
Waktu begitu cepat berlalu Alea sudah berada di rumah mami Hans selama empat bulan .Perutnya sudah terlihat membesar . Kedekatan mami Hans dan Alea seperti seorang ibu dan anaknya .Mami Hans tak segan segan memanjakan Alea .
Hans semakin menutupi kenyataan Tentang identitas Alea dari siapapun meski dia sudah tau fakta sebenarnya . Perasaan cinta membuatnya berbuat sejauh itu
Rinda yang mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan Hans merasa tidak berkutik dengan sikap Hans yang dingin dan acuh .
Pagi itu Hans pulang ke rumah utama untuk mengunjungi Lea . Dia sudah sangat lama tidak bertemu Alea karena kesibukan dan juga menghindari kecurigaan Mami
" Pagi Lea .."
" Pagi Hans "
Hans menatap penuh rindu pada Lea yang sedang duduk di kursi taman di belakang rumah .Wanita hamil itu semakin cantik saja .Wajahnya bersinar dan aura bahagia terpancar .
Duduk bersebelahan menunggu degub jantungnya tenang . Hans mengutarakan niatnya datang kerumah .
" Lea aku ingin mengajakmu keluar mungkin saja kamu bosan selalu berada di rumah "
" Aku mau Hans tapi kita harus ijin mami dulu "
Kebetulan mami datang melihat Hans sedang duduk berdampingan dengan Alea .Mami merinding melihat cara hans menatap Alea . Putra nya semakin dalam terpuruk dengan rasa cintanya pada Alea
Mami memberikan kode keberadaannya .Agar Hans dan Alea sadar akan kehadirannya ." Ehemm''
" Mami , pagi mi '' Hans terkejut melihat mami sudah berada di dekatnya . Hans seperti tertangkap basah menatap Alea penuh cinta
" Sudah lama kamu Hans ?"
" Baru saja mi ,Mi aku mau minta ijin bawa Alea keluar rumah . Boleh ya mi?"
" Rinda mana gak kamu ajak ? Boleh keluar bawa Lea asal Rinda juga ikut " Mami memberi batasan agar Hans sadar pada janjinya
" Iya mi " Hans menyetujui
Tidak lama Rinda datang kerumah mami Hans . Mami Hans mengajaknya ke sebuah ruangan untuk berbicara .
" Apa kabar mi ?" tanya Rinda sembari mencium tangan mami Hans
" Baik Rinda , Duduklah mami mau bicara dengan kamu . Mami ingin tau perkembangan hubunganmu dengan Hans ?"
"Mi ...,Sepertinya Rinda ingin menyerah saja . Hans tidak pernah melihat keberadaan Rinda mi " Rinda merajuk
" Apa cuma sebesar itu cintamu pada Hans ?Lihat Alea selama ini selalu mengacuhkan Hans ini kesempatanmu Rinda "
" Rinda harus bagai mana mi "
" Playing victim " tegas Mami sambil menatap Rinda " Jadilah wanita lemah yang akan membuat Hans iba dan bersimpati "
" Itu bukan karakter Rinda mi "
" Hans akan selalu suka dengan wanita yang seperti itu . Cobalah "
Rinda memikirkan kata kata mami . Rinda wanita mandiri dan selalu berfikiran positif bagai mana bisa berperan sebagai seorang yang lemah meminta dikasihani .Oh menjijikan ..
" Rinda mereka akan pergi keluar tapi mami ingin kamu ikut dengan mereka "
" Rinda akan sakit hati mi melihat perlakuan Hans pada Alea "
" Mami tau Rinda tapi jika kau tak mengikuti mereka keadaan akan lebih runyam nanti .Tidak ada yang mengontrol sikap Hans "
__ADS_1
" Mami juga ikut ya ? Aku gak sanggup sendiri mi "
" Ide bagus Rinda mami akan menjaga Lea dan kamu menjaga Hans "
Senyum kemenangan terukir di wajah mami .Kemudian mami pergi bersiap untuk pergi mengikuti Lea dan Hans
Mami duduk di bangku belakang dengan Alea sedang Hans di belakang kemudi dan di sampingnya ada Rinda .
" Kita ke restoran ya mi , tadi Alea ingin makan seafood "
" Ah iya boleh terserah saja ,mami ikut "
Rinda masih diam dengan percakapan Hans dan mami .Dari ucapannya saja sudah terlihat jika Hans selalu mementingkan Alea di atas segala galanya .
Meski Hans ada di sisinya tetap saja pikiran dan hatinya fokus pada Lea . Rinda menghirup udara dengan kasar kemudian menghembuskan udara bersama sesak yang ada di dada .
Sampai di sebuah restoran seafood mereka duduk dan memesan .Restoran tampak sepi pengunjung . Tiba tiba Alea mencium aroma parfum yang sangat familiar di hidungnya .
Alea menoleh kearah belakang .Ada seorang pria dengan bahu lebar sedang duduk membelakanginya . Yah aroma parfum itu berasal dari pria itu .
Alea menghirup aroma parfum itu dalam, lagi dan lagi. Tiba tiba saja perasaannya menjadi sangat sedih . Sebuah perasaan rindu yang begitu dalam .Ia meneteskan air matanya .
Melihat hal itu Rinda dan mami yang duduk disamping Lea ikut kebingungan .
" Kamu kenapa Lea ?"
" Aku seperti sangat rindu mi ,hatiku tiba tiba sakit .Mami mencium aroma parfum lembut ini ?.Ini yang membuat perasaan rinduku bangkit mi .Tapi aku tidak tau pada siapa aku merindu "
Mami dan Rinda mencoba untuk mencium wangi parfum yang Alea bilang tapi penciuman mereka tersamar dengan harum seafood tidak begitu mencium aroma parfum yang Alea rasakan .
Mami menggeleng gelengkan kepalanya .Bingung dengan sikap Alea .Kemudian mami mengusap perut Lea
" Mungkin ini bawaan bayi sehingga kamu begitu sensitif Lea "
" Oh sebentar mami tanyakan dulu ya
Lea "
Kemudian mami menghampiri pria yang duduk membelakangi Alea .
" Maaf permisi saya mengganggu "
" Ada apa Bu ,ada yang bisa saya bantu ?"
" Begini putri saya sedang hamil dia mengidam parfum yang anda pakai .Boleh saya tau nama mereknya ?"
" Oh begitu , ini parfum kesukaan istri saya Bu dia yang memilihkan untuk saya .Sebentar saya tuliskan " ucap pria itu ramah dan pria itu adalah Radit yang sedang makan dengan Arman dan dua orang rekan bisnisnya .
" Sekali lagi terima kasih dan maaf sudah mengganggu " ucap mami Hans sambil tersenyum sopan
" Sama sama Bu semoga bayinya sehat dan juga ibunya " ucap radit sembari menoleh mencari wanita yang sedang hamil .Tapi sayang Radit tidak bisa melihat Alea karena posisi duduknya membelakangi .
Mami Hans duduk kembali dan memasukan kertas yang Radit berikan .Hans yang melihat ada Radit begitu terkejut .Wajah Hans terlihat pucat . Alea mengenali parfum milik suaminya bahkan Alea sampai menangis mengatakan ia begitu merindukan seseorang yang tidak ia ingat .
Hans segera menyembunyikan keterkejutannya dari orang orang yang ada di sekelilingnya .Hans tidak menyangka akan bertemu dengan Radit di tempat ini .Beruntung sekali Radit sudah bangkit dan meninggalkan restoran .Hans mendadak lega .
" Hans di makan kenapa kamu bengong " ujar mami
" Eh iya mi "
__ADS_1
***
Di sisi lain Radit baru saja selesai makan siang dengan dua relasinya dan juga Arman sang asisten . Hatinya seperti bergetar hebat tadi tapi dia sendiri tidak tahu penyebabnya apa .Perasaan gelisah pun menyergap .Apalagi ada seorang wanita paruh baya yang meminta nama parfum yang dia gunakan . Angan Radit semakin merindukan Anisa .
" Bos kenapa ?"
" Tidak , aku seperti gelisah tapi aku sendiri tidak tahu kenapa ?"
" Kita pulang bos sudah siang "
" Baiklah " ujar Radit dengan langkah berat mengikuti Arman
Dalam perjalanan pulang Arman mencoba menghibur Radit .
"Bos ,saya punya berita bagus "
" Ada pameran lukisan besok untuk acara Amal .Tuan Raka akan datang di acara itu "
"Hubungannya apa denganku . Dia sulit sekali diajak kerja sama .Aku tidak mau bekerja sama dengan pria sombong itu "
" Sabar bos ,menurut orang kepercayaannya .Dia sangat menyukai lukisan , Kalo bos ingin mendekatinya lagi di pameran lukisa itulah tempatnya "
" kita coba besok siapkan dana kusus untuk ikut lelang lukisan "
" Baik bos .....,bos Dila sudah hamil "
" Bagus dia sudah tunduk jadi istrimu . apa kau kesulitan menghadapinya?"
" Dia sekarang tidak hanya patuh bos tapi sudah jadi budak cinta ku "
" Hmm ,dia istrimu jangan kau permainkan Arman ! Aku akan jadi kakak ipar yang baik kalau kau sampai menyakitinya "
" Jangan kawatir bos aku menyayanginya lebih dari hidupku .Hanya saja aku harus jadi pria tegas untuk mendidiknya "
" Terserah kamu Arman ,lakukan kewajibanmu dengan benar "
***
Alea melihat punggung pria yang pergi meninggalkan restoran .Tanpa di duga pria itu menoleh kearah meja tempat ia dan mami Hans duduk . Degub jantung Lea tak beraturan seperti sedang berlari .
Lea kembali tertunduk ada semu merah di wajahnya pria itu sangat tampan .Ingin sekali dia menatap pria itu tapi dia sudah menghilang . Yang Lea rasakan matanya sangat suka memandang sosok itu .Hidungnya juga sangat suka mencium aroma parfum yang pria itu pakai .
Apaksh ini sebuah ketertarikan pada lawan jenis ? Alea menepis rasa rasa yang ada di dadanya . Kemudian ia menyadarkan diri dengan mengusap usap perut buncitnya ." aku wanita bersuami tidak pantas menyukai pria lain " batin Alea .
Hans sedari tadi memperhatikan setiap detil tingkah Alea .Ikatan cinta memang luar biasa meski hilang ingatan tapi hati mereka saling bertaut . Hans menarik tangan Lea .
" Kenapa .....?" tanya Hans menyelidik
" Tidak Hans , ....Apa pria itu orang terkenal ,mataku seperti familiar melihatnya ?" Tanya Alea mengusir malu karena tertangkap basah melihat pria itu dengan intens .
" Dia seorang konglomerat muda yang tampan .Bisa jadi kau sering melihatnya " Ujar Hans dengan nada tidak suka
" Apa kau mengingat sesuatu " Rinda bertanya dengan semangat
" Tidak Rinda aku hanya ...ah mungkin kagum karena dia sangat tampan . Aishh aku malu Rinda "
" Xi...xi...xi ...Kau benar Lea dia pria sempurna Tampan dan kaya raya " Rinda tergugu dengan ucapan Lea yang polos .Tetapi matanya melirik Hans yang wajahnya memerah menahan kecemburuan .
" Tapi dia sudah beristri Lea parfum yang kau suka itu parfum pilihan istrinya " timpal ibu mengingatkan Lea .
__ADS_1
" Ah iya mi , maaf " Wajah Lea semakin merah menahan malu .
Tiga wanita tersenyum bahagia .Tapi Hans merasakan terancam keberadaannya di samping Alea . Ia mengepalkan tangannya .Perlahan ketakutannya menjadi kenyataan . meski ia sudah menutupi fakta selama berbulan bulan ada saja celah yang mempertemukan Radit dan Anisa/ alea