Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
78 . Saling memeluk berselimut malam yang pekat .


__ADS_3

Radit menuju loby dan bertemu dengan Arman yang masih setia menunggu . Senyum bahagia Radit terukir . Mereka berbincang layaknya seorang sahabat . Tidak ada batasan antara Radit dan Arman .


Terkadang Arman tergelak karena kekakuan sikap Radit pada Anisa . Arman bisa dengan leluasa mencemooh Radit tanpa sungkan .Sesekali Raditpun membuat Arman tak berkutik ketika diancam dengan kekuasaan yang Radit miliki .


" Bos memang selalu benar , begitu lah pakem dari dulu hingga sekarang " ucap Arman kesal


" Itu benar Arman ,Terimakasih sudah mengerti diriku . Aku bahagia memiliki sahabat yang sangat baik "


" Dan bisa ditindas " ucap Arman sangat kesal .


Arman sudah bosan menunggu Radit yang belum bisa masuk ke kamarnya . Radit bilang butuh timing yang tepat untuk masuk ke kamar pengantinnya


" Dasar mesum ..." batin Arman .


Ketika hendak berdiri Arman dan Radit dikejutkan dengan suara yang tidak asing .


" Pak Radit ...."


" Elena ..."


Raut muka Radit pias melihat Elena . Elena kembali ke tanah air untuk menjadi saksi kasus di sidang Niko . Radit sampai melupakannya .Padahal ia sendiri yang menghubungi .


Arman segera memecah kekakuan . Diantara Radit dan Elena .


" Elena terima kasih sudah datang .Apa kau datang sendiri ? "Tanya Arman sambil menjabat tangan Elena


" Ya aku datang sendiri karena Paul masih sibuk .Mungkin dua hari lagi dia menyusul " Jawab Elena ramah .


" Maaf Elena , Karena kasus ini kamu harus repot jadi saksi " Ucap Radit sungkan .


" Tidak masalah ,saya harap dengan melakukan ini semua bisa menebus semua kebohongan yang pernah saya lakukan . Selain itu saya ingin melihat Niko di hukum seberat beratnya " timpal Elena geram


" Lupakan Elena ,kejadian buruk yang pernah menimpa kita . Apa kau sudah menikahi Paul "


" Ya ,kami sudah menikah pak Radit "


" Baiklah Elena bagai mana kalau kau dan Arman makan malam . Aku sedang ada kepentingan . Kita bertemu lagi besok di persidangan Niko "


Radit meminta Arman untuk menemani Elena makan malam . Sebenarnya Arman sudah ingin pulang tetapi masih harus mendapat tugas tambahan .Terpaksa Arman memenuhi permintaan Radit .


Radit meninggalkan Elena dan Arman . Sebenarnya Radit merasa tidak nyaman bertemu kembali dengan Elena . Kejadian yang rumit . Memaksa Radit harus menikahi Elena .Perasaan bersalah itu menyelinap di hati Radit .


Tepat di depan pintu kamar ,Radit masih tertegun . Dadanya terasa sesak oleh rasa bersalah yang kembali hadir . Membiarkan Anisa bertahan sendiri dengan ancaman bahaya dari Niko waktu itu . Sungguh Radit menyesali semua keputusannya di masa itu


Radit membuka kamarnya kemudian masuk . Melihat Anisa sedang melihat televisi dari tempat tidurnya .


" Mas sudah datang , Semua lancarkan .Mas Radit capek ?" Anisa menghampiri Radit . Menghawatirkan pria yang berada di depannya .

__ADS_1


Tiba tiba saja Radit memeluk Anisa . Matanya berkaca kaca . Anisa merasakan kerapuhan pada Radit . Hati Anisa bertanya tanya . Apakan masalah yang begitu besar ?


POV Anisa .


Aku beranjak dari tempat tidur ketika melihat mas Radit sudah datang .Ada keanehan ,Wajahnya terlihat murung . Aku segera menghampirinya . Menanyakan apakah urusannya lancar . Aku sangat kawatir .


Tiba tiba mas Radit memelukku . Aku merasa mas Radit sangat rapuh . Tatapan matanya membuatku terluka . Aku sangat mencintai pria di depanku . Aku tak ingin melihatnya seperti ini .


Mas Radit tidak melepaskan pelukannya, justru semakin erat . Aku tidak tau harus berbuat apa selain mengusap punggungnya dan mengucapkan betapa aku sangat mencintainya .Aku bisa menerimanya dalam keadaan apapun .


Masih sangat jelas di ingatanku ,Saat aku menghilang ,Mas Radit tidak pernah goyah . Ia selalu menantikan diriku . Padahal semua orang menganggap ku sudah tidak ada .


Mas Radit sangat istimewa menepati hatiku . Aku ingin hanya perpisahan karena Tuhan memanggil satu diantara kita .Dan saling menanti hingga bertemu di Surganya .


Bahu mas Radit terguncang dengan isakan tangisnya . Sungguh tidak pantas pria tinggi besar ini menangis . Apa yang ia takutkan sebenarnya .


" Mas Radit kenapa ?"ucapku ketika dia mulai tenang .


Mas Radit menatapku serius . Seperti ingin mengatakan hal yang sangat penting . Dan Aku menunggu dengan jantung berdegup kencang .


" Nisa , apakah kamu bisa mempercayaiku ?"


" Tentu " ucapku mantap dan tegas


Benar hatiku sudah milih nya .Memilih untuk mempercayainya apapun itu aku yakin yang keluar dari bibir mas Radit adalah suatu kebenaran .


***


" Anisa , kamu tau apa yang membuatku paling Rapuh . Aku kehilangan dirimu ,kamu tidak mempercayaiku "


" Aku sudah memilih mas Radit . Aku akan mempercayai dan tidak akan meninggalkan mas Radit .Seperti mas Radit dulu selalu yakin aku masih ada sebesar itu keyakinanku untuk mas Radit .Jangan meragukan perasaanku "


" Nisa aku pernah menikahi Elena karena jebakan Niko . Bahkan aku menelantarkan kamu dan anak anak . Aku takut kau membenciku saat aku ada perasaan berdosa pada mu .Aku lemah saat itu .Apakah kau sudah memaafkan aku ?"


Anisa tersenyum , mendengar ketakutan Radit .


" Mas Radit , aku benci ketika mas Radit masih mengingat itu . Aku sudah merasa yakin dengan penjelasan mas Radit aku memutuskan untuk sangat percaya . Seperti mas Radit yang percaya denganku saat aku di rawat oleh Hans "


" Nisa aku tidak suka kau menyebut Hans .Lupakanlah "


" Begitu juga aku mas, aku tidak suka kau menyebut wanita lain . Kau tau maksudku .Kita menjalani dan menghapus hal buruk yang menimpa kita "


" Baiklah tidak ada nama nama lain dalam hidup kita hanya Raditya Wijaya dan Anisa Hapsari kita akan berjuang dan bertahan .Saling mencintai dan mengerti "


" Iya , Mas Radit dan aku manusia yang tidak sempurna .kita akan saling mengisi dan menerima kurang dan lebihnya kita "


" Nisa, tapi aku akan jujur padamu , besok aku harus menghadiri persidangan Niko . Aku meminta ijin padamu karena di sana akan ada Elena yang akan menjadi saksi "

__ADS_1


Anisa mulai cemberut .Merasa tidak suka .Tadi saja bisa berbicara begitu dewasa .Tapi ketika dihadapkan dengan kenyataan yang ada, hatinya masih merasa sakit .Ya perasaan cemburu .


" Kita sudah berjanji hanya ada aku dan kamu Nisa .Apa kau marah ?"


" Entahlah aku merasa tidak suka " ucap Anisa .


Anisa melepaskan diri dari Radit .Ia menuju jendela melihat langit malam . Malam itu langit memang gelap tidak ada bintang .


" Sidang itu harus aku hadiri Nisa .Apakah kau mau ikut mendampingiku ''


" Tidak bisa diwakilkan ?" Anisa masih mencoba Agar Radit tidak lagi bertemu Elena .


" Kalau kau sudah memutuskan percaya padaku ,mengapa kau masih tidak bisa menerima "


" Mas ,mana ada istri yang tidak sakit hati dan membiarkan suaminya kembali bertemu dengan sang mantan "


" Apa ,Anisaku cemburu ? " Radit mencoba untuk menggoda Anisa .Mencairkan rasa tegang diantara mereka .


" Baik, pergilah ke pengadilan .Aku juga akan pergi kerumah sakit Hans .Mungkin dia bisa membuat hatiku tidak sakit " ucap Anisa memprovokasi Radit .


" Jangan pernah coba coba Anisa .Kau tau ?,aku bisa mengorbankan apa saja untuk membuat mu tetap ada di sisiku .Termasuk mengorbankan kewarasan ku " Radit benar benar di penuhi amarah saat Anisa menyebut nama Hans dan mengatakan akan menemuinya .


" Lepas " Anisa mecoba melepaskan diri dari cengkraman Radit yang benar benar marah .


Anisa menyesal telah menggoda Radit dengan ucapannya .


" Aku hanya menggodamu .Untuk apa aku pergi menemui Hans "


" Jangan pernah berkata seperti ini lagi . Aku takut tidak bisa mengendalikan diri . Aku tau kau cemburu Nisa . Aku datang karena memang harus datang . Kita berdamai .Bukan kah kau sudah memilih untuk percaya dan yakin padaku .Kau yang mengatakannya dengan bijak "


" Tapi hatiku sakit ...." Lirih Anisa .


" Ikutlah denganku besok ,genggam lah tanganku , Hatiku ,tubuh ku semuanya milikmu . Aku tidak bisa hidup tanpa mu Nisa " .


Dan malam semakin larut . Malam indah yang Radit inginkan semuanya pupus . Perasaan dan juga mood Anisa tidak bisa diajak kompromi . Kali ini Radit masih harus bersabar .


Kehadiran Elena ,membuyarkan semua . Keduanya harus kembali menata puing puing hati yang berserak . Hati Anisa dan Radit masih rapuh .


Anisa tetap meminta Radit untuk pulang ke rumah . Mereka mempersiapkan diri untuk persidangan besok . Niko mendapat banyak tuntutan .Dari penggelapan dana perusahaan, kematian Fattah dan pemerkosaan pada Elena .


Sampai di rumah sudah sangat larut . Anisa segera masuk kedalam kamarnya begitu juga Radit ia mengikuti Anisa .Semua penghuni rumah sudah terbang ke alam mimpi .


Mereka pun menyusul untuk merebahkan tubuh dan jiwa mereka yang lelah . Meski tidak ada malam yang panas .Mereka mencoba saling mendekat .Menerima semua keadaan yang menimpa sebagai jalan yang sudah di gariskan . Berdamai ...


Radit mengusap bulir bening di pipi Anisa .Begitu juga Anisa memeluk erat kekasih nya .


" Aku memaafkan mu mas ...., Aku pun meminta maafmu .Aku bukan wanita sempurna .Aku mencintai mu aku ingin sesalu ada di sisimu "

__ADS_1


" Nisa, terima kasih untuk keiklasanmu mendampingi pria sepertiku yang tidak sempurna .Aku selalu menginginkanmu di sisiku dan terus mencintaimu "


Saling memeluk, berselimut malam yang pekat . Perasaan mereka damai setelah semua emosi mereda . Berganti perasaan saling menginginkan saling merindu dan Bahagia saling memiliki .


__ADS_2