
Anisa mengangkat ponselnya yang terus berdering . Wajahnya tersenyum saat mengetahui seseorang yang sedang ia tunggu kedatangannya, tiba tiba menghubunginya .
" Ya ,aku sudah menunggu lama di restoran ini .Apa mas Radit tidak jadi datang ? "
" Maafkan aku Nisa di depan ada kecelakaan hingga mobilku tidak bisa jalan "
" Baiklah tidak apa apa .Sebaiknya aku pulang saja "
" Sayang aku benar benar minta maaf "
" Iya aku makan sendiri saja di sini ,sudah tanggung tidak enak jika keluar begitu saja "
Anisa menutup ponselnya ini sudah yang ke tiga kali Radit membatalkan janji makan siang bersamanya .
Anisa segera memesan kemudian ia makan siang sendiri . Sebenarnya sedih tapi mau berkata apa .Ini sudah menjadi resiko sebagai istri Radit .
Terkadang perasaan bosan itu ada menghampiri Anisa . Tapi setiap berhadapan dengan wajah lelah Radit Anisa tidak pernah tega untuk berkeluh kesah .
Tepat pukul satu siang Anisa meninggalkan restoran dan meminta supir untuk langsung menjemput Ara .
Sampai di depan gerbang sekolah Ara Anisa turun . Ia melihat putri cantiknya sedang berjalan dengan raut yang ceria . apalagi kalau bukan di jemput oleh Anisa
" Yey bunda jemput Ara ? "
" Iya sekalian bunda keluar tadi sayang ,yuk masuk kedalam mobil .Kamu pasti sangat capek kan? "
" Iya bunda ,sering sering ya bunda, jemput Ara " ucap Ara sembari terkekeh .
Di dalam mobil Ara merebahkan kepalanya di pangkuan Anisa sampai menuju rumahnya . Bahkan Ara tertidur sepanjang perjalanan .
" Ara sayang sudah sampai rumah "
" Oh maaf bunda Ara tertidur .Habis pangkuan bunda sangat nyaman "
cup ....Ara mengecup pipi Anisa .Keduanya turun dari mobil .Anisa sangat terhibur dengan tingkah putrinya ."kalian memang penyemangat bunda " Batin Anisa berbisik .
Luky menyambut kedatangan bunda dan kak Ara .Dan kejutan ada mama Arini .Begitu datang Luky langsung menggandeng Anisa .Sebelumnya Anisa sudah mencium punggung tangan mama .
" Mama datang kapan ma ,bukannya masih di Singapur kemarin ?"
" Tadi pagi Nisa ,Papamu kangen sama Luky ,Sekalian mama mau minta ijin sama kamu. Kami ingin membawa Luky ke Bandung ada reuni sama teman teman papa mereka sudah janjian mau bawa cucu "
" Oh boleh ma ,tapi nanti ijin dulu sama mas Radit ya ma "
" Iya .Nisa...,sepertinya kau lelah sekali ? " ucap mama
" Enggak mah cuma sebel sama mas Radit .Sudah tiga kali batalin janji makan siang terus " Anisa mengadu .
" Sini mama kasih tau caranya "
Mama menyeret tangan Nisa kembali kedalam mobil . Mama sepertinya gemas sekali ,melihat menantu kesayangannya terlihat kecewa .
" Bik tolong bawa Luky ke dalam bilang sama Opanya ,saya dan Anisa keluar sebentar "
**
Di dalam mobil sepanjang perjalanan Anisa masih penasaran dengan mama Arini yang malah membawanya pergi .
__ADS_1
lebih terkejutnya mama justru membawa Anisa ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar milik Wijaya group .
" Ma,kok malah kesini "
" Sudah kamu nurut saja sama mama "
Di sebuah butiq mama berhenti dan mengajak Anisa masuk , Mama meminta Anisa mencoba baju baju yang ia pilihkan .tanpa kompromi dengan Anisa mama segera meminta kartu dari dompet Anisa .
kemudian berpindah pada toko sepatu dengan brand terkenal .Mama juga memilihkan beberapa pasang .Anisa hanya disuruh mencoba saja dari sepatu tas hingga aksesoris brand terkenal .
" Ma, buat apa blanja sebanyak ini ,Anisa gak akan kemana mana "
" Itu salahnya kamu ,Suamimu itu orang kaya . Dia cari Uang untuk kamu dan anak anaknya . Tidak ada salahnya kamu membeli ini semua untuk menyenangkan suamimu juga "
" Mama lagi ngajarin Nisa boros ma ?"ucap Anisa kalem
Mama langsung melotot pada Anisa .
" Nisa ,belanja segini kamu bilang boros .Ya Ampun pantas saja ,Mantu mama ini memang gak bersukur "
" Ma....," Anisa merengek
Mobil berhenti di sebuah salon terkenal .Hanya orang orang tertentu saja yang bisa masuk kesini .
Mama langsung menunjukan kartu membernya . Kemudian pelayan langsung membawa ke ruangan vvip dengan sambutan super ramah .
" Tolong make over menantu saya "
" Ini sih tinggal tap tap dikit juga sudah glowing " ujar sang MUA ter kekeh .
Anisa hanya bisa patuh di make over oleh orang salon . Setelah selesai Anisa di minta berganti dengan baju yang baru saja di beli . Mama memindahkan barang barang Anisa kedalam tas baru yang akan dia kenakan termasuk sepatu yang sudah di sesuaikan .
Natural ,berkelas dan Anggun . Mama langsung tersenyum .Mengajak menantunya kembali ke dalam mobil .Setelah itu mobil kembali berjalan menuju ke arah gedung Wijaya group .
" Dengar Nisa , Sebuah kebahagian tidak bisa hanya di tunggu .Kamu harus berjuang . Wanita juga boleh sesekali mempunyai inisiatif . Jangan hanya pasrah .Tidak ada salahnya kamu berbelanja .Berpenampilan cantik untuk menyenangkan dan menghargai suami mu . Sering seringlah up date majalah mode sesuaikan dengan selera kita .Membelinya sesekali tidak masalah suamimu sangat mampu untuk memberikan itu semua . Dan semua itu juga pakai trick .kamu harus punya nomor pegawai Radit yang terdekat kamu bisa sedikit mengawasi lewat mereka .Seperti sekarang agar kejutan mu berhasil kamu sudah mengontak orang terdekatnya "
Anisa mendengarkan semua ucapan mertuanya . Hidup dengan pria seperti Radit tidak boleh terlalu lugu .Harus pandai dan sedikit licik untuk mencuri curi kesempatan bisa tetap bersama .
" Masuk lah kedalam kantor suamimu .Beri dia kejutan manis .Dia pasti akan semakin terpesona dengan mu .Kamu tidak hanya cantik ,pintar tapi sangat baik .Kamu sangat sempurna untuk putra Mama .Kalau ada kesulitan kamu harus bertanya pada mama atau Sinta .Kamu harus banyak belajar "
" Apa mas Radit tidak terganggu ma dengan kedatangan Nisa "
" Itu fungsinya kamu punya nomor pegawai Radit , mama sudah pastikan sekarang suamimu tidak ada acara penting . Dia ada di dalam kantornya sedang memeriksa berkas "
.
" Baik ma " Anisa turun dari dalam mobil
Mama tersenyum melihat menantunya yang sangat cantik dan berkelas .Namun langkahnya masih ragu
" Nisa , jangan takut kamu adalah istri pemilik gedung ini .Semua yang ada di gedung itu pegawai suamimu . Percaya diri lah . Dan tetap tulus dengan siapapun kamu lebih dari sempurna "
Nisa terkejut mama mengetahui keraguan dan ketidakpercayaan dirinya .
" Figthing ...,mama pulang nanti kamu ikut suamimu pulangnya . jangan kawatir urusan rumah ada mama dan ibumu yang menjaga anak anak " ucap mama sambil mendorong Anisa .
Anisa melangkah dengan percaya diri .Setelah mendengar ucapan mama .
__ADS_1
Di loby gedung sedikit terjadi kehebohan .Kedatangan wanita cantik menjadi pusat perhatian .
Resepsionis mengangguk dengan hormat .
" Mau bertemu dengan siapa nona ?"
Dalam hati Anisa tertawa dengan sebutan nona .Mungkin karena postur tubuhnya yang mungil masih dikira gadis padahal ia sudah memiliki anak dua
" Tolong antarkan saya ke ruangan mas Radit .Saya istrinya ingin membuat kejutan "
Resepsionis itu terkejut dan sedikit menunduk dengan hormat ia mengantar menuju lift kusus untuk petinggi Wijaya group .
" Benar yang diucapkan mama Nisa tidak ada yang perlu di takutkan " batin Anisa hanya saja .Anisa tidak nyaman dengan sikap yang menghormatinya berlebihan .
Sampai di lantai paling atas lift terbuka . Kebetulan ada Arman .
" Bu Anisa ...." Arman seolah tidak percaya dengan penglihatannya
" Antar aku ke ruangan mas Radit .Ini kejutan "
" Bos pasti akan sangat senang Bu ,Seharian ini dia merasa bersalah tidak bisa menemani ibu makan siang . Mari Bu saya antar ..."
Kehadiran Anisa mencuri banyak perhatian .
" Ini ruangan bos Bu , saya permisi dulu ''
Anisa mengetuk pintu dan terdengar sautan dari dalam ruangan suara Radit yang tegas dan jutek .
Anisa tertawa dalam hatinya mungkin Radit masih sedang sibuk dan merasa terganggu dengan suara ketukan di pintu ruangannya .
Anisa memutar handel pintu dan melihat suaminya di balik layar komputer .Dengan tampang yang serius dan berwibawa . sedang membaca berkas yang ada di depannya .
Tuk tuk tuk Anisa mengetuk ngetuk meja pelan .Karena Radit masih saja asik dengan berkasnya tidak terganggu dengan sosok yang ada di depannya .
Radit mendongakkan kepalanya .Kemudian mengusap kedua matanya .Seperti tidak percaya . Anisa tetap tersenyum melihat kekoyolan suaminya .
" Nisaaa...."
" Iya ini aku mas "
Radit langsung berdiri berjalan memutari mejanya . Menatap tidak percaya dari ujung bawah sampai atas .
Anisa langsung berhambur memeluk Radit yang seperti orang bodoh melihat penampilan istrinya yang begitu cantik .
" Kamu marah aku datang kesini ?'' ucap Anisa merajuk
" Kenapa kamu cantik sekali . aku tidak bisa membiarkan kamu pergi sendiri dengan penampilan seperti ini . Kamu harus menunggu aku sampai pulang " Ucap Radit sambil mengeratkan pelukannya dan mencium kening Anisa posesif .
Betul kata mama ,tanpa merajuk ingin bersama Radit seharian ini . Radit sudah memintanya menemani sampai dia pulang ." Mama memang pintar " batin Anisa .
" Aku tidak mengganggu kerjaan mas Radit ?" Anisa menggoda
" Tidak menggangu kerjaan Nisa hanya ...." Radit tidak meneruskan ucapannya
" Hanya apa ...,kok tidak diteruskan aku jadi penasaran mas ...apa ?
" Hanya mengganggu konsentrasi aku ....aku mau nya liatin kamu terus "
__ADS_1
" Ih mas Radit pintar ngegombal "
" Serius Nisa ...." ucap Radit sudah dengan tatapan yang paling Anisa tau .Anisa menjadi gugup karena di sini adalah kantor bukan kamar . Apa iya harus.....ah Anisa jadi pucat sendiri