Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
57. Membuat kenangan indah


__ADS_3

Bu Ratna meletakan tas baju di bawah . Mencium sekilas cucu tampannya yang merengek tidak mau di tinggal .Rasanya sangat berat berpisah dari Luky . Begitu juga dengan Ara, Bu Ratna memeluk erat bocah cantik itu sendu .


" Ara nenek pergi dulu. Ketemu lagi di jogya "


" Iya nek "


Bik Siti membawakan tas Bu Ratna dan memasukan kedalam bagasi mobil .Tinggal Anisa dan Ara bersama Luky .


" Bunda ,kita akan menyusul nenek kan ?"


" Iya sayang kita berangkat bareng papi juga Adek Luky "


" Bunda liat, Lukymembawa tas mainannya kemari .Mungkin Adek ingin ikut nenek "


" Gemes, gemes anak bunda ,sini bunda peluk " ucap Anisa


" pa pa pa apah apa " Celoteh Luky sambil memberi tas berisi mainannya pada Ara


Ara membuka tas mainan Luky dan mengeluarkan isinya . Bayi itu berteriak teriak gembira sembari mengambil boneka boneka binatang dan juga bola bola kecil yang berwarna warni .


Menendang bola kesana kemari, tiduran di lantai , kembali memasukan bola dalam tas .Melempar lemparkan boneka binatang, kadang memeluknya ketika Ara meminta untuk disayang .Selang sejam kemudian Luky sudah mendekati Anisa dengan pandangan yang sudah sayu .


Anisa menggendong Luky ke kamar nya untuk menyusui dan tidur siang . Ara mengikuti di belakangnya . Sesekali menggoda Luky yang sudah sangat mengantuk . Tapi Luky masih merespon dengan tawa yang seperti tangisan .


Anisa memberi Luky asi dan menidurkannya, tidak butuh waktu lama pluup mulut Luky sudah terbuka dan melepaskan asinya .Anisa segera merapihkan diri


" Ara mau bobok siang di sini ?"


" Iya bunda Ara mau tungguin Adek"


" Sini dekat bunda "


Mereka terlihat sangat damai tidur siang bertiga . Melepaskan lelah setelah aktifitas yang cukup menguras tenaga .Anisa memeluk dua anaknya .Menciumi mereka satu persatu kemudian ikut terlelap


***


Dua hari kemudian


Tas ukuran sedang tempat perlengkapan luky dan Ara juga koper kecil untuk tempat baju Anisa dan Radit tergeletak dekat ranjang besar . Mereka Sudah berada di dalam kamar hotel . Ara sudah tertidur di atas kasur begitu juga Luky dan Radit mereka sudah kelelahan setelah perjalanan dari Jakarta ke jogya .


Siang cukup terik namun kamar Anisa terasa sejuk .Ia menatap orang orang yang di cintai nya terlelap dalam tidur yang nyenyak .


Luky tertidur dengan posisi miring sambil memeluk bantal guling kecil .Di sampingnya ada Radit dalam pose tidur yang sama seperti pinang di belah dua .


Anisa sibuk sendiri menata bawaan baju mereka dan menggantung dalam lemari agar tidak kusut . Besok pagi adalah hari bahagia bagi Atta dan dokter Rinda .


Dokter Rinda segaja melakukan acara pernikahannya di jogya . Jodoh tidak ada yang tau .Begitu lama menunggu dan mengharap Hans tapi justru cinta Rinda bisa berpaling pada Atta .


Anisa merebahkan dirinya disisi Radit . Radit membuka matanya kemudian memeluk Nisa erat .


" Istirahatlah nanti malam aku mengundang keluarga besarmu untuk makan malam di sini "


" Benarkah ? mas Radit ...,terima kasih "


Saat malam Radit mengadakan makan malam bersama keluarga besar Anisa yang berada di jogya .Acara di lakukan di restoran hotel milik Wijaya group cabang jogya .

__ADS_1


Suasana ramah dan hangat . Anisa kembali mengingat saudara saudaranya . Bu Ratna memperkenalkan satu persatu pada Anisa .


Dan Luky yang paling ceria berada di tengah keramaian di dampingi oleh dua orang babysiternya .Bocah kecil itu tiada lelah berjalan kesana kemari .


Atta mendekat pada Anisa ,Sudah sangat lama mereka tidak bertemu .


" Nisa ini Atta "ucap Bu Ratna .


" Masih ingat aku mba Nisa ?"


" Maaf ya Atta ,mulai sekarang aku akan mengingatmu " Ucap Anisa


" Mbak Nisa kalau begini, aku sangat kesal .Aku tidak bisa lagi membuli mu seperti dulu " Ucap Atta kecewa .


" Sekarang aku sudaha ada yang menjaga .Meskipun kau membuliku , ada mas Radit yang akan membantuku " Nisa membalas ucapan Atta sembari bergelayut di tangan kokoh Radit .


" Baiklah sekarang juga aku punya Rinda yang akan menyayangiku " kekeh Atta pamer.


" Terserah "


Anisa begitu merasa Akrab dengan Atta . meski dalam ingatannya belum terlintas kenangan mereka waktu dulu . Ara asik bersama Luky dan di jaga oleh bik Siti juga dua baby siter .


Setelah selesai makan malam Anisa di bawa oleh Radit menuju sebuah tempat yang sangat spesial bagi mereka .


Radit berdiri di depan sebuah rumah yang kecil namun Asri .Masih tampak seperti dulu . Meskipun sudah lama di tinggal oleh di empunya rumah . Masih terawat dan rapi .


" Lihat Nisa kita pertama kali bertemu di sini . Kau masih sangat cengeng waktu itu . Setiap hari kau selalu mengikutiku "


"Aku sangat cemburu jika ada teman perempuan mas Radit datang kemari , Mas aku ingat ...." Ucap Anisa terbata ..


" Sungguh ?"


" Nisa ...., terima kasih kau ingat tentang kita "


" Kau mau masuk ? "


" Apa rumah ini masih milik ibu ?"


" Tentu saja rumah ini rumah peninggalan Ayahmu tidak mungkin ibu menjualnya "


" Aku mau "


Radit membuka gerbang rumah kemudian masuk kedalam rumah dengan menggenggam tangan Anisa .


" Mas, lalu siapa yang merawat rumah ini selama aku dan ibu di Jakarta ?"


" Ibu menyewakannya pada orang dan baru aku renofasi kembali setelah kita menikah .Dan tanpa merubah nya .Rumah ini memiliki banyak kenangan buat kita ,Aku dan kamu " jelas Radit


" Selama di jogya ibu tinggal dengan siapa ?"


" Tentu saja di rumah bulek Tika ,Ibu tidak mau tinggal di hotel atau di rumah ini sendiri "


Radit mengeluarkan kunci dari dalam saku celananya .Dan membuka pintu rumah berlahan .


Radit dan Anisa masuk kedalam rumah .Suasana nya dibuat tetap sama agar tidak mengurangi nilai kenangan yang pernah ada .Beberapa perabot yang sudah usang Radit ganti dengan barang yang sama atau mendekati yang sama.

__ADS_1


Tiba tiba Anisa menangis dan memeluk Radit .Terlintas kenangan kenangan bersama Ayahnya di rumah ini . Hatinya bergetar ,betapa perasaan Anisa yang sangat menyanyangi sosok ayahnya yang telah pergi "


" Kenapa Anisa ?


" Aku ingat ayah mas "


" Ayah sudah bahagia di sana bersama Alea . Tenanglah ! " Radit menenangkan Istrinya "


" Lihat kamar mu Nisa !" seru Rafit


" Betul ini kamarku ,Mas Radit masih ingat ?''


" Tentu saja Di depan tv ini biasanya kita tidur bersama dengan kasur busa yang ibu siapkan untuk menonton tv tiap malam . Disini juga pertama kali pipiku dicium oleh gadis kecil yang genit "


" Mas Radit ...."


" Ini kamarku paling depan .Aku menghabiskan waktu belajar dan istirahatku disini "


" Ini kamar ibu dan ayah " ucap Anisa masih mengingat letak kamar kedua orang tua nya .


" Kita pulang mas ,Luky dan Ara kasian ''


" Tenang saja Nisa aku sudah menitipkan mereka pada ibu "


" Aku takut Luky rewel mas ,kalau terlalu lama "


" Nisa aku juga ingin membuat kenangan lagi dirumah ini .Kemarilah ,lihat kamarku dan juga kamarmu kau ingin membuat kenangan dimana ?.Pilihlah dulu tempatnya ,baru aku akan menjelaskan " ucap Radit serius


Anisa tanpa curiga menimang kamar Radit atau miliknya .Kemudian Anisa lebih tertarik dengan Kamarnya yang dulu . bernuansa pink tampak cantik .


" Di kamarku bagus mas ,semuanya bernuansa pink "


Kemudian Radit menggandeng Anisa lembut masuk kedalam kamar milik Anisa yang dulu . Anisa hanya mengikutinya saja .Radit dan Anisa duduk ditepi ranjang .


" Sayang aku ingin membuat kenangan indah di sini dengan mu .Kenanangan yang tidak bisa kita lupakan "


" Mas Radit mau foto berdua di kamar


ini "ucap Anisa tanpa dosa


Sedang Radit hanya tersenyum penuh arti dan memulai membuat kenangan dengan Anisa .Bibir Radit sudah mendarat di kening Anisa dan terus menjalar . Lengan kokohnya sudah merengkuh tubuh mungil istrinya . Penuh perasaan dan lembut tanpa sadar penutup tubuh mereka sudah berhamburan .


Anisa sudah dalam Kungkungan Radit. Dan kini hanya nafas yang memburu saling berlomba menggapai puncak nirwana yang sangat memabukkan . Ingin terus dan lagi, hingga keduanya sampai pada sebuah puncak keindahan hingga terkulai tak berdaya .


" Ingat lah saat indah ini Anisa ....., Aku slalu mencintaimu dan terus ..cup ...Kenangan indah "


" Mas Radit kau menjebakku ?"


Radit terkekeh melihat wajah istrinya cemberut setelah ia memberi kenangan indah .


" Menjebak ? no Nisa kita sudah mengukir kenangan indah dikamar kecilmu ini . Atau kau ingin juga membuat kenangan indah di kamarku yang dulu "


" Stoop mas Radit... kita tidak membawa persiapan apapun untuk mandi di sini "


" Tenang saja kita bisa mandi di hotel nanti , Tapi di hotel Kita tidak bisa membuat kenangan indah di sana ada Luky dan Ara " Ucap Radit dengan gembira setelah mendapatkan keinginannya "

__ADS_1


" Mas Radiiit ..."


" Hmm ....Tenanglah Nisa kita juga sudah menyelip Atta . Kamu menang sudah lebih dulu malam pertama disini bersamaku "


__ADS_2