
Radit menuju loby dan bertemu dengan Arman yang masih setia menunggu . Senyum bahagia Radit terukir . Mereka berbincang layaknya seorang sahabat . Tidak ada batasan antara Radit dan Arman .
Terkadang Arman tergelak karena kekakuan sikap Radit pada Anisa . Arman bisa dengan leluasa mencemooh Radit tanpa sungkan .Sesekali Raditpun membuat Arman tak berkutik ketika diancam dengan kekuasaan yang Radit miliki .
" Bos memang selalu benar , begitu lah pakem dari dulu hingga sekarang " ucap Arman kesal
" Itu benar Arman ,Terimakasih sudah mengerti diriku . Aku bahagia memiliki sahabat yang sangat baik "
" Dan bisa ditindas " ucap Arman sangat kesal .
Arman sudah bosan menunggu Radit yang belum bisa masuk ke kamarnya . Radit bilang butuh timing yang tepat untuk masuk ke kamar pengantinnya
" Dasar mesum ..." batin Arman .
Ketika hendak berdiri Arman dan Radit dikejutkan dengan suara yang tidak asing .
" Pak Radit ...."
" Elena ..."
Raut muka Radit pias melihat Elena . Elena kembali ke tanah air untuk menjadi saksi kasus di sidang Niko . Radit sampai melupakannya .Padahal ia sendiri yang menghubungi .
Arman segera memecah kekakuan . Diantara Radit dan Elena .
" Elena terima kasih sudah datang .Apa kau datang sendiri ? "Tanya Arman sambil menjabat tangan Elena
" Ya aku datang sendiri karena Paul masih sibuk .Mungkin dua hari lagi dia menyusul " Jawab Elena ramah .
" Maaf Elena , Karena kasus ini kamu harus repot jadi saksi " Ucap Radit sungkan .
" Tidak masalah ,saya harap dengan melakukan ini semua bisa menebus semua kebohongan yang pernah saya lakukan . Selain itu saya ingin melihat Niko di hukum seberat beratnya " timpal Elena geram
" Lupakan Elena ,kejadian buruk yang pernah menimpa kita . Apa kau sudah menikahi Paul "
" Ya ,kami sudah menikah pak Radit "
" Baiklah Elena bagai mana kalau kau dan Arman makan malam . Aku sedang ada kepentingan . Kita bertemu lagi besok di persidangan Niko "
Radit meminta Arman untuk menemani Elena makan malam . Sebenarnya Arman sudah ingin pulang tetapi masih harus mendapat tugas tambahan .Terpaksa Arman memenuhi permintaan Radit .
Radit meninggalkan Elena dan Arman . Sebenarnya Radit merasa tidak nyaman bertemu kembali dengan Elena . Kejadian yang rumit . Memaksa Radit harus menikahi Elena .Perasaan bersalah itu menyelinap di hati Radit .
Tepat di depan pintu kamar ,Radit masih tertegun . Dadanya terasa sesak oleh rasa bersalah yang kembali hadir . Membiarkan Anisa bertahan sendiri dengan ancaman bahaya dari Niko waktu itu . Sungguh Radit menyesali semua keputusannya di masa itu
Radit membuka kamarnya kemudian masuk . Melihat Anisa sedang melihat televisi dari tempat tidurnya .
" Mas sudah datang , Semua lancarkan .Mas Radit capek ?" Anisa menghampiri Radit . Menghawatirkan pria yang berada di depannya .
__ADS_1
Tiba tiba saja Radit memeluk Anisa . Matanya berkaca kaca . Anisa merasakan kerapuhan pada Radit . Hati Anisa bertanya tanya . Apakan masalah yang begitu besar ?
POV Anisa .
Aku beranjak dari tempat tidur ketika melihat mas Radit sudah datang .Ada keanehan ,Wajahnya terlihat murung . Aku segera menghampirinya . Menanyakan apakah urusannya lancar . Aku sangat kawatir .
Tiba tiba mas Radit memelukku . Aku merasa mas Radit sangat rapuh . Tatapan matanya membuatku terluka . Aku sangat mencintai pria di depanku . Aku tak ingin melihatnya seperti ini .
Mas Radit tidak melepaskan pelukannya, justru semakin erat . Aku tidak tau harus berbuat apa selain mengusap punggungnya dan mengucapkan betapa aku sangat mencintainya .Aku bisa menerimanya dalam keadaan apapun .
Masih sangat jelas di ingatanku ,Saat aku menghilang ,Mas Radit tidak pernah goyah . Ia selalu menantikan diriku . Padahal semua orang menganggap ku sudah tidak ada .
Mas Radit sangat istimewa menepati hatiku . Aku ingin hanya perpisahan karena Tuhan memanggil satu diantara kita .Dan saling menanti hingga bertemu di Surganya .
Bahu mas Radit terguncang dengan isakan tangisnya . Sungguh tidak pantas pria tinggi besar ini menangis . Apa yang ia takutkan sebenarnya .
" Mas Radit kenapa ?"ucapku ketika dia mulai tenang .
Mas Radit menatapku serius . Seperti ingin mengatakan hal yang sangat penting . Dan Aku menunggu dengan jantung berdegup kencang .
" Nisa , apakah kamu bisa mempercayaiku ?"
" Tentu " ucapku mantap dan tegas
Benar hatiku sudah milih nya .Memilih untuk mempercayainya apapun itu aku yakin yang keluar dari bibir mas Radit adalah suatu kebenaran .
***
" Anisa , kamu tau apa yang membuatku paling Rapuh . Aku kehilangan dirimu ,kamu tidak mempercayaiku "
" Aku sudah memilih mas Radit . Aku akan mempercayai dan tidak akan meninggalkan mas Radit .Seperti mas Radit dulu selalu yakin aku masih ada sebesar itu keyakinanku untuk mas Radit .Jangan meragukan perasaanku "
" Nisa aku pernah menikahi Elena karena jebakan Niko . Bahkan aku menelantarkan kamu dan anak anak . Aku takut kau membenciku saat aku ada perasaan berdosa pada mu .Aku lemah saat itu .Apakah kau sudah memaafkan aku ?"
Anisa tersenyum , mendengar ketakutan Radit .
" Mas Radit , aku benci ketika mas Radit masih mengingat itu . Aku sudah merasa yakin dengan penjelasan mas Radit aku memutuskan untuk sangat percaya . Seperti mas Radit yang percaya denganku saat aku di rawat oleh Hans "
" Nisa aku tidak suka kau menyebut Hans .Lupakanlah "
" Begitu juga aku mas, aku tidak suka kau menyebut wanita lain . Kau tau maksudku .Kita menjalani dan menghapus hal buruk yang menimpa kita "
" Baiklah tidak ada nama nama lain dalam hidup kita hanya Raditya Wijaya dan Anisa Hapsari kita akan berjuang dan bertahan .Saling mencintai dan mengerti "
" Iya , Mas Radit dan aku manusia yang tidak sempurna .kita akan saling mengisi dan menerima kurang dan lebihnya kita "
" Nisa, tapi aku akan jujur padamu , besok aku harus menghadiri persidangan Niko . Aku meminta ijin padamu karena di sana akan ada Elena yang akan menjadi saksi "
__ADS_1
Anisa mulai cemberut .Merasa tidak suka .Tadi saja bisa berbicara begitu dewasa .Tapi ketika dihadapkan dengan kenyataan yang ada, hatinya masih merasa sakit .Ya perasaan cemburu .
" Kita sudah berjanji hanya ada aku dan kamu Nisa .Apa kau marah ?"
" Entahlah aku merasa tidak suka " ucap Anisa .
Anisa melepaskan diri dari Radit .Ia menuju jendela melihat langit malam . Malam itu langit memang gelap tidak ada bintang .
" Sidang itu harus aku hadiri Nisa .Apakah kau mau ikut mendampingiku ''
" Tidak bisa diwakilkan ?" Anisa masih mencoba Agar Radit tidak lagi bertemu Elena .
" Kalau kau sudah memutuskan percaya padaku ,mengapa kau masih tidak bisa menerima "
" Mas ,mana ada istri yang tidak sakit hati dan membiarkan suaminya kembali bertemu dengan sang mantan "
" Apa ,Anisaku cemburu ? " Radit mencoba untuk menggoda Anisa .Mencairkan rasa tegang diantara mereka .
" Baik, pergilah ke pengadilan .Aku juga akan pergi kerumah sakit Hans .Mungkin dia bisa membuat hatiku tidak sakit " ucap Anisa memprovokasi Radit .
" Jangan pernah coba coba Anisa .Kau tau ?,aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuat mu tetap ada di sisiku .Termasuk mengorbankan kewarasan ku " Radit benar benar di penuhi amarah saat Anisa menyebut nama Hans dan mengatakan akan menemuinya .
" Lepas " Anisa mecoba melepaskan diri dari cengkraman Radit yang benar benar marah .
Anisa menyesal telah menggoda Radit dengan ucapannya .
" Aku hanya menggodamu .Untuk apa aku pergi menemui Hans "
" Jangan pernah berkata seperti ini lagi . Aku takut tidak bisa mengendalikan diri . Aku tau kau cemburu Nisa . Aku datang karena memang harus datang . Kita berdamai .Bukan kah kau sudah memilih untuk percaya dan yakin padaku .Kau yang mengatakannya dengan bijak "
" Tapi hatiku sakit ...." Lirih Anisa .
" Ikutlah denganku besok ,genggam lah tanganku , Hatiku ,tubuh ku semuanya milikmu . Aku tidak bisa hidup tanpa mu Nisa " .
Dan malam semakin larut . Malam indah yang Radit inginkan semuanya pupus . Perasaan dan juga mood Anisa tidak bisa diajak kompromi . Kali ini Radit masih harus bersabar .
Kehadiran Elena ,membuyarkan semua . Keduanya harus kembali menata puing puing hati yang berserak . Hati Anisa dan Radit masih rapuh .
Anisa tetap meminta Radit untuk pulang ke rumah . Mereka mempersiapkan diri untuk persidangan besok . Niko mendapat banyak tuntutan .Dari penggelapan dana perusahaan, kematian Fattah dan pemerkosaan pada Elena .
Sampai di rumah sudah sangat larut . Anisa segera masuk kedalam kamarnya begitu juga Radit ia mengikuti Anisa .Semua penghuni rumah sudah terbang ke alam mimpi .
Mereka pun menyusul untuk merebahkan tubuh dan jiwa mereka yang lelah . Meski tidak ada malam yang panas .Mereka mencoba saling mendekat .Menerima semua keadaan yang menimpa sebagai jalan yang sudah di gariskan . Berdamai ...
Radit mengusap bulir bening di pipi Anisa .Begitu juga Anisa memeluk erat kekasih nya .
" Aku memaafkan mu mas ...., Aku pun meminta maafmu .Aku bukan wanita sempurna .Aku mencintai mu aku ingin sesalu ada di sisimu "
__ADS_1
" Nisa, terima kasih untuk keiklasanmu mendampingi pria sepertiku yang tidak sempurna .Aku selalu menginginkanmu di sisiku dan terus mencintaimu "
Saling memeluk, berselimut malam yang pekat . Perasaan mereka damai setelah semua emosi mereda . Berganti perasaan saling menginginkan saling merindu dan Bahagia saling memiliki .