
Elena terisak meratapi nasibnya . Ia menatap Radit sendu .Pria itu pun terguncang . Ada Perasaan yang membuat hati Elena sangat sakit . Dirinya sudah sangat kotor .Meskipun ia besar di Eropa tapi ia selalu menjujung adat timur .
Pagi itu dunia Radit terguncang .Ia begitu resah .Jalan apa yang harus ia tempuh . Adiknya dalam Sandera Niko .Ia telah merusak Elena . Dan yang terpenting ia akan segera menghancurkan perasaan wanita yang sangat ia cintai .
Radit tidak sanggup berhadapan dengan Anisa dan keluarganya .Apakah mungkin perbuatannya termaafkan . Radit sudah berada di kamarnya sendiri bersama Arman yang menatapnya dengan sadis .
" Arman apa yang harus aku lakukan .Aku telah menghancurkan hidupku sendiri "
" Bos , aku juga tidak tau "
Tiba tiba saja Niko datang Dengan senyuman sumringah . Dia sudah memegang kartu As di tangannya .
" Selamat pagi mas Radit "
" Kau ...." Radit bangkit dan akan meninju Niko
" Stop ...atau ini akan menjadi akhir kehidupanmu yang menyakitkan " Niko melempar sebuah amplop coklat
" Apa yang kau inginkan " Radit membuka amplop coklat .
Mata Radit terbelalak melihat gambar dirinya sedang mencium Elena .Radit menyobeknya .
Niko tertawa puas . Melihat Radit semakin terpojok .
" Semua akan aman dengan syarat , Serahkan perusahaan padaku "
" Kamu pikir gampang ? aku tidak sekuasa itu "
"Terserah kamu "
" Kau hanya bisa menggantikan posisiku tapi tidak kepemilikan "
" Itu juga bagus "
" Aku berikan tapi lepaskan Shinta Adiku bawa dia kemari "
" Tidak bisa "
"Aku bilang bawa dia kemari atau kau dan aku tidak mendapatkan apapun "
Niko menelpon Anak buahnya . Untuk membawa Shinta .Sinta pun datang diantar oleh dua orang pengawal .
Radit menghampiri Sinta . Namun Niko mencegah Radit .
" Tepati janjimu dulu berikan surat penunjukan tugas untuk aku menggantikan posisimu "
" Baik "
Radit menandatangani semua berkas yang membuat Niko menggantikan posisinya di perusahaan .
Dalam sekejap semua hilang . Radit memeluk adiknya Sinta erat .
" Kita pergi Sinta " ucap Radit pada adiknya .
" Siapa bilang Sinta bisa kau bawa . Dia istriku ,aku yang akan membawanya pergi "
" Kau sudah mendapatkan semuanya Niko kau harus menepati janji "
" Tidak bisa ,Aku tidak bisa hidup tanpa Sinta " Dua orang pengawal telah merebut Sinta kembali dan membawanya pergi .
" Kalau sampai kau menyakiti Sinta tunggu pembalasanku"
" Kau masih bisa mengancam dengan kebusukan mu yang aku tutupi ? "
__ADS_1
Niko pergi membawa kemenangan ganda setelah menghancurkan kehidupan Radit .
Yang tersisa hanya Arman dan Radit .
" Arman aku sudah hancur hanya satu yang bisa kulakukan aku akan membawa Elena pergi . Tolong rahasiakan semua dari Anisa . Biarkan aku yang akan menjelaskan semua pada Anisa sendiri .Tetap lah bekerja disana jadilah mata mataku Arman . Jadi apapun kau disana ,bertahanlah .Aku butuh waktu .Aku pasti kembali "
Arman hanya bisa menganggukan kepalanya . Radit menuju kamar Elena dan meminta Elena untuk bersiap .
Radit menatap gadis itu dan bersimpuh di depannya .
" Elena maafkan aku , Aku dalam keadaan yang tidak sadar .Aku mengira kau adalah istriku .Elena aku tau ucapanku menyakitkan aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku . Walau hanya sebuah setatus yang bisa aku tawarkan "
Elena yang mendengar ucapan Radit hanya bisa berurai air mata . Ia tidak bisa menatap Radit . Bertanya setatus apa yang Radit tawarkan
" Kita ke Jerman Elena bersiaplah "
Radit sudah menyusun rencana untuk menyelamatkan Elena sebagai bentuk tanggung jawab .Arman membantu Radit mempersiapkan segala surat surat untuk pergi .
Radit menitipkan sebuah surat untuk Anisa pada Arman . Dengan kekuatan yang tersisa Radit meninggalkan semua .
Jakarta
Anisa sedang menggendong Luky yang menangis sedari tadi . Tidak seperti biasanya bocah tampan ini sangat rewel .Mobil yang biasa mengantar Radit tiba di halaman rumah Anisa .
Luky sangat hafal suara mobil papinya segera lari kedepan menuju teras .
Namun bocah itu tidak mendapati ayahnya. Hanya ada Arman yang keluar dari mobil itu .
" Halo Luky .."
" Papi mana ..?"Tanya Luky polos
" Papi masih belum selesai sayang pekerjaannya banyak "
Anisa menghampiri Arman dan menggendong Luky . Arman salah tingkah menghadapi Anisa . Hati Arman sangat tidak tega .
" Maaf Bu ,banyak sekali masalah kantor .Pak Radit hanya menitip ini untuk ibu "
" Surat ....? Kenapa surat, bukannya bisa telepon langsung . Ah mungkin mas Radit lagi ingin ngegombal ...." Anisa tertawa ingat sekali suaminya suka membuat dirinya berbunga bunga.
Hati Arman sakit melihat ekspresi ceria Anisa . Seandainya Anisa tau apa yang telah terjadi . Pasti Anisa akan tersedu sedu .
" Masuk Arman ...,aku ingin membaca surat dari mas Radit "
" Bu Anisa ,saya buru buru .Permisi dulu "
Arman cepat pulang .Tidak ingin berlama lama menyaksikan keceriaan Anisa yang membuat hatinya teriris .
Anisa memanggil suster Ana untuk menemani Luky . Anisa naik ke lantai dua di teras balkon . Menatap koleksi pohon kaktus yang berjajar .
Hembusan angin dari luar membuat Anisa merasa sejuk . Ia duduk sambil membuka sampul surat .
Untuk Istriku Anisa .
Maaf, aku belum bisa menemuimu . Keadaan kantor sangat kacau .
Nisa bisakah saat ini aku meminta rasa percaya darimu . Aku pergi ke Jerman entah untuk berapa lama .
Aku minta percayalah hanya padaku . Aku berjanji akan menemui mu dan menjelaskan semua .
Nisa ikatan kita sangat kuat ketika kau lemah begitu juga aku . Aku mohon jangan hiraukan apapun ucapan orang .Jagalah buah hati kita . meskipun aku berada jauh darimu . Doaku ,kasih sayangku selalu berlimpah untukmu
Percayalah saat bibirku sendiri yang mengatakan . Nisa, jika nanti Niko dan Sinta ingin mengambil rumah tempat kita. biarkan saja . Pindah lah ke rumah samping .
__ADS_1
Kamu bisa kan hidup sederhana ?. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menafkahi mu dari sini .
Nisa Berikan ciumku untuk Luky dan Ara . Aku selalu dan terus merindukanmu .di manapun aku berada
Maafkan aku Nisa
Raditya Wijaya
Tak terasa lelehan air mata mengalir deras . Anisa memeluk surat pemberian Radit . Ia segera berlari mencari Ara dan Luky . Anisa memeluk kedua putranya erat .Menciumi mereka penuh kasih sayang .
" Ara , Luky ....papi belum bisa pulang . Ini ciuman dari papi . Apakah kalian menyayangi papi " ucap Anisa pelan sembari menatap dua buah hatinya yang bingung .
" Papi sedang bekerja di Jerman . Doakan papi selamat dan sehat ya nak "
" Bunda ....hiks ....hiks " Ara menangis begitu juga Luky bocah itu ikut menangis tanpa tau sebabnya .
Bertiga mereka saling berpelukan .saling menguatkan . Anisa mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk .yaitu pengambilan rumah oleh Niko dan Sinta .
***
Jerman .
Radit dan Elena sudah sampai di Jerman .Mereka menyewa sebuah flat sederhana . Radit menikahi Elena di catatan sipil sebagai bentuk tanggung jawab .Radit tidak mau menikah secara agama . Baginya itu sangat berat .
Setelah acara pernikahan di catatan sipil sebagai tradisi Elena mengunjungi rumah ibunya .
Disebuah kota kecil yang bersih . Radit dan Elena sedang berjalan ke sebuah rumah yang cukup asri .
wanita tengah baya yang masih cantik keluar dari rumah menyambut kedatangan Elena dan Radit .Meskipun mama Elena orang asli Jerman tapi beliau bisa berbahasa Indonesia dengan lancar .
" Sayangku Elena " memeluk putrinya dan memberi selamat .
" Mama aku sangat merindukan mu "tutur Elena haru
" Pria tampan inikah suamimu ?"
" Ia, dia pak Radit ma "
" Kau masih memanggilnya pak tidak Romantis Elena "
" Aku masih canggung ma "
" Saya Raditya Wijaya " ucap Radit memperkenalkan diri
" Nama yang bagus "
Mereka makan siang bersama . Elena memamerkan cincin pemberian Radit pada mamanya .Mama elena hanya tersenyum bahagia melihat rona merah dari wajah Elena .
Ya Elena memang mengagumi Radit dari pertama kali bertemu dulu . Dan saat tiba tiba saja di nikahi oleh Radit ,Elena tidak menolak meski pun tau jika Radit telah memiliki seorang istri .
Setelah mengunjungi ibunya Mereka kembali menuju flat yang mereka sewa . Radit akan memulai hidup barunya .Dia sudah menghubungi beberapa teman teman bisnisnya untuk memulai bisnis atau setidaknya pekerjaan .
Dia harus menghidupi dua orang istri sekaligus .Tak pernah terbayangkan akan mengalami hari yang sangat berat .Dengan rasa bersalah dan berdosa seperti ini .
Radit meletakan belanjaannya kedalam lemari es . Sedang Elena masih duduk .
Radit ikut bergabung dengan Elena duduk di ruang tamu .
" Elena mulai besok aku akan mencari pekerjaan . Aku harus menghidupi kamu juga istri dan anak anakku .Aku harap kamu tidak keberatan . Kamu tau sendiri aku sudah memiliki istri "
Elena diam mendengar ucapan Radit . Ia masih duduk dan tidak mengatakan bantahan .
" Maafkan aku Elena . Aku akan berada di sini menjagamu .Pernikahan ini ...,kamu dan aku tidak pernah menginginkannya "Radit menarik nafas terasa berat mengatakan pada Elena .Dia memang pria kejam kemudian Radit menundukkan kepalanya
__ADS_1
" Elena aku sangat mencintai istriku Anisa .Aku tidak bisa mencintaimu .Aku juga yakin kamu tidak pernah mencintaiku ,aku pria yang sudah berumur . Anggaplah aku seperti kakakmu . Kita tunggu apakah kau hamil atas perbuatanku , Jika iya aku sendiri yang akan merawatnya . Kamu masih muda Elena ,kau bisa menentukan masa depan yang lebih baik .Maafkan aku "
Elena meneteskan air matanya . Ucapan Radit sangat mengiris perasaannya sebagai wanita .Tidak bisakah menjalani dulu sebelum mengatakan batasan ini .