Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
54 .Ingin menepi sejenak dari kota ini


__ADS_3

Hai hai author mau nanya nih Novel author ngebosenin gak sih ?terlalu berat gak sih? he he yg like dikit yang koment juga . Tapi what ever lah author mah semangat nulis biar jam terbangnya makin tinggi he... he ...Terima kasih sudah mau baca karya amatiran ini .


___________


Jogya


" Mas Atta terima kasih " ucap Rinda dengan senyum tulus


Atta tidak menjawab ucapan Rinda tapi justru memegang dadanya . Atta terhipnotis dengan senyum manis Rinda


" Mas Atta kenapa, sakit ?" Wajah kawatir Rinda mendekat .


Reaksi Atta semakin membingungkan . Atta hanya terus menatap Rinda dengan tangan yang terus memegang dada sebelah kiri .Kemudian kebingungan dan kebisuan Rinda dan Atta


" Rinda..."Lirih Atta sembari terus menatap " bolehkah aku menyukaimu ...?"


Rinda mendengar pengakuan Atta serasa melayang . Semu merah di pipinya juga aliran hangat kedalam hatinya . Rasa yang pertama kali Rinda rasakan mendapat perhatian tulus dari seorang pria .Nyaman ...itu yang Rinda rasakan .


Rinda mengangguk kemudian berlari menuju rumahnya . Kepalanya dengan mudah mengiyakan permintaan Atta . Malu ,senang dan berbunga rasa yang bercampur membuat Rinda tidak bisa berhenti untuk salah tingkah di dalam kamarnya .


Di luar sana Atta juga serasa tidak percaya .Rinda baru saja mengiyakan permintaannya yang sudah lama mengetuk ngetuk ingin berterus terang .


"Yes..." pria itu pun dengan riang kembali ke rumahnya .


Bu Tika menggeleng gelengkan kepalanya .Melihat tingkah Atta yang tidak seperti biasanya


" Atta ...kamu kenapa ? "


" Aku sedang seneng Bu " sembari masuk kedalam kamarnya dan langsung mengunci pintu .


Dalam kamar Atta langsung membuka ponselnya .


" Malam Rinda, tidur yang nyenyak " terkirim pesan .


Atta menatap ponselnya menghitung detik detik Rinda mau membaca pesannya dan menunggu balasan .Tik ...tik ...tik... Atta bolak balik melihat pesan lama Rinda tak membalas. Ah Atta menyadari ketika melirik jam dinding di kamarnya sudah menunjukan pukul sebelas malam " Pasti sudah tertidur " gumam Atta


Atta pun tertidur sembari memeluk ponsel ingin segera pagi .ingin segera melihat sosok yang sudah membuat dunianya jungkir balik .


***


Di sebuah Apartemen Hans sedang menatap foto foto Anisa yang pernah dia ambil dulu, bibirnya melengkung mengingat masa indah bersamanya .


"Alea , putra kita telah lahir aku ingin sekali melihatnya .Seperti apa kuatnya dia . Aku sudah sangat menyayanginya sesak masih ada dalam perutmu "

__ADS_1


" Anisa aku belum bisa merelakan mu begitu saja . Terlalu banyak hal indah yang kau berikan padaku . Aku akan mencintaimu dari jauh "


" Rinda juga menjauh sudah tidak ingin aku temui . Wanita itu sangat unik saat aku ingin di dekatnya dia pergi menjauh . Pergilah Rinda sejauh yang kau mau .Aku memang tidak bisa menempatkan mu di hatiku dengan tahta yang kau inginkan dan kuharap keputusanmu untuk menjauh dariku adalah hal terbaik untuk mu " Hans mengadu pada foto Anisa


" Kau sudah menerima mawarku? , Semoga kau masih ingat denganku . Aku menyimpan semua tentangmu di sini di hatiku "


" Maaf aku masih sangat sakit ketika membayangkan kau dalam pelukan suami mu .Aku tau salah ,perasaanku sudah melukai banyak orang .Apakah aku harus pergi dari sini ?Membuang kenangan seperti yang Rinda lakukan "


" Ah Alea mungkin benar yang dilakukan Rinda aku harus benar benar menjauh . Maafkan semua isi suratku yang mungkin akan membuat suami mu marah dan meragukan mu . Semua yang kucurahkan adalah perasaan yang aku tanggung selama ini .Aku sudah mengatakannya "


Hans menutup ponselnya dan menutup matanya sejenak . Riuh dalam hatinya ingin mendekat namun nuraninya berbisik lain mengajaknya berdamai dengan keadaan .


Hans tebayang tangisan mami . Mungkin sudah saatnya ia membahagiakan mami tapi sebelum itu Hans harus menghapus semua tentang Alea . Agar dia bisa berdiri kokoh tidak lagi menoleh ke dalam masa lalunya .


Hans memakai jaketnya kemudian melajukan mobilnya menuju rumah peristirahatannya .Ia ingin menenangkan diri untuk sebuah keputusan besar bagi hidupnya .


Sudah sangat larut ketika mobil Hans tiba di sebuah rumah peristirahatan yang mewah . Seorang penjaga membuka pintu gerbang .


Mbok Amini tergopoh menyambut tuan Hans yang datang mendadak .


" Maaf, tuan akan beristirahat di kamar utama atau kamar non Lea ...?"


" Tolong siapkan kamar Lea mbok aku ingin tidur disana "


" Tuan Hans sudah siap ,apa tuan Hans ingin secangkir susu hangat "


" Tidak mbok aku akan langsung istirahat . maaf aku datang tanpa pemberitahuan dan mendadak "


" Iya ,tidak apa . Silahkan tuan Hans istirahat "


Hans menyudahi obrolannya dengan mbok min dan segera masuk kedalam kamar impiannya .


Dadanya berdegup kencang ada nuansa yang menghadirkan sosok Alea di ruangan itu .Hans merebahkan tubuhnya dan mencium aroma Alea yang tertinggal


" Aku akan sangat merindukan tempat ini . Alea..., aku tidur di kamar ini hanya dengan bayangan mu . Aku akan meluapkan semua rasaku di sini .Setelah itu mungkin semua akan menjadi kenangan indah .Menjadi perasaan yang pernah menempati dan juga kecewa yang aku dapati kemudian mungkin dengan sering waktu aku bisa menghapusnya dan melupakan mu " Hans bergumam dengan menatap cahaya lampu yang temaram


Hans memeluk selimut dengan Aroma Alea .Berharap bisa bertemu meski dalam mimpi .Ia ingin mengucapkan selamat tinggal dan salam perpisahan .


Dan malam menjadi larut menjemput fajar yang segera menyinari bumi . Dengan hangatnya matahari pagi Hans membuka kelopak matanya . Tubuh tegapnya meregang mengusir rasa kaku yang tersisa .


Mbok min sudah menyiapkan secangkir kopi panas dengan harum khas yang menggugah selera . Hans membawa cangkir kopi menuju teras depan . Ada taman yang ditumbuhi banyak bunga dan pohon hias .Hans duduk diantara bangku yang menghadap pohon kemuning.


Hans menyesap kopinya hingga tandas Matanya dimanjakan dengan warna pepohonan yang beraneka macam . Pikiran Hans menjadi sedikit jernih . Hans sangat mencintai Alam .

__ADS_1


Kemudian perhatian Hans beralih menatap mawar merah yang baru berbunga beberapa kuncup . Hans ingat mawar itu Alea yang menanam . " Sudah berbunga Lea, tapi kau belum sempat melihatnya. Mbok min akan merawatnya untuk mu "


Hans membuka situs berita online yang sedang hangat . Terjadi banjir di sebuah daerah yang memerlukan relawan .Terbersit dalam hatinya untuk melipurkan lara dengan membantu sesama .


Kemudian Hans membuka ponsel pintarnya untuk mendaftar jadi relawan untuk menangani kesehatan disana . Sebagai seorang dokter keberadaannya akan sangat di butuhkan .


Hans menyiapkan segalanya tinggal menunggu persetujuan untuk keberangkatannya . Hans mulai berkemas segera meninggalkan rumah peristirahatannya .


***


Mami Hans duduk di sofa empuk yang lembut .Ia masih tidak bisa menerima keputusan Hans untuk meninggalkan rumah sakit . Walau hanya untuk sementara saja .


Wanita setengah baya itu terus meneteskan air mata .Menghadapi kekerasan sifat putranya .


" Mi, Hans hanya pergi sebentar " rayu Hans


" Banyak cara untuk mengabdi Hans . Kamu tega meninggalkan mami di sini ? "


" Restui langkah Hans mi , Mami tau kan Kalau Hans ingin sedikit menepi dari kota ini "


" Anak nakal ,Bugh ...Bugh ..." mami masih memukul Hans "Pergilah jadilah lebih lembut dan penurut setelah pulang dari sana " ketus mami yang akhirnya mengalah


" Iya mi ,Terima kasih untuk ijin mami . Maafkan Hans belum bisa membuat mami bahagia " Hans mencium tangan mami kemudian dua pipi yang sudah mulai mengendur


" hu ...hu.. hu.." mami Hans tersedu dengan ucapan Hans


" Mi ...., Hans sayang mami. Jaga kesehatan jangan lupa mesti sering cek up ke dokter "


" Ada papi yang jadi dokter mami ,kenapa kamu pusing dan cerewet "


" Papi kalo meriksa mami suka gak bener mi '


" Apa maksudmu papi mu itu dokter terkenal .Enak saja kalau kamu ngomong ,Dengar ! dia juga lulusan luar negri "


" Apa mami gak tau ?,kalo papi sedang memeriksa mami ,itu cuman modus "


" Eh....kurang ajar ini anak . makanya cepetan nikah biar bisa kaya papi modusin istri !" .


" Ehm.. mi , Hans berangkat besok minta doanya ya mi "


" Sudah sana pergi nanti mami nangis lagi. Mami cuma ingin kamu bahagia Hans . Memiliki istri , anak yang manis dan mengurus rumah sakit menggantikan papi "


" Pasti akan datang waktunya. Hans akan mewujudkan impian mami .Saat ini Hans ingin membagi waktu Hans untuk kemanusiaan "

__ADS_1


Semoga Hans.....


__ADS_2