Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
84.Teori Sinta (senjata makan tuan )


__ADS_3

Anisa menyapa Radit dengan mata berbinar .Tapi Radit masih diam membisu .Pria ini sedang bermain dan Anisa mengikuti alur .


" Mas Radit belum tidur? . Sinta baru melepaskan aku setelah jam sebelas malam .Mas Radit marah ?. Aku tidak main loh mas, aku nemenin adik mu.Mas gak kasian sama Sinta ?" Anisa melembutkan hatinya menghadapi Radit yang keras .Meski sebenarnya hawa takut ada dalam perasaannya


Masih tak bergeming .Anisa melanjutkan langkah menuju kamar tidur mereka .Tak mendapat respon dari Radit .Anisa meletakan belanjaannya dan masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri .Setelah selesai keluar sebentar dan masih bertanya pada Radit .


" Mas Radit marah sama aku ?,Oke aku minta maaf "


Radit masih meninggikan egonya .Duduk di bersandar di kepala ranjang .


" Baiklah kalau mas Radit masih marah ?Terserah "


Anisa duduk di depan meja riasnya . Mengeringkan rambutnya ,membersihkan wajah dan sedikit memoles wajah cantiknya .Radit hanya memperhatikannya dengan heran .Apa lagi saat Anisa menggunakan parfum pada area leher dan lengannya .


Hidung Radit sudah mencium aroma manis dari tubuh istrinya .Kemudian Anisa menuju kamar mandi dengan membawa salah satu paper bag yang berisi baju tidur seksi .


Hatinya sedikit cemas tapi ia tetap mengenakan gaun tidur yang bisa membuat Radit memangsanya . Eits tapi Radit kan sedang marah ." Mari kita buktikan teori dari Sinta ,Tapi ingat Anisalah yang memegang kendali "


Dengan baju seksi ,aroma harum ,wajah yang cantik Anisa keluar dari kamar mandi . Dengan santai lewat depan Radit yang terus memperhatikannya .


POV Anisa


Sebenarnya aku sangat takut keluar dari ruangan ini . Baju tidur yang Sinta pilihkan benar benar tipis dan mengundang mangsa .Tapi harus tenang ,untuk melunakkan hati mas Radit yang sedang panas ."Les go baby come on me " Aku tertawa sendiri melihat penampilanku yang sedikit vulgar .


Berlahan aku buka pintu dan melangkah keluar . Benar saja tatapan mas Radit sudah seperti singa yang kelaparan .Aku tetap mengacuhkannya . Ku buka selimut dan merebahkan diri di atas ranjang kami .


Aku merasakan mas Radit mulai resah dan belingsatan .Aku tak bergeming membalikan tubuhku membelakanginya .


Aku merasakan pergerakan tubuh mas Radit mulai mendekat bahkan menempel pada tubuhku . Aku tersenyum menang .Tapi aku harus hati hati justru saat ini adalah saat yang paling menentukan siapa mengendalikan siapa


Aku pura pura menggeliat menyingkirkan tangan mas Radit yang ingin bergerilya .Memiringkan tubuhku menghadap mas Radit . Area dadaku makin terekspos .


Aku mendengar mas Radit memanggil manggil namaku .Suaranya sudah serak menahan hasrat . "Maaf mas aku menggodamu " batinku merasa geli .Teryata sangat menyenangkan menggoda suamiku ini .


" Nisa ..., Nisa .." panggil mas Radit di telingaku .


" Tidur saja mas . Aku tau kamu masih marah terserah mas Radit " ucapku dengan nada ketus padahal aku ingin sekali tertawa

__ADS_1


" Nisa, iya aku gak marah lagi " ucap mas Radit sambil mengelus elus rambutku


" Mas Radit kan tau aku bukan pergi main aku nemenin adik mas Radit "


" Iya.. iya ..nisa jangan marah ya " Mas Radit membujukku mencoba membuat moodku bagus .


Kemudian aku mulai tenang .Aku sudah kehabisan kata dalam actingku .


" Nisa maafkan aku ya ? sudah marah marah gak jelas sama kamu"


" Hemm.."


" Nisa kamu cantik sekali "


" Baru tau aku cantik " aku masih ketus


" Dari dulu Nis " ucap mas Radit mengalah yang hampir membuat tawaku meledak .


" Ya udah aku mau tidur capek ,habis pergi ,pulang malah suami marah "


" Nis..." Mas Radit terus menciumiku agar tidak tertidur " Nisa ..aku pingin ...."


" Nis... hhhmmmp gak tahan Nis kalo cape biar mas saja sendiri tapi jangan tidur ya "


" Mas Radit maksa sih .aku kan cape "


" Nis ...Nisa dosa Nis kalau nolak "Mas Radit merengengek .


" Tapi janji sekali saja ya aku cape "


" Iya yang penting mas dapat jatah " Hemm main langsung terkam saja mas Radit begitu mendapat ijin .


Seperti anak kecil yang mendapat mainan .Ia mulai melemparkan seluruh kain yang menempel di tubuhnya merangkak dan mengungkung tubuhku .Menatap horor pada ku .


"Semoga saja mas Radit menepati janjinya kalau tidak, ah sialan Sinta teorimu "


" Mas Radiiiit ahhh"

__ADS_1


POV Radit


Aku sungguh kesal Anisa melupakan rumah untuk menemani Sinta .Aku semakin gelisah hampir jam sebelas malam Anisaku belum juga pulang . Pasti semua karena Sinta .


Aku sudah terbiasa di sambut oleh wajah teduh Anisa setiap kali pulang kantor .Tapi hari ini tidak .Aku merasa kehilangan perasaanku gundah . Hmm seperti orang yang hilang kendali ,aku mondar mandir menunggu kedatangannya .


Ketika suara mobil memasuki pekarangan rumah ada perasaan lega .Tapi juga seluruh emosiku membendung .membuat sebuah tembok


Dia datang hanya dengan tiga paper bag di tangannya .Sudah aku tebak pasti Sinta yang sudah membuat ponselku penuh dengan notifikasi transaksi .


Meskipun begitu aku tidak mau membuang kesempatan .Anisaku harus mendapat kan pelajaran telah membuatku sangat gelisah .Tentu saja pelajaran yang menguntungkan ku dengan sedikit tekanan dia pasti akan menunduk dan takut . Disitulah aku bisa mengendalikannya semauku .Aku Senang sekali menggoda istriku yang sangat polos .


Dia menyapaku dengan senyum khasnya .Senyum yang selalu aku rindu setiap harinya . Aku tak bergeming seolah olah aku sangat marah .


Teryata Anisaku tidak terprovokasi oleh sikapku .Dia menjelaskan Sintalah yang memintanya untuk di temani sampai larut begini . Aku semakin membuatnya tidak nyaman .


Tapi dia sangat tenang bahkan meninggalkanku masuk kedalam kamar mengacuhkan aku .Seperti biasa sebelum tidur ia membersihkan wajah sembari duduk .


Dari atas ranjang ini aku memperhatikan Anisaku yang cantik . Aku ingin sekali memeluknya . Tapi belum saatnya .Eh mau apa dia menyemprotkan parfum dan memoles wajahnya .?


Sebenarnya aku sudah tidak sanggup mendiamkannya apalagi aroma manis sudah mulai tercium. Ah ...brengsek aku sudah ingin menerkamnya .Tubuhku semakin panas saja .Anisa kembali masik kedalam kamar mandi membawa paper bag


Haaah Anisaku keluar dengan gaun tidur yang sangat menggoda .Menampilkan semua lekuk dan kulit putih mulusnya . Aaah aku semakin gila saja .Apa dia sengaja ?


Dia menyibak selimut dan merebahkan diri .Ohh ....shit. Aku benar benar menyerah .Nafasku semakin memburu .Tapi sayang sepertinya Anisaku sangat marah . Tapi bagai mana dengan nasibku .Aku harus mengalah ya harus .Jika tidak ,aku akan pusing Sepajang malam .


" Nisa ...Nisa " Suaraku sudah sangat serak .


Terserah aku harus bisa mendapatkan Anisa malam ini . Aku merayunya dia belum juga luluh . Tiba tiba ia berbalik badan menghadap ke arahku . Ya tuhan belahan dadanya begitu indah .Aku semakin belingsatan saja .Aku berjanji apapun yang terpenting aku harus, harus ..


Meski aku harus bekerja sendiri aku rela .Yang penting aku diijinkan untuk menyentuhnya .


Dia akhirnya luluh mengijinkan ku untuk menyentuhnya malam ini .Dengan sebuah janji .Hanya satu kali . Mendengar permintaannya aku menyetujui .Terserah bukankan sebuah janji atau peraturan dibuat untuk diingkari


Sepertinya aku mencium aroma aroma trik yang sudah meracuni istriku ." Kamu pikir aku bodoh Nisa ?.Setelah aku masuk perangkap mu apa kau bisa menghentikan aku tengan tangan dan tubuh mungil mu ? . " Ayo sayang kita nikmati malam indah ini "


Nisa kau sangat cantik sekali .Gairahku sudah pada batas ubun ubun yang hampir meledak .Sepertinya aku tidak bisa melampiaskannya hanya sekali kita nikmati malam panjang kita .Dan masih ada malam malam panjang selanjutnya .

__ADS_1


Karena aku melihat koleksi gaun tidurmu masih banyak .Aku benar benar harus berterima kasih pada Sinta besok pagi .Tanpa gaun itu pun, aku sudah selalu ingin menerkammu.Kamu salah berguru Nisa , senjata makan tuan .Dan aku langsung memulai saja


***


__ADS_2