Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
56 . Luky yang menggemaskan


__ADS_3

Radit menatap Anisa yang sangat bahagia .Setelah menidurkan putranya yang semakin pintar .Tidak tampak wajah lelah . Melihat semua itu membuat Radit percaya mungkin Anisa sudah sangat kuat untuk kembali mengenang Alea .


"Nisa kemarilah " perintah Radit pada Anisa yang sedang membersihkan mukanya sebagai kebiasaan sebelum tidur


Anisa membuang sisa kapas kedalam tempat sampah dan mengoles serum sebelum menghampiri Radit .


Radit menepuk ranjang dan meminta Anisa duduk tepat di sebelahnya .Memberikan pelukan hangat pada Anisa .


" Aku ingin memberi mu hadiah "


Di tangan Radit ada sebuah album yang ingin di tunjukan .Kemudian membukanya di lembaran pertama .


" Nisa ini Alea kita " ucap Radit menunjukan foto close up Alea dengan rambut yang di kuncir ekor kuda sedang tersenyum


Tangan Anisa bergetar mengusap wajah dalam foto . Berlahan rasa sakit itu menjalar kembali dalam hatinya . Kemudian terisak dalam pelukan Radit .


Sangat jelas gadis kecil dalam mimpinya yang selalu datang dan menatapnya iba .Pelukan Anisa semakin kencang mengingat kejadian saat masuk ke jurang


dia tidak bisa melindungi Alea


" Maafkan bunda nak ...."


" Sayang kamu janji akan iklas ,agar Alea bisa bahagia di sana . Maafkan aku baru bisa menunjukan semua ini pada mu . Aku menunggu kau benar benar siap "


Setelah isakan Anisa mereda Radit melepaskan pelukannya . Kemudian tangan kokohnya menangkup wajah Anisa ,Menatap dalam dan mengusap lelehan air mata yang tersisa di pipi Anisa dengan ibu jarinya .


" Besok aku akan mengajakmu ke pusara Alea .Berjanjilah kamu akan kuat "


" Sungguh ?"


Radit menganggukkan kepalanya . Anisa kembali memeluk hangat Radit .


" Terima kasih mas ..."


" Besok pagi kita berangkat biarkan Luky di jaga suster kita akan pergi dengan ibu dan Ara . Sekarang tidurlah , istirahat ! . Agar kau datang dalam keadaan yang menyenangkan untuk Alea ''


Keduanya merebahkan diri menjemput mimpi .Saling memeluk dengan perasaan cinta mereka yang saling mengikat .


***


Anisa sudah bersiap begitu juga Ara dan bu Ratna . Setelah mereka sarapan semuanya berkumpul menunggu Radit yang masih menyiapkan mobil di depan


" Non Anisa kata pak Radit mobilnya sudah siap " ujar bi Siti pada Anisa


" Iya bik makasih "


Ketiganya menuju depan .Radit sudah menunggu . Semuanya masuk kedalam mobil dan menuju ke sebuah areal pemakaman yang cukup jauh dari rumah .


Suasana begitu hening langkah kaki mereka menuju pusara Alea . Bu Ratna menuntun Ara . Sedang kan Anisa sudah mulai bersandar di lengan kokoh Radit .


langkah Anisa mulai gontai tak bertenaga


Depan pusara Alea , Anisa bersimpuh mengusap nisan . Perasaannya bercampur kesedihan juga kenangan indah berkelebat silih berganti .

__ADS_1


"Lea maafkan bunda yang baru bisa datang .Maafkan bunda yang tiba tiba tak bisa mengingat . Apakah Lea disana mau memaafkan bunda ? Alea ,bunda sekarang sudah bisa mengingat wajah cantik mu . Lea jangan marah ya . Bunda dan papi akan sering berkunjung kemari "


Tangan Anisa terus mengusap nisan Alea sembari berucap apa yang dia rasakan .


" Lea ,kamu tau kan kalau bunda sangat menyayangi mu "


Ara melihat Anisa hanya bisa menahan tangisnya . Ia pun ikut mengusap nisan Alea


" Lea, Ara juga kangen sama kamu .Lihat rambut Ara sudah panjang seperti kamu .Ara janji akan menjaga bunda . Alea, kita punya Adek kecil yang lucu kamu juga pasti suka "


" Sudah... , Alea di sana sudah tenang . Mari kita berdoa " ucap Radit yang sudah tidak tahan membendung keharuan


Radit memimpin doa membacakan tahlil dan Yasin untuk Alea . Ada perasaan lega telah menyampaikan keadaan yang sebenarnya pada Anisa .


Matahari mulai meninggi Radit sudah meminta semua untuk pulang ke rumah .Tapi Anisa masih sulit untuk meninggalkan pusara Alea .


Anisa meletakan seikat mawar putih . Matanya masih menatap nisan Alea . Radit mengusap kepala Anisa lembut


" Sayang kita pulang ,Alea sudah bahagia sekarang . Kamu janji untuk kuat ,ingatlah Luky di rumah sedang menanti mu . Jangan terlalu larut Nisa kita bisa kembali kapan saja kau ingin "


" Lea, bunda pulang . Maafkan bunda ,Lea selalu ada di hati bunda "


Anisa berdiri mengikuti langkah Ara dan Bu Ratna yang sudah lebih dulu . Radit berada di sampingnya menjaga agar langkah Anisa tetap kuat .


***


Satu tahun kemudian


Mama Arini akhirnya menyerah meminta suster untuk mengawasi cucunya yang tidak mau diam . Begitu juga papa Wijaya beliau pun hanya senang memandang dan sesekali menggendong itu pun tidak lama karena Luky akan cepat bosan jika hanya dalam gendongan .


Anisa sedang menyiapkan makan siang untuk Luky .Setelah siap Anisa segera mendudukan Luky di kursi kebesarannya untuk makan .Bocah lelaki ini sangat pintar .Setelah mengunyah makanan dan menelannya akan langsung membuka mulut mungilnya agar segera mendapat suapan berikutnya .


" Anak bunda pinter banget ya mamamnya " Ucap Anisa setelah kembali menyuapkan sendok makan entah yang keberapa .


" Mau cepat besar ya Luky ,mau temenin papa kerja ?"


Anisa berceloteh sendiri . Kebahagiaannya begitu lengkap dengan kehadiran Luky yang menggemaskan .


Siang itu setelah Luky selesai makan dijaga bersama suster . Anisa membersihkan diri untuk menunaikan dzuhur . Tangannya menengadah berucap sukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan .


Mama Arini dan papa Wijaya berpamitan untuk pulang setelah puas bermain dengan Luky . Anisa melambaikan tangan mengantar kedua mertuanya sampai teras depan .


Bu Ratna menghampiri Anisa dengan wajah yang gembira .


" Nisa , Bulek Tika telepon katanya Atta mau menikah dengan dokter Rinda "


" Oh ya ..., kapan ?"


" Minggu depan . Ibu ingin pulang nak ke jogya sudah lama ibu tidak bertemu dengan saudara saudara ibu "


" Tentu Bu ,ibu bisa pulang ke jogya Nisa akan mengantar ibu "


" Akhirnya Bulek Tika mu tenang .Semua anaknya sudah mentas . Ibu juga sudah tenang Nisa ,kamu dan Radit sudah bahagia .Ingat perjalanan kalian sangat panjang . Saling percaya ,saling ingatkan dan saling mengasihi harus selalu kalian lakukan ''

__ADS_1


" Iya Bu sudah banyak yang kami lalui .Kami akan saling menyayangi sampai nanti "


" Dampingi nak Radit dalam keadaan apapun . Ingat Pengorbanan dan cinta Radit saat kau bahkan tak ada kabar dia selalu mencintaimu ,menanti mu dan percaya padamu Nisa "


" Ibu....,Nisa akan ingat semua nasihat ibu "


" Manusia memang bisa berubah tapi ingat kamulah orang yang paling mengenal suamimu seperti apa dia seutuhnya "


" Iya Bu , Ibu ingin pergi ke jogya nya kapan ? "


" Ibu ingin datang lebih awal Nisa .Mungkin tiga hari lagi "


" Baiklah Bu ,nanti Nisa bilang sama mas Radit biar Nisa bisa mengantar ibu secepatnya "


Suara Luky yang terbangun dari tidurnya membuat Anisa segera menuju lantai dua ke kamar Luky .


" Sayangnya bunda , sudah bangun? " ujar Anisa langsung menggendong Luky agar merasa nyaman .


Anisa membawa Luky ke kamarnya Sepertinya sudah saatnya Luky minum asi darinya . Bocah tampan itu langsung tenang begitu mendapat ASI .


Tangan Luky meraih ujung kerudung Anisa hingga terlepas . Pluup ....begitu melihat kerudung ibunya terlepas Luky membuka mulutnya berhenti menyedot ASI dan tertawa lucu .


Anisa memasang lagi kerudung nya dan kejadian sama terulang . Luky menarik ujung kerudung hingga lepas dan tertawa lucu . kemudian memainkan rambut Anisa yang panjang . Setelah selesai menyusu Luky memasang kembali kerudung Anisa dan mengajak sang bunda untuk bermain


Menjelang malam Radit pulang dari kantor langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri secepatnya . Padahal Luky sudah meminta gendong . setelah mengganti baju Radit mencari Luky .


Luky langsung berjalan menghampiri Radit dengan menjulurkan kedua tangan mungilnya untuk meminta gendong .


" Papi kangen sama Luky cup ...cup ...cup "tiga buah kecupan mendarat di wajah Luky .


Luky tertawa senang dan berceloteh


Radit membawa Luky keatas ranjangnya .Di sana Anisa sudah mulai bersiap untuk sholat magrib .


Radit memberikan Luky pada Anisa untuk berwudhu kemudian mengunci pintu kamar agar Luky tidak bisa keluar ketiganya melaksanakan magrib bersama .


Setelah selesai Anisa membereskan perlengkapan ibadahnya sedang Radit kembali bergumul dengan Luky diatas ranjang menggoda bocah bayi itu hingga tertawa tawa .


" Mas Radit ...."


" Iya sayang " jawab Radit tanpa menoleh pada Anisa karena ia sedang sibuk dengan putranya .


" Minggu depan Atta dan dokter Rinda menikah . Ibu mau pulang tiga hari lagi "


" Oh ya sudah, biar ibu diantar supir ke bandara di sana ada pegawaiku yang akan menjemput dan mengantar ibu sampai tempat tujuan .kau tidak usah kawatir .Ibu juga boleh ajak bik Siti kalau mau "


" Boleh aku dan Luky ikut ibu mas ?"


" Tidak , aku tidak bisa jauh dari Luky kita berangkat sehari sebelum acara .Aku harus sesuaikan jadwalku dulu "


" Ya sudah aku nanti bilang ibu . Mas mau makan malam sekarang "


" Boleh , ayo jagoan papi .kita makan malam " celoteh Radit sembari mengangkat Luky tinggi .diikuti tawa ceria Luky yang meminta lagi dan lagi untuk diangkat ke atas .

__ADS_1


__ADS_2