Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
83.Tentang Sinta 2


__ADS_3

" Mbak Nisa ,aku sudah memutuskan akan bercerai dengan Niko "


" Ya ,mba sudah dengar dari mas Radit "


"Waktu yang sia sia . Aku mencintainya, menerima pria itu dengan segenap hatiku .Tapi dia bukan pria baik .Dia serakah dan penuh tipu daya "


Anisa mendengarkan setiap ucapan yang di sampaikan pada nya .Wanita di sampingnya sedang sangat terluka.


Anisa mengelus punggung Sinta .Mungkin sentuhannya bisa membuat sedikit reda amarah yang meluap .


Masih menatap ombak tiba tiba Sinta menangis memekik dan segala sumpah serapah ia lontarkan . Anisa ketakutan melihat Sinta .


Anisa memeluk Sinta erat .Merasakan luka yang luar biasa .


"Apa aku tidak pantas bahagia .Apa hidupku hanya berisi tentang penghianatan ?"


" Sinta tenang lah . Pikirkan baik baik semua yang terjadi . Belajarlah iklas suatu saat mungkin ada kebaikan dari kejadian ini "


Sinta mengayunkan langkahnya mengejar ombak namun di tahan oleh Anisa .


" Masih ada yang bisa kamu cintai tanpa batas mama,papa dan dua putramu .Apa itu belum cukup " Anisa menahan tubuh Sinta yang lebih tinggi


Hingga keduanya terjatuh di pasir basah .Kemudian hening .Hanya deburan ombak yang bercerita .Sinta kembali pada kesadarannya setelah beberapa saat terdiam


" Aku lapar mbak " rengek Sinta seperti anak kecil .Rupanya dia kelelahan setelah menumpahkan perasaannya .


Anisa terkekeh melihat tingkah konyol Sinta keduanya tertawa .Anisa menarik lengan Sinta agar bisa berdiri .


" Kita makan enak berdua . Mau ikan bakar ?" Ucap Anisa merayu


" Mau "


Keduanya menyisir bibir pantai menuju resto yang ada di area situ .Wangi ikan bakar sudah tercium .


" Ikan bakar ,cumi goreng krispi ,salad sayur juga dua porsi nasi .Jangan lupa air mineral dua botol ,es kelapa muda "pelayan mencatat pesanan Sinta


" Sinta apa habis ? "Anisa heran


" Kita lihat apakah makanan ini bisa aku habiskan " Tawa renyah Sinta " Hari ini mbak Nisa harus mengabulkan permintaanku "


" As you wish Sinta "


Makanan datang memenuhi meja .Sinta meminta ikan bakar dengan ukuran besar mungkin cukup untuk empat orang . Salad sayur satu mangkok .satu piring cumi goreng krispi dengan saus merah di tempat terpisah


Anisa terbelalak tak percaya .Tapi Sinta hanya tersenyum senang .


" Ayo mba kita mulai makan "


" Sinta ,aku sepertinya akan berpuasa satu Minggu setelah menghabiskan makanan ini "


" Ha ha mba .Lupakan besok, kita nikmati saja sebatas mana kita mampu menghabiskan .Bisa di bawa pulang kok sisanya jangan kawatir "


" Gitu ya " dahi Anisa mengerut tiba tiba saja melihat perubahan mood dari Sinta yang sedih menjadi tengil .


" Humm mbak tolong sambalnya dekatin ke aku "


Baru mau menyuapkan ikan bakar Sinta sudah mengganggu Anisa .


" Nih ,jangan terlalu banyak nanti sakit perut bukan bahagia " Anisa tergelak


" Humm enak banget mba uhhh "

__ADS_1


" Hush mendesahnya jangan terlalu kencang .Seperti mengundang mangsa "


" What ..." Sinta mendelik dengan ucapan kakak iparnya yang melencong. Fix ini pasti gegara banyak tertular virus mas Radit .


Sinta meneguk air mineral .Sebagian besar makanan yang di pesan habis yang tersisa hanya nasi putih yang tak tersentuh . Keduanya tertawa ini rekor tergila keduanya makan .


" Ayok mba bayar .Sesudah itu aku ingin jalan jalan lagi "


" Kemana ?"


" Ada deh nanti juga tau "


Anisa membayar semua makanan yang sudah mereka pesan .Kemudian keduanya melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah mall .


" Aku mau nonton mba "


" Oke "


" Cari yang romantis dan happy ending .Meski dalam kenyataan tidak ada yang sesempurna itu "Celoteh sinta


Anisa dan Sinta memilih judul film dengan genre romance . Kebetulan kisah cinta yang mengharu biru menyentuh perasaan mereka . Air mata meleleh .


" Mba bodoh banget ya itu perempuan yang di film padahal sudah di bohongin berkali kali tapi tidak sadar "


" Hmmm " ucap Anisa mengusap air mata yang meleleh terbawa suasana film


" Mba nangis ?"


" Hmm ikut baper "


" Aku tidak suka tokoh perempuannya ,Di situ terlihat lemah banget "


" Mba nontonya udahan yuk "


"Belum juga selesai "


" Gak ah , lihat film begini kaya lagi ngejek diri sendiri "


" Bha ha ha " tawa lepas Keduanya


Beberapa orang memperhatikan Anisa dan Sinta yang membuat kegaduhan .Merasa di tatap seolah mengganggu Keduanya segera keluar dari gedung bioskop .


" Hmmm lanjut ya mba kita shoping " Rengek Sinta


" Ayok .."


" Traktir aku ya mba "


" Siap "


" Kita rampok mas Radit " Sinta bahagia


Anisa hanya menggeleng geleng kepala .Terakhir dia berbelanja dengan mama Arini harus membayar lunas dengan bunga . Dua hari di dalam kamar hotel di Bandung .Bahkan ia tidak bertemu dengan anak anak waktu berlibur itu .


Sinta lebih buas dalam berbelanja . Apa kabar dirinya nanti .Jika Radit meminta hal yang lebih .Tanpa sadar Anisa merinding .


Sinta mulai memasuki toko toko yang menyediakan brand brand terkenal . Beberapa gaun kemudian tas dan sepatu keluaran baru .


Anisa tak berselera untuk belanja masih ingat konsekwensinya .


" Kenapa bengong mba ? kok gak milih gak semangat sih ?"

__ADS_1


" Mba ngeri Sinta, mas Radit suka minta dibayar pake yang lain "


" Bhaa ha ha mba lugu banget sih lawan dong mba. kita yang kendalikan jangan mau mas Radit yang berkuasa kita itu lebih hebat loh .Sini aku ajari "


Sinta memasuki toko yang menjual gaun gaun tidur cantik dan seksi .Kemudian memilih warna dan model yang cantik di tubuh Anisa mungkin ada tujuh pieces .


" Kok banyak sih ?"Anisa heran


" Ini caranya buat bayar "


Ani'sa terbelalak dengan ide gila Sinta .


" Mba gak bisa Sinta .Tambah semangat saja nanti mas Raditnya "


" Hustt sini aku bilangin "


Sinta membisikan sesuatu pada telinga Anisa cara yang membuat Radit bisa di kendalikan .


" Mbak pasti bisa kan .Percaya sama aku deh .Pasti manjur "


" Tapi malu " ucap Anisa ragu


" Ayolah bisa .Memang mba mau tiga hari tiga malam dalam kamar terus ?"


" Gak gak mau " tegas Anisa begidik sendiri .


Sinta keluar dari satu toko ke toko lain berbelanja sepuasnya dengan Anisa .


Ada kesenangan tersendiri melihat kakak iparnya yang mulai berani menyentuh barang barang mahal ." Mba Nisa polos banget mau aja di kibulin mas Radit . padahal uang mas Radit gak akan habis tujuh turunan juga .Pantas saja mas Radit cinta banget sama mba Anisa " batin Sinta bergumam .


Puas berbelanja mereka menuju sebuah salon yang untuk perawatan . Ponsel Anisa berkali kali berbunyi . Radit terus saja menanyakan kapan pulang .


Di kantor Radit mulai gelisah saat notif dari ponselnya berbunyi terus . Pemberitahuan transaksi yang luar biasa . Hmm ia sudah menduga biang dari semua ini pasti Sinta . Anisa tidak akan pernah se gila ini .


Anisa hanya akan membeli gaun baru ketika Radit mengabari akan ada acara yang mengharuskan Anisa ikut .Itu pun pasti akan mengajaknya untuk meminta saran .


" Kak Radit ,Terima kasihnya untuk traktirannya hari ini " bunyi pesan dari Sinta


" Ya ,asal jangan kau racuni istriku dengan hal hal yang buruk "


" Gak akan kak ,aku hanya mengajarinya perawatan body, buat nyenengin kak Radit juga "


" Gak usah aneh aneh kulit dan body istriku sudah aduhai dari sananya, asli "


" Cie.. iya kak , yang punya istri cantik sombong .Ditunggu kejutannya kak, spesial dari aku ya "


" Cepat pulang !"


"Sabar ya kak "


Radit sedikit cemas Siska akan memberi pengaruh yang buruk pada Anisa nya .Posesif sekali Radit pada Anisa sampai sampai adik sendiripun di curigai .Dia pikir Anisa anak kecil yang mudah di pengaruhi oleh orang .


Sudah larut malam Radit menunggu dengan gelisah karena Anisa belum juga pulang .Sialnya ponselnya pun ikutan tidak bisa di hubungi .


Ia mondar mandir di ruang tamu hingga balik lagi ke kamarnya hampir jam sebelas malam .Kesal dan kawatir .Kemudian hati Radit lega ketika suara mobil masuk kedalam pelataran rumah .


Anisa naik ke lantai atas menuju kamarnya .Benar saja Radit sudah berdiri dengan tatapan horor kearah Anisa .Anisa sudah di beri arahan oleh Sinta saat menghadapi seorang Radit Mengumpulkan semua keberaniannya .


" Aku coba trik dari Sinta semoga mas Radit benar benar bisa aku kendalikan "kata hati Anisa


Sebenarnya Anisa tidak berani menatap balik mata Radit .Dengan segenap keberanian yang Anisa miliki ,Ia mendekat ke arah Radit dan .........

__ADS_1


__ADS_2