Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
38.Menemui Radit


__ADS_3

Alea sudah merasa tidak nyaman dengan sikap Hans . Dia ingin segera lepas dari rumah mami Hans .Alea teringat pertemuannya dua kali dengan Radit .Mungkin orang ini mengenal dirinya


Anisa meminta ijin pada mami Hans untuk sekedar menghirup udara segar di luar . Alea bertekad untuk mencari keberadaan Radit .


Setelah keluar dari rumah, Alea segera mencegat taxi dan meminta supir taxi untuk mengantarnya ke perusahaan Wijaya group . Alea ingat Hans pernah mengatakan orang itu adalah pemilik Wijaya group .


Sampai di gedung pusat Wijaya group Alea kebingungan sendiri .Langkahnya ragu ketika sampai di depan resepsionis .


" Permisi mba mau bertemu sama pemilik Wijaya group " Ucap Alea pada wanita yang ada di meja resepsionis


" Sudah ada janji mba ?"


" Belum " jujur Alea


" Tidak bisa ya mba .Harus buat janji dulu . Pemilik Wijaya group itu orang yang sibuk mba ,tidak bisa sembarang di temui "


" Tapi mba saya harus bertemu dia "


" Maaf ya mbak saya hanya menjalankan tugas .Kalau mbak mau ,tunggu saja sampai beliau keluar dari gedung ini "


" Jam berapa biasanya beliau keluar ?"


" Tidak tentu bisa sore ,siang atau


malam "


Alea kecewa mendengar penjelasan dari wanita penjaga meja resepsionis . Tapi dia tetap memutuskan untuk menunggu .


Hampir jam makan siang Alea masih harus sabar menunggu di loby Gedung Wijaya group . Ia duduk menunggu sampai Radit menampakan diri , matanya terus mengawasi setiap orang yang lalu lalang keluar masuk gedung .


Ada perasaan sedih dalam hatinya berdoa semoga di pertemukan lagi dengan Radit . Ia ingin meminta penjelasan mengenai masa lalunya .Tak terasa air matanya meleleh .


Radit tidak juga muncul Alea sudah merasa lelah dan kelaparan .Ia menahan semua demi bertemu Radit . Hingga hari sudah beranjak sore .Orang yang di nanti nanti tidak kunjung keluar .


Satu persatu karyawan Dari gedung Wijaya group mulai pulang .Alea tetap meneliti setiap orang yang lewat . Tetapi tidak ada sosok yang ia kenali .


Langkahnya sudah lemah .Gedung sudah terlihat sepi tapi Radit belum juga muncul .Akhirnya Alea sudah hilang harapan .Ia pun melangkah pergi .


Alea keluar dari gedung dengan hampa tiba tiba Hans sudah muncul di depannya dengan sorot mata tajam dan mencengkram tangan Alea


Bersamaan dengan pintu lift terbuka .Radit baru saja selesai dengan pekerjaannya .Radit melihat sosok Anisa yang sedang diseret oleh Hans dan di paksa masuk dalam mobil .


Radit segera mengejar mereka .Radit yakin ada hal yang tidak beres .


" Tunggu Nisa ....,Nisa .....tunggu "


Anisa menoleh tapi Hans sudah memaksanya masuk dalam mobil dan menutup pintu mobil dengan cepat . Radit tetap mengejar namun mobil Hans berhasil membawa Anisa pergi ...


Radit berlari menuju mobilnya ia menyusul namun Radit kehilangan jejak .Kemana ia harus mengejar ."Nisa apa kau mencariku ? Pantas saja sedari tadi aku gelisah Nisa "gumam Radit


Radit kembali ke loby Gedung dan bertanya pada resepsionis .


" Apakah tadi ada wanita yang mencariku ?"


" Betul pak tapi dia tidak ada janji dengan bapak "

__ADS_1


" Harusnya kamu menghubungiku dia istriku "


Brakkk.....Radit menggebrak meja kemudian meninggalkan resepsionis yang ketakutan .


Radit menghubungi orang yang di tugaskan untuk menyelidiki Anisa .Ia kembali ke ruangannya sembari menunggu orang suruhannya datang .


Suara ketukan pintu di ruangan Radit


" Masuk ..."


Seorang pria berbadan tegap dan berambut gondrong masuk keruangan Radit .Ia seorang Intel yang diminta Radit untuk menyelidiki Hans dan Alea .


" Duduk lah "


" Selamat sore pak Radit "


" To the point saja Jhon bagaimana hasil penyelidikan mu ?"


" Baik ini hasilnya " Jhon menyerahkan sejumlah berkas


" Namanya Hansel Ramadan , Dia seorang dokter spesialis dalam sekaligus putra pemilik rumah sakit Berkah .Masih singgle alamat jalan Xx"


Radit tersenyum lega


"Jadi dia masih sendiri lalu wanita yang bersamanya ?"


" Orang orang memanggilnya Alea , Dia ditemukan dokter Hans beberapa bulan lalu di sebuah sungai karena terhanyut dan dia mengalami Amnesia "


" Jadi benarkah dia Anisaku Jhon "


" Aku yakin dia Anisaku kita harus cepat bergerak "


" Harus ada bukti kuat dulu pak Radit untuk bisa menjemput nya sesuai prosedur .Mereka juga tidak akan melepaskan Bu Anisa begitu saja "


"Ya kau benar Baiklah kita urus surat dan bukti agar bisa cepat membawa istriku pulang"


" Kalau begitu saya permisi pak "


***


Di dalam mobil Alea menangis meminta Hans menghentikan mobilnya . Alea tidak mau lagi mengikuti Hans . Tapi Hans tak bergeming ia malah melajukan mobilnya lebih kencang .


Hans membawa Alea ke Apartemen nya .Tangan Alea tak dibiararkan terlepas .Hans mencengkram begitu erat .Setengah menyeret Alea, Hans tetap berjalan menuju ruangan Apartemennya .


Hans membuka pintu dan membawa masuk Alea kedalam . Alea masih terisak dan ketakutan dengan sikap Hans .


" Biarkan aku pergi Hans tolong "


Hans mendudukan Lea di sofa kemudian mengambil tisu dan mengusap setiap air mata yang mengalir di pipi Alea .Mulut nya seperti terkunci menahan amarah yang ingin meledak .


" Lea kamu tau ?betapa takutnya aku ketika mami mengatakan kau pergi dari rumah ?Apa kamu tidak memikirkan perasaanku .Kamu ingin membunuh ku ?"


" Ijinkan aku pergi Hans aku tidak bisa lagi ada di rumah mu "


" Kenapa ? Kau sudah mendapatkan mangsa baru seorang pengusaha kaya .Lalu mencampakan aku ?"

__ADS_1


" Hans apa maksudmu ,Aku mencarinya karena aku yakin dia mengenalku Hans aku ingin bertemu keluargaku ''


" Keluarga ...ha.. ha.. ha Mereka orang orang yang membuang mu "


" Tidak Hans ....,Setidaknya ijinkan aku bertanya padanya siapa aku sebenarnya "


" Kamu lupa diri Lea .Siapa dirimu jika Aku tidak menyelamatkanmu "


" Aku tau Hans aku berhutang nyawa pada mu . Aku harus apa untuk membayarnya ?"ucap Lea serasa sakit mendengar ucapan Hans yang sangat kasar "Kenapa Hans? kamu jadi berubah seperti ini .Kamu sangat kasar "


" Tetap di sisiku ! agar kau bisa membayar hutang nyawamu " ucap Hans dingin


Alea tak menyangka ucapan Hans begitu keras tanpa perasaan .Lea terdiam membisu . Hans menuju meja makan dan mengambil makanan untuk Alea .


" Makanlah !"perintah Hans


Alea menggelengkan kepalanya . Tiba tiba saja kepala Alea berdenyut denyut .Alea memegang kepalanya dan merintih kesakitan .


Hans tentu saja panik melihat Alea yang merintih kesakitan .


" Lea ....,Lea...kamu kenapa Lea ..."


Lea kehilangan kesadarannya . Hans membaringkan Lea di dalam kamar ia memeriksa tanda vital Lea .Semua normal hanya tekanan darahnya yang rendah mungkin karena Alea belum makan apapun .


Setengah jam kemudian Alea sadarkan diri .Hans sedang mondar mandir .Melihat Alea membuka mata Hans segera menghampiri


" Alea sayang kamu sudah sadar ?" Seru Hans sambil memeluk Lea


" Hans jangan seperti ini hargai aku kita bukan muhrim " pinta Lea


" Maaf Alea maaf ,aku terlalu gembira .Makan dulu kasian bayi yang ada di perutmu kelaparan "ujar Hans lembut


Alea mengangguk menuruti keinginan Hans .Hans menyuapi Alea dengan hati hati .Memperlakukan Lea dengan baik


" Hans terima kasih "


"Hmm "


" Kamu pria yang sangat baik Hans .Jangan pernah berubah "


Hans menatap bola mata Lea mencari ketulusan dari ucapan Lea .Tulus... itu yang Hans rasakan . Hans pergi kedapur meletakan Piring kotor bekas Alea makan .


Tiba tiba ponsel Hans berdering .Ada telepon dari rumah sakit meminta Hans segera datang ke rumah sakit . Ada perasaan bimbang untuk meninggalkan Alea sendiri .


" Lea aku harus ke rumah sakit ada pasien genting . Tinggal lah di sini .Aku tidak akan lama .Telepon aku jika menginginkan sesuatu "


" Pergi lah Hans tugas memanggilmu aku baik baik saja .Hati hati di jalan "


Kemudian Hans mengambil kunci mobilnya dan segera keluar dari Apartemennya . Tinggallah Alea sendirian .


Setelah Hans pergi Alea merapihkan bajunya .Ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Apartemen . Dengan meninggalkan secarik kertas berupa ucapan terimakasih untuk Hans yang telah merawatnya .


Lea turun kebawah dan mencegat taxi .Ia pergi menuju rumah dokter Rinda .Hanya dokter Rinda satu satunya orang yang bisa menolongnya . Perasaan Lea tentu saja tidak tentu ,tapi semua ini harus ia lakukan ia harus mengetahui siapa jati dirinya .


Tidak mungkin ia akan terus menjadi bayang bayang bagi Hans . Bayi dalam perutnya membutuhkan kepastian Ayah kandungnya .

__ADS_1


__ADS_2