Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
74. Persiapan


__ADS_3

Siang itu Radit dan Anisa berada di halaman belakang rumah orang tuanya . Menikmati sore sambil meminum teh


Anisa dan Radit mulai mempersiapkan rencana rencana untuk kehidupannya kedepan .Apalagi menyangkut keputusan papa Wijaya tentang penyerahan perusahaan sepenuhnya .


Sebenarnya rencana itu sudah ada sejak lama tapi sayang beberapa kejadian yang menimpa keluarganya .Membuat papa Wijaya harus menunggu waktu yang tepat


"Kita perlu banyak bicara tentang hari hari kedepan .Mungkin sedikit maraton . Anak anak dan juga kita . Aku harap ,kamu bisa cepat menyesuaikan diri .Dan yang paling aku harapkan ,Kamu tetap bisa bahagia di sisiku dalam keadaan apapun "Radit menatap Anisa lekat


" Aku berusaha semampuku . Tolong dampingi aku untuk bisa mensejajarkan langkahku agar tetap seimbang di sampingmu . Tolong beri kemakluman untuk semua kekuranganku . Bicaralah baik baik, itu lebih bisa aku terima . Ketimbang rasa amarah "


" Kamu takut , dengan sikap tegas ku ,Nisa ? . Aku memang suka lupa jika sudah dalam keadaan di bawah tekanan . Otaku Langsung memilah dalam mode seorang pemimpin . Aku tidak menyadari istriku yang begitu lembut " Radit mengacak kepala Anisa .


Anisa hanya cemberut ,teringat sikap Radit yang terkadang begitu keras dan juga bisa begitu menghanyutkan . Pria di hadapannya hanya tersenyum mengakui kekurangannya .


" Kemarilah , Anisa " Radit membawa tubuh Anisa masuk dalam dekapan ." Terima kasih sudah bersabar dengan sikap kerasku "


" Mas,Ara ingin tetap di sekolah yang sekarang . Dia merasa lebih nyaman .Semua keputusan terserah pada mas Radit "


" Hmmm ,baiklah apa pun selagi Ara bisa belajar dengan baik dan merasa senang "


" Jika Ara mendengar ini , ia akan melonjak kegirangan "


" Sebahagia itu ? . Seperti saat aku kuliah di jogya . Aku menemukan kehidupan yang sesungguhnya bersama bocah cengeng "


" Aku sangat menyukaimu mas waktu itu .Aku memiliki sosok yang selalu menuruti semua keinginanku "


" Iya tentu saja ,karena kamu punya jurus yang sangat ampuh ,jurus yang slalu membuatku menuruti semua keinginan mu ,menangis " Radit terkekeh


" Apa aku secengeng itu mas ?"


" Tidak cuma cengeng tapi posesif dan maksa "


Rona merah menyebar di pipi putih Anisa.


***


Radit menghentikan mobilnya di sebuah area perumahan elit .


Radit membuka ponselnya meneliti alamat dan nomor rumah yang tertera .Kemudian mengajak Anisa turun .Dua orang pria berkemeja rapi menyambut Radit .


" Selamat datang tuan Radit ,Saya Pram dari Alam persada permai . Ini rumah pilihan pertama ,Mari saya tunjukan detil interiornya "


Radit dan Anisa mengikuti Pram . Rumahnya tampak sangat luas ada beberapa kamar di lantai bawah .Sepertinya cocok untuk keluarga Radit yang besar .


Radit meminta pendapat Anisa . Yang hanya di jawab dengan anggukan .Tanpa berbelit Radit meminta Pram untuk memproses berkas kepemilikan rumah . Anisa tidak terlalu rewel dengan urusan Apapun .

__ADS_1


Setelah mencari rumah, Radit mengajak Anisa mencari gaun cantik untuk dikenakan Anisa pada saat mendampingi Radit di acara penyerahan jabatan papa Wijaya pada Radit besok .


Gaun semi formal warna biru navy .Sangat pas dengan wajah Anisa yang putih bersih . Radit pun ikut tercengang melihat penampilan istrinya yang memukau . Ada perasaan resah di hati Radit mungkin tepatnya kecemburuan . Tidak mau kecantikan istrinya terlalu terekspos


" Aku tidak suka dengan gaun ini ,terlalu menarik perhatian Nisa "


" Terserah mas Radit , mana yang mas Radit pilihkan akan aku pakai " Anisa pasrah melihat raut muka Radit yang mulai arogan dan tidak senang .


Radit kembali memilih baju yang di rasa pas . Akhirnya Radit menemukan gaun dengan aksen rempel sederhana dengan warna yang lebih soft dan ringan .


Anisa kembali mencoba gaun pemberian Radit . Ia pun tersenyum manis di depan Radit sembari memamerkan gaun yang sedang ia pakai .


Hmm Radit mendengus gaun pilihannya pun sangat cantik di tubuh istrinya . Warna soft membuat Anisa terlihat lebih segar dan muda .


" Anisa kenapa semua baju tampak begitu cantik saat kau pakai ? " pertanyaan tidak bermutu itu keluar dari mulut Radit yang putus asa


" Mas Radit berlebihan .Semuanya berasal dari sini " tunjuk Anisa pada dada radit " Apa mas Radit masih cemburu ? Aku ini cuma milik mas Radit, tidak ada yang bisa membuat jantungku berdebar selain mas Radit " Anisa meluncurkan gombalan untuk meredakan pikiran cemburu Radit yang tidak pada tempatnya


Masih diruang ganti kusus , Radit memeluk Anisa hangat .


" Kamu benar Nisa ,ini hanya kecemburuanku yang tidak masuk akal .Aku hanya takut kehilangan dirimu " ujar Radit dengan tatapan sendu .


" Bukankah mas Radit bilang, kita akan memulai hidup baru kita dengan kebahagiaan dan akan terus bahagia ? "


" Maafkan suamimu yang tampan ini " ucap Radit terkekeh .


Lucy tampak cemberut tidak mau di gendong oleh Radit . Anak kecil itu marah tidak bisa ikut pergi dengannya .


Radit masih membujuk jagoannya dan memberi pengertian . Tapi tetap saja marah .


Luky berlari ke arah sang Opa dan Oma ia merajuk mengadu pada mereka . Radit sedikit kesal . Kemudian ia mengeluarkan jurus andalan untuk membujuk Luky


Di dekatinya kembali Luky .Kemudian Radit membisikkan sesuatu ke telinga Luky .Setelah mengerti bocah itu wajahnya berubah sumringah dan berpindah ke pelukan Radit .


" Papi janji ya mau ajak Luky main di Timezone berdua "ucap Luky


" Iya papi janji ,sekarang papi istirahat dulu "


Luky memeluk Radit kemudian menghadiahi ciuman di pipi . Kemudian bocah kecil itu berlari pada Anisa . langsung mendapat pelukan .


" Luky sudah tidak marah lagi sama bunda dan papi ?"


" Nggak bunda , Papi janji mau ajak main Timezone sama Luki nanti "


"Oh pantesan Luky langsung senang . Luky ggak boleh manja ya, papi sama bunda pergi karena ada hal yang penting "Ucap Anisa sambil menciumi pipi Luky yang putih hingga memerah

__ADS_1


Luky mulai protes dengan Anisa dan sedikit menjauh .Tidak mau lagi di perlakukan seperti anak bayi . Anisa hanya terkekeh setelah cukup lama bermain dengan Luky Anisa menyusul Radit kedalam kamarnya .


Anisa menata barang barang yang baru saja ia beli kedalam lemari . Melirik ke arah Radit yang sudah tertidur dari tadi.


Anisa mendekat dan mengamati wajah Radit yang tertidur . Mungkin Radit begitu lelah seharian ini . Anisa mengusap pipi Radit ,mulai terlihat garis halus di sana .


Semakin menatap wajah Radit debaran jantungnya terasa cepat . Ia terkesiap ketika lengang kokoh Radit meraih pinggangnya secara tiba tiba.Hingga tubuh mungil Anisa tersungkur keatas ranjang dan menindih tubuh Radit yang terlentang .


" Mas kamu sudah bangun " Anisa mencoba mengangkat tubuhnya dan menyingkirkan tangan Radit dari pinggang nya


" Aku sudah bangun dari tadi Bahkan aku melihat ada perempuan yang terus menatap wajahku . Yah ,aku tau kalau aku ini tampan " Radit terkekeh menggoda Anisa yang tersipu akibat ulahnya .Tanpa melepaskan rengkuhan tangannya di pinggang Anisa .


" Mas punya janji dengan Luky , jangan sampai lupa . Anak itu akan terus menagih " Ucap Anisa menghentikan Aktifitas tangan Radit yang sudah mulai bergerilya di tubuhnya .


Radit masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi mengajak jagoannya bermain .


Anisa sudah menyiapkan baju ganti untuk Radit dan pergi ke kamar Luky . Anisa membujuk Luky untuk segera mandi dan bersiap . Dengan patuh Luky mengikuti perintah Anisa tanpa drama .


" Jagoan bunda sudah sangat tampan "Ucap Anisa setelah selesai membantu Luky memakai baju dan menyisir rambut


" Bunda sama kak Ara ikut yah "


" Bunda tanya kak Ara dulu "


Ara muncul dengan pakaian rapi celana panjang dan juga kaos putih . Rambut panjangnya sudah di ikat jadi satu .


" Ikut ya bunda sudah lama kita gak jalan jalan ?"


" Baiklah tunggu bunda bersiap sebentar


Akhirnya Anisa mengalah iya pun menuruti keinginan anak anaknya meskipun rasanya sangat lelah . Mungkin pergi bersama anak anak bisa menyegarkan fikirannya .


Anisa memakai tunik putih selutut dengan aksen tali pada lengan dengan celana jeans warna biru ,kepalanya dibalut dengan hijab motif garis .Terlihat fresh seperti remaja saja .


Radit memperhatikan istrinya yang menggandeng Ara .Mereka tampak sangat kompak layaknya adik kakak . Sedang Radit masih menggendong Luky .


" Kalau seperti ini caranya pasti akan banyak mata yang melirik istrinya tidak bisa dibiarkan " Batin Radit .


Radit membisikkan sesuatu pada Luky . Kemudian anak itu menuruti keinginan ayahnya .


" Bunda , Luky maunya di gendong sama bunda saja "


" Loh Luky kan sudah besar bunda cuma bisa gendong sebentar "


" Iya bunda kalau bunda cape Luky jalan tapi di gandeng bunda ya ?"

__ADS_1


" Oke ..." Sahut Anisa enteng


Dari belakang Radit tersenyum puas ..." Kamu seorang ibu Nisa ...jangan berlagak menjadi ABG seperti Ara "


__ADS_2