
Pagi hari sudah terasa kesibukan di kamar Anisa dan Radit . Luky yang pagi sekali sudah terbangun dan membuat keributan . Mungkin efek dari kecapaian . Anisa berusaha menenangkan putranya dengan menggendong dan memberinya Asi .
Sedang Radit sudah langsung ke kamar mandi .Setelah membuat kenangan indah salam dengan Anisa dan balik lagi ke hotel tepat tengah malam . Radit segera menunaikan kewajibannya .Terpaksa bergantian karena keadaan Luky yang masih belum tenang .
Setelah mengucap salam dan menengadahkan tangannya .Radit segera menghampiri Luky yang sudah kenyang minum Asi . Wajah putranya sudah terlihat sumringah .
" Main sama papi ya Luky..., ayok..." ucap Radit sembari mengulurkan tangannya .
Tapi meskipun wajahnya sudah sumringah teryata mood bocah kecil ini belum siap untuk diajak bermain main oleh Radit terbukti Luky hanya memalingkan wajahnya saat sang papi mengulurkan tangannya .
Anisa sudah mulai melirik pada arah jam dinding . Dia sudah gelisah belum melaksanakan kewajibannya . Radit masih berusaha membuat Luky mau untuk bermain dengannya .
Dengan berbagai cara .Sepuluh menit kemudian Luky sudah berpindah tangan . Radit berhasil membujuk Luky . Luky sudah berada di atas dada Radit dengan tawa yang kas .
Sedangkan Anisa langsung ke kamar mandi .Membersihkan diri diteruskan berwudu . Masih menggunakan bathrobe dengan rambut yang di gulung dengan handuk . Nisa mencari hair dryer .
Luky memperhatikan rambut Anisa yang panjang dan juga suara lembut hair dryer . Anisa meletakkan peralatannya dan menuju lemari baju .Setelah rapi dia segera menunaikan kewajibannya .
Ara terbangun langsung menghampiri Radit dan Luky . Radit sudah meminta Ara untuk berwudu tapi Ara masih belum bergeming . Ara masih dalam tahap belajar tapi Radit selalu tegas mengingatkan kewajibannya sejak dini .
Anisa sudah selesai dengan doanya. kemudian menemani Ara untuk berwudu .Cara yang Anisa lakukan lebih lembut namun Ara langsung mau mengikuti . Radit hanya bisa tersenyum tipis melihat Ara menuruti bujukan Anisa
Anisa duduk di tepi ranjang memperhatikan gerakan Ara .Dan Ara sudah sangat hafal dengan gerakan sholat .
" Bunda .." panggil Ara pada Anisa setelah mengucap salam
" Ada apa nak ?"
" Ara boleh bobo lagi Khan ?"
" Ara masih ngantuk ?"tanya Anisa sembari memperhatikan ekspresi wajah Ara yang masih mengantuk
Ara hanya menganggukan kepalanya sambil menguap.Tangan kecilnya menutupi mulut .
" Boleh bobo lagi tapi kalo bunda bangunin bangun ya ? Nanti jam tujuh kita sarapan "
" Ia bunda '' ucap Ara sambil berjalan menuju ranjang sebelah "
Anisa melipat kain mukena milik Ara yang masih teronggok . Mungkin efek kecapaian dari kemarin Ara masih butuh istirahat . Setelah selesai melipat Anisa juga naik lagi ke atas ranjangnya ikut bermain dengan Luky .
Mata Radit mengawasi pergerakan Anisa .Anisa masih dengan dress selutut dengan rambut nya yang masih diurai . Wanita di depannya terlihat sangat menarik . Tak Henti henti Radit menatap
" Sayang kamu kok cantik sekali sih ? "Puji Radit sudah tidak tahan mendekatkan wajahnya pada Anisa .
Seolah wajah Anisa adalah magnet yang membuat Radit ingin terus menempel . Aroma sampo dan sabun masih menempel di kulit Anisa menambah segar .Radit berulang kali menciumi Anisa tanpa bisa berhenti .
" Mas Radit ..." Akhirnya Anisa protes dengan tingkah Radit .
__ADS_1
" Jangan salahkan aku kenapa selalu ingin berdekatan dengan mu .Kamu yang membuatku seperti ini "
" Mas sudah " Anisa mulai jengah dan menahan dada Radit .
Luky merasa tersaingi kemudian berpindah ke pelukan Anisa . Ayah dan putranya seolah berebut perhatian Anisa .
" Luky mau mandi ?" tawar Anisa pada Luky yang tentu saja diacuhkan oleh bocah kecil itu .
" Jangan dulu sayang masih terlalu pagi .Kasihan dingin ''.Radit yang menjawab
" Kan ada air hangat mas ''
" Hmm ...,Nisa setelah sarapan aku ada meeting dengan pegawaiku yang ada di sini . Tapi jam sembilan aku usahakan selesai kok .Trus kita baru ke tempat nikahan Atta "
" Iya gak papa "
Luky sudah mulai haus lagi dan Anisa segera memberi Luky asi agar tidak rewel . Radit terus menggoda Luky yang sedang menyedot Asi .Sesekali bocah kecil itu menangis akibat ulah Radit .
Tidak lama Luky sudah selesai menyusu .Anisa langsung memandikan Luky . Aktifitas mandi membuat Luky senang seolah sedang berenang di kolam untuk beberapa saat Luky tidak mau meninggalkan bak mandinya .
Setelah di bujuk oleh Anisa . Akhirnya Luky mau meninggalkan bak mandinya .Begitu selesai mandi Anisa segera mengeringkan lubuh Luky .Radit membatu Anisa menyiapkan baju Luky juga perlengkapan yang lain . Setelah Luky selesai berganti baju dan Wangi . Radit membawa Lucy keluar kamar dan memberikan pada pengasuhnya .
Giliran Ara , Anisa menepuk nepuk pelan bokong Ara . Ia membuka mata dan tersenyum pada bundanya . Anisa mengecup kening Ara dan memintanya untuk mandi . Anisa membantu Ara untuk mandi . Tapi Ara menolak dia bisa sendiri .
Tidak lama Ara muncul dengan handuk yang melingkar . Anisa sudah menyiapkan baju santai untuk Ara . Rambut panjang Ara perlu dirapikan dan Ara akan kesulitan untuk merapikan sendiri . Kemudian Anisa membantu Ara menyisir rambutnya
" Boleh bunda yang penting rapi "
Setelah selesai bersiap .Anisa mengecup kening Ara . Bocah cantik itu hanya tersenyum dan membalas Anisa dengan pelukan .
" Terima kasih bunda " ucapnya penuh keceriaan
" Sama sama nak "
Anisa mengenakan baju motif bunga dan juga bawahan hitam di padu dengan kerudung senada. Terlihat cantik dan segar sembari menggandeng Ara keluar dari kamar hotel . Radit segera menghampiri Istrinya .Menggenggam erat tangannya menuju tempat sarapan pagi mereka . Luky sudah di suapi oleh baby siternya sembari berjalan jalan kesana kemari
Begitu selesai sarapan Radit berpamitan untuk meeting dengan perwakilan Wijaya group yang ada di jogya .
Di ruang meeting Radit menerima laporan langsung dari para perwakilan Wijaya group di jogya .Dari perkembangan dan kendala juga Rencana pengembangan .
Beberapa proposal menarik yang Radit baca .
Sudah pukul sembilan .Radit mengahiri pertemuan dengan perwakilan cabang jogya .Dia sudah bersiap kembali ke hotel tempat Anisa dan putra putrinya menginap .
Sampai depan hotel Radit turun dari mobilnya . Langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang sangat membuatnya cemburu . Ada dokter Hans yang sedang berdiri di loby hotel dengan pakaian rapi . Mungkin ia akan menghadiri pernikahan Rinda .
Tiba tiba saja Hans sudah berdiri di depan Radit . Keduanya berpapasan .Radit mencoba menahan diri dan menghadapi Hans yang sudah berada di depannya .
__ADS_1
" Kita bertemu lagi " sapa Hans ramah
Sepertinya tidak ada aura permusuhan di wajahnya .Justru Radit yang menjaga jarak dan waspada .
" Ya ,apa kabar " Radit berbasa basi
" Aku baik dan sangat baik "
" Syukurlah " jawab Radit singkat tanpa bertele tele .
" Kalian menginap di sini ? ah...ya ...aku lupa hotel ini milik anda tuan Raditya Wijaya . Baiklah sepertinya anda sangat sibuk .Silahkan ..." ucap Hans memberi jalan untuk Radit .
Radit tidak lagi menggubris keberadaan Hans untuk apa membuat dadanya sesak di penuhi amarah lama saja .
Di dalam kamarnya Radit melihat Anisa sedang bersiap siap dengan gaun pestanya . Anisa menggulung rambutnya keatas dengan wajah sudah dengan riasan cantik .
Radit masih terdiam memperhatikan Anisa . Kemudian mendekat ,lengan kokoh Radit merengkuh pinggang Anisa tiba tiba .
" Aw..mas Radit kita harus segera bersiap lihat tinggal tiga puluh menit lagi acaranya akan segera di mulai "
" Hmm kenapa kamu begitu cantik .Jangan salahkan aku Nisa bila terus merindukan kamu "
" Cup ..,ini hadiah untuk suamiku yang sekarang semakin romantis " ucap Anisa mendaratkan kecupan di pipi Radit
" Satu lagi ..,pipiku saja merasa cemburu kenapa hanya satu yang kau cium " Radit bahagia .
" Baiklah ..cup . Sekarang mas Radit ganti baju aku sudah siap kan dari tadi "
Anisa mengenakan gaun warna hitam dengan aksen silver juga hijab abu muda .Radit mendekat seperti tidak rela memperlihatkan kecantikan istrinya di depan orang banyak .
" Sayang bisa tidak ?kadar kecantikan mu di kurangi " Radit merajuk
" Mas jangan berlebihan deh . Sini aku pasangkan dasi mas Radit " sangat Anisa mengabaikan ucapan ratit
Radit memberikan dasi yang sedari tadi hanya dia pegang saja .Sepertinya Radit sangat malas untuk bersiap ,hanya menatap dan mengkawatirkan istrinya yang terlihat sangat cantik .Apalagi di bawah ia bertemu Hans .Aaah sungguh tidak rela .
" Mas Radit ku sangat tampan " puji Anisa setelah memakaikan dasi pada suaminya yang masih tidak semangat .
" Sayang apakah kau mencintaiku ?"
" Sangat ...,aku sangat mencintaimu " jawab Anisa dengan menatap Radit dalam . Memperlihatkan betapa perasaan yang Anisa miliki sangat tulus .
" Meskipun aku tidak tampan dan sudah menjadi tua ?" rengek Radit
" Tentu kita akan menua bersama saling memegang tangan dan terus akan saling mencintai " balas Anisa
" Sayang kau membuatku semakin jatuh cinta ,lagi dan lagi " ........
__ADS_1