
Anisa sudah mulai bertugas mengurusi butik milik Bu Rahma yang berada di sebuah mall milik Wijaya group . Ia mulai menata dan membereskan stok barang .Mencatatnya dengan hati hati .
Anisa di bantu oleh dua orang karyawan .Yang bertugas melayani pengunjung .Namanya Ariana dan Asti . Mereka memanggil Anisa dengan Bu Nisa
"Ariana tolong barang baru ini di panjangnya di bagian depan biar lebih terlihat "
" Baik Bu Nisa "
" Asti tolong bantu saya bereskan tumpukan yang sebelah sini ,biar lebih enak di pandang "
" Siap Bu"
" Kalian ini semangat sekali ya " ucap Anisa
" Ia dong Bu, kalau omzet penjualan kita meningkat .Kita kita juga yang seneng, siapa tau dapat bonus " celoteh Asti
" Semoga saja ya kita dapat bonus "
" Bu Nisa sudah bersuami ?"
" Sudah anaku saja sudah dua "
" Tapi bu Nisa kayak yang masih gadis "
"Makasih pujiannya, gak ada uang receh "
" Serius loh Bu "
Anisa tertawa geli bercanda dengan para gadis di butik tempatnya bekerja . Tidak lama ada pengunjung yang datang .Dan di sambut oleh Asti dan Ariana .
Seorang ibu paruh baya dengan penampilan yang sangat cantik dan diikuti oleh dua orang bodyguard .
Anisa masih dalam ruangannya . Memasukan data yang tadi ia peroleh kedalam laptopnya .Anisa orang yang sangat teliti .Mungkin karena dia biasa berkutat dengan angka dulunya .
Setelah selesai ia ikut bergabung dengan dua orang karyawan yang lain ,kebetulan sudah ada pelanggan .
Anisa merasa tidak Asing dengan wanita paruh baya yang sedang berbelanja . "Seperti mama Arini ".Anisa mendekat untuk menyakinkan penglihatannya .
" Mama ...." panggil Anisa
" Nisa .."
" Ma ..,kenapa mama menghilang ma ?Sebenarnya ada apa ,dimana mas Radit ?'' berondong Nisa pada mama Arini .
Mama Arini sangat terkejut dengan keberadaan Nisa . Dia tidak bisa menjelaskan semua .Apalagi bodyguard yang sedari tadi mengikutinya semakin waspada .
" Nisa maafkan mama kamu yang sabarnya ,Mama belum bisa jelaskan semua .Semua karena suami Sinta hanya itu yang bisa mama jelaskan saat ini "
Belum sempat melanjutkan ucapannya mama Arini sudah dilindungi oleh bodyguard nya . Menjauh kan Anisa dari mama Wijaya .
Mama Arini segera dibawa menjauh Belanjaan mama Arini dibayar oleh bodyguard yang satu ,sedang yang lainnya sudah membawa mama Arini menjauh .
Anisa melihat mamanya di perlakukan seperti itu mencoba melawan dan mengejar .
" Ma ...mama .....mau dibawa kemana mama ?"
" Menjauhlah nisa ,mama tidak apa apa. Jaga cucu mama ,maafkan mama nak "
Bodyguard yang membayar belanjaan mama .Mendekat kearah Anisa yang terus mengejar mama Arini .
" Dengar nona kalau ingin ibu anda selamat ,menjauh lah .Jangan paksa saya melakukan kekerasan pada wanita secantik anda "
__ADS_1
" Sebenarnya siapa kalian ini ?.Kenapa mama diperlakukan seperti itu ?"
" Kami hanya menjalankan tugas dari orang yang menyewa kami, permisi "
" Tidak lepaskan mama ..." Ujar Anisa melawan
Tiba tiba saja tangan kekar bodyguard itu mendorong bahu Anisa dengan kuat hingga tubuh Anisa terhuyung dan Akan terjerembab kelantai .
Seseorang menangkap tubuh Anisa yang sudah hampir mencium lantai .
" Kamu baik baik saja ?"ucap orang yang menangkap tubuh Anisa dan dia adalah Fattah
" Kamu lagi " ucap Nisa kaget .
" Iya ,senang bertemu denganmu "
"Apa kamu mengikuti saya ?Kenapa dimana mana aku selalu ketemu kamu ?" ketus Anisa tidak senang dengan pertemuannya
" Tidak sengaja Nisa ,Kebetulan aku lewat dan melihat kamu didorong oleh pria itu "
tunjuk Fatah pada bodyguard yang sudah pergi menjauh " Aku tidak bisa membiarkan kamu terjerembab kelantai .Aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi " ucap Fatah dengan serius
" Siapa sebenarnya kamu ? apa kamu bagian dari mereka juga "
" Aku hanya bekerja dengan Niko tapi aku tidak seperti mereka "
" Tidak percaya " Ucap Anisa ,kemudian berjalan meninggalkan Fatah .
Fattah hanya tersenyum kecut menatap Anisa yang meninggalkannya begitu saja ." Kamu harus lebih berhati hati Anisa .Niko orang yang sangat ambisi dan bisa berbuat apa saja untuk tujuannya " batin Fattah .
Anisa kembali menuju toko yang ia tinggalkan .Banyak sekali pertanyaan dalam benaknya . Tapi Apalah daya dia tidak bisa berbuat apa apa . Keselamatan mama Arini lebih penting
***
Jerman
Radit terbangun dari mimpinya .Seperti mendengar suara Anisa yang memanggil
Wajahnyav terlihat bingung .Apa yang baru saja ia alami seperti sebuah kenyataan .
Kemudian Radit menuju kedapur .Menuangkan segelas air putih dan meminumnya . Ia duduk termenung di meja makan .
Masih sangat jelas terbayang Anisa yang terus memanggil manggil namanya . Apakah ia harus pulang .Hatinya merasa was was Kawatir terjadi sesuatu yang buruk .
Pintu rumah terbuka . Elena muncul dengan wajah sedikit kusut . Menyapa Radit yang sedang duduk di meja makan .
" Pak Radit maaf saya terlambat pulang "
" Apa ibu mu baik baik saja ? "
" Iya ,aku masuk ke kamar dulu pak Radit . Rasanya aku lelah sekali "
" Kau tidak sarapan dulu Elena ?"
" Tidak perutku tidak lapar "
' Baiklah "
Radit membuat sarapan sendiri hanya dengan sereal dan susu saja . Kemudian bersiap untuk pergi ke tempat kerja .
Radit tidak ambil pusing dengan tingkah Elena . Yang membuatnya kawatir adalah Anisa . Rasanya seperti gelisah .Radit menarik nafas panjang .Kemudian ia menelpon Arman disana
__ADS_1
" Halo bos "
" Arman tolong kau tengok Anisa .Hatiku rasanya gelisah .Aku takut terjadi sesuatu padanya "
" Mendingan kamu pulang bos .Niko sudah sangat keterlaluan .Kasian istri dan anak anak mu juga "
" Aku ingin sekali Arman tapi Elena ?"
" Hmmm kamu bukan lagi Radit yang aku kenal bos . Kamu jadi pengecut ,hanya untuk seorang Elena kamu mengorbankan banyak orang yang kamu cintai ''
" Jangan seperti itu Arman .Elena belum mau pisah denganku , Kamu tau betapa aku tersiksa berada disini .Aku harus menahan kerinduanku dengan anak istriku "
" Saatnya kamu memilih bos ,meski kamu jadi orang yang kejam jangan permainkan dua hati yang berharap padamu "
Perkataan Arman begitu menghentak jiwa Radit .Selama ini ia sibuk melindungi Elena .Tapi dirinya menterlantarkan keluarganya sendiri .Bodoh ,Radit hanya mengikuti rasa bersalah pada Elena saja .
Kemudian Radit menutup ponselnya dan memasukan kedalam saku celananya .
" Anisa betapa bodohnya aku , Aku berusaha secepatnya pulang .Aku merindukan kalian "
Radit segera berangkat ke tempat ia bekerja . Sedang Elena yang berada di balik pintu mendengarkan pembicaraan Radit entah dengan siapa . Air matanya meleleh
Seharusnya dia melepaskan Radit dari awal .
Elena merasa sakit .Dia merasa sudah sangat kotor .Untuk pertama kalinya ia merasa tidak layak untuk bersanding dengan pria seperti Radit . Elena merasa sama jahatnya dengan Niko yang keji .
Kemudian Elena merebahkan dirinya di atas tempat tidur . Kembali teringat dengan perkataan Radit di telepon .Radit sangat merindukan istri dan Anaknya .Siapkah ia kehilangan Radit Pria pertama yang membuatnya jatuh cinta .
Angan Elena pun melayang . Teringat dengan pergulatan panasnya dengan Paul .Apa ia harus terus menyiksa Radit sedang dirinya sudah bermain kotor .
Malam pun datang . Rumah tampak sepi .Radit mencari cari keberadaan Elena .Akhirnya Radit mengetuk pintu kamar Elena .
Tidak ada jawaban namun Radit mendengar suara suara dari dalam kamar .Tanpa permisi lagi Radit yang kawatir langsung membuka pintu kamar Elena
Betapa terkejutnya Radit menyaksikan keadaan Elena yang tidak sendirian sedang bergumul panas dengan seorang pria .Dan pria itu adalah Paul rekan bisnisnya dulu .
" Elena...." ucap Radit sembari kembali menutup pintu kamar Elena .
Radit masuk kedalam kamarnya . Tidak percaya dengan penglihatannya .Elena yang terlihat baik teryata bisa seliar itu .Kalau dia memang menyukai Paul untuk apa harus mengikat dirinya selama ini .Radit sakit hati bukan karena dihianati tapi merasa di permainkan oleh Elena .Kalo memang Elena ingin dengan Paul untuk apa harus membuat Radit tetap di sisinya .
Radit merasa geram .Ia menunggu penjelasan dari Elena .Apa maksud dari semua ini . Radit sudah mengorbankan keluarganya .
Setengah jam kemudian . Elena dan Paul muncul dari kamar .Mereka menunggu Radit . Elena mengetuk pintu kamar Radit
Radit keluar dari kamar mendapati elena dan Paul sedang bergenggaman tangan .
" Apa penjelasan mu Elena " ucap Radit sembari duduk di sofa .
" Aku siap berpisah pak Radit "
" Hanya itu ? bukankah kamu menganut adat timur ?"
" Biarkan aku yang mempertanggungjawabkan sendiri di depan mama dan papaku "
" Baiklah aku akan mengurusnya besok dan Kau mister Paul adakah yang ingin kau katakan "
" Tuan Radit , seperti kau lihat kita saling menyukai . Aku ingin memiliki Elena "
" Aku harap kau bertanggung jawab dengan tindakanmu , Jangan sakiti Elena .Aku akan mempermudah jalan untuk kalian bisa bersama "
Setelah mengucapkan semua itu Elena pergi bersama Paul dari flat yang ia tinggali bersama Radit . Elena sudah mengambil keputusan . ........
__ADS_1