu ini bos "
" Pastikan harinya Arman agar jadwalku tidak kacau" Radit berkata tegas dan memberikan berkas yang sudah dia tandatangani .
" Baik " Arman akan pergi meninggalkan ruangan Radit dan tiba tiba Radit kembali nemanggil
" Arman ...."
" Ya bos "
" Hubunganmu belum ada peningkatan dengan Dila ?"
Arman sedikit bernafas lega . Dia mengira Radit akan memberinya tugas lain .Teryata Radit masih ingat hubungannya dengan Dila .
" Kami baik baik saja bos "
" Aku tidak butuh hubunganmu yang jalan di tempat .Percepat pernikahanmu . Sebelum Dila semakin kurang ajar padaku "
" Maksud bos ? Apa Dila menggoda mu lagi ?" ucap Arman yang sangat kecewa pada sikap Dila
" Kamu pikir saja sendiri , Aku sudah ingatkan Arman atau kau memilih untuk aku mutasi keluar angkasa "
" Jangan bos . saya memperlambat hubungan karena bos sedang berduka . Minggu ini Dila akan saya nikahi "
" Pergilah ...! Aku sedang sangat pusing .Jangan terlalu lama di depanku .Bisa bisa aku tak bisa menahan diri untuk menonjokmu "
"I..i iya bos "
Arman segera keluar dari ruangan Radit secepat kilat.Dia tidak mau menjadi korban pelampiasan amarah Radit yang luar biasa sensitif saat ini .
Arman mengirimkan Pesan pada Dila melalui ponsel pintarnya . Inilah cara satu satu nya yang Arman miliki untuk membuat Dila menyetujui untuk menikah dengannya .
Arman menyeringai puas .Ini sih misi yang menyenangkan .Dia menunda keinginan terbesarnya karena berempati atas musibah yang di alami sibos .
Tidak lama ,ponsel Arman berbunyi .Senyum licik nya berkembang . Dila memintanya bertemu segera .
" Kamu tidak sabaran sekali gadis genit " Gumam Arman .
Arman kembali mengetikan pesan pada Dila memberinya sebuah Arahan lewat pesan singkat yang dia kirim kembali
" Datanglah ke Resto BB , pakai gaun malam yang akan aku kirim nanti sore ingat dandan yang cantik kau akan bertemu dengan calon suamimu "
Arman dengan santai melanjutkan pekerjaannya bahkan dengan berbunga bunga .Keadaan berbanding terbalik dengan keadaan Dila .
__ADS_1
Dila terlihat pucat dan sangat kesal dengan kelakuan Arman . Dila sangat takut rahasianya terbongkar jadi mau tidak mau dia harus menuruti perintah Arman .
Sementara itu di ruangan Radit .
Radit menyandarkan tubuhnya . Rasa lelah hampir tidak dia rasakan . Menghapus jejak rasa sedih yang tidak bisa ia lakukan . Wajahnya seketika murung .
Radit membuka laci mejanya .Menarik sebuah pigura foto . Ada gambar dirinya dan Anisa . Radit mengusap dengan Penuh perasaan rindu
" Nisa di mana kamu ,Taukah kamu aku sangat merindukanmu ?. Aku sudah bilang aku bukan pria sempurna . Aku rapuh tanpa kamu "
"Anisaaaaa...Aku percaya kamu masih ada aku tau dan sangat yakin karena Alea yang memberitahuku dalam mimpi . Katakan dimana kamu aku akan menjemputmu "
Air mata Radit tak terasa meleleh .Dadanya yang sesak di penuhi berjuta kerinduan yang sudah lama terpendam . Tangannya terus mengusap gambar Anisa yang sedang bersanding dengannya .
Lamunan Radit terhempas saat seseorang mengetuk pintu ruangannya .Ia kembali ke kesadarannya . Radit memasukan pigura foto dalam laci meja. menghapus jejak air mata yang tersisa . Kembali menjadi pria Angkuh untuk menutupi kesedihannya .
" Masuk !"
" Maaf pak bapak sudah di tunggu rapat oleh pak Wijaya "
" Ah iya aku hampir lupa . Sudah pukul berapa sekarang , oh ya Siska berkas untuk materi rapat sudah siap ? "
" Ini pak " ucap Siska sambil memberikan berkas yang diminta oleh Radit
" Kamu ikut saya Siska tolong kamu tulis dan susun poin poin yang penting saat rapat nanti "
" Baik pak "
Tuan Wijaya terlihat masih gagah di usianya . Karisma nya sangat luar biasa . Pria itu hanya menatap datar melihat putranya datang dengan keadaan sedikit layu .
Tuan wijaya sengaja membuat Radit semakin sibuk agar dapat mengalihkan .Perasaan sedihnya .
Rapat dihadiri oleh petinggi Wijaya group mengevaluasi program dan target target yang sudah direncanakan .Hasilnya sangat luar biasa . Tuan Wijaya merasa puas dengan kinerja orang orang kepercayaannya .Rapat hanya berlangsung dua jam dan lancar .
Radit sudah ingin meninggalkan ruangan rapat sebelum Tuan Wijaya memanggilnya .
Radit diam di hadapan tuan Wijaya .Menantikan apa yang akan papa nya ucapkan .
" Nanti malam datanglah ke rumah, mamamu sedang tidak enak badan .Bawa serta Ara dan Bu Ratna .Mungkin itu akan membuat mama mu sedikit bahagia "
" Baik pa "
" Radit sudah satu bulan lebih .Apa kau belum menerima kenyataan jika istrimu sudah meninggal ?"
Radit menatap tajam tuan Wijaya . Ucapan beliau sangat menyakiti perasaan Radit .
" Pa Anisa masih hidup jangan pernah katakan Anisa sudah meninggal "
Tuan Wijaya menarik nafas panjang meredakan emosinya .Dia pun merasakan sakit melihat putranya terus menerus terpuruk
Tuan Wijaya pergi meninggalkan Radit yang masih mematung . Masuk kedalam lift tanpa berkata apa apa lagi .
__ADS_1
Setelah tuan Wijaya pergi Radit pun menuju ruangannya menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya . Pikirannya fokus kembali pada berkas yang ada di depannya .
***
Alea di temani mbok Amini sedang berada di dalam kamarnya .Tiba tiba saja telepon rumah berdering .Mbok min mengangkat telepon dan hanya mengangguk anggukan kepalanya .
Tidak lama mbok min pun kembali masuk kedalam kamar Alea .Sedikit ragu dia harus mengatakan sesuatu .
" Non Alea barusan nyonya besar telepon .Beliau akan datang menjemput non Lea besok pagi . Non Lea akan tinggal di rumah utama dengan tuan dan nyonya besar "
" Apa tidak salah mbok .Terakhir ketemu beliau tidak menyukai kehadiran saya mbok "
" Tapi pesannya seperti itu "
" Saya takut mbok " Alea merasa was was " Mbok bisa menghubungi Hans ?"
" Iya non mbok akan beritahu tuan Hans "
Belum sampai mbok min telepon Hans .Hans sudah lebih dahulu menghubungi mbok min . Meminta menyiapkan barang barang Lea .Dan besok pagi maminya akan datang menjemput . Hans meminta Lea untuk tidak takut .Semua atas persetujuan Hans .
Alea pun hanya bisa pasrah akan dibawa kemana .Karena Lea hanya percaya pada Hans saja .
Pagi menjelang ,masih dengan kelemahannya Alea memuntahkan sarapan yang baru saja ia makan .Mbok min dengan telaten membatu Alea
Mami Hans melihat pemandangan itu hatinya sedikit tergugah .Ada perasaan iba yang menyeruak di hati wanita paruh baya itu .Benar kata Hans jika hal ini terjadi pada putrinya ....
Air mata wanita ini meleleh tak terasa . Tiba tiba saja hatinya terasa sakit .Kemudian mendekati Alea dan mbok min
" Duduk lah dulu di sini , usapkan aroma terapi ini agar mual ya menghilang "
Mami Hans memberikan botol minyak Atsiri beraroma lembut dan menenangkan
Alea menuruti dan menghirupnya merasakan ketenangan .Berangsur angsur rasa mual nya mereda .
" Terima kasih Tante "
" Panggil aku mami "
" Tapi ...tapi "
" Aku bukan orang jahat Lea , tapi aku juga bukan orang yang terlalu baik .Panggil aku mami tapi aku tidak ingin kau jadi menantuku aku berharap Rinda yang jadi menantuku "
" Saya mengerti mami , terimakasih untuk semua kebaikan mami "
" Jika kau sudah baikan kita segera berangkat .Kamu akan tinggal bersamaku " ucap mami masih dengan gestur angkuh . Tapi mata wanita paruh baya itu menatap iba
Alea menuruti perintah mami Hans dan mengikuti arahannya . Mami Hans melirik sekilas .Kemudian sepintas menilai kepribadian Alea yang penurut dan lembut "Bukan tipe wanita ambisius tapi feminim dan hangat .Selain itu pesona ragawi yang sangat dominan Cantik .Pantas saja Hans bisa jatuh hati dengan mudah dengan wanita ini " batin mami Hans
Sisi egois mami Hans masih tinggi . Wanita muda di sampingnya entah anak siapa dan memiliki masa lalu seperti apa apakah berpendidikan atau ...? . Tidak... mami Hans menggelengkan kepalanya lirih .Seseorang yang tidak jelas akan dibawa masuk dalam keluarganya .
Sebagai ibu Ia menginginkan Hans bersanding dengan wanita baik baik dari keturunan orang baik tentu saja harus terpelajar agar bisa mengimbangi Hans yang cerdas dan bisa membimbing keturunannya dengan baik .
__ADS_1
Kehidupan adalah dunia nyata menurut Mami hans.Apa yang akan dia katakan ketika sahabat atau rekan rekannya bertanya siapa menantunya .Haruskan jujur dapat Nemu di sungai.......? Hah mami menepuk jidatnya