
Di rumah baru
Ruangan kamar milik Radit dan Anisa seperti biasa selalu ada di lantai atas begitu juga kamar Luky dan Ara .Entahlah Radit paling suka melihat sekeliling rumah dari teras balkon .
Hari pertama di rumah baru terlihat kehebohan pagi itu . Anisa membantu Ara bersiap pergi ke sekolah .Anisa begitu takjub dengan perkembangan Ara yang semakin tinggi .
" Putri bunda semakin hari semakin cantik saja "
" Siapa bilang bunda ? Wajahku sangat mirip papi "
" Papi kamu itu tampan kalau jadi perempuan tentu cantik seperti kamu "
Ara terlihat kesal ,sambil bercermin menatap wajahnya yang manis .
" Kalau boleh memilih ,aku ingin cantiknya seperti Bunda saja "
" Hushh Kamu ini sembarangan.Kamu itu cantiknya tidak membosankan, manis. semakin ditatap akan semakin cantik dan tidak membosankan "
" Iya deh bunda ,Ara manis kaya gula "Ara tertawa
Anisa mengecup pipi Ara dan memeluknya erat .
" Bunda sayang kamu Ara . Oh ya Ara, nanti berangkat sekolah diantar pak min .Teliti lagi semua yang harus di bawa, jangan sampai tertinggal "
" Tenang bunda semua sudah Ara cek semalam ,tinggal sarapan dan bekal Ara saja yang belum "
" Bekal kamu sudah bunda siapin di meja makan .Setelah sarapan jangan lupa dibawa "
" Bunda memang the best .Adek belum bangun bunda ?"
" Sudah ,Luky lagi sama papi "
" Oh..Ara turun kebawah dulu bunda "
Ara keluar dari kamarnya diikuti oleh Anisa . Teryata Luky dan Radit pun sudah ada di meja makan menunggu Ara dan Anisa .
Mereka sarapan berlima di meja makan . Celotehan Ara dan Luky yang mendominasi acara makan pagi ,sedang Anisa dan bu Ratna sibuk melayani Radit Ara dan Luky .
Selesai sarapan mereka segera berangkat ke sekolah .Luky sudah sangat ingin pergi ke sekolah seperti Ara . Meskipun belum sekolah Luky sudah sangat pintar membaca dan menulis .
Luky melahap semua koleksi buku dongengnya . Dia juga berlatih menulis di papan tempat dulu Anisa mengajar . Anisa sangat telaten mendampingi Luky . Luky tidak pernah mendapat paksaan untuk belajar justru anak itu yang memiliki inisiatif dan dorongan ingin serba tau .
" Bunda kapan Luky sekolah seperti kak Ara ?"
" Satu bulan lagi nak tahun ajaran baru dimulai , kamu sudah tidak sabarnya buat sekolah ?"
" Luky bosan bunda ,ada di rumah terus "
" Iya sabar ya nak "
***
Di gedung perusahaan Wijaya group . Radit sedang berbenah berrsama Arman . Banyak kekacauan yang Niko lakukan .Beberapa orang orang Niko sudah Radit singkirkan .
Suasana perusahaan kembali stabil meski belum sepenuhnya .Aman orang yang paling sibuk diantara semua . Ia mengurus segala kakacauan yang tersisa .
__ADS_1
" Arman ada hadiah untuk kamu dan Dila "
" Hadiah ?"
" Ya hadiah dari segala pengorbanan yang sudah kamu lakukan untuk keluarga Wijaya . "
" Apa ini bos ?"
" Buka saja "
Arman membuka Amplop yang Radit berikan . Satu buah kunci mobil keluaran terbaru dan empat lembar cek dengan nominal yang fantastis .
" Apa ini bos ?"
" Mobil baru untukmu dan sedikit uang untuk mengganti tabunganmu yang terkuras "
" Ini terlalu banyak bos tabunganku tak sebanyak ini "
" Untuk orang yang sudah mengabdikan hidupnya bagi keluarga Wijaya . mungkin itu tidak sebanding .Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih Arman "
" Bos ,aku tidak mengharapkan semua ini . Bagiku sudah bisa kembali berkerja adalah hal yang terindah ''
" Kau memang sahabat terbaikku Arman "
" Setelah semua masalah perusahaan teratasi .Ambilah cuti pergilah jalan jalan dengan keluarga kecilmu "
" Terima kasih bos "
Radit kembali ke mejanya dan memeriksa berkas . Terkadang terlibat beberapa diskusi dengan Arman . Dua jam kemudian Siska sudah meminta Radit untuk bertemu dengan klien
Radit segera meluncur ke tempat pertemuan dengan klien . Setelah diskusi yang cukup alot akhirnya mereka menandatangani kesepakatan kerja sama .
***
Saat pesta pengangkatannya sebagai pimpinan tertinggi Wijaya group
"Dia bukan wanita yang gila harta . Bahkan dia sangat takut untuk berkutat dalam keglamoran materi dan dia adalah wanita yang sangat sempurna untuk mendampingiku "
"Sosoknya yang sangat cantik dan juga cerdas . Kepribadiannya yang sangat lembut bahkan ia cenderung penurut . Betapa beruntungnya aku mendapatkan wanita langka seperti dia"
"Senyumnya selalu indah mengembang .Aku tak pernah bosan bahkan selalu merindukannya . Ia bisa jadi wanita yang kuat dan tegas saat ada orang yang mengganggu orang orang dicintainya "
" Kini Anisaku sedang tersenyum menyambut relasi relasi Bisnisku . Aku tau dia sedikit canggung dan Hanya aku yang tau itu . Semua orang akan menilai jika dia adalah wanita yang sama dengan mereka .Itu karena kepiawean dia dan ketulusan dia ketika melihat lawan bicaranya . Siapapun itu, dia pasti akan memperlakukan dengan hormat .
"Anisaku tampak sangat bercahaya saat ini .Di kelilingi orang orang yang memberinya selamat .Aku tau setelah ini dia akan bersandar di bahuku .Kelelahan dan menceritakan kecanggunggannya .Disinilah tempatku ,aku jadi orang yang sangat ia butuhkan .Dan aku sangat menikmati wajah dan ekspresinya saat mengungkapkan perasaannya"Lamunan Radit buyar ketika Arman tiba tiba mengagetkannya .
" Apa kau masih terus jatuh cinta dan terpesona dengan istrimu bos ?"tukas Arman yang takjub
" Arman ...,Lihatlah Anisaku seolah bintang utamanya di acara ini " Radit selalu menatap penuh kekaguman
" Benar ,lihatlah para pria genit di sebelah sana . Mereka menatap istrimu tanpa kedip " Arman menunjuk kearah yang berlawanan dengan Radit .
" Brengsek ...." Radit tampak marah dan bergegas menghampiri Anisa .Bak seorang pahlawan yang akan menyelamatkan sang putri .
Arman hanya mengangkat bahunya .Kemudian menggandeng istrinya Dila setelah memperingatkan Radit .
__ADS_1
" Maaf sepertinya aku harus membawa istriku menemui yang lain .Terima kasih telah menemaninya "
Radit membawa Anisa dari kumpulan wanita sosialita yang sebagian besar adalah istri dari rekan bisnisnya .
" Ya , tentu saja tuan Radit .Senang berbincang dengan nyonya Raditya Wijaya "
Radit menggandeng Anisa ke tempat lain .Sebuah sudut yang cukup temaram .
" Untung mas Radit datang ,aku sudah sangat lelah berbincang dengan mereka .Ada sebagian yang tidak aku mengerti tentang obrolan mereka " ucap Anisa manja sambil bergelayut di tangan kokoh Radit .
" Lain kali kamu harus bisa mengendalikan perbincangan mereka bawalah pada topik topik yang umum .Jangan terlalu terbawa arus '' Nasehat Radit sembari mengelus pucuk kepala Anisa .
" Hmm apa acara masih lama ?"
" Kau lelah ?Mereka datang untuk menghormati kita Nisa .Sabarlah sedikit, saat ini kita adalah tuan rumahnya "
" Aku lupa mas "
Radit tersenyum , Tangan mereka saling bergenggaman erat .
" Sebenarnya aku tidak suka kau berada disini Anisa .Banyak mata yang terpesona dengan mu "
" Mas Radit kenapa jadi pencemburu seperti ini ? "Anisa mengusap pipi Radit dan memeluknya ." Mas Radit aku sangat suka mendengar irama debaran jantung mu juga wangi maskulin tubuhmu .Ketika aku lelah dan gugup semua jadi hilang .Aku merasa nyaman dan terlindungi di dada ini '' Rayu Anisa .
" Sayang jangan menggodaku sekarang aku takut khilaf "
Anisa kemudian mencubit perut Radit .Yang diikuti dengan tawa Radit ceria Melupakan kecemburuannya
Seseorang menghampiri Anisa dan Radit .
" Apakan tuan rumah acara ini senang bersembunyi dan asik bermesraan sendiri ?"
" Atta kamu datang ?" Radit dan Anisa kaget .
" Apa kalian lupa mengundangku ke acara ini ? Padahal aku menyempatkan diri untuk datang tapi sambutan kalian sangat mengecewakan " ucap Atta pura pura marah
" Hai adik sepupu yang lebih tua ,jangan suka marah nanti bisa tua beneran " Ledek Anisa " Mana dokter Rinda ?"
" Kejutan ......," Rinda muncul dibalik punggung Atta .
" Dokter Rinda ..." Anisa segera memeluk sahabat lamanya .
" Apa kabar Nisa ?"
" Aku baik .Dokter Rinda lama tidak bertemu, bagaimana baby Asya ?"
Baby Asya adalah putri dari Atta dan dokter Rinda .
Seperti naluri Anisa dan dokter Rinda asik ngobrol sendiri saling menunjukan gambar putra putri mereka . yah Ajang pamer keluarga . Mereka mengabaikan suami suami mereka yang sedang geleng geleng kepala .Menikmati keacuhan istrinya .
" Mereka asik sendiri Atta ,bahkan mereka tidak sadar sedang ada di mana . Mereka kira ini kamar pribadi mereka " ujar Radit sambil tersenyum kecut .
" Biarkan saja mas Radit ,mereka memang cocok dan tak terpisahkan .Untung saja rumah kita jauh jika dekat pasti kita bakal kalah bersaing pastinya dianggurin dan bisa bisa mereka bersekongkol untuk membuat kita sibuk agar tak mengganggu obrolan mereka " kelakar Atta
" Baiklah kita tinggalkan saja mereka ,kita mulai temui rekan bisnis yang kemarin aku ceritakan "
__ADS_1
" Baiklah ,let's go "
Radit dan Atta pergi menemui rekan bisnis mereka tanpa berpamitan dengan para wanita yang sedang asik berbicara tentang rumah ,anak anak dan pengalaman menyenangkan mereka, dunia wanita .