Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
62 . Mengurai benang kusut


__ADS_3

Elena terisak meratapi nasibnya . Ia menatap Radit sendu .Pria itu pun terguncang . Ada Perasaan yang membuat hati Elena sangat sakit . Dirinya sudah sangat kotor .Meskipun ia besar di Eropa tapi ia selalu menjujung adat timur .


Pagi itu dunia Radit terguncang .Ia begitu resah .Jalan apa yang harus ia tempuh . Adiknya dalam Sandera Niko .Ia telah merusak Elena . Dan yang terpenting ia akan segera menghancurkan perasaan wanita yang sangat ia cintai .


Radit tidak sanggup berhadapan dengan Anisa dan keluarganya .Apakah mungkin perbuatannya termaafkan . Radit sudah berada di kamarnya sendiri bersama Arman yang menatapnya dengan sadis .


" Arman apa yang harus aku lakukan .Aku telah menghancurkan hidupku sendiri "


" Bos , aku juga tidak tau "


Tiba tiba saja Niko datang Dengan senyuman sumringah . Dia sudah memegang kartu As di tangannya .


" Selamat pagi mas Radit "


" Kau ...." Radit bangkit dan akan meninju Niko


" Stop ...atau ini akan menjadi akhir kehidupanmu yang menyakitkan " Niko melempar sebuah amplop coklat


" Apa yang kau inginkan " Radit membuka amplop coklat .


Mata Radit terbelalak melihat gambar dirinya sedang mencium Elena .Radit menyobeknya .


Niko tertawa puas . Melihat Radit semakin terpojok .


" Semua akan aman dengan syarat , Serahkan perusahaan padaku "


" Kamu pikir gampang ? aku tidak sekuasa itu "


"Terserah kamu "


" Kau hanya bisa menggantikan posisiku tapi tidak kepemilikan "


" Itu juga bagus "


" Aku berikan tapi lepaskan Shinta Adiku bawa dia kemari "


" Tidak bisa "


"Aku bilang bawa dia kemari atau kau dan aku tidak mendapatkan apapun "


Niko menelpon Anak buahnya . Untuk membawa Shinta .Sinta pun datang diantar oleh dua orang pengawal .


Radit menghampiri Sinta . Namun Niko mencegah Radit .


" Tepati janjimu dulu berikan surat penunjukan tugas untuk aku menggantikan posisimu "


" Baik "


Radit menandatangani semua berkas yang membuat Niko menggantikan posisinya di perusahaan .


Dalam sekejap semua hilang . Radit memeluk adiknya Sinta erat .


" Kita pergi Sinta " ucap Radit pada adiknya .


" Siapa bilang Sinta bisa kau bawa . Dia istriku ,aku yang akan membawanya pergi "


" Kau sudah mendapatkan semuanya Niko kau harus menepati janji "


" Tidak bisa ,Aku tidak bisa hidup tanpa Sinta " Dua orang pengawal telah merebut Sinta kembali dan membawanya pergi .


" Kalau sampai kau menyakiti Sinta tunggu pembalasanku"


" Kau masih bisa mengancam dengan kebusukan mu yang aku tutupi ? "

__ADS_1


Niko pergi membawa kemenangan ganda setelah menghancurkan kehidupan Radit .


Yang tersisa hanya Arman dan Radit .


" Arman aku sudah hancur hanya satu yang bisa kulakukan aku akan membawa Elena pergi . Tolong rahasiakan semua dari Anisa . Biarkan aku yang akan menjelaskan semua pada Anisa sendiri .Tetap lah bekerja disana jadilah mata mataku Arman . Jadi apapun kau disana ,bertahanlah .Aku butuh waktu .Aku pasti kembali "


Arman hanya bisa menganggukan kepalanya . Radit menuju kamar Elena dan meminta Elena untuk bersiap .


Radit menatap gadis itu dan bersimpuh di depannya .


" Elena maafkan aku , Aku dalam keadaan yang tidak sadar .Aku mengira kau adalah istriku .Elena aku tau ucapanku menyakitkan aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku . Walau hanya sebuah setatus yang bisa aku tawarkan "


Elena yang mendengar ucapan Radit hanya bisa berurai air mata . Ia tidak bisa menatap Radit . Bertanya setatus apa yang Radit tawarkan


" Kita ke Jerman Elena bersiaplah "


Radit sudah menyusun rencana untuk menyelamatkan Elena sebagai bentuk tanggung jawab .Arman membantu Radit mempersiapkan segala surat surat untuk pergi .


Radit menitipkan sebuah surat untuk Anisa pada Arman . Dengan kekuatan yang tersisa Radit meninggalkan semua .


Jakarta


Anisa sedang menggendong Luky yang menangis sedari tadi . Tidak seperti biasanya bocah tampan ini sangat rewel .Mobil yang biasa mengantar Radit tiba di halaman rumah Anisa .


Luky sangat hafal suara mobil papinya segera lari kedepan menuju teras .


Namun bocah itu tidak mendapati ayahnya. Hanya ada Arman yang keluar dari mobil itu .


" Halo Luky .."


" Papi mana ..?"Tanya Luky polos


" Papi masih belum selesai sayang pekerjaannya banyak "


Anisa menghampiri Arman dan menggendong Luky . Arman salah tingkah menghadapi Anisa . Hati Arman sangat tidak tega .


" Maaf Bu ,banyak sekali masalah kantor .Pak Radit hanya menitip ini untuk ibu "


" Surat ....? Kenapa surat, bukannya bisa telepon langsung . Ah mungkin mas Radit lagi ingin ngegombal ...." Anisa tertawa ingat sekali suaminya suka membuat dirinya berbunga bunga.


Hati Arman sakit melihat ekspresi ceria Anisa . Seandainya Anisa tau apa yang telah terjadi . Pasti Anisa akan tersedu sedu .


" Masuk Arman ...,aku ingin membaca surat dari mas Radit "


" Bu Anisa ,saya buru buru .Permisi dulu "


Arman cepat pulang .Tidak ingin berlama lama menyaksikan keceriaan Anisa yang membuat hatinya teriris .


Anisa memanggil suster Ana untuk menemani Luky . Anisa naik ke lantai dua di teras balkon . Menatap koleksi pohon kaktus yang berjajar .


Hembusan angin dari luar membuat Anisa merasa sejuk . Ia duduk sambil membuka sampul surat .


Untuk Istriku Anisa .


Maaf, aku belum bisa menemuimu . Keadaan kantor sangat kacau .


Nisa bisakah saat ini aku meminta rasa percaya darimu . Aku pergi ke Jerman entah untuk berapa lama .


Aku minta percayalah hanya padaku . Aku berjanji akan menemui mu dan menjelaskan semua .


Nisa ikatan kita sangat kuat ketika kau lemah begitu juga aku . Aku mohon jangan hiraukan apapun ucapan orang .Jagalah buah hati kita . meskipun aku berada jauh darimu . Doaku ,kasih sayangku selalu berlimpah untukmu


Percayalah saat bibirku sendiri yang mengatakan . Nisa, jika nanti Niko dan Sinta ingin mengambil rumah tempat kita. biarkan saja . Pindah lah ke rumah samping .

__ADS_1


Kamu bisa kan hidup sederhana ?. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menafkahi mu dari sini .


Nisa Berikan ciumku untuk Luky dan Ara . Aku selalu dan terus merindukanmu .di manapun aku berada


Maafkan aku Nisa


Raditya Wijaya


Tak terasa lelehan air mata mengalir deras . Anisa memeluk surat pemberian Radit . Ia segera berlari mencari Ara dan Luky . Anisa memeluk kedua putranya erat .Menciumi mereka penuh kasih sayang .


" Ara , Luky ....papi belum bisa pulang . Ini ciuman dari papi . Apakah kalian menyayangi papi " ucap Anisa pelan sembari menatap dua buah hatinya yang bingung .


" Papi sedang bekerja di Jerman . Doakan papi selamat dan sehat ya nak "


" Bunda ....hiks ....hiks " Ara menangis begitu juga Luky bocah itu ikut menangis tanpa tau sebabnya .


Bertiga mereka saling berpelukan .saling menguatkan . Anisa mempersiapkan diri untuk hal yang terburuk .yaitu pengambilan rumah oleh Niko dan Sinta .


***


Jerman .


Radit dan Elena sudah sampai di Jerman .Mereka menyewa sebuah flat sederhana . Radit menikahi Elena di catatan sipil sebagai bentuk tanggung jawab .Radit tidak mau menikah secara agama . Baginya itu sangat berat .


Setelah acara pernikahan di catatan sipil sebagai tradisi Elena mengunjungi rumah ibunya .


Disebuah kota kecil yang bersih . Radit dan Elena sedang berjalan ke sebuah rumah yang cukup asri .


wanita tengah baya yang masih cantik keluar dari rumah menyambut kedatangan Elena dan Radit .Meskipun mama Elena orang asli Jerman tapi beliau bisa berbahasa Indonesia dengan lancar .


" Sayangku Elena " memeluk putrinya dan memberi selamat .


" Mama aku sangat merindukan mu "tutur Elena haru


" Pria tampan inikah suamimu ?"


" Ia, dia pak Radit ma "


" Kau masih memanggilnya pak tidak Romantis Elena "


" Aku masih canggung ma "


" Saya Raditya Wijaya " ucap Radit memperkenalkan diri


" Nama yang bagus "


Mereka makan siang bersama . Elena memamerkan cincin pemberian Radit pada mamanya .Mama elena hanya tersenyum bahagia melihat rona merah dari wajah Elena .


Ya Elena memang mengagumi Radit dari pertama kali bertemu dulu . Dan saat tiba tiba saja di nikahi oleh Radit ,Elena tidak menolak meski pun tau jika Radit telah memiliki seorang istri .


Setelah mengunjungi ibunya Mereka kembali menuju flat yang mereka sewa . Radit akan memulai hidup barunya .Dia sudah menghubungi beberapa teman teman bisnisnya untuk memulai bisnis atau setidaknya pekerjaan .


Dia harus menghidupi dua orang istri sekaligus .Tak pernah terbayangkan akan mengalami hari yang sangat berat .Dengan rasa bersalah dan berdosa seperti ini .


Radit meletakan belanjaannya kedalam lemari es . Sedang Elena masih duduk .


Radit ikut bergabung dengan Elena duduk di ruang tamu .


" Elena mulai besok aku akan mencari pekerjaan . Aku harus menghidupi kamu juga istri dan anak anakku .Aku harap kamu tidak keberatan . Kamu tau sendiri aku sudah memiliki istri "


Elena diam mendengar ucapan Radit . Ia masih duduk dan tidak mengatakan bantahan .


" Maafkan aku Elena . Aku akan berada di sini menjagamu .Pernikahan ini ...,kamu dan aku tidak pernah menginginkannya "Radit menarik nafas terasa berat mengatakan pada Elena .Dia memang pria kejam kemudian Radit menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Elena aku sangat mencintai istriku Anisa .Aku tidak bisa mencintaimu .Aku juga yakin kamu tidak pernah mencintaiku ,aku pria yang sudah berumur . Anggaplah aku seperti kakakmu . Kita tunggu apakah kau hamil atas perbuatanku , Jika iya aku sendiri yang akan merawatnya . Kamu masih muda Elena ,kau bisa menentukan masa depan yang lebih baik .Maafkan aku "


Elena meneteskan air matanya . Ucapan Radit sangat mengiris perasaannya sebagai wanita .Tidak bisakah menjalani dulu sebelum mengatakan batasan ini .


__ADS_2