Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
70. Penangkapan Niko


__ADS_3

Pesawat sudah mendarat di tanah air .Dengan perasaan gembira Radit turun . Matanya mencari cari sosok Arman yang telah berjanji untuk menjemputnya .


Semua bukti sudah ia dapat dari Paul dan Elena . Paul menyerahkan semua bukti kelicikan Niko . Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah menemui istri dan anaknya .


Langkah kaki Radit terhenti saat sosok Arman sudah ada di depannya . Sungguh miris ,Arman tampak lusuh . Wajahnya tak terurus kumis dan jenggotnya panjang .Jika bukan Radit pasti sulit untuk mengenali sosok Arman .Arman langsung memeluk Radit .


" Bos sebulan lagi kamu gak pulang, tamat riwayatku .Dila sudah mengeluh ,Seluruh tabunganku hampir kandas .Niko benar benar menendangku dari kantor "


" Maafkan aku Arman .proses perceraian ku di sana tidaklah mudah .Ada berita gembira Arman kita urus semuanya. yang pertama aku ingin memeluk anak dan istriku dulu "


" Kau tidak memikirkan orang tuamu dan Sinta ?"


" Tentu saja Arman . Untuk mereka aku sudah siapkan kejutan kusus .Semua bukti yang aku punya cukup untuk menangkap Niko dan memasukannya dalam penjara "


" Hmm aku bahkan tidak bisa berjalan di sekitar perusahaan .Anak buah Niko banyak sekali di sana .Kita harus pandai memilah mana orang orang kita yang loyal dan orang orang Niko di kantor "


" Kau bawa mobil Arman ?"


" Sudah ku bilang sebulan lagi kau tak datang aku tamat .semua yang aku punya sudah aku jual bos "


" Maafkan aku Arman "


" Kita naik taxi saja "


Arman sudah memesan taxi .Sepanjang jalan Radit dan Arman sudah membuat strategi untuk melumpuhkan Niko .


Tepat di depan rumahnya ,Radit terpaku .Rumah besarnya yang dulu begitu hangat kini terlihat senyap . Bahkan rumput rumput menjulang tinggi .


Radit mengepalkan tangannya . Kemudian matanya beralih ke rumah samping . Rumah Anisa yang juga tampak sepi .


" Maaf bos satu minggu ini aku tidak mengawasi Anisa . Dila mengeluh terus jadi aku menenangkan istriku ."


" Aku banyak berhutang pada mu Arman . Terima kasih untuk semua pengorbanan mu "


Radit mengetuk pintu rumah Anisa . Keluarlah bik Siti .Yang tampak kaget dengan kedatangan Radit .


" Tuan Radit ?"


" Kemana semua orang bik kenapa sepi ?"


" Tuan .....,Bu Anisa dari kemarin tidak pulang . Bu Ratna sedang melapor kekantor polisi "


" Apa....? bagaimana bisa trus Luky sama Ara ?"


"Luky sedang tidur non Ara juga ada di dalam ,sama bu Ratna dilarang sekolah karena takut ada penculikan "


Radit terduduk di sofa .lagi lagi harus mendengar kabar yang membuat hatinya hancur . Arman menatap dengan rasa bersalah . Kebetulan satu Minggu ini dia absen menjaga keluarga Radit .


" Bos ,maafkan saya lalai "


" Tidak Arman semua ini salahku "

__ADS_1


Radit masuk kedalam rumah . Ara dan Luky kebetulan terbangun karena suara suara berisik .


" Papiiiiiii......." Luky dan Ara langsung menghambur ke dalam pelukan Radit .


"Luky ,Ara ....,Maafkan papi sayang "


" Papi, Luky tungguin papi . Bunda juga belum pulang katanya kerja jauh "


" Papi jemput bunda ya nanti ?" ucap Radit menenangkan Luky .


Ia memeluk buah hatinya erat tidak ingin berpisah lagi .


Radit merogoh ponsel yang ada di saku celananya . Kemudian menelepon Bu Ratna .Di ujung sana Bu Ratna menangis .Menumpahkan kesedihannya karena Anisa menghilang lagi .


Radit membawa semua keluarganya kerumah Arman agar lebih mudah mengawasi .Bu Ratna yang masih di kantor polisi Radit jemput .


" Bu , untuk sementara tinggalan di rumah Arman . Saya akan mencari Anisa sampai ketemu "


" Nak Radit tolong temukan putri ibu nak .Kenapa semua jadi kacau begini ?Harusnya nak Radit tidak meninggalkan kami "


" Maaf Bu ,Saya memang salah tapi ibu tenang saja saya akan segera mengembalikan semua seperti semula "


Radit menghubungi kenalannya seorang petinggi di jajaran kepolisian.Ia mengerahkan segala bantuan untuk menemukan Anisa dan menangkap Niko .


Arman pulang membawa keluarga Radit ke rumahnya, sedang Radit dengan beberapa polisi dengan pakaian biasa menuju perusahaan Wijaya group untuk menemui Niko .Sebuah sknario sudah Radit susun .


Di ruangan Niko sedang memeriksa berkas berkas yang menumpuk . Salah satu anak buah Niko melihat kedatangan Radit bersama beberapa orang Intel langsung melapor pada Niko.


Niko segera melarikan diri namun beberapa petugas yang berjaga di depan dan belakang gedung pun mengetahuinya. Polisi segera mengejar mobil yang membawa kabur Niko .


Di vila tempat Anisa terkurung . Fatah berada di ruang tamu . Dia masih berusaha menghubungi Bu Ratna agar tidak kawatir jika Anisa ada dalam perlindungannya .


Tiba tiba pintu vila terbuka dengan Kasar di hadapan Fattah sudah berdiri Niko yang sangat kusut


" Mana kaka ipar ?" Tanya Niko degan mata memerah


Fatah terkejut dan bangkit .


" Tentu saja ada bersamaku Niko "


" Sori Fattah aku harus membawa Kaka ipar sebagai sandraku . Radit sudah datang bersama polisi sedang mengejar ku "


" Tidak Niko ,Anisa miliku . Kamu sudah menyerahkan urusan Anisa untukku "


" Sepertinya tidak bisa Fattah cepat tunjukan di mana kaka ipar ?"


Fattah mencoba untuk mencegah Niko menyakiti Anisa . Niko memukul Fattah di bagian perut hingga tersungkur kemudian Niko melihat ke arah kamar .Ia menyeringai dan mendobrak pintu .


Ada Anisa yang sedang duduk diatas ranjang . Niko segera menyeret Anisa keluar . Dan membawa pergi . Fattah terus mengejar dan memohon pada Niko untuk melepaskan Anisa .Niko sepertinya sudah hilang kesabaran pada Fattah .


Niko mengeluarkan sepucuk pistol dari balik bajunya .Dan menodongkan pada Fattah .

__ADS_1


" Berhenti Fattah atau aku akan menembak mu . Maaf aku terpaksa membawa kakak ipar sebagai sandraku . Radit sudah datang dan sedang mengejar ku "


" Ko tolong kau jangan sakiti Anisa . aku benar benar mencintainya "


Niko tersenyum puas . Melihat Fattah yang lemah . Kemudian menatap pada Anisa .


" Kakak ipar kau apakan Fattah hingga bisa bertekuk lutut seperti ini hah !"


" Lepaskan aku ko ,apa salahku . Sinta pasti akan kecewa dengan perbuatan mu"


" Meskipun Sinta kecewa tapi Sinta tetap akan jadi istriku .aku tidak akan melepaskannya "


" Kenapa kamu jadi jahat seperti ini ? yang ku kenal adalah Niko yang sangat ceria dan penyayang "


" Berhentilah kakak ipar .Keluarga Wijaya tidak pernah menganggap ku . Mereka tidak menganggap ku sebagai menantu tapi sebagai pegawai . Aku sakit hati ,keberadaanku tidak di perhitungkan "


" Papa dan mama sangat menyayangi mu Niko . Dia sangat bangga dengan anak anakmu yang sangat cerdas . Mama selalu bilang kecerdasan mereka menurun dari mu . Bagaimana kau merasa tidak dianggap ?"


" Kalau mereka menghargai ku, mereka pasti akan memberikan aku salah satu perusahaannya untuk aku kelola .Tapi ini apa ? mereka hanya menempatkan ku di cabang Bali selama bertahun tahun dengan status sebagai karyawan saja "


"Dan suamimu Radit juga terlalu arogan tidak bisa membedakan adik ipar dan pekerja biasa " Niko berargumen sembari terus menyeret Anisa . Fattah terus mengikuti dengan berlahan .


" Berhenti ,kamu sudah terkepung " suara polisi menyadarkan Niko


Niko melihat seputar ya sudah berjajar polisi yang mengepung . Radit berdiri dengan mata merah .


" Niko lepaskan Anisa ! "


" Mas Radit tercinta jika ingin istrimu selamat suruh mereka bubar " ucap Niko dengan menodongkan pistol kearah Anisa


" Kau mau jadi pembunuh Niko ? apa tidak cukup kejahatan mu pada Elena ?"


" Oh Elena brengsek sudah membuka aibnya sendiri.Bukankah aku pintar mas Radit ? aku yang makan nangkanya kau yang kena getahnya " Niko tertawa lepas dan menatap Anisa .


" Mas Radit tolong aku mas "


" Tenanglah Nisa ,aku pasti akan menolongmu "


" Kakak iparku yang cantik ,Suami tercintamu ,kau tau kemana dia pergi selama ini ? Dia menikah lagi dengan pegawainya sendiri di Jerman . "


" Tidak mungkin "


" Kau pikir suamimu suci ?"


" Berhenti memfitnahku Niko . Anisa percayalah padaku "


" Pertengkaran Niko dengan Radit membuat Niko sedikit lengah . Hal itu di gunakan oleh Fattah . Dengan cepat Fattah meraih pistol yang ada di genggaman Niko. Namun meski pun telat Niko menyadari pergerakan para polisi dan Fattah gagal merebut bahkan bahunya sendiri tertembak .


Radit pun tidak menyia nyiakan kesempatan untuk menarik Anisa menjauh dari Niko .Terkejut ketika Anisa terlepas dari tangannya Niko dengan membabi buta ia menembakan pistolnya hingga kearah Anisa dan Radit yang sedang berpelukan .


Melihat itu semua Fattah segera lari meghadang peluru dengan dadanya sendiri

__ADS_1


" Anisa lari .....dor....." Fatah tersungkur polisi segera meringkus Niko dengan cepat .


Anisa tidak berani membalikkan badannya suara tembakan membuat tubuhnya lunglai .beruntung Radit tepat di depannya bisa menopang tubuh Anisa


__ADS_2