
Keduanya berangkat ke rumah orang tua Radit . Sepanjang perjalanan sengaja Anisa menjaga jarak tidak memberi peluang pada Radit . Radit tampak sangat gelisah .Perasaannya bercampur aduk .Matanya sering mencuri pandang ke arah Anisa .
Depan gerbang rumah orang tua Radit . Luky dan Ara sudah menunggu kedatangan Radit dan Anisa . Begitu turun dari mobil langkah Anisa terhenti .Luky dan Ara berlari ke arahnya . Perasaan bersalah menyesak di dada Anisa beberapa hari ini ia tidak bisa memeluk buah hatinya .
" Bunda ....Papi ...." Serentak saling berpelukan
" Bunda Papi , jangan pernah tinggalkan Ara dan Luky lagi " sebuah permohonan yang mulus meluncur dari bibir anak anak tak berdosa .
" Sayang nya bunda , maafkan bunda ya "
Keharuan menyelimuti pertemuan mereka . Begitu juga Bu Ratna yang sedari Kemarin sangat mencemaskan Anisa .
Sebuah Reuni yang begitu haru .
Mama Arini juga papa Wijaya .Memeluk Anisa mata tua mereka berurai air mata .Kelegaan menyelimuti keluarga
Kemudian mereka berkumpul di ruang keluarga .Papa Wijaya membuka percakapan yang serius .
" Radit , Anisa , Papa sangat bahagia semua sudah berlalu . Kegelisahan dan kekawatiran papa sudah hilang . Di balik semua kebahagiaan ini papa dan mama masih memikirkan adikmu . Sinta sudah mengabari kami . Sinta ingin menenangkan diri bersama kedua anaknya . Karena itulah mungkin untuk sementara, papa dan mama mu akan lebih sering mengunjungi Sinta di Singapur .Sinta membutuhkan semangat dari papa dan mama di tengah teterpurukan ini . Dan Kamu Radit Papa serahkan total semua urusan perusahaan padamu . Mungkin sudah saatnya papa pensiun dan hanya bermain dengan cucu papa "
" Pa , Radit baru saja sampai .Apa papa bisa sedikit memundurkan penyerahan perusahaan ini ?"
" Kamu putra papa yang tertua . Papa hanya mengandalkan kamu . Minggu depan papa akan umumkan pada seluruh jajaran "
" Tapi pa .."
" Papa percaya pada mu "
Radit menarik nafas kasar . Beban di pundaknya akan semakin berat . Kemudian matanya beralih menatap Anisa .
Anisa mengerti Radit butuh seseorang untuk menguatkan hatinya . Anisa menggenggam hangat tangan Radit sembari mengangguk ." Kamu mampu mas ''
" Baiklah pa " ucap Radit lemah setelah mendapat kekuatan dari Anisa .
Setelah makan malam ,semuanya kembali bercengkrama .Yang menjadi bintang utama malam ini tetaplah Luky . Bocah tampan itu menjadi pusat perhatian .
Namun tidak lama Luky sudah mulai mendekat pada Radit dan meminta gendong .Sedang Anisa mengajak Ara untuk segera ke kamarnya .
Di kamar ,Ara banyak bercerita tentang hari harinya selama tidak bersekolah .
" Bunda kapan Ara boleh sekolah lagi ?"
" Maaf ya Ara ,gara gara bunda pergi Ara jadi tidak sekolah Semua kawatir .Besok bunda bicara dengan papi "
" Bunda, tapi Ara suka sekolah yang sekarang .Lebih asik dan seru bunda "
" Ara ,papi sudah kembali . Ara mau sekolah yang lebih bagus juga boleh . Maaf waktu itu bunda bingung harus memindahkan kamu dari sekolah yang bagus ke sekolah biasa "
" Tidak apa apa bunda ,Ara justru terimakasih sama bunda . Di sekolah yang sekarang Ara punya banyak teman yang baik dan seru "
" Putri bunda yang baik dimana pun pasti akan di sukai " Ucap Anisa sambil memeluk Ara .
Ara sudah terlelap di kamarnya . Anisa mematikan lampu kamar dan memberi selimut . Tidak lupa sebuah kecupan di kening putrinya .
Anisa baru akan keluar dari kamar . Radit sudah berdiri di depan pintu kamar Ara. Membuat Anisa terkejut saja .
__ADS_1
" Mas Radit , mana Luky ?"
" Stttth " Radit memberi kode agar Anisa tidak berisik .
Radit menggenggam Tangan Anisa dan membawa nya kedalam kamar .Anisa mencari cari Luky .
" Mana Luky mas ?"
" Luky sudah tidur sama ibu ''
" Kok sama ibu ?, Aku mau ambil Luky mas aku masih kangen "
Radit dengan cepat mengunci pintu kamar dan membuang nya sembarangan
" Mas Radit ...apa apaan sih ?" Anisa mulai mencium gelagat buruk Radit
" Aku perlu bicara sama kamu Nisa , ini tentang dukunganmu padaku tadi " ujar Radit santai " Kamu sudah mendorongku untuk sebuah keputusan besar . Dan kamu juga harus selalu siap "
" Aku memang harus mendukungmu mas .Kamu satu satunya putra papa, karena itulah kamu yang harus mengambil tanggung jawab "
" Papa melimpahkan semuanya Nisa . Kau tau aku akan sangat sibuk ? Kau harus siap setiap ,saat aku membutuhkan apapun darimu . Kau sanggup ?"
" Benarkah ? "
" Iya ,mungkin dalam sehari kau harus berganti kostum sebanyak lima kali untuk mendampingiku bertemu rekan bisnis , undangan dari para klien atau sekedar acara amal "
" Sesibuk itu kah ? Tapi mama sepertinya bisa begitu menikmati tidak sesibuk yang kau ceritakan "
" Mama memang santai tapi kalau kamu tidak percaya tanya saja "
" Aku juga akan sering pergi pergi dan kamu harus ikut di luar sana terlalu banyak godaan " Ujar Radit menakuti Anisa .
" Iya aku ikut, jagain mas Radit biar gak nakal "
" Nah gitu aku tambah sayang sama istriku .Suamimu yang tampan ini harus selalu kamu jaga dan perhatikan " Radit terkekeh .
" Awas aja kalau mas macam macam " Anisa mengancam dengan mimik yang serius .Membuat Radit tidak bisa berhenti tertawa .
" Mas Radit ketawa ?"
Radit menghentikan tawanya dan merengkuh Anisa . Menyandarkan kepala Anisa di dadanya .
" Dengarkan jatungku Anisa . Aku hanya ingin hidup bersamamu . Tidak ada yang bisa membuatku bahagia selain kamu . Aku ingin selalu seperti ini .Hingga kita sama sama menua . Aku selalu bisa mengandalkan mu . Kau sudah membuktikan betapa kamu adalah wanita pilihan Tuhan yang tercipta kusus untukku
Perasaan dan keyakinan kita selalu terhubung ,menyatu dan erat . Ribuan kali bibirku hanya bisa berucap Aku selalu mencintaimu "
Dan malam itu kembali keindahan hanya milik Anisa dan Radit . Saling berpelukan melepaskan kerinduan . Udara malam yang sejuk menghantarkan dua insan mereguk asmara pada puncak puncak rasa .
Waktu yang berputar menepis rasa ragu. Saling menguatkan kembali simpul simpul asmara yang hampir koyak didera topan cobaan .
Setelah terbangun .Mata indah Anisa menatap pria kokoh yang masih tersungkur di lembah mimpi . Membelai pipinya memberi kecupan . Hatinya selalu luluh dengan segala kelembutan dan ketegasan pribadi Radit .Betapa perasaan cinta Anisa semakin menguat .
Anisa bangkit dari tidurnya bergegas ke kamar mandi .Menyalakan air mengguyur tubuhnya . Mensucikan raga setelah mereguk indahnya percintaan .
Malam sudah menjelang pagi . Setelah mengeringkan rambutnya . Anisa mengenakan mukena menunggu subuh sembari melantunkan ayat ayat suci ,merangkai doa untuk memeluk orang orang tercintanya .
__ADS_1
" Ya Rob , penguasa semesta ,lindungilah orang orang yang aku kasihi ,semoga kami selalu dalam kebaikan .Hamba bersukur untuk nikmat yang telah engkau anugrah kan . Tuntunlah selalu kami dalam jalan kebenaran . Jadikan waktu yang kami miliki adalah keberkahan bagi sesama Amiin "
Radit sudah terbangun dan menyusul Anisa untuk segera melaksanakan subuh bersama setelah mensucikan diri .
Radit sudah berdiri di depan menjadi imam . Memimpin sang istri untuk menunaikan kewajiban sebagai tanda ketaatan pada sang pencipta semesta .
Selesai memanjatkan doa doa . Mereka bersalaman menyambut awal hari dengan kasih sayang . Luky sudah mengetuk ngetuk pintu kamar Radit dengan tidak sabar .
" Papi ....." bocah tampan itu segera memeluk Radit .
" Luky sudah solat ?"
" Sudah ,sama opa "
" Anak pinter . Anak papi bulan depan sudah mulai sekolah TK . Harus lebih rajin dan pinter "
" Iya papi , Luky mau seperti papi, kerja cari uang buat bunda . Biar bunda bisa temani Luky gak usah kerja "
" Anak baik , Luky sayang bunda ?" tanya Anisa sambil mengusap kepala Luky .
"Sayang bunda ...muahhhh " Luky mengecup pipi Anisa
" Loh papi yang dari tadi gendong Luky gak di sayang ?"
" Muahhh ...." Luky bergantian mengecup pipi Radit .
" Sama papi dulu ya Luky , bunda mau bantuin Oma masak " ucap Anisa sembari berlalu meninggalkan Radit dan Luky yang sedang bercengkrama .
Di dapur sudah ramai orang ada Bu Ratna dan mama Arini juga dua orang asisten yang sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi .
Anisa merasa malu ia datang terlambat ke dapur .
" Kamu mau minum teh Nisa ? "
" Iya ma , maaf Nisa terlambat ke dapur "
" Mama juga dari tadi hanya ngobrol sama ibumu . Bik Siti sudah membuatkan kami teh dan lihat ini kueh jadul kesukaan kami ibumu yang buat . Duduklah di sini kita ngeteh bareng "
" Ya ma terima kasih ,Nisa mau buatkan mas Radit kopi dulu "
Anisa membuat secangkir kopi dan dua gelas susu untuk Ara dan Luky . Kemudian membawanya ke ruang tengah .Teryata di sana ada papa Wijaya sedang menonton tv dengan Radit sembari mengobrol .
" Papa mau di buatkan kopi ,pa ?"tanya Anisa pada papa Wijaya .
" Papa sudah minum teh hangat tadi mama yang buatin " jawab papa .
Anisa meletakan kopi dan susu diatas meja .yang langsung di minum oleh Radit dan Luky .Sedang Ara baru muncul langsung ikut bergabung .
" Tinggallah disini papa sangat rindu suasana hangat ''
" Rencananya gitu pa ,Tapi sementara saja ,Sampai kami menemukan rumah yang pas . Kami ingin memulai hidup baru di rumah baru kami "
" Ya sepertinya rumah lamamu juga sudah rusak karena terlalu lama di biarkan "
" Iya pa ,tidak sehat untuk anak anak "
__ADS_1