
Jerman
Radit sedang berbelanja di sebuah pusat belanja bersama Elena . Elena menggandeng Radit menuju sebuah toko baju dengan brand terkenal .
Radit memilih gaun yang dirasa cantik untuk Anisa .Elena melirik dan mencoba mengerti apa yang ada di pikiran pria ini
" Apakah pak Radit mau memilihkan baju untuk ku ?"
" Aku tidak terlalu mengerti selera mu Elena .Pilihlah sendiri "
" Yang pak Radit pegang baju untuk siapa ?"
" Maaf Elena ini untuk Anisa "
" Pak Radit memang kejam ,pak Radit yang menghancurkan saya .Pak Radit juga yang terus menyakiti perasaan saya.Ini yang dinamakan tanggung jawab .Lalu perasaan sakit saya harus di balas dengan apa "ucap elena sembari memukul mukul dada radit
Elena berlari meninggalkan Radit yang terdiam .Terkejut dengan perkataan Elena .Kemudian Radit meremas remas kepalanya .Serasa Frustasi .
Elena yang berlari tanpa melihat kearah Radit lagi .Tiba tiba sebuah tangan kekar menyeretnya ke tempat tersembunyi .Di balik dinding pembatas sebuah ruang yang menghubungkan kedalam area lain .
Mata Elena terbelalak melihat pria yang ada di depannya . Pria yang sangat tidak ingin lagi Elena temui di dunia ini . Andai membunuh tidak berdosa Elena hanya ingin melenyapkan pria yang sedang tersenyum penuh ejekan kepadanya .Bibir Elena bergetar menyebutkan nama pria itu
" Pak Niko ...."
" Halo elena ,Sudah sangat lama tidak bertemu . Ah aku sangat merindukan mu " ucap Niko sembari mengendus leher jenjang Elena
Terang saja Elena sekuat tenaga mengibaskan lengannya .Tapi tangan kekar itu begitu kuat mencengkeram .
" Kau sungguh liar Elena , Aku akan menaklukan diri mu lagi " Ucap Niko sensual
" Pergi ...! atau aku akan teriak . "
" Rupanya kau ingin menantang ku Elena .Aku membutuhkan perempuan munafik seperti dirimu . Kau pikir kau wanita baik baik Elena "
" Pergi...!"
" Ingat datang ke tempat ini ! Kalau kau macam macam ,aku bisa membuat mu kehilangan semuanya .Aku menyimpan bukti yang bisa membuatmu hancur " Niko memberikan kartu alamat sebuah hotel berbintang .
Elena masih memberontak .Kemudian Niko mengeluarkan ancaman jitu dengan memutar sebuah file Vidio .Tubuh Elena bergetar hebat . Kemudian lunglai dan menangis terisak .
" Mari kita sama sama hancur Elena ...ha ...ha ..ha " Niko tertawa puas .
" Aku tunggu jam delapan malam .Kalau kau tidak mucul ,tau sendiri akibatnya .
Niko meninggalkan Elena yang sudah tidak berdaya . Matanya nanar mencoba berdiri .Menghilangkan keterkejutannya .Elena kemudian masuk kedalam tiolet untuk merapikan wajahnya .
Radit merasa bersalah kemudian mencari cari keberadaan Elena . Sudah hampir beberapa putaran ia mencari Elena . Radit menunduk dadanya sesak .Tiba tiba saja Elena sudah berada di belakangnya kemudian memeluk Radit erat bersandar di punggung kokoh Radit
" Maafkan saya pak Radit .Tidak seharusnya saya menuntut pak Radit memperlakukan saya seperti layaknya seorang istri . Saya tau betul kita hanya menikah di catatan sipil tidak secara agama . Di hadapan Tuhan saya bukan lah istri pak Radit .Pak Radit tidak pernah menyentuh saya karena memang dosa "
" Maafkan saya Elena , Saya adalah pria yang sangat egois ,kejam dan tidak berperasaan "
__ADS_1
" Tidak ,saya yang meminta maaf membuat pak Radit menderita seperti ini .Beri saya waktu sedikit lagi pak Radit .Saya akan membebaskan pak Radit "
" Elena ...."
Kemudian Elena memilih baju yang dia sukai .Melanjutkan acara berbelanja .Elena melihat binar bahagia di mata Radit . Ada nyeri yang menusuk di dadanya tetapi ada perasaan lega .
Sudah sangat lama wajah pak Radit murung ,layu .Wajah tampan itu semakin mempesona ketika bahagia .
***
Niko menemui kolega bisnisnya .Membahas bisnis yang mulai ia rasakan sulit . Teryata kepercayaan mereka berkurang setelah Radit meninggalkan perusahaan .
Niko semakin memuncak amarahnya ketika melihat teryata Radit ada di negara ini pantas saja .Kerja sama yang di bangun dengan kolega kolega lama dari negara ini semakin sulit .
Karena itu lah Niko datang ke Jerman untuk menyelesaikan masalah . Teryata Citra yang di bangun Radit cukup kuat .Apalagi sekarang Radit memulai merintis bisnis di sini .
Setelah berunding cukup alot Akhirnya Niko dan kolega bisnisnya mencapai sebuah kesepakatan .
Pukul delapan seorang wanita cantik mengetuk kamar hotel . Seorang pria membukakan pintu . Seutas senyuman yang sangat menarik .
" Malam Elena ,kau sangat cantik malam ini .Apakah kau sudah sangat siap ?"
Mata sendu Elena mengerjap .Menatap Niko pria yang tak punya perasaan . Kemudian kilatan benci terpancar .
" Apa kau sangat gugup Elena ? Bagaimana Radit bisa melepas istri cantiknya untuk bermain serong "Ucap Niko sembari tawa nya pecah ." Ingat lakukan tugasmu " Ucapan Niko berhenti saat ketukan pintu berbunyi .
" Selamat malam Paul ..." ucap Niko menyambut kolega bisnisnya .
" Kenalkan ini Elena dan Elena ini Paul .Nikmati malam kalian yang indah aku akan segera pergi " Kemudian Niko mendekat pada Elena "Ingat layani dia hingga pagi .Aku mengawasi mu "bisik Niko di telinga Elena .
Mata Elena membulat ketika Niko meninggalkannya dengan Paul . Dengan gugup Elena duduk di sofa sembari menatap Paul .
" Kamu cantik sekali , apa kau gugup . apa ini pertama kali untuk mu ?"Paul mulai mendekat sedang Elena hanya bisa menggeleng dan pasrah .
"Aku sangat suka dengan wajahmu yang manis Elena .Sepertinya kau miliki darah Asia .Kulitmu sangat indah tidak pucat "
Paul mulai membelai Elena .
Kemudian mendekapnya penuh rasa . Mengerti jika Elena ketakutan dan gugup .Paul mencium lembut kening Elena .
Air mata Elena mengalir .Paul menghentikan Gerakannya kemudian bertanya .
" Aku akan hentikan jika kau tak mau melanjutkannya Elena .Aku menghormati keinginanmu ?"
Paul masih menunggu jawaban Elena . Tangannya masih memegang bahu Elena .
" Aku ...aku sangat gugup .." ucap elena menutupi perasaannya . Jika misi ini gagal maka pembalasan Niko lebih kejam batinnya berkata
" Baiklah maaf kan aku yang tidak sabar melihat kecantikanmu Elena .Aku benar benar sangat menyukaimu .Bagaimana kalau kita minum dulu .Kita hilangkan kegugupanmu "ucap paul
" Paul terima kasih sudah mau mengerti aku "
__ADS_1
" Dengan senang hati Elena ,buatlah dirimu nyaman dengan ku "
Paul membuka botol wine dan mengisi dua gelas .Memberikan satu gelas pada Elena dan mereka mulai minum bersama .
Selang beberapa saat mereka semakin akrab . Dan Paul sudah tidak bisa menahan diri lagi . Memulai membelai mengecup dan menjelajah . Elena merasa terbuai dengan perlakuan Paul . Dimatanya dia sedang bercumbu dengan Radit .
Hingga di suatu puncak waktu, mereka benar benar menyatu .Menikmati indahnya malam itu .Bahkan berulang ulang . Elena terhempas pada sorga dunia bersama Paul .Hingga pagi menjelang .
Pagi hari Niko sudah menunggu Paul di loby . Wajah cerah Paul muncul menuju Niko .
" Kamu terlihat sangat bahagia Paul "
" Ah iya sangat .Aku sepakat memperpanjang kerja sama kita . Terimakasih untuk hadiahnya "
Niko Tertawa lepas mendengar ucapan Paul .
" Dengan senang hati Paul .Ini berkas yang perlu kamu tandatangani "Niko menyerahkan berkas kerjasama mereka usaha Niko berhasil .
Setelah Paul pergi Elena muncul dengan wajah kuyunya . Menghampiri Niko dan berlutut .
" Pak Niko aku mohon hapus semua file yang kemarin anda tunjukan padaku "
"Tentu saja Elena sayang .Lihat aku menghapusnya " Niko menghapus sebuah Vidio dari dalam ponselnya .
" Baik baik lah kamu di sini .Oh ..ya ,ini aku beri kartu nama Paul . Dia sangat puas dengan kerjamu mungkin suatu saat kalian akan saling membutuhkan " seringai licik dari wajah Niko
Elena merapikan dirinya dan bergegas pulang . Hatinya semakin hancur ia terlibat dengan permainan kotor Niko bahkan di sudah membuat orang lain yang tidak bersalah ikut menderita .Menanggung keserakahannya .
Sepanjang perjalanan pulang Elena memperhatikan jalanan yang masih basah oleh embun pagi yang belum juga hilang dari balik jendela bus . Dingin, sendu dan beku seperti pikiran Elena yang buntu
Lalu ia terbayang wajah Radit . Elena sudah jadi pendosa . Merasa dirinya sangat kotor . Tak terasa lelehan bulir bening mengalir . Ia menutup mukanya dengan kedua telapak tangan .
Seseorang duduk di bangku samping Elena . Bus terus berjalan . Seorang pria menatap sedih Elena . Kemudian ia menyodorkan sapu tangan .
" Hapus air matamu "
Elena menoleh lengan putih yang pucat memberinya sapu tangan .
" Paul ..." ucap Elena lirih
" Ya ini aku ,aku menyukai mu Elena aku tidak akan membuatmu bersedih . Bersandarkan padaku "
" Paul ...hiks ...hiks ...hiks . Aku harus bagaimana ? Aku hancur ..."
" Ikutlah dengan ku "
" Tidak bisa Paul aku harus pulang suamiku menunggu "
" Baiklah, tapi tenangkan hatimu . Aku menunggumu ,kalau kau ingin bersandar datanglah padaku Elena "
Elena turun dari bus yang ia tumpangi .Ia masih menatap Paul yang juga masih memperhatikan dirinya dari balik jendela .
__ADS_1
Selamat tinggal Paul ku harap kita hanya sampai di sini .