
" Apa tidak ada reaksi yang lain mas ketika melihatku dalam keadaan cantik ,tolong lepas " Anisa kesal
" Salah mu sediri . Kau harus tau konsekwensinya ketika menggoda seorang pria yang sudah dua hari tidak bisa bercinta karena setiap pulang sang istri sudah tidur "
" Lepaskan ,ini bukan rumah atau tempat yang pantas "
" Baiklah kita bisa ke gedung samping hanya butuh lima menit ke sana ada hotel miliku "
" Apa hasrat membuatmu tidak waras mas .Ini siang hari "
" Benar aku jadi tidak waras gara gara istriku yang menggoda .Tidak salah, halal . Tatap mataku Nisa "
"Hishh...." Anisa mendorong tubuh Radit kesal .
Apa cuma bayangan hasrat saja yang ada di kepala seorang pria ketika bertemu wanita cantik . Sungguh mengesalkan .
Rasanya menyesal datang kekantor Radit jika hanya akan jadi obyek pelampiasan saja .Sebenarnya yang ingin Anisa dapatkan adalah ketenangan hati .Beberapa hari ini tidak ada perbincangan antara mereka .
Kesibukan Radit membuatnya jarang memperhatikan dirinya . Yang terjadi beberapa hari ini hanya rutinitas pulang dan pergi kerja .Tidak ada pembicaraan yang intim .
Radit melihat perubahan raut muka Anisa yang kecewa .
" Kenapa ....,kamu marah ?"
" Iya ...,aku mau pulang saja .Jauh jauh aku datang kemari bukan untuk di jadikan pelampiasan hasrat mu " ujar Anisa memerah .
Radit terkejut bukan main dengan ucapan Anisa .Rupanya Anisa tersinggung .Teryata dunia pria dan wanita sungguh berbeda . Bagi pria hubungan seksual itu sebuah puncak dari rasa cinta .Otak Radit berpikir keras untuk menaklukan perasaan wanita ."Ah ....mungkin mengalah untuk menang "
" Nisa ....,Aku tidak bermaksud seperti itu . Baiklah aku sabar sampai kau iklash .Maaf ..."
Radit membawa Anisa ke sebuah sofa di dekat meja kerjanya . Memegang bahu Anisa lembut.
" Duduklah disini temani aku bekerja , Kamu mau minum apa ?biar aku pesankan " Ujar Radit lembut .
" Terserah mas Radit "
" Okee ,tunggu sebentar "
Radit menghubungi bagian pantri memesan dua minuman dingin dan juga camilan .
Tidak lama ada yang mengetuk pintu Radit menyuruhnya masuk .Anisa masih duduk ketika OB meletakan minuman dingin diatas meja .Setelah OB keluar dari dalam ruangan .Rafit duduk sejajar dengan Anisa menyodorkan minuman dingin .
"Apa Luky tidak marah ketika kau pergi kesini ?"
" Luky bersama papa di rumah "
" Mereka datang kapan ?"
" Tadi pagi "
Radit mengangguk anggukkan kepalanya " Pantas Anisa bisa sampai kantornya dengan penampilan seperti ini ,Pasti mama dibalik semua perubahan Anisa " kata hati Radit .
Karena Radit hapal sekali dengan sifat istrinya . Yang sederhana dan lugu .
" Mas Radit tadi mama minta ijin mau membawa Luky ke Bandung sama papa .Mereka bilang ada reuni dengan teman teman papa dan janjian pada bawa cucu . Apa boleh mas ?"
__ADS_1
" Oh boleh ,kasian juga kalau tidak boleh bakalan minder papa gak bawa cucu .Ara...? "
" Ara sudah pulang kok tadi aku yang jemput "
" Oh makasih ya sayang kamu sudah capek menemani mereka " Ucap Radit tulus "
" Udah mas Radit kerjain dulu kerjaannya biar bisa pulang bareng aku "
" Ya harus bareng sayang, masa kamu pulang sendiri .Aku gak akan ijinin "
" Ya udah sana selesaikan dulu " Ucap Anisa sambil terus mengusir Radit dari dekatnya .
Radit kembali ke mejanya .Membuka berkas berkas yang ada di depannya . Tapi sayang fokusnya sudah berubah arah . Tubuhnya terus bergejolak meminta penyelesaian . Apa lagi hari ini Anisa begitu mempesona .
Musti berpikir keras lagi mencari cara agar Anisa bisa menyetujui keinginannya .Hawa panas terus berdesir mengganggu tubuhnya . Radit seolah tersiksa . Entah berapa lama lagi ia bisa menahan diri .
Kemudian Radit keluar dari ruangannya . Ia harus mencari udara sejuk agar otaknya bisa sedikit kompromi dengan tubuh panasnya .
" Bos,...?" Suara Arman mengagetkan Radit
Senyum Arman melebar melihat Radit yang sedang memegang kepalanya . Seolah seperti pria yang sedang di usir oleh istrinya yang ketahuan selingkuh .
" Bukannya seneng bos istri datang ?. Gak nyangka ya bos ,istri bos bisa seglowing itu . Kalo Dila bisa seperti itu sudah saya terkam habis habisan bos tanpa ampun "
" Brengsek kamu ,gak tau apa aku lagi menahan gejolak "
" Ngapain bos, di tahan ? hajar saja langsung . Bukannya ada kamar privat juga bos di dalam ruangan mu "
" Kamu pikir istriku bisa diajak main bar bar . Dia itu wanita yang main pakai perasaan .Begitu lembut dan menghayati .Padahal aku sudah ingin eksekusi " ujar Radit tersenyum sinis .
" Arman kau memang sangat bisa diandalkan dari hal hal mesum sampai urusan gawat perusahaan "
" Jangan lupa bos kalau berhasil .Besok aku bebas tugas satu hari penuh aku juga ingin bersama Dila "
" Oke kita lihat saja nanti "
Radit kembali ke ruangannya dengan gembira .Ia dengan santai meneruskan pekerjaannya . Namun sesekali ia masih melihat Anisa yang sedang bermain ponsel .
Pukul empat sore Arman masuk ke ruangan Radit .
" Sore bos ,maaf saya lupa . Bos ada pertemuan di hotel semesta pukul lima nanti "
" Kenapa lupa ? saya sudah janji mau pulang Arman ,kasian istri saya " Radit sedikit membentak .
" Tempat pertemuannya dekat bos di hotel semesta . Ibu bisa istirahat menunggu pak Radit di sana . Andi manajer hotel sudah menyiapkan semua "
" Tapi saya sudah janji istri saya....."
" Sudah mas gak papa saya ikut "ucap Anisa memotong perdebatan Radit
" Baiklah, siapkan mobil saya. Sepuluh menit lagi kami turun " .
Arman segera keluar dari ruangan Radit .Kemudian mengontak Andi agar menyiapkan Kamar kusus yang biasa di gunakan oleh pemilik hotel .
" Nisa kamu gak papa kan sayang ?"
__ADS_1
" Iya gak papa ,sekali kali aku nemenin mas Radit kerja "
" Cup ....istriku memang sangat pengertian "
Keduanya masuk kedalam lift kusus untuk pergi menuju ke tempat pertemuan di hotel semesta . Hotel mewah samping gedung pusat Wijaya group .
Radit dan Anisa turun dari mobil sudah di sambut oleh manager hotel .Segala persiapan sudah selesai . Radit membawa Anisa untuk beristirahat di ruangan kusus tempatnya istirahat jika sedang berada di hotel ini .
Sebuah ruangan kamar yang sangat luas .Dengan dekorasi yang di dominasi warna biru langit dan putih . Rangkaian mawar merah segar dalam vas yang diletakan di atas meja tampak mencolok
Anisa meletakkan tasnya di atas meja sebelah vas bunga yang menarik perhatiannya .
" Mawarnya sangat cantik mas "
" Itu hadiah untuk mu " kekeh Radit sembari melingkarkan tangan di pinggang kecil istrinya .
" Mas cape ...?"
" Gak ,hari ini mas seneng .Capeknya hilang .Ada yang menemani mas kerja "
Radit merogoh ponselnya, kemudian melakukan panggilan pada mama Arini .
" Assalamualaikum ma "
" Wangalaikum sallam nak "
" Mama sehat ? Anisa bilang ,mama lagi di rumah .Ma .., Sepertinya Radit dan Nisa pulang terlambat . Maaf ya ma "
" Mama sehat , kalian tenang saja selesaikan urusan kalian . Anak anak serahkan sama mama "
" Terima kasih ya, ma "Radit menutup ponselnya
" Mas tumbenan telpon mama duluan , minta maaf segala sama mama "u
" Kan diajari istriku yang cantik . kalau anak anak adalah tanggung jawab kita . ketika kita merepotkan lagi mereka, aku harus minta maaf .Iya kan sayang "
" Baiknya suamiku .Jadi sayang "
Hemm umpan mulai terendus .Sepertinya acara hari ini akan sangat lancar . Tindakan Radit menyentuh hati Anisa .
Benar wanita akan sangat pemurah saat hati nya telah kita kuasai . Senyuman penuh Arti tersungging indah di wajah Radit .
" Mas ketemu klien nya jam lima kan ?"
" Emhhh.....,iya " jawab Radit ragu .
(Iya pertemuan fiktif yang direncanakan oleh Arman dan Aku agar bisa membawamu ke hotel ini Anisa , Aku sudah tidak bisa konsentrasi untuk bekerja di benakku hanya ada rindu yang ingin ku lepaskan , Enak saja kamu sudah sangat menggodaku dan menguras kantongku .Aku ingin bayaran setimpal mungkin bisa beronde ronde .Ahhh bahkan sebenarnya aku sudah sangat tidak sabar Anisa ) dalam hati Radit sudah gelisah .
" Sepuluh menit lagi , pergilah semoga semua urusanmu lancar mas Radit .Aku akan menunggumu di sini " Ucap Anisa memberi semangat untuk Radit .
" Anisa di lemari sudah ada baju untukmu .Mungkin kau ingin mandi atau istirahat sambil menungguku "
" Oh ya kapan mas Radit menyiapkan "
"Ehemm..., ini hotel kita ,jadi pegawai hotel sudah menyiapkan keperluan kita begitu tau kita akan singgah . Istirahatlah ! maaf Nisa, membuatmu menunggu "
__ADS_1
Anisa memberikan senyuman termanisnya .Melepaskan Radit yang semakin gelisah . Meski harus melakukan pertemuan fiktif yang diada adakan oleh Arman .