
Jakarta dua tahun kemudian
Radit mengerutkan dahinya .Berkas laporan dihadapannya membuatnya sangat kesal . Sudah setaun ini cabang Bali semakin mengalami kemunduran .
Pasti ada yang tidak beres .
" Arman , besok aku akan terbang ke Bali kau dan Elena ikut denganku "
" Elena ?"
" Ya Dia bisa membantuku untuk menganalisa proyek proyek di Bali "
" Baiklah "
"Ingat jangan beri kabar pada Niko atau pun Sinta . Aku benar benar akan mengadakan sidak di sana "
Radit memanggil Siska untuk menghadap padanya .Siska sudah berada dihadapan Radit
" Siska tolong kau kumpulkan berkas laporan cabang Bali selama setahun terakhir "
Cabang Bali adalah cabang yang biasanya paling cepat berkembang dan memberikan keuntungan yang berlipat tapi setahun terakhir setelah di serahkan pengelolaannya pada Niko suami dari Sinta adik Radit .Perfomanya semakin menurun .
Ada kecurigaan yang menumpuk di otak Radit . Niko sudah berani bermain curang .Sepertinya keserakahan telah membuat Niko semakin nekat untuk bermain lebih terang terangan .
Baiklah Radit dengan senang hati akan Meladeni permainan Niko .Perjalanan Bali ini Radit akan membuktikan seberapa siap Niko dengan keserakahannya
***
Anisa menyambut kedatangan Radit tengah malam . Wajah Radit tak seperti biasanya . Sangat lelah .
" Mas baru pulang ?"
" Hmm "
" Aku siapkan air hangat dulu untuk mas mandi "
Anisa menyiapkan keperluan mandi untuk Radit .Setelah selesai Anisa memanggil Radit .
" Mas sudah siap airnya "
" Terima kasih "
" Mas Radit capek sekali " ucap Anisa sembari membatu membuka kancing baju Radit satu persatu .
" Besok aku akan pergi ke Bali untuk beberapa hari Nisa "
" Iya gak papa . Aku ngerti kok, besok aku siapkan baju mas Radit untuk keperluan selama di Bali "
Radit masuk kedalam kamar mandi dan diikuti oleh Anisa .Radit heran tidak biasanya Anisa mengikutiya mandi . lebih sering Radit yang akan menyeret Anisa masuk kedalam bathub .
" Kau mau mandi bersamaku " ucap Radit genit
" Tidak aku sudah mandi tadi , aku hanya ingin menggosokkan punggungmu saja mas . Bukannya mas Radit sedang cape "
Radit merendamkan tubuhnya di bathtub kemudian duduk . Menikmati tangan Anisa yang menggosok punggungnya dengan sekuat tenaga . Sedikit pijatan dengan perasaan kasih membuat lelah Radit menjadi hilang .Setiap jengkal sentuhan Anisa seperti sebuah obat yang sangat manjur . Setelah selesai menggosok tubuh Radit Anisa membersihkan diri dan meraih bathrobe
Anisa Akan melangkah untuk keluar setelah menanggalkan bajunya yang basah .
" Ikutlah berendam denganku Nisa aku membutuhkanmu " Tangan Radit meraih tubuh Anisa cepat
" Ini sudah tengah malam mas kau juga harus segera keluar dari bathtub ''
__ADS_1
''Sebentar saja Nisa " ucap Radit tanpa menghiraukan penolakan Anisa
Tubuh mungil Anisa sudah sama sama terendam dalam bathtub . Radit tidak bisa menahan diri lagi
" Nisa lelahku akan hilang dengan hadirmu ." wajah Radit sudah bersandar di bahu mungil Anisa .
Hempasan nafas Radit terasa hangat .Bibirnya menelusuri leher jenjang milik Anisa .
" Aku menginginkan mu Nisa " bisikan panas di telinga yang membuat Anisa menggelinjang .
Kemudian keduanya larut dalam asmara .Memberikan sentuhan sentuhan kasih yang menuntut akhir , meniti puncak keindahan bersama .
Semua usai setelah suara Luky yang terbangun .Tidak ada seorangpun di sisinya . Setelah bersuci Anisa meraih handuk yang akan di pakai Radit .Cepat berlari menuju Luky .
Bocah itu kembali tenang setelah melihat sang bunda yang muncul dari kamar mandi . Anisa mengenakan baju tidurnya setelah mengeringkan rambut . Membuka satu kapsul vitamin untuk menutrisi rambutnya .
Radit sudah lebih dahulu selesai .mengenakan piyama tidurnya dan berbaring di disisi tempat tidur .Kemudian Anisa pun menyusul. Aroma rambut Anisa begitu manis . Membuat Radit begitu nyaman memeluk istri tercintanya .
" Anisa ..aku mencintai mu, hiduplah bersamaku ,terimalah segala kekuranganku . Aku akan berusaha jadi pria terbaik untukmu " bisik Radit sembari menenggelamkan wajahnya diantara rambut Anisa yang terurai
" Mas Radit ....cup .Aku selalu bersandar dari segala kelemahanku .Akupun bukan wanita yang kuat .Aku bisa bertahan karena cintamu yang besar "
Malam ini begitu istimewa . Perasaan sayang dari sepasang suami istri yang semakin dalam saling mengikat .Kemudian keduanya menjemput impian .
Saat matahari sudah terbit di ujung timur . Anisa baru saja selesai menyusun perlengkapan Radit di koper . Luky sudah bangun sedari tadi sedang bermanja manja dengan Radit .
Radit akan pergi ke Bali entah untuk berapa hari . Belum bisa di pastikan .
" Sayang kau sudah selesai "
" Apa segini cukup mas ?"
" Cukup Nisa , aku usahakan cepat selesai tolong jaga Ara dan Luky untukku "
Radit menata koper dan berkas yang akan dia bawa .Setelah siap ,Radit mengambil jasnya yang masih tergeletak diatas tempat tidur
" Papi Ara berangkat sekolah dulu ya " Suara Ara memasuki kamar
" Ara belajar yang rajin jaga Adek dan bunda .Papi akan pergi ke Bali untuk beberapa hari "
" Baik Pi ...cup. " Ara mencium pipi Radit kemudian melambaikan tangan .
Ara sudah lebih dewasa dalam bersikap usianya menginjak sembilan tahun . Kemudian langkahnya terhenti dekat meja makan .Ada Anisa di sana sedang menggendong Luky yang manja
" Bunda Ara pamit dulu " sembari mencium punggung tangan Anisa "Ade ganteng kak Ara sekolah ya .Luky hanya mengangguk . " Ade ganteng gak boleh nakal ya "
" indak Adek indak nakal .Adek sayang hunda "
" Pinter nanti kak Ara pulang Adek di beliin coklat yang segini " ucap Ara menggoda memberi tau ukuran coklat yang pendek
" Indak mau Adek mahu yang besal .Adek mau yang segini hanjang "
" Okee deh " sahut Ara dan berangkat ke sekolah diantar nenek Ratna sampai teras .Sedang Luky masih belum mood untuk di gendong siapapun . Suster Ana sudah membujuknya berulang ulang tapi Luky belum mau lepas dari Anisa .
Radit sarapan di rumah dengan Luky dan Anisa serta bu ratna .Wajah Luky masih murung .
" Luky ayo makan yang banyak .Nanti kalau papi pulang dari Bali Luky mau di belikan apa ?"
" Adek mahu itut papi kelja boleh ? "
" No Luky ,papi kerja cari uang buat Luky .Luky harus pinter ,di rumah jaga bunda "
__ADS_1
" Iyahhh '' kembali cemberut wajah Luky
"Anak laki laki harus kuat tidak boleh cengeng .Papi pasti pulang "
" Iya "
Anisa mengusap rambut Luky penuh kasih sayang . Ia mengerti sekali perasaan Luky yang sangat dekat dan mengidolakan sang papi .
Selesai sarapan Radit menggendong Luky sampai teras depan .Dalam hatinya pun rasanya sangat berat berpisah dengan Luky jagoan cilik yang selalu membuatnya bangga .
Radit masuk dalam mobilnya . Luky melambaikan tangan .Bocah kecil itu terus menatap mobil yang membawa papinya pergi hingga hilang di balik pintu gerbang .
" Hwaaa hwaaa ...." tangis Luky pecah setelah Radit pergi .
" Luky sayang ingat apa yang papi bilangkan ? gak boleh nangis "
" Huuuuuu huuu...iya indak boleh nangis "
" Ayok main sama bunda "
Anisa membawa Luky kekamarnya untuk mengambil mainan .Sengaja Anisa mengalihkan perhatian Luky juga menghibur bocah yang sedih di tinggal papinya .
***
Sampai di Bali Radit dan Arman juga Elena langsung menuju ke hotel dan mall milik Wijaya group . Keadaan pengunjung hotel sangat bagus . Juga penjualan mall yang ada disana sangat bagus tapi dalam laporan slalu saja dibuat tipis .
Segera Radit meminta jajaran management untuk mengadakan rapat dadakan .Hari itu benar benar sibuk .Kemarahan Radit meledak tersangka utama adalah adik iparnya sendiri Niko suami dari Sinta .
Niko yang sedang berada di vila pribadinya bersama Sinta sudah merencanakan sebuah pembalasan pada Radit .Tentu saja menggunakan titik terlemah Radit yaitu Sinta adik tercinta Radit .
Sinta sedang membaca buku di ruangan kerjanya . Niko tiba tiba saja datang dengan senyum manisnya .
" Cup.." sebuah kecupan Niko berikan di kening Sinta " Mas Niko ada apa ? tumben tidak pergi ke kantor "
" Hmm akau ingin memberimu kejutan sayang ikutlah denganku "
" Benarkah? aku akan berganti baju sebentar "
" Cepatlah aku tidak sabar ''
Setelah berganti baju Sinta dibawa Niko ke sebuah tempat dengan menutup
matanya "
" Sayang ,kenapa harus tutup mataku segala "
"surprise Sinta "
Di sebuah bangunan Niko menghentikan langkahnya .Kemudian membawa Sinta ke sebuah ruangan yang cukup luas tapi minim dengan cahaya .
Niko melepaskan penutup mata Sinta . Terang saja Sinta kebingungan dan bertanya tanya kenapa Niko membawanya ke sebuah bangunan yang kosong .
" Surprise Sinta sayang "
" Mas Niko tempat apa ini ?"
" Tinggallah di sini sementara . aku akan melepaskanmu setelah urusanku dengan Radit brengsek selesai "
" Mas Niko ...., apa maksudmu? "
" Dengar Sinta aku memang mencintaimu tapi aku menginginkan lebih .Selama ini aku hanya di jadikan budak oleh keluarga Wijaya . Mereka tak pernah menganggap ku ada "
__ADS_1
"Aku menginginkan cabang Bali diserahkan padaku .Aku tidak meminta banyak "
" Mas Niko " ......suara kecewa Sinta