Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
73.Semakin erat


__ADS_3

Keduanya berangkat ke rumah orang tua Radit . Sepanjang perjalanan sengaja Anisa menjaga jarak tidak memberi peluang pada Radit . Radit tampak sangat gelisah .Perasaannya bercampur aduk .Matanya sering mencuri pandang ke arah Anisa .


Depan gerbang rumah orang tua Radit . Luky dan Ara sudah menunggu kedatangan Radit dan Anisa . Begitu turun dari mobil langkah Anisa terhenti .Luky dan Ara berlari ke arahnya . Perasaan bersalah menyesak di dada Anisa beberapa hari ini ia tidak bisa memeluk buah hatinya .


" Bunda ....Papi ...." Serentak saling berpelukan


" Bunda Papi , jangan pernah tinggalkan Ara dan Luky lagi " sebuah permohonan yang mulus meluncur dari bibir anak anak tak berdosa .


" Sayang nya bunda , maafkan bunda ya "


Keharuan menyelimuti pertemuan mereka . Begitu juga Bu Ratna yang sedari Kemarin sangat mencemaskan Anisa .


Sebuah Reuni yang begitu haru .


Mama Arini juga papa Wijaya .Memeluk Anisa mata tua mereka berurai air mata .Kelegaan menyelimuti keluarga


Kemudian mereka berkumpul di ruang keluarga .Papa Wijaya membuka percakapan yang serius .


" Radit , Anisa , Papa sangat bahagia semua sudah berlalu . Kegelisahan dan kekawatiran papa sudah hilang . Di balik semua kebahagiaan ini papa dan mama masih memikirkan adikmu . Sinta sudah mengabari kami . Sinta ingin menenangkan diri bersama kedua anaknya . Karena itulah mungkin untuk sementara, papa dan mama mu akan lebih sering mengunjungi Sinta di Singapur .Sinta membutuhkan semangat dari papa dan mama di tengah teterpurukan ini . Dan Kamu Radit Papa serahkan total semua urusan perusahaan padamu . Mungkin sudah saatnya papa pensiun dan hanya bermain dengan cucu papa "


" Pa , Radit baru saja sampai .Apa papa bisa sedikit memundurkan penyerahan perusahaan ini ?"


" Kamu putra papa yang tertua . Papa hanya mengandalkan kamu . Minggu depan papa akan umumkan pada seluruh jajaran "


" Tapi pa .."


" Papa percaya pada mu "


Radit menarik nafas kasar . Beban di pundaknya akan semakin berat . Kemudian matanya beralih menatap Anisa .


Anisa mengerti Radit butuh seseorang untuk menguatkan hatinya . Anisa menggenggam hangat tangan Radit sembari mengangguk ." Kamu mampu mas ''


" Baiklah pa " ucap Radit lemah setelah mendapat kekuatan dari Anisa .


Setelah makan malam ,semuanya kembali bercengkrama .Yang menjadi bintang utama malam ini tetaplah Luky . Bocah tampan itu menjadi pusat perhatian .


Namun tidak lama Luky sudah mulai mendekat pada Radit dan meminta gendong .Sedang Anisa mengajak Ara untuk segera ke kamarnya .


Di kamar ,Ara banyak bercerita tentang hari harinya selama tidak bersekolah .


" Bunda kapan Ara boleh sekolah lagi ?"


" Maaf ya Ara ,gara gara bunda pergi Ara jadi tidak sekolah Semua kawatir .Besok bunda bicara dengan papi "


" Bunda, tapi Ara suka sekolah yang sekarang .Lebih asik dan seru bunda "


" Ara ,papi sudah kembali . Ara mau sekolah yang lebih bagus juga boleh . Maaf waktu itu bunda bingung harus memindahkan kamu dari sekolah yang bagus ke sekolah biasa "


" Tidak apa apa bunda ,Ara justru terimakasih sama bunda . Di sekolah yang sekarang Ara punya banyak teman yang baik dan seru "


" Putri bunda yang baik dimana pun pasti akan di sukai " Ucap Anisa sambil memeluk Ara .


Ara sudah terlelap di kamarnya . Anisa mematikan lampu kamar dan memberi selimut . Tidak lupa sebuah kecupan di kening putrinya .


Anisa baru akan keluar dari kamar . Radit sudah berdiri di depan pintu kamar Ara. Membuat Anisa terkejut saja .

__ADS_1


" Mas Radit , mana Luky ?"


" Stttth " Radit memberi kode agar Anisa tidak berisik .


Radit menggenggam Tangan Anisa dan membawa nya kedalam kamar .Anisa mencari cari Luky .


" Mana Luky mas ?"


" Luky sudah tidur sama ibu ''


" Kok sama ibu ?, Aku mau ambil Luky mas aku masih kangen "


Radit dengan cepat mengunci pintu kamar dan membuang nya sembarangan


" Mas Radit ...apa apaan sih ?" Anisa mulai mencium gelagat buruk Radit


" Aku perlu bicara sama kamu Nisa , ini tentang dukunganmu padaku tadi " ujar Radit santai " Kamu sudah mendorongku untuk sebuah keputusan besar . Dan kamu juga harus selalu siap "


" Aku memang harus mendukungmu mas .Kamu satu satunya putra papa, karena itulah kamu yang harus mengambil tanggung jawab "


" Papa melimpahkan semuanya Nisa . Kau tau aku akan sangat sibuk ? Kau harus siap setiap ,saat aku membutuhkan apapun darimu . Kau sanggup ?"


" Benarkah ? "


" Iya ,mungkin dalam sehari kau harus berganti kostum sebanyak lima kali untuk mendampingiku bertemu rekan bisnis , undangan dari para klien atau sekedar acara amal "


" Sesibuk itu kah ? Tapi mama sepertinya bisa begitu menikmati tidak sesibuk yang kau ceritakan "


" Mama memang santai tapi kalau kamu tidak percaya tanya saja "


" Aku juga akan sering pergi pergi dan kamu harus ikut di luar sana terlalu banyak godaan " Ujar Radit menakuti Anisa .


" Iya aku ikut, jagain mas Radit biar gak nakal "


" Nah gitu aku tambah sayang sama istriku .Suamimu yang tampan ini harus selalu kamu jaga dan perhatikan " Radit terkekeh .


" Awas aja kalau mas macam macam " Anisa mengancam dengan mimik yang serius .Membuat Radit tidak bisa berhenti tertawa .


" Mas Radit ketawa ?"


Radit menghentikan tawanya dan merengkuh Anisa . Menyandarkan kepala Anisa di dadanya .


" Dengarkan jatungku Anisa . Aku hanya ingin hidup bersamamu . Tidak ada yang bisa membuatku bahagia selain kamu . Aku ingin selalu seperti ini .Hingga kita sama sama menua . Aku selalu bisa mengandalkan mu . Kau sudah membuktikan betapa kamu adalah wanita pilihan Tuhan yang tercipta kusus untukku


Perasaan dan keyakinan kita selalu terhubung ,menyatu dan erat . Ribuan kali bibirku hanya bisa berucap Aku selalu mencintaimu "


Dan malam itu kembali keindahan hanya milik Anisa dan Radit . Saling berpelukan melepaskan kerinduan . Udara malam yang sejuk menghantarkan dua insan mereguk asmara pada puncak puncak rasa .


Waktu yang berputar menepis rasa ragu. Saling menguatkan kembali simpul simpul asmara yang hampir koyak didera topan cobaan .


Setelah terbangun .Mata indah Anisa menatap pria kokoh yang masih tersungkur di lembah mimpi . Membelai pipinya memberi kecupan . Hatinya selalu luluh dengan segala kelembutan dan ketegasan pribadi Radit .Betapa perasaan cinta Anisa semakin menguat .


Anisa bangkit dari tidurnya bergegas ke kamar mandi .Menyalakan air mengguyur tubuhnya . Mensucikan raga setelah mereguk indahnya percintaan .


Malam sudah menjelang pagi . Setelah mengeringkan rambutnya . Anisa mengenakan mukena menunggu subuh sembari melantunkan ayat ayat suci ,merangkai doa untuk memeluk orang orang tercintanya .

__ADS_1


" Ya Rob , penguasa semesta ,lindungilah orang orang yang aku kasihi ,semoga kami selalu dalam kebaikan .Hamba bersukur untuk nikmat yang telah engkau anugrah kan . Tuntunlah selalu kami dalam jalan kebenaran . Jadikan waktu yang kami miliki adalah keberkahan bagi sesama Amiin "


Radit sudah terbangun dan menyusul Anisa untuk segera melaksanakan subuh bersama setelah mensucikan diri .


Radit sudah berdiri di depan menjadi imam . Memimpin sang istri untuk menunaikan kewajiban sebagai tanda ketaatan pada sang pencipta semesta .


Selesai memanjatkan doa doa . Mereka bersalaman menyambut awal hari dengan kasih sayang . Luky sudah mengetuk ngetuk pintu kamar Radit dengan tidak sabar .


" Papi ....." bocah tampan itu segera memeluk Radit .


" Luky sudah solat ?"


" Sudah ,sama opa "


" Anak pinter . Anak papi bulan depan sudah mulai sekolah TK . Harus lebih rajin dan pinter "


" Iya papi , Luky mau seperti papi, kerja cari uang buat bunda . Biar bunda bisa temani Luky gak usah kerja "


" Anak baik , Luky sayang bunda ?" tanya Anisa sambil mengusap kepala Luky .


"Sayang bunda ...muahhhh " Luky mengecup pipi Anisa


" Loh papi yang dari tadi gendong Luky gak di sayang ?"


" Muahhh ...." Luky bergantian mengecup pipi Radit .


" Sama papi dulu ya Luky , bunda mau bantuin Oma masak " ucap Anisa sembari berlalu meninggalkan Radit dan Luky yang sedang bercengkrama .


Di dapur sudah ramai orang ada Bu Ratna dan mama Arini juga dua orang asisten yang sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi .


Anisa merasa malu ia datang terlambat ke dapur .


" Kamu mau minum teh Nisa ? "


" Iya ma , maaf Nisa terlambat ke dapur "


" Mama juga dari tadi hanya ngobrol sama ibumu . Bik Siti sudah membuatkan kami teh dan lihat ini kueh jadul kesukaan kami ibumu yang buat . Duduklah di sini kita ngeteh bareng "


" Ya ma terima kasih ,Nisa mau buatkan mas Radit kopi dulu "


Anisa membuat secangkir kopi dan dua gelas susu untuk Ara dan Luky . Kemudian membawanya ke ruang tengah .Teryata di sana ada papa Wijaya sedang menonton tv dengan Radit sembari mengobrol .


" Papa mau di buatkan kopi ,pa ?"tanya Anisa pada papa Wijaya .


" Papa sudah minum teh hangat tadi mama yang buatin " jawab papa .


Anisa meletakan kopi dan susu diatas meja .yang langsung di minum oleh Radit dan Luky .Sedang Ara baru muncul langsung ikut bergabung .


" Tinggallah disini papa sangat rindu suasana hangat ''


" Rencananya gitu pa ,Tapi sementara saja ,Sampai kami menemukan rumah yang pas . Kami ingin memulai hidup baru di rumah baru kami "


" Ya sepertinya rumah lamamu juga sudah rusak karena terlalu lama di biarkan "


" Iya pa ,tidak sehat untuk anak anak "

__ADS_1


__ADS_2