
Awan putih berarak di langit yang biru .Cuaca siang itu cukup panas . Beruntung semilir angin sering menghampiri Anisa yang sedang berjalan diantara trotoar jalan menuju sebuah Apartement
Hari ini Anisa mendapat tugas mengantar baju pesanan milik salah seorang pelanggan di butik tempatnya bekerja
Anisa kembali melihat kearah kertas yang dia pegang . Mencocokan kembali tulisan yang tertera dengan nama gedung yang akan ia masuki .
Apartemen Saba lantai dua puluh nomor lima ,Kemudian bibirnya tersenyum .Menelepon pemilik baju jika dia sudah berada di lantai bawah .
Keamanan gedung cukup ketat setelah mendapat persetujuan .Anisa di persilahkan untuk naik ke atas menggunakan lift yang tersedia .
Didalam lift saat ini ada tiga orang termasuk Anisa ,Seorang pria yang sedari tadi terus menatapnya .Dan wanita cantik dengan busana yang cukup minim
Pintu lift terbuka di lantai lima belas .Wanita cantik yang ada di dalam lift keluar . Kemudian tinggal berdua Anisa dan Pria yang sedari tadi memperhatikannya .
Sebenarnya Anisa tau jika pria yang ada di dalam lift sedari tadi menatapnya tajam dari Unjung kaki hingga kepala .Anisa mengalihkan perhatiannya dengan bermain ponsel .
Dan Akhirnya pintu lift terbuka di lantai dua puluh . Anisa bergegas keluar dengan menenteng baju yang harus ia kirimkan .Langkahnya terhenti saat pria dari dalam litf itu memanggil namanya .
" Anisa ..."
" Maaf siapa nya "
"Mau kemana " pria itu terus bertanya dengan tatapan sendu .
" Saya akan mengantar barang ini ke ruangan no lima ,Permisi " Anisa merasa ada sesuatu yang tidak beres pada pria itu .
Setengah berlari ia mencari ruangan bernomor lima .Akhirnya kaki Anisa berhenti di ujung koridor .Tepat di ruangan no lima .
Pria itu mengikuti langkah Anisa . Anisa segera memencet bel di pintu tersebut .Tidak butuh waktu lama Seseorang membuka pintu rumah .
Anisa terkejut dihadapannya ada Niko sedang berdiri dengan santai .
" Niko ,..?"
" Kakak iparku yang cantik .Dari mana kau bisa menemukan tempat tinggalku ?"
" Aku pengantar gaun ini ko ?"
" What ..nyonya Raditya Wijaya jadi pekerja butik . ?"
Niko berhenti berucap ketika seseorang sudah berdiri di belakang Anisa mengucap salam dengan ramah
"Siang Ko "
" Kau sudah sampai masuk lah "
Anisa menoleh teryata pria yang tadi menyapanya . Memiliki kepentingan di tempat yang sama . Tadi Anisa sudah berprasangka buruk tentang pria yang ada di belakang nya
Niko memanggil Sinta untuk menerima gaun yang Anisa bawa .
" kakak ipar kau mau masuk ?"
__ADS_1
" Tidak terima kasih "
" Masuklah Sinta tidak pernah aku ijinkan keluar " ucap Niko dan akhirnya diikuti Anisa
Anisa duduk di ruang tamu ada Niko juga tamu pria yang tadi . Sinta keluar dari kamarnya wajahnya sedikit pucat .Anisa tertegun mendapati Sinta yang biasanya ceria .
" Mbak Nisa " panggil Sinta begitu melihat Anisa .Kemudian berlari memeluk Anisa .
Sinta bahkan melelehkan Air mata . Niko melihat istrinya berpelukan dan terisak segera bangkit dan Menyuruhnya membawa baju yang Anisa Antar .
" Masuk tidak perlu reuni keluarga "
" Mbak Nisa maafkan aku , Semua karena .." belum sempat meneruskan ucapannya Niko sudah menarik Sinta kedalam kamarnya .
Anisa ikut membantu Sinta tapi dengan kasarnya Niko mendorong Anisa dengan sekuat tenaga .Beruntung pria yang sedari tadi duduk menangkap tubuh kecil Anisa yang hampir terjatuh .
" Kamu baik baik saja ?" ucap pria itu pelan penuh perhatian .
" Terima kasih " ucap Anisa singkat
Niko menatap tajam pria yang menolong Anisa . Setelah mengunci Sinta di dalam kamarnya ia kembali duduk .
" Pergilah aku sudah membayar lunas baju itu . dan Ingat jangan pernah menampakan wajahmu di sini lagi kakak ipar "
Niko mengusir Anisa dari Apartement nya .Anisa pun mendengus kesal dan bertanya tanya dalam hatinya "apa yang terjadi kenapa semua orang bisa kacau seperti ini "
Setelah Anisa keluar dari ruang Apartement . Niko menatap tajam sahabatnya .
" Dia sangat cantik aku tidak tega melihat wanita cantik terjatuh di depanku "
" Hai bro...Apa kau menyukainya ? Kalau kau mau aku bisa membantumu untuk memiliki kakak iparku yang cantik "
" Bisa saja kamu ko . Kau bilang dia kakak ipar kenapa kau begitu mendendam .Dan kenapa ia bekerja di butik bukankah keluarga istrimu orang yang kaya raya .
" Suaminya aku depak dari Wijaya group"
" Bukannya istri Raditnya Wijaya hilang ?"
" Dia hanyut di sungai dan ditemukan oleh seorang pria yang sedang naik gunung . Sayangnya dia hilang ingatan meskipun selamat "
Fattah mengangguk anggukkan kepalanya . Pantas saja Anisa tidak mengenali dirinya tadi . Fatah sudah keluar dari penjara dengan vonis lima tahun penjara . Karena berkelakuan baik Fattah mendapat remisi setiap hari kemerdekaan .
Sudah beberapa bulan Fatah keluar dan diajak kerjasama oleh Niko . Dahulu kala mereka teman satu kampus . Niko sangat tau jika Fattah orang yang berbakat . Karena itu lah Niko menjadikan Fatah anak buahnya setelah bebas dari penjara .
Niko tidak mengetahui kalau Fatah mantan suami Anisa .Sudah sangat lama setelah kuliah selesai ia pun tidak pernah bertemu .
Baru dua bulan kemarin mereka bertemu kembali .Fatah memberikan Desain rancangannya pada Niko .Niko melihatnya sekilas dan tersenyum lebar .
" Datanglah ke kantorku besok. Kita bicarakan Detil dan estimasi biaya untuk projek ini Fatah .Aku tunggu kamu jam sepuluh pagi "
" Oke bro .., Oh yah kalau boleh tau wanita tadi kerja di butik mana "
__ADS_1
" Kau tidak lupa dengan wanita cantik ? kalau kau berhasil mendapatkan kakak ipar aku akan memberimu hadiah .Ini alamat butiqnya "
" Baiklah aku permisi dulu " jawab Fattah kemudian meninggalkan Apartement Niko
Fatah mencari cari sosok Anisa . Tapi sudah tidak terlihat . Menyesal sekali kenapa harus terlalu lama berbincang dengan Niko .
Langkah Fatah berhenti di area parkir . Ia melajukan mobilnya menuju jalan utama . Baru beberapa meter ia melihat Anisa dekat halte bus sedang menunggu .
Fatah menepikan mobilnya dan menghampiri Anisa yang sedang duduk sendiri .Cuaca hari ini memang sangat panas . Wajah putih Anisa nampak memerah terpapar sinar matahari .Kebetulan atap halte sudah rusak .
Tanpa berkata Fatah segera memayungi Anisa dengan kedua telapak tangannya . Hati Fatah sangat iba melihat Anisa yang kepanasan .
"Mau aku antar ke tempat kerjamu ?"Fatah menawarkan diri untuk mengantar Anisa .
" Tidak terimakasih "
" Aku tidak ada maksud lain aku hanya ingin menolongmu "
Anisa menatap pria yang ada di sampingnya . Masih memanyungi kepala nya dengan dua tangan .
" Maaf saya juga tidak ada maksud untuk mencurigai kamu .Kita baru bertemu "
" Baiklah tidak apa apa "
Kemudian Fattah mengeluarkan sekotak tisu dan memberikan pada Anisa .
" Mukamu sudah sangat merah dan penuh keringat .sekalah keringatmu dengan tisu ini ''
" Tidak terima kasih .Sebaiknya kamu juga melanjutkan perjalanan .Saya sudah biasa, baik baik saja "
" Jika kamu terlalu lama terkena terik matahari kamu bisa deman di malam hari, Anisa "
Anisa menatap aneh pada orang di depannya . Pria ini seperti penguntit saja bahkan dia tau siapa namanya .Mulai ada rasa takut Anisa melihat kearah jalan dan berdoa semoga bus yang dia tunggu akan cepat datang .
Anisa gembira doanya seperti di kabulkan bus yang sedari tadi ia tunggu akhirnya datang juga . Ia segera menghampiri bus yang datang .Meninggalkan Fatah yang masih berdiri di halte bus tanpa salam . Hanya senyuman ceria lambaian tangan .
Fatah bernafas lega Anisa sudah mendapatkan bus yang dia tunggu . Ia bergegas kembali menuju mobilnya yang diparkir di pinggir jalan .
" Nisa kau harus hati hati dari Niko .Selama aku bisa aku akan berusaha untuk menjagamu . Aku akan menebus kesalahanku . Aku hanya akan mengawasi mu saja .Aku berjanji tidak akan mengganggu mu "
" Aku bersukur kau kehilangan ingatanmu . Setidaknya kau tidak akan menatap dengan rasa benci padaku Nisa "
" Kau juga masih sama ceroboh dan seenaknya saja memberi senyum pada pria asing .Kau tau jantungku hampir meledak "
" Nisa kuatlah ,bahagialah kau sangat berhak .Aku akan berusaha mengurai masalah Niko dan suamimu semampu aku . Nisa aku mencintaimu " .....
Lelehan air matanya mengalir . Fatah menatap jauh bus yang telah membawa Anisa ....
"
"
__ADS_1