Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
49.Kedekatan Rinda dan Atta


__ADS_3

2 bulan kemudian


Hans sudah berdiri di depan gerbang mengamati satu persatu orang orang yang lewat .Matanya menelisik sosok yang mirip dengan orang yang sedang ia cari .Lelah tentu saja. Sudah dua jam ia berdiri disini .


Masih belum menemukan .Ingin marah karena sangat kesal .Tapi masih menahan diri dan menahan rasa dingin yang menusuk nusuk kulitnya. Hans masih bertahan .Karena cuaca hari ini memang tidak bersahabat .Hujan yang mengguyur sejak pagi dan menyisakan mendung sedikit gerimis tipis


Rinda masih berada di dalam kelasnya .Sibuk dengan kuliahnya .Tidak tau menahu ada Hans yang sedang menunggu . Ia hanya fokus untuk belajar meningkatkan kemampuan diri .


Ada hal yang Rinda sesali . Ia terlalu lama mengikuti perasaannya .di butakan oleh cinta yang tanpa balas .Ia bertahan sebagai dokter umum karena selalu ingin dekat dengan Hans .


Ketika hati nya terbuka dengan kenyataan yang menyakitkan .Barulah ia memikirkan diri sendiri dan masa depannya .Setelah merampungkan jam kuliahnya Rinda bergegas pulang .Ponsel Rinda bergetar ada pesan dari Atta .


" Aku menunggu di depan " Rinda membaca teks dan tersenyum simpul


Kakinya melangkah keluar dari gedung . Ada sosok sederhana yang manis sudah menunggu .Atta pria dengan perawakan tinggi dan badan yang cukup berotot . Dengan celana jeans panjang dan kaos oblong dengan rambut yang sedikit gondrong .


Senyum Atta terurai begitu Rinda muncul . Kemudian Rinda mengikuti langkah Atta .


" Maaf aku jemput kamu takutnya hujan " ucap Atta lugas


" Mas Atta kenapa harus maaf harusnya aku yang berterima kasih "


Atta hanya tidak enak hati saja .Sukurlah wanita di depannya orang yang bisa menghargai orang tanpa embel embel .Mereka berjalan beriringan menuju arah gerbang kampus


" Rinda ..." Hans memanggil Rinda


Rinda menoleh pada asal suara datang . Terkejut sosok yang selalu menghatuinya sudah berada di hadapannya " Hans " lirih Rinda .Atta hanya mengerutkan kedua alis tebalnya melihat Rinda yang sangat terkejut melihat orang yang ada dihadapan mereka


" Siapa ?" tanya Atta


" Oh dia temanku ketika di rumah sakit yang lama "


" Sepertinya kamu sangat terkejut ?"


" Aku hanya tidak menyangka akan bertemu di sini "


" Oh aku tunggu di mobil ya mungkin kalian akan bertegur sapa dulu " ujar Atta pengertian .


" Mas Atta terima kasih "


Atta langsung menuju mobilnya menunggu Rinda untuk menemui Hans . Sambil menunggu Rinda , Atta membuka ponselnya dan sibuk berselancar di dunia maya .


Hans menghampiri Rinda ada perasaan lega .Akhirnya bertemu juga dengan Rinda yang sudah ia tunggu sejak beberapa jam yang lalu .


"Apa kabar Rinda ?"


" Hans ,aku baik . Dari mana kau tau aku disini ?"


" Ya kau terlihat baik baik saja aku lega . Aku tau dari siapa tidak perlu kau tau "


" Apa mami ?"


" Tidak ,tentu saja mami lebih melindungimu bahkan ia marah marah pada ku "


" Maaf kan mami Hans . Kau sedang apa di kota ini ? "


" Aku sengaja datang Rinda . Aku kawatir padamu "


" Terima kasih sudah kawatir padaku "


" Pria tadi siapa Rinda ?" tanya Hans sambil melirik Atta yang sedang bermain ponsel di dalam mobil bak


" Dia teman baruku "


" Hanya teman ? tampaknya pria itu salah sangka padamu . Aku tau pria itu pasti ada perasaan dengan mu "

__ADS_1


" Tidak masalah Hans dia orang baik "


" Kau harus hati hati Rinda "


" Aku bisa menjaga diriku Hans "


" Sepertinya dia hanya orang biasa Rinda, apa tidak salah "


" Maksudmu Hans ?" Rinda mulai tersinggung dengan ucapan Hans .


" Berhati-hatilah memilih pria Rinda "


" Sepertinya kamu meremehkan dia Hans . Kamu tau dia siapa ? Dia sepupu dari wanita yang kamu cintai Anisa "


" Bukan maksudku meremehkan Rinda tapi .." jawab Hans terbata dan pipi yang memerah .


" Oh ya Hans Aku baik baik saja disini aku sudah memulai kelasku .Aku juga bertemu orang orang baik yang menyayangi ku . Tak ada alasan buatmu untuk mengkawatirkan aku .Pulanglah sampaikan salam ku untuk mami .Aku harus segera pulang " Ucap Rinda meninggalkan Hans begitu saja .


Hans tak bisa berkata kata .Rinda sudah mengacuhkan keberadaan dirinya . Padahal sudah dua jam Hans menunggu Rinda dengan udara dingin yang menusuk .


Sosok Rinda masuk kedalam mobil bak terbuka .Masih ada sisa rintik rintik gerimis yang ingin menjadi hujan .Hans menatap kepergian Rinda saat itu dengan perasaan kecewa .


Setidaknya Hans ingin mengajak Rinda makan siang dan bercerita seperti dulu tentang pasien pasien yang Hans tangani . kemudian sedikit berdiskusi tentang menghadapi pasien pasien yang bandel .


Hans menyetop taxy untuk mengantarnya ke sebuah hotel tempatnya menginap . Hans belum menyerah mungkin hari esok perasaan Rinda bisa sedikit luluh padanya .Hans menawarkan persahabatan untuk hubungan kedepan masih sama seperti dulu .


Dalam mobil bak wajah Rinda tidak bisa berubah menjadi tidak ada apa apa .Ada raut kesediahan di wajah Rinda . Atta bisa melihat dengan jelas .Tapi pria itu tidak ingin bertanya untuk mencampuri urusan Rinda .


Sampai depan rumah mungil tempat dokter Rinda tinggal yang bersebelahan dengan tempat tinggal Atta mobil berhenti .


" Mas Atta terima kasih "


" Sama sama .Rinda nanti malam aku mau ke Malioboro mau ikut ?"


" Boleh kebetulan aku sedang mencari teman untuk kesana "


Rinda menatap punggung Atta yang menghilang ke arah rumah samping . Hatinya merasa tenang berjalan dengannya . Pria itu tidak mau mengusik ketenangan orang lain .Selalu tersenyum dan santai .


Berlama lama bicara dengan Atta juga menyenangkan .Dia pria yang menghargai orang ketika berbicara . Mendengarkan lawan bicaranya dengan seksama meskipun tidak selalu satu pemikiran ia sering berkata indah dari sudut pandang masing masing . Bijaksana dan sepertinya penyayang .


Rinda segera masuk kedalam rumah .Meletakan tas dan sepatunya . Menuju kamar mandi sekedar membasuh muka kemudian mengelapnya dengan handuk kering .


Di meja makan ada lauk pemberian ibu Atta. Rinda segera mengisi perutnya yang memang lapar .


***


" Mas berangkat kerja dulu Nisa .Telepon mas kalo ada apa apa " ucap Radit cemas ketika berpamitan berangkat ke kantor pagi ini


" Iya mas aku baik baik saja kok " jawab Anisa tenang


Bagaimana tidak cemas .Melihat usia kandungan Anisa yang sudah memasuki waktunya untuk melahirkan . Radit masih sedang sibuk sibuknya dengan pembangunan mall impian papa Wijaya. Selain itu beberapa hotel yang ada di luar Jakarta juga membutuhkan perhatian serius .


Radit melambaikan tangannya setelah mengecup kening Anisa . Masih membuka kaca mobilnya hingga meninggalkan halaman rumahnya yang besar .


Sejenak ia terdiam perasaan nya tidak tenang .Hanya ada sosok mama yang terlintas di benak Radit .Radit mengeluarkan ponselnya .Kemudian menghubungi sang mama


" Assalamualaikum ma "


" Wangalaikum salam, tumben anak mama pagi pagi telepon ?"


" Maaf mah mau minta tolong temani Anisa .Hari ini Radit akan sangat sibuk "


" Ya nanti mama temani istrimu . Pergilah bekerja yang tenang jangan kawatirkan rumah "


" Ma terimakasih ya "

__ADS_1


" Sama sama nak "


"Cepat sedikit pak saya ada meeting pagi ini " perintah Radit pada supir pribadinya "


kemudian mobil melaju kencang menembus jalanan beraspal dengan mulus .Sampai di gedung pusat Radit segera turun .Ponsel nya sudah kembali berbunyi


Suara Arman setengah panik meminta Radit agar segera datang karena rapat hampir di mulai .


Lift kusus terbuka Radit langsung menuju ruang meeting yang terletak di ujung .Sudah ada beberapa orang yang duduk di ruangan itu .


Setelah semua berkumpul Radit memulai meeting dengan para staf .Terjadi sedikit pedebatan namun pada akhirnya mendapatkan jalan keluar yang bisa di terima untuk semua .


Usai meeting Radit menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya .Matanya jeli memandang laptop memeriksa laporan laporan yang masuk lewat email ya .


Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Radit .


" Masuk "


" Maaf bos " Arman menyodorkan berkas untuk di tandatangani "


" Ada lagi Arman "


" Tidak bos "


" Kau sudah mulai ceria Arman ? Apa Dila sudah baik padamu ?" Radit asal menebak


" Bos tau aja "


" Baguslah kalau begitu ,aku bisa mengandalkan mu untuk inspeksi mendadak di hotel hotel luar Jakarta mulai besok "


" Bos tapi .."


" Aku hanya percaya padamu Arman Sebentar lagi Anisa melahirkan aku tidak bisa mengadakan perjalanan keluar kota .Ada bonus spesial untukmu setelah menemukan kekacauan .Bawa orang kepercayaan kita agar cepat selesai "


" Baik bos " Arman mulai mengerti ucapan Radit


Baru saja Arman akan beranjak pergi ponsel Radit mulai berbunyi lagi tertera mama


" Assalamualaikum ma "


" Kamu sebaiknya pulang nak sepertinya istrimu akan melahirkan "


" Ah iya ma "


" Papa akan membantu urusan kantormu cepatlah pulang !"


Radit menutup ponselnya . Meminta Arman dan Siska untuk menghandle urusan hari ini .


Langkah Radit tergesa menuju lift kusus . Radit seperti gelisah . Setengah berlari ia keluar dari gedung . Beruntung mobilnya sudah siap .Radit segera meminta diantarkan pulang ke rumah .


Perut Radit rasanya ikutan mulas terasa sakit karena ikut tegang . Sampai rumah Radit mendapati Anisa sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit .


" Tenang nak, mama sudah telepon rumah sakit. Kita segera berangkat " ucap mama menenang kan Radit .


Radit melihat Anisa yang menahan rasa sakit merasa sangat iba . Radit mengangkat Anisa masuk kedalam mobil .


" Mas ....mas Radit ..." rintih Anisa memelas sembari meremas tangang Radit .


" Sayang sabar ya kita ke rumah sakit sekarang " ujar Radit menenangkan


Bu Ratna dan mama Arini ikut serta mengantar ke rumah sakit .


" Mas.....oh......mas Radit " rintih Anisa lagi .


Keringat dingin sudah membasahi pelipis Anisa .Wajahnya kian pucat menahan rasa nyeri . Radit semakin kebingungan dia hanya bisa mengelap keringat yang muncul dan mengelus elus pinggang Anisa sembari menenangkan istrinya .

__ADS_1


"Hmm andai bisa biarlah dia yang mewakili rasa sakit itu .Rasanya tidak tega dan jadi orang yang tak berguna hanya bisa melihat istrinya kesakitan ..."


__ADS_2