
Radit menghabiskan sarapannya dengan tenang . Anisa masih setia menunggu dengan tatapan yang tidak sabar . Akhirnya Radit memasukan makanan pada suapan terakhir .Di piringnya sudah bersih tak ada lagi sisa makanan .
" Apa kau masih merindukanku Anisa ?"
" Mas Radit ,aku menunggu penjelasan mu "
" Bisakah kita tunda hingga Minggu depan ?''
" Di tunda lagi , Baik lah " ucap Anisa ketus .
Anisa meninggalkan Radit di ruang makan . Ia masuk kedalam kamar dan membereskan tempat tidur nya yang seperti kapal pecah.
Radit masuk mengikuti Anisa . Memperhatikan istrinya yang sedang membereskan ruang tidur .
Kemudian Anisa membuka lemari pakaiannya .Tangannya bergetar memegang sebuah amplop coklat yang cukup besar .
Duduk dengan tenang di hadapan Radit .Memberikan Amplop coklat pada Radit .
"Aku akan mempercayai ucapan mas Radit apa pun itu . Asalkan kata kata itu keluar dari bibir mas Radit sendiri " ucap Anisa dengan bibir bergetar .
Radit membuka amplop coklat .Matanya terbelalak teryata selama ini Anisa sudah melihat gambar yang Niko simpan .
" Aku akan menjelaskannya Anisa " ucap Radit dengan emosi yang bergejolak .Aku tau kau terluka . Duduklah ...!"
Dengan menahan diri Anisa mengikuti arahan Radit dia duduk di kursi berhadapan dengan Radit .
" Nisa semua berawal dari kejadian di Bali , Niko menjebakku dengan memasukan obat dalam minumanku "
" Jadi gambar ini benar mas Radit dan Elena ?" Suara serak Anisa menahan sakit .
" Aku akan jujur padamu .Itu memang gambarku dan Elena "
Bug tangan Anisa memukul dada bidang Radit .Air matanya mengalir deras .
" Aku belum selesai Nisa , Aku dalam keadaan setengah sadar dan berhalusinasi . Saat itu yang kulihat adalah dirimu . Saat pagi hari aku terbangun dengan teriakan tangis Elena dan aku juga melihat bercak darah di atas sprei "
" Berhenti ......jangan teruskan " tangis Anisa pecah .
" Anisa dengarlah belum selesai "
" Aku sakit mas ,cukup " Anisa sudah enggan mendengar .Hatinya semakin nyeri
Radit merengkuh Anisa " Akupun sama sepertimu Anisa . Aku mengira aku telah membuat Elena tidak lagi suci . Aku tidak bisa menatap wajahmu ,apa lagi menjelaskan peristiwa ini . Akupun bersalah harus bertanggung jawab pada Elena . Aku pergi ke Jerman untuk menikahi Elena "
Anisa semakin membabi buta mendengar Radit meninggalkannya dan menikahi Elena . Tangisannya semakin hebat Radit pun tak luput dari amarah Anisa .
" Kami tinggal di Jerman aku menikahi Elena di catatan sipil . Aku tidak menikahinya secara agama . Aku tidak mampu menduakanmu Anisa . Aku hanya memberinya setatus yang jelas . Kita tinggal satu flat ,Tapi aku bersumpah tidak pernah menyentuhnya Anisa "
" Hentikan mas aku mohon aku benci sama kamu " Anisa berteriak lagi bahkan membungkam mulut Radit .
Radit membiarkan Anisa memukul mencakar .Melampiaskan seluruh amarahnya .
" Suatu hari aku memergoki Elena sedang bersama pria lain . Hari itu juga Elena memintaku untuk bercerai . Aku langsung memutuskan untuk menceraikan Elena .Nisa beberapa bulan aku tidak lagi mengirimi mu uang karena biaya perceraian disana sangatlah mahal maafkan aku tidak bisa menafkahi mu "
"Cukup mas aku sudah mengerti kenapa kau meninggalkan aku dan anak anak . Aku mohon hentikan ceritamu yang menyakitkan aku "
__ADS_1
" Kau tau setelah kau pergi Niko pun mengusir kami dari rumah . aku kebingungan harus bagaimana membiayai anak anak . Mama dan papa Arini juga menghilang .Aku sudah cukup bertahan menantimu . Dan gambar sialan ini . Aku selalu berfikir ,pasti kau akan menyangkalnya dengan bibirmu sendiri . Tapi kenyataannya ini semua benar " isak Anisa semakin lirih .
" Seminggu yang lalu aku dan Elena resmi bercerai Nisa . Dan Elena memberiku sebuah pengakuan "
" Komohon mas Radit aku sudah jijik mendengarnya berhentilah "
" Bukan aku yang mengambil kesucian Elena tapi Niko .Dalam keadaan tidak sadar aku di tempatkan di kamar Elena . dan Niko yang mengambil gambar itu . Niko yang menjebakku . Elena diancam oleh Niko untuk menuntutku pertanggungjawaban . Semua karena Niko " Radit menyelesaikan ceritanya .
" Aku tidak menghianati mu Anisa .Aku mencintai mu dengan seluruh jiwa ragaku,Yang terjadi adalah rekayasa Niko '' gumam Radit
Anisa membeku emosinya telah diaduk aduk mendengar penjelasan Radit di akhir . Teryata rafit tidak pernah menghianatinya sekali pun
" Mas Radiiiit ....." hwaaaa hwaaa kenapa kau permainkan emosiku . Ceritamu diawal sangat menyakitiku mas ....hwaaaa " Aku juga sudah memukulimu ...mencakarmu " hwaaaa
" Maafkan aku Anisa . Aku pantas mendapat hukuman darimu .Aku tau betapa sulitnya hidupmu tanpa aku . Luka cakaran dan pukulanmu tidak sebanding dengan kesulitan mu tanpa adanya aku . Aku mencintai mu Anisa ''
" Maaf kan aku mas "
" Selalu banyak maaf untukmu Nisa '' ucap Radit dengan memeluk Anisa erat .
Radit menghapus jejak jejak air mata di pipi Anisa .
Anisa berdiri kemudian mengambil kotak obat dan membawa nya kedekat Radit .
" Berikan tanganmu Mas "
" Untuk apa ?"
" Aku mau memberi obat di lengan yang tadi aku cakar " ucap Anisa sambil menunduk
" Mas Radit...." Anisa memeluk tubuh Radit .Membenamkan kepalanya nyaman .Menikmati detak jantung yang selama ini ia rindukan . Mencium aroma tubuh maskulin yang sangat khas .
" Anisa ...., Mulai sekarang kita akan hidup bahagia . Tetaplah kuat di sampingku ,aku akan membalas perasaanmu berkali lipat "
" Aku sudah lega mas . Semua sudah berlalu "
" Akupun begitu . Kita akan cari rumah baru untuk kehidupan baru kita .Kita mulai dan akhiri dengan bahagia "
" Mas Radit aku mencintaimu ...cup " Anisa mengecup pipi Radit hangat penuh perasaan .
" Anisa kau menggodaku ?"
" Apa maksud mas Radit ?Aku hanya meluapkan perasaanku .Anisa gugup dan sedikit takut . Tubuhnya belum benar benar pulih setelah semalaman meladeni Radit yang liar .
" Kau takut Anisa " Radit menatap raut wajah Anisa ." Maafkan aku Nisa ,Semalam aku tidak bisa menahan diri penantian ku sangat panjang hingga aku ingin membalas kerinduanku ,istirahatlah !. Aku akan menjagamu disini " .
" Mas kita jemput Luky dan Ara nanti sore " rajuk Anisa
Dengan adanya anak anak Perhatian Radit akan sedikit teralihkan .
" Kita tidak akan menjemput mereka Anisa "
" Mas aku kangen sama mereka "
" Nisa untuk sementara ,sebelum kita mendapatkan rumah baru, maukah kau tinggal bersama mama dan papa?"
__ADS_1
" Aku ikut kemanapun mas Radit ingin "
" Terima kasih sayang , istirahatlah sebelum aku berubah pikiran ''
Anisa buru buru naik keatas tempat tidur takut akan ancaman Radit . Radit yang melihat kelakuan Anisa hanya bisa terkekeh dan gemas .
" Aku menyayangimu Anisa " gumam Radit lirih .
Matahari sudah mulai condong kearah barat . Anisa sudah terbangun setelah beristirahat cukup nyenyak tanpa gangguan Radit .
Hidung Anisa mencium aroma lezat dari arah dapur . Perutnya sudah mulai menagih ingin diisi. Anisa bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke dapur .
" Kau sudah bangun Anisa ?''tanya Radit sambil mengecup kening Anisa .Anisa membalasnya dengan pelukan
" Harum banget ,mas lagi masak apa ? aku lapar "
"Hanya ada telur di kulkas ,jadi mas bikin omelet untuk kita .Ayo makan "
" Turunkan aku mas ! aku bisa jalan sendiri " Anisa protes saat Radit tiba tiba mengangkat tubuhnya .
" Jangan protes hari ini aku ingin memanjakan mu . Cup .."ucap Radit sembari mengecup kening Anisa
Anisa mengalungkan tangannya di leher Radit dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Radit dengan manja .
Radit mendudukan Anisa di kursi dan meminta Anisa tetap tenang . Radit kembali dari dapur dengan dua piring omelet yang tersaji . Keduanya makan dengan lahap .
" Mulai kapan mas Radit pintar memasak ?Setau aku mas Radit tidak suka masuk ke dapur "
" Sejak berada di Jerman Anisa .Aku harus berhemat ,karena harus mengurus dua istri ...ups ....."Radit kelepasan bicara membuat Anisa tak lagi berselera makan.
Anisa tampak marah .Berdiri dari tempat duduknya kemudian melangkah masuk ke kamar dan mengunci pintu
" Anisa ...Anisa ...maaf sayang aku tidak bermaksud menyakitimu " teriak Radit sambil mengetuk ngetuk pintu kamar
Lama Radit berdiri membujuk Anisa agar mau keluar dari kamar . Tapi tampaknya Anisa keras kepala masih tidak mau membukakan pintu .
Padahal sebelumnya Radit sudah berhayal ingin menikmati senja dengan memadu kasih . Semuanya hilang gara gara mulutnya keceplosan . Radit menggaruk garuk kepalanya meski tidak gatal .
Radit masih duduk di depan pintu kamar Anisa . Menanti pintu itu terbuka . Hingga menjelang malam Anisa keluar dari dalam kamarnya .
" Nisa , ...." Radit mengikuti langkah Anisa menuju dapur .
" Nisa bicaralah jangan diam seperti ini . Maaf Nisa ...aku tidak bermaksud melukaimu "
Anisa masih diam hanya menatap Radit yang terus mengekorinya sedari tadi .Lama lama Anisa merasa geli dengan tingkah Radit yang sangat mirip dengan putranya Luky Anisa jadi ingin memeluk Luky sudah beberapa hari tidak bertemu .
" Aku mau maafin mas Radit asal mas Radit mau menuruti permintaanku "
" Aku pasti mengabulkan permintaanmu Nisa "
" Antar aku kerumah mama ,aku ingin bertemu Luky "
" Baiklah kita berangkat ke rumah mama "
Anisa masuk kedalam kamarnya ,mengganti baju dan memakai sedikit riasan agar tidak terlalu pucat .
__ADS_1
Radit menelan ludahnya hanya bisa melihat betapa cantik dan menggodanya Anisa .Dalam situasi seperti ini Radit tidak bisa memaksakan kehendaknya . Setelah berpisah cukup lama rindu itu masih terlalu banyak dia tanggung " Ah Anisa ini lebih dari hukuman ,aku harus menahannya malam ini " gerutu Radit dalam hati .