
Pagi hari Anisa sudah terbangun . Ia segera menuju kamar mandi tidak lupa membangunkan Radit .Setelah melaksanakan subuh bersama Anisa segera turun ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan .
Di dapur sudah ada Bu Ratna dan juga mama Arini . Iya Anisa tidak pernah bisa melawan dua wanita ini dalam hal bangun pagi . Selalu Anisa kalah ,Setiap kali dia ke dapur pasti dua wanita itu sudah ada di sana .
" Mama sudah bangun ?"
" Iya sayang ,selamat pagi .Mama kira kamu nginep di sana "
" Gak jadi ma , Hari ini mas Radit harus pergi ke pengadilan ''
Raut wajah mama Arini berubah sendu . Tentu saja jadi ingat betapa malangnya nasib putri semata wayang nya Sinta ..
" Maaf ma ,mama malah jadi sedih begini .Anisa tidak bermaksud mengingatkan mama tentang Niko "
" Sudah lah sayang , Sinta sudah menerima takdirnya . Dia sudah tenang dan bisa berkumpul dengan anak anaknya "
Anisa mulai membuat sarapan di bantu para asisten . Setelah siap ia menatanya di meja sarapan . Tidak lupa ia membuatkan susu kesukaan Ara dan Luky .Juga teh manis untuk mertua tercinta dan Radit .
" Mama kapan pergi ke Bandung ?"
" Akhir pekan ini .Apa kamu mau ikut ?"
" Nisa ijin mas Radit dulu ya ma "
"Kalau kamu ikut kita bisa ajak ibumu sekalian "
" Iya ma ,kasian ibu gak pernah kemana mana "
" Ibu lebih suka di rumah Nisa " ucap Bu Ratna yang baru datang dari dapur "
" Ah ibu , Selalu seperti itu . Apa ibu tidak bosan ?"
" Tidak Nisa ,ibu lebih suka membuat kue di dapur " timpal ibu
" Ratna kamu itu tidak pernah berubah .Selalu senang di dapur " ujar mama Arini yang di sambut tawa oleh bu Ratna
" Ma , Anisa mau antar teh punya papa dan mas Radit dulu "
" Sekalian sama kue nya Nisa , ini baru saja ibu potong potong " ucap Bu Ratna
Anisa membawa nampan yang berisi teh hangat dan juga irisan kue . Papa Wijaya dan Radit sedang berbincang di ruang tengah . Disitu juga ada Luky yang sedang bergelayut manja pada Opanya .
" Teh nya pa " ucap Anisa sambil meletakan dua cangkir teh hangat diatas meja .
"Susunya Luky mana bunda "
" Sudah bunda buatkan sayang , sebentar ya bunda ambil di belakang . Bunda kira Luky belum bangun "
Luky menggandeng tangan Anisa mengikuti keruang makan .Di sana sudah ada Ara yang memakai seragam sekolah .
" Ara sudah siap ?" ucap Anisa heran . Biasanya Ara selalu minta bantuan Anisa untuk menyisir rambutnya
" Sudah dong ,bunda . Hari ini Ara harus datang lebih pagi, karena ada jadwal piket di sekolah "
__ADS_1
Anisa memberikan segelas susu pada Luky yang sudah duduk dengan rapi di samping Omanya . Jika Oma dan opa nya datang Luky akan lebih terlihat manja
Setelah mengantar Ara berangkat ke sekolah .Anisa mempersiapkan Luky yang sudah mulai sekolah juga .Teryata kesibukan pagi hari cukup menyita energi Anisa. .
Ara dan Luky sudah berangkat ke sekolah Tinggal membantu Radit yang akan pergi ke pengadilan .Anisa kembali ke lantai atas masuk ke kamarnya .Mendengar suara gemericik Air .Mungkin Radit sedang mandi .
Anisa menyiapkan baju untuk Radit pakai . Haruskah iya ikut mendampingi Radit ke pengadilan ?batinnya berperang Akhirnya Anisa memutuskan ikut mendampingi Radit .
Biarlah sehari ini ia ingin bersama Radit seperti kemarin . Radit keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk .
" Nisa , kau jadi ikut kan ?" Ucap Radit dengan senyum . Tampak wajah lega Radit
" Iya aku mau ikut, tunggu sebentar aku akan bersiap " jawab Anisa
Setelah mengatakan akan ikut Anisa segera bersiap .Memakai baju cantik dan sedikit polesan make up untuk membuat wajahnya lebih bercahaya .
" Nisa ,Kenapa kau selalu cantik begini ,Sepertinya aku tidak rela membawa mu keluar "
" Aku ingin terlihat cantik hari ini " Anisa kesal .Mungkin ia tidak ingin terlihat biasa. Apalagi akan bertemu Elena .
Radit tidak bisa berkutik ketika Anisa begitu keras kepala dan ada kecemburuan dibalik sikap Anisa . Lebih baik sedikit mengalah meski tidak rela istrinya nanti jadi pusat perhatian .
Anisa menggandeng lengan kokoh Radit dengan manja .Mereka menuruni tangga untuk sarapan bersama sama . Bu Ratna ,mama Arini juga papa Wijaya sudah menunggu di meja makan .
Ketiga orang tua mereka memperhatikan Anisa yang tampil lebih dari hari biasanya .Sangat cantik dan begitu menawan . Kontras dengan Radit yang sedang bermuka masam .
" Mas mau sarapan sandwich atau nasi ?"
tanya Anisa ketika ada di meja makan
Anisa malah tersenyum manis ...Deg Radit menghentikan kunyahan di mulutnya . Menahan diri sudah dari kemarin . Tapi sidang Niko sebentar lagi. "Sial "batinya .
Radit masuki mobil bersama Anisa .Sepanjang perjalanan Anisa gelisah .Bayangannya melayang layang . Membayangkan sosok Elena pastilah sangat cantik . Apalagi Elena memiliki darah campuran Eropa .
Kecemburuan menguasai perasaannya saat ini . Ya ,cemburu bisa membuat wanita menjadi bodoh dan pemarah .Seperti yang sedang menimpa Anisa .
" Sayang , genggam tangan ku . Jangan pernah berpikir yang macam macam . Tanganmu terasa dingin " Radit menenangkan Anisa .
Ruangan sidang ,Radit sudah bertemu dengan para pengacaranya . Pengacara handal yang Anisa pernah lihat di televisi
Kini ia dapat melihat langsung. bahkan mereka mengangguk hormat pada suaminya .
Sidang pun di mulai . Kembali Anisa harus melihat Niko yang sangat menyebalkan . Tapi hari ini wajah Niko tampak sangat lelah dan tubuhnya sedikit kurus .Pria yang tidak tau diri . Sudah memiliki istri cantik dan sangat baik tapi dia malah serakah .
Sidang berjalan sedikit terhambat karena Elena tiba tiba tidak bisa menguasai diri ketika melihat Niko . Amarahnya membuncah dan menyerang Niko .
Anisa memperhatikan sosok wanita cantik bermata biru ,Elena .Dada Anisa berdesir ada nyeri di sudut hatinya .Seperti bayangan Anisa, Elena itu cukup cantik .Anisa melirik Radit ,pria itu hanya fokus pada sidang .Tidak sedikitpun memperhatikan Elena . Ada perasaan lega .
Persidangan terus berlanjut dengan kesaksian Elena . Hidup Niko semakin di ujung tanduk . Pria itu sudah mendapatkan sebagian dari buah penghianatan pada istri dan keluarganya
Sidang kembali ditunda untuk hari ini . Radit meninggalkan ruang persidangan dengan menggenggam tangan Anisa .
Mobil menuju sebuah restoran .Sebelum pergi ke kantor Radit ingin makan siang bersama Anisa terlebih dahulu
__ADS_1
Sebuah ruangan yang cukup tertutup keduanya duduk berhadapan . Di Atas meja semua menu pesanan mereka sudah tersedia .Radit meminta Anisa untuk segera makan siang .
Makan siang yang cukup tenang .Begitu juga perasaan keduanya ,Radit dan Anisa .
" Mas ,apa Sinta mengikuti persidangan ini ?"
" Sinta sudah tidak perduli Nisa . Dia sangat sakit hati dengan Niko yang serakah .Aku sangat sedih untuk adikku "
" Semoga kebahagian menghampiri Sinta setelah badai ini berlalu mas "
"Kita akan tetap saling berpegangan seperti ini . Kehadiranmu menjadi penguat tujuan hidupku . Nisa terima kasih untuk pengorbanan mu . Aku tau kau tidak nyaman saat bertemu Elena ''
" Aku tidak akan membiarkanmu bertemu mantan sendirian .Apalagi bernostalgia...jangan harap "ujar Anisa sengit
" Hmm tingkah mu, mirip sekali dengan Luky " Radit tersenyum " Aku senang kamu cemburu Nisa .Itu tandanya kamu cinta sama suamimu yang tampan ini "
Anisa berdecih sebal melihat Radit yang bahagia .
" Aku harus pergi ke kantor apa kau mau ikut ?" tanya Radit
" Aku mau ikut mama liburan ke Bandung gak mau ikut mas Radit. Nanti sore berangkat "
" Jangan Nisa ,Trus aku siapa yang mengurus ?"
" Manja ....sama bik Siti " ucap Anisa Kalem
" Gak bisa, aku gak ijinin kamu pergi sama mama .Kalau kau mau kita bisa liburan sendiri ke puncak ,mau ya ?"
"Gak mau "
" Nanti malam kita nonton ? "
" Gak mau "
" Trus maunya apa ?"
" Ikut mama "
" Gak boleh "tegas Radit .
Anisa diam meneruskan makan siang nya santai .Sedang Radit seperti merasa bersalah .Tapi ia benar benar tidak ingin jauh dengan Anisa .
" Kita pulang ?"Tanya Radit yang hanya di jawab anggukan .kemudian mobil membawa Anisa dan Radit ke komplek perumahannya .
Sebelum turun Radit memegang tangan Anisa .
" Kita akan menyusul mama ke Bandung setelah urusan Kantor aku selesai "
" Bener ...,mas gak bohong ?"Ada rasa senang ketika Radit menuruti keinginannya
" Ia jangan marah . Siapkan baju mas untuk pergi kesana "
" Makasih mas ....cup " Anisa sampai mencium pipi Radit karena saking senangnya .
__ADS_1
"Seperti anak kecil saja kamu Nisa ,tapi ingat semuanya tidak gratis sudah dari beberapa hari kau selalu bisa membuatku menundanya . Saatnya kau membayar beserta bunga nya juga " kata hati Radit dengan senyum yang penuh Arti .
Anisa dengan ceria masuk kedalam rumah .Akhirnya bisa membuat liburan di akhir minggu ini dengan anak anak dan keluarga besarnya .