Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
52 . Bingkisan pembawa amarah


__ADS_3

Anisa masih terisak dalam dekapan Radit .Air matanya tak henti henti meleleh .Radit mengusap rambut Anisa .


" Nisa , apa yang terjadi sudah kehendak yang kuasa .Bersabarlah ,tidak hanya kamu yang kehilangan Alea . Semua mencintai Alea . " ucap Radit menghibur


" Aku ingin mengunjungi Alea mas "


" Pasti.., kita kesana nanti setelah kau lebih tenang "


" Aku ingin sekali melihat wajahnya .apakah sama dengan ingatanku "


" Anisa , Alea sangat cantik seperti mu . Sekarang istirahat . Ada Luky yang sangat membutuhkan mu kuatlah Nisa .Alea pun disana sangat ingin kau kuat menghadapi semua "


" Mas Radit ..."


" Kuatlah Nisa "


Anisa kemudian merebahkan dirinya untuk istirahat . Radit memutuskan untuk bercerita luka lama . Untuk membantu pemulihan Anisa secepatnya .


Kebetulan mama Arini datang dengan Ara .Wanita tengah baya itu menghampiri putranya yang sedang duduk di teras balkon .


" Sedang apa kamu nak ,mana Anisa ? mama lihat Lucy sedang tidur"


"Anisa sedang istirahat juga ma . Baru saja Radit menceritakan tentang Alea pada Nisa "


" Kenapa kamu buru buru Radit .Kondisi Anisa sedang rapuh "


" Tidak Ma, lebih cepat lebih baik . Dengan mengetahui kenyataan ,tidak ada lagi hal yang membuat Anisa bingung . Semuanya sudah jelas "


" Mama hanya kawatir nak "


" Nisa pasti bisa Ma "


" Mama hanya memiliki doa untuk putra Mama .Sabarlah nak , Anisamu sudah kembali dengan putramu "


" Iya ma ,Radit sangat bersyukur Anisa selamat dan juga putraku ''


" Radit mama mau bertemu Lucy dulu ,kamu juga harus jaga kesehatanmu banyak orang yang bergantung padamu "


" Iya Ma pasti " .


Radit masuk kembali keruangan kerjanya .Memeriksa berkas dengan laptop yang menyala . Mengerjakan pekerjaannya dari rumah untuk sementara waktu .


Arman dan Siska yang akan pulang pergi menghadap jika ada berkas yang memang harus ia tandatangani segera .


Bu Ratna sedang berada di kamar Lucy bersama Ara . Ara begitu gembira memiliki Adik .Dia merengek ingin menggendong adiknya namun bu Ratna tidak mengijinkannya .


" Nenek Ara ingin menggendong Adek "


" Belum boleh nak adik mu masih sangat kecil ''


" Lihat nek ! bibir Adek bergerak gerak terus lucu sekali ,Ara jadi sangat gemas "


" Dulu waktu Ara kecil juga seperti itu "


" Adek bangun ! kapan kamu besar ? kak Ara mau main ''


Mama Arini masuk ke kamar Luky .Memperhatikan Ara yang sangat gemas dengan adiknya .


" Ara seneng punya Adek? '' tanya Oma Arini


" Iya Oma ,lihat Adek lucu sekali .Kapan ya ...Adek besar ?"


" Adek cepat besar ,kak Ara mau ngajak main " ucap mama Arini sambil mengusap Luky yang masih tertidur .

__ADS_1


Kemudian mama Arini melihat bu Ratna yang masih menjaga Lucy meskipun ada baby siter .


" Ratna istirahatlah mumpung aku ada di sini .Aku yang akan menjaga cucu kita "


" Aku seperti memiliki mainan baru Arini .Aku tidak bosan menatap cucu kita . Dia sangat mirip dengan nak Radit "


"Iya dia sangat mirip Radit hanya saja Lucy memiliki kulit putih seperti Anisa .Jika sudah besar dia akan sangat tampan Ratna "


Bu Ratna dan mama Arini tidak bergeming dari tempat Lucy istirahat . Keduanya berandai andai . Membayangkan cucu Meraka yang akan sangat tampan kelak .


***


Waktu terus berlalu . Kondisi perasaan Anisa sudah lebih kuat . Anisa bisa mengerti semua yang telah terjadi pada dirinya dan Alea . Meski kesedihannya belum bisa hilang .


Radit sangat memperhatikan perasaan Anisa dalam kondisi ini . Ia tidak membiarkan Anisa hanyut dalam kesedihan . Tapi permintaan Anisa untuk mengunjungi pusara Alea belum terlaksana .Radit ingin Agar Anisa benar benar dalam kondisi yang siap .


Kehadiran Lucy sedikit mengalihkan kesedihan Anisa . Bayi itu semakin tumbuh sehat dan pintar .


Siang itu di depan gerbang rumah Radit seorang kurir membawa paket bunga yang sangat indah ucapan selamat untuk Anisa di sertai bingkisan cukup mewah .


Sekuriti menerima paket bunga dan bingkisan membawanya kedalam rumah. Di depan pintu Utama kebetulan ada bik Siti .Kemudian paket itu diserahkan pada bik Siti .


Bik Siti meletakan bingkisan dan juga buquet bunga diatas meja yang berada di kamar Anisa . Saat itu Anisa sedang memberi Asi pada Luky .


" Non Anisa bik Siti letakan di sini ya bunga dan bingkisannya "


" Iya bik terima kasih ya ,dari siapa bik ?"


" Bibik tidak tau non, tadi pak satpam yang ngasih ke bibik "


" Oh ya sudah biar nanti saya lihat sendiri bik . Apa Ara sudah pulang sekolah ?"


" Belum non ,mungkin sebentar lagi datang "


" Ya sudah bik , tolong panggilkan suster Ana ya sepertinya Luky sudah tertidur . Saya mau makan siang dulu "


Suster Ana membawa Luky ke kamar bayi yang letaknya ada di samping kamar Anisa .Anisa pun turun ke lantai bawah untuk makan siang .Bu Ratna sedang berada di meja makan menyiapkan makan siang .


" Bu Anisa lapar "


" Kamu harus makan yang banyak Nisa agar asi mu tetap banyak "


" Ibu temani Anisa ya makan siang . Hari ini mas Radit makan di luar karena ada meeting dengan klien "


" Iya ibu temenin , Kamu mau makan sama apa ?" ucap Bu Ratna sambil menyendok nasi ke dalam piring


" Sayur asem saja Bu, sama ayam


goreng "


" Tapi tidak boleh makan sambal dulu Nis ,Kasian perutmu "


" Iya Bu "


Bik Siti menghampiri Anisa sambil memberikan ponsel milik Anisa yang terus berdering .Anisa menerima telepon yang masuk dari Rinda .


" Halo dokter Rinda "


" Selamat siang Ny Raditya Wijaya , selamat ya untuk kelahiran putramu .Maafkan aku belum bisa menjenguk dedek bayi .Kuliah ku padat sekali "


"Tidak apa apa. Kuliah yang cepat, setelah itu menikahlah . Apa dokter Rinda sudah bertemu dengan pangeran di sana " celoteh Anisa


" Pangeranku masih sembunyi Nisa "

__ADS_1


" Sebenarnya sudah muncul ,hanya saja belum berani menjemput dokter Rinda ''Anisa terkekeh


" Mungkin juga ....,Nisa sudah dulu ya kelasku sudah mau mulai nih ,"


" Okee Assalamualaikum "


" Wangalaikum salam "


Anisa kembali meneruskan makan siangnya dengan bu Ratna yang sudah hampir selesai .


"Dari dokter Rinda Bu "


' Oh ya . bagai mana kabarnya dokter Rinda ?"


' Dia baik Bu "


" Bulek Tika pasti senang punya menantu seperti dokter Rinda "


" Semoga saja Bu , Atta sebenarnya belum berani menyatakan perasaannya pada dokter Rinda "


" Atta Harus cepat nanti keburu di sambar oleh orang baru tau rasa dia "


" Atta tau Rinda masih menyimpan nama Hans ,Atta sedang berusaha menggantikan nama itu berlahan "


" Nisa sepertinya itu suara cucu ibu . Pasti dia sudah kehausan lagi "


" Nisa keatas dulu Bu "


"Pergilah "


Rutinitas yang melelahkan tapi disitulah terletak kebahagian setiap detiknya dapat menyaksikan pertumbuhan Luky yang semakin pintar .


Malam harinya Radit pulang dengan badan yang sangat lelah . Anisa bahkan sudah terlelap saat itu .


Langkah Radit berhenti di kamar Ara . Gadis itu sudah menjemput mimpi dalam lelap . Radit mengusap dan mengecup kening Ara dan membetulkan letak selimutnya .


Kemudian menuju lantai dua .dimana kamarnya berada .Setelah membersihkan diri Radit sempatkan untuk menengok Luky yang terbangun .


Radit menggendongnya sebentar .Memperhatikan tubuh putranya yang semakin besar . Setelah tenang Radit merebahkan Luky kembali dalam box bayinya .


Membaringkan diri di samping Anisa . Hasratnya kembali datang . Sudah satu bulan setelah melahirkan Anisa belum selesai masa nifasnya .Radit hanya bisa mencumbu sekilas melepaskan kerinduan yang harus masih ditahan .


Pergerakan Radit membangunkan Anisa dari lelapnya mimpi .Ia membuka matanya . Radit sudah tersenyum puas menatap sayu istrinya yang terbangun karena ulah nya .


" Mas baru pulang "


" Iya ...Nisa kamu belum sholat "


" Belum mas masih halangan "


" Lama " ucap Radit merajuk diikuti cubitan dari Anisa di perut Radit


Mata Radit melihat kearah meja yang terdapat bouquet bunga yang cantik .


" Bunga dari siapa ?"


" Aku tidak tau, belum sempat melihat pengirimnya mas "


" Bunga ini seperti untuk orang yang kencan saja ,berisi mawar merah semua"


" Mungkin dari Rinda mas tadi siang dia telepon aku dan mengucapkan selamat "


Radit kembali bangkit meraih buquet bunga yang tergeletak dan mengambil kartu .Instingnya bekerja dengan cepat seperti ada sesuatu yang mencurigakan dari tampilan mawar merah .

__ADS_1


Radit membacanya sekilas kemudian mukanya menjadi merah padam . Kartu ucapan itu di remas Radit dengan amarah . Anisa hanya bisa menatap heran dengan tingkah Radit .


Tanpa kata kata Radit membawa keluar bingkisan dan buquet bunga . .....


__ADS_2