
Niko terkejut ketika Fattah menghadang peluru yang akan mengenai Anisa dengan tubuhnya sendiri .
" Fattah ....."
" Anisa minggir .." Pekik Fattah sembari menghadang peluru yang menembus dadanya
Fattah roboh ,tersungkur ke tanah .Dengan dada yang bersimbah darah .
Radit tersentak segera menangkap tubuh Anisa yang ketakutan dengan suara tembakan .
Polisi yang sedari tadi bersiap pun segera melumpuhkan Niko .Beberapa tembakan mengenai tangan dan kaki Niko bersamaan .
Ambulan datang mengevakuasi Niko dan Fattah .Radit menyaksikan sendiri Fattah menghadang peluru yang akan mencelakai Anisa . Anisa masih syok dan lemah .
" Mas Radit mereka ditembak ?"
" Nisa ,Fattah menyelamatkan mu dari tembakan Niko . Peluru itu mengenai dadanya "
"Apa dia selamat ?"
" Entahlah " ucap Radit bingung
Ketika tim medis akan membawa tubuh Fatah . Fattah meminta bertemu Anisa dan Radit . Kemudian tim medis meminta Radit dan Anisa menemui Fatah .
Fattah terbaring lemah wajahnya pucat Radit dan Anisa mendekat .
" Kemarilah ..." lirih Fattah menahan sakit tapi bibirnya masih tersenyum
" Aku ingin meminta sesuatu pada kalian ,Ijinkan aku memeluk Alea ,beristirahat di sisinya dan Anisa hiduplah bahagia bersama tuan Radit "ucap Fattah
Anisa menatap Radit masih bingung dengan ucapan Fattah .Tapi Radit menganggukkan kepalanya .Menyetujui permintaan Fattah .
" Tuan Radit , aku sudah menebus kesalahanku . Aku mohon maafkan aku telah lancang membawa Anisa kemari , aku hanya ingin melindunginya dari Niko "
" Kita ke rumah sakit Fattah kau harus dirawat .Jangan berpikir macam macam " Radit menguatkan Fattah .
" Tidak ..., Alea sudah datang menjemputku .Lihatlah dia tersenyum .Dia tidak lagi marah padaku karena aku sudah menyelamatkan bundanya " Mata Fattah menatap ke atas kemudian terbatuk dan mengeluarkan banyak darah
Anisa menjerit tim medis segera mengambil tindakan .Tapi semuanya terlambat Fattah sudah bergandengan tangan dengan putri kecilnya Alea meninggalkan Anisa dan Radit dalam kebisuan
"Innalilahi wainnailaihiroji'un "
Fattah telah berpulang dalam damai setelah menebus dosanya dalam penjara dan menyelamatkan wanita yang dicintainya .Ia menepati janjinya untuk menemani putri kecilnya . Seperti yang ia ucapkan di atas pusara Alea .
Anisa yang merasa bingung dengan pria Asing yang telah mengorbankan nyawa untuk dirinya .Ada perasaan haru ,bersalah ,Anisa selalu bersikap ketus padanya .
Terbayang di benaknya beberapa hari kebelakang . Fattah yang tiba tiba membawanya ketempat ini . Fattah selalu sabar dengan tingkah Anisa . Tidak sedikitpun pria itu bersikap kurang ajar .Tapi saat itu Anisa begitu membenci pria ini . Anisa sangat tidak suka ketika pria itu menatapnya dengan tatapan penuh kasih dan perasaan cinta, bahkan Anisa merasa jijik .
Air matanya menetes .Menatap Radit yang masih diam ketika jenasah Fattah di bawa .
__ADS_1
" Mas Radit siapa dia ?"
" Dia Fattah ayah Alea . Pria yang pernah mencampakanmu dan membuatmu serta Alea mengalami kecelakaan .Dia telah menebus dosanya Nisa .Maafkanlah dia "
" Aku tidak mengingatnya yang kurasakan ketika bertemu dengannya aku sangat tidak suka . Meskipun dia selalu bersikap sabar dengan ulahku "
" Lebih baik kita melupakan kisah sedih itu Nisa , aku akan menepati janjiku pada Fatah "
Radit memapah Anisa meninggalkan area kejadian perkara untuk pulang dan menepati janji ,memakamkan Fattah di samping pusara Alea .
Jenasah Fattah di bawa ke rumah sakit untuk otopsi dan Setelah selesai kembali di serahkan pada pihak keluarga . Keluarga Fattah pun menyetujui untuk memakamkan Fattah di samping Alea .
Prosesi pemakaman cukup hikmat . Alea bersampingan dengan Fattah . Air mata Radit meleleh . Membayangkan andai saja tidak ada Fattah pastilah ia akan kehilangan Anisa untuk selamanya
Radit masih bersimpuh di tanah merah pusara Fattah .Matanya menatap gundukan tanah basah .
" Fattah aku sudah memaafkanmu ,Semoga engkau tenang dan bahagia di atas sana . Terimakasih telah menyelamatkan Anisa . Semoga kau bertemu Alea di taman surga "
***
Polisi mengamankan seluruh antek antek Niko .Baik dari perusahaan maupun rumah orang tua Radit . Radit meminta Arman untuk mengantarkan keluarganya kerumah mama Arini untuk sementara .
Masih ada yang harus Radit selesaikan dengan Anisa .Hutang penjelasan .Selama ini ia meninggalkan Anisa .Setelah memberikan beberapa instruksi pada orang orang kepercayaannya .Radit membawa pulang Anisa ke rumah
Rumah Anisa yang kecil tapi Asri .Setelah sampai depan rumah Radit menghempaskan tubuhnya di sofa Rasa lelah setelah semua prahara yang menimpa .
Anisa masuk kedapur membuat secangkir teh hangat dan memberikannya pada Radit .
Anisa masih duduk di depan meja rias sembari membersihkan wajah tidak lama raditpun datang langsung masuk ke kamar mandi dan keluar dengan rambut basah
Melirik Anisa yang sudah cantik dengan baju pendek tanpa hijab . Bibirnya tersenyum kemudian menggendong Anisa dan merebahkannya di atas ranjang .
" Sayang sudah sangat lama aku merindukan mu....Cup " sebuah kecupan sudah mendarat di bibir Anisa .
Radit menatap dalam ,sinar matanya sudah di penuhi hasrat yang membuncah . Tangan kokohnya sudah merengkuh bahu Anisa .Menarik tubuh mungil Anisa ke dalam pelukannya .
Menghujani wajah cantik itu dengan kecupan mesra penuh gairah .Tiba tiba Anisa mendorong dada Radit dengan kuat
" Hentikan mas Radit kau masih hutang penjelasan padaku "
" Anisa aku akan menjelaskan semuanya setelah aku melakukan kewajibanku , bersabarlah . Aku sudah tidak bisa mengendalikan hasrat ku , Aku sangat merindukanmu "
Dengan sedikit perlawanan Akhirnya Radit
Memulai aksinya .Membisikan kata cinta dengan nafas panas di telinga Anisa .
Masih ada rasa mengganjal di hati Anisa hingga Anisa setengah terpaksa karena tidak bisa menahan tenaga Radit yang terlalu. besar
Radit sudah tidak perduli lagi .Ia terus menuntaskan hasrat prianya pada Anisa . Diakhiri dengan erangan yang menghempas tubuhnya . Radit terkulai diatas tubuh Anisa dengan nafas pendek tak teratur .
__ADS_1
Anisa menatap nanar ,matanya sayu . Pria diatas tubuhnya tidak seperti biasanya Melakukan tugasnya dengan lembut dan memperhatikan keadaan istrinya .Tapi malam ini Radit seperti seorang pemerkosa . Liar dan kasar .
Anisa merasa sangat kelelahan dan remuk tubuhnya . Radit seperti masih enggan menyingkir dari atas tubuh Anisa .selang beberapa saat . Radit mulai menggeliat . Kembali menciumi wajah Anisa .
Anisa yang sudah sangat lelah berharap Radit membiarkan dirinya untuk istirahat sampai matahari menyapa . Tapi harapan Anisa tidak lah sama dengan kenyataan.
Radit sudah kembali tersenyum dan beraksi lagi
" Mas Radit aku mohon aku sudah sangat lelah .Masih banyak waktu "
" Sayang bertahanlah hanya satu kali lagi ,aku ingin menuntaskan rinduku yang sudah terlalu dalam " ucap Radit serakah dengan nafas terengah engah
Anisa hanya bisa pasrah melihat Radit yang menjadi buas . Menikmati tubuhnya hingga berkali kali tersungkur dalam keindahan .
Mata hari sudah sangat tinggi ,Anisa merasakan dadanya sesak . Tangan kokoh Radit masih berada di atas puncak dadanya .
Radit dan Anisa memutuskan untuk kembali tidur setelah menunaikan wajib subuh mereka hingga matahari sudah tinggi .
" Mas Radit bangun ,sudah siang aku sangat lapar " ucap Anisa
Radit menggeliat ,membuka matanya .Mengecup lembut Anisa Kemudian bangkit dari tempat tidur .Tubuhnya terasa sangat segar .
" Sayang istirahatlah aku akan mencari sarapan untuk kita " ucap Radit
Radit mencuci mukanya kemudian mengganti baju dengan pakaian santai hanya celana pendek dan kaos oblong putih .
Anisa bersandar di kepala ranjang tubuhnya masih terasa sakit . Belum lagi kulit putihnya sudah berubah jadi sedikit kemerahan bahkan ada beberapa lebam biru akibat keliaran Radit .
Radit pergi ,tidak lama ia sudah kembali dengan beberapa bungkus makanan di Katong plastik .Kemudian menyajikan di dalam piring .
" Sayang maafkan aku ya , aku tidak bisa menahan diriku semalam " Ucap Radit sembari menggendong Anisa ke ruang makan dan meletakkan diatas kursi ."Makanlah yang banyak aku akan menyuapi mu ''
" Aku bisa sendiri mas " ucap Anisa sembari meraih sendok dari tangan Radit .
Radit tidak membiarkan Anisa makan sendiri . Ia memperlakukan Anisa seperti anak kecil .Memaksa Anisa agar membuka mulut nya satu suapan dengan satu kecupan di kening .
Mata Radit terus menatap istrinya yang sedang mengunyah makanan .
" Mas Radit kenapa melihatku seperti itu "
Anisa mulai terganggu dengan tatapan Radit .
" Anisa ,kau tau ?aku sangat takut kehilangan dirimu . Aku takut ini semua mimpi ''
" Gombal , buktinya mas yang pergi ninggalin aku tanpa kabar . Mas juga belum memberi ku penjelasan kemana mas pergi selama ini " Anisa kembali teringat utang penjelasan Radit .
" Kamu habiskan dulu sarapan mu Nisa "ucap Radit tenang .
Anisa sedikit kesal Radit mengulur ulur waktu untuk penjelasan yang sangat ia tunggu . Berbulan bulan Anisa menanti kepulangan Radit .Menjalani hari yang begitu keras tanpa Radit .
__ADS_1
Radit menarik nafas panjang . Ia mengumpulkan banyak keberanian untuk memberi penjelasan . Tentang keberadaan dirinya tentang kejadian di Bali dan keputusannya untuk menikahi elena di Jerman .