Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
80.Lunas beserta bunganya


__ADS_3

Sore hari Radit sudah pulang . Ia berpapasan dengan mobil yang membawa mama dan anak anaknya pergi .Ia pun bergegas turun dari mobil begitu sampai depan halaman rumahnya .


Suasana rumah tampak lengang .Tentu saja karena sebagian penghuninya baru saja pergi . Langkah kaki Radit berhenti ketika berpapasan dengan sang mertua di ruangan tengah .


" Ibu ..?"


" Baru pulang nak Radit ?"


" Iya Bu , ibu gak ikut anak anak ke Bandung ?"


" Ibu di rumah saja nak , ibu tidak terlalu suka bepergian .Masuklah istrimu sudah menunggu "


" Iya Bu ,Kalau begitu saya permisi dulu mau menemui Anisa "


Di dalam kamarnya Anisa sudah menyiapkan baju yang akan di bawa untuk berlibur ke Bandung .


Suara pintu kamar terbuka, Radit muncul dengan senyuman . Menghampiri Anisa yang sedang melipat baju.


" Mas mau mandi ?"


" Iya ,Tapi aku mau istirahat dulu Nisa rasanya capek "


" Ya sudah rebahan dulu mas , mau Nisa buatin kopi ?"


" Nggak usah, mau di pijit kepalaku " Ucap Radit manja sembari merebahkan tubuhnya di pangkuan Anisa


" Kamu manja mas " Anisa mulai memijit Radit


" Nisa kita berangkat setelah Isya ya ?"


" Iya ,terserah mas Radit "


" Istriku memang pengertian "


Radit memejamkan mata menikmati sentuhan Anisa . Betapa senang dan bahagia dirinya saat ini . Anisa manjakan dirinya .


Anisa mendapati Radit tertidur . Ia meletakan bantal di bawah kepala Radit . " Dia benar benar lelah " batin Anisa sembari menatap Radit mengusap kepalanya .Memperhatikan wajah Radit kemudian menyibak rambut yang menghalangi kening ...Cup .Sebuah kecupan mendarat di kening Radit .Setelah itu Anisa meninggalkan Radit ke lantai bawah menuju meja makan


Bu Ratna sedang menonton televisi di temani beberapa asisten kemudian mengobrol .Anisa segera menghampiri ibu .


" Ibu benar benar gak mau ikut ke Bandung ?"


" Cape Nisa, mending ibu jaga rumah "


" Anisa gak enak ninggalin ibu sendirian di rumah "


" Kan ibu yang mau Nisa .Gak usah mikirin ibu .Bersenang senanglah dengan anak anak "


Anisa duduk di samping ibu menggenggam erat tangan Bu Ratna kemudian menciumnya .


" Ibu ingin oleh oleh apa ?,Nisa ingin menyenangkan ibu "


" Ibu sudah seneng Nisa ,melihat kamu dan cucu cucu ibu bahagia ,sehat "


Anisa memeluk Bu Ratna erat .Sebagai seorang anak dirinya selalu merasa membebani ibunya dengan masalah yang menimpa .Tapi kasih sayang seorang ibu tak pernah ada akhirnya .Betapa beruntungnya Anisa memiliki ibu seperti bu Ratna .


" Anisa ke atas dulu ya Bu ,takut mas Radit nyari .Tadi Anisa turun mas Raditnya ketiduran "


" Pergilah nanti nak Radit mencarimu "


Anisa kembali kekamarnya .Ternyata Radit sudah terbangun . Ada suara gemericik di kamar mandi . Anisa menyiapkan baju ganti untuk Radit .


Setelah menunaikan salat isya Anisa dan Radit berangkat ke Bandung bersama supir pribadi mereka .


Perjalanan malam sangat lancar mereka sampai di depan Hotel milik Wijaya cabang Badung . Sudah lumayan larut malam .Staf mengantar Radit ke kamar kusus mereka .


" Mas ,Luky dan mama nginap di hotel ini juga kan ?"


" Iya ,Kenapa ? "


" Aku mau ketemu anak anak dulu "


" Sudah larut malam Nisa ,Nanti mengganggu .Mereka pasti sudah tidur "


" Gitu ya mas "

__ADS_1


"Hmmm.."


Anisa duduk di depan meja riasnya seperti biasa .Mengeluarkan peralatan untuk membersihkan wajahya sebelum tidur .Setelah itu dia masuk ke kamar mandi dan berganti dengan baju tidur .


Radit juga tidak menyia-nyiakan waktu ia pun membersihkan diri dan berganti dengan piyama tidurnya .Udara Bandung cukup dingin Radit mematikan lampu kamar menggantinya dengan lampu tidur yang temaram .


Anisa sudah berbaring di sisinya .


" Nisa apa kau lelah ?" tanya Radit sembari memeluk tubuh Anisa .


Sebuah kode permintaan dari Radit . Tanpa bertanya pun Anisa sudah hafal .Deru nafas Radit sudah memburu dan menghembus hangat di tengkuk Anisa .


" Aku ngantuk, besok pagi mas .Perjalan kemari lumayan membuatku lelah "


Radit menghentikan cumbuannya


Teryata istrinya masih kelelahan . Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Dan seenaknya saja Anisa sudah terlelap . Terlihat dari dengkuran halus dan nafas yang teratur .


Radit menghembuskan nafas berat Ah masih harus bersabar menunggu besok .Radit tidak dapat memejamkan mata meski sudah mencoba .Satu jam kemudian Radit semakin gelisah ,dorongan hasratnya kian membuncah .


Hawa semakin dingin menusuk .Anisa menggeliat tanpa sengaja menyibak selimut yang menutup tubuhnya . Gaun tidurnya sedikit tersingkap ke atas .Meski cahaya lampu tidur temaram masih terlihat jelas betapa indah dan moleknya pemandangan di depan mata Radit .


Radit makin belingsatan, tak tertahankan .


Seperti seorang pencuri ia mulai melaksanakan aksinya . Ia sudah tidak bisa menahan diri . " Aku sudah tidak bisa mentolelir godaanmu Anisa ,saatnya kau membayar kontan beserta bunga .Tidur satu jam sudah cukup oke " Radit menyeringai licik .


Radit melancarkan aksinya .Melucuti kain tipis yang menempel di tubuh Anisa .


" Mas ngantuk ..." Keluh Anisa yang merasa terganggu dengan sentuhan sentuhan dan hawa dingin yang menusuk karena bajunya sudah kemana


" Yah tidur saja aku bisa sendiri " Ucap Radit terkekeh sambil meneruskan aktifitasnya .


" Mas Radit....Aw "Anisa berteriak karena Radit mulai menggigit lehernya .


" Ssttttth jangan teriak teriak " Radit terus menggoda Anisa .


" Mas kan bisa besok pagi aku ngantuk " Anisa mulai membuka matanya dan protes


" Iya besok pagi lagi sekarang aku yang mau " jawab Radit kalem


" Ish mas ..." Anisa tidak jadi berteriak karena Radit sudah mulai membungkamnya .


Pergerakan Radit berhenti dan tersungkur di atas tubuh mungil istrinya .Anisa mulai mendorong dada Radit agar segera usai pergulatan mereka . Namun Radit belum ingin melepaskan Anisa .


" Diam lah, aku masih menginginkan mu ,Hutang mu masih banyak " Radit berbisik lembut di telinga Anisa .


" Hutang apa mas ?"


Radit tak menjawab, hanya menyeringai . Membuat Anisa merinding .


" Kamu gak sedang kesurupan kan mas ? "


" Ayo mulai lagi "


" Apa ...ups" mulut Anisa sudah kembali di bungkam .


Seenaknya saja Radit kembali membuat istrinya tidak berdaya . Radit benar benar membuat Anisa membayar lunas beserta bunga dari semua keinginannya .


Mata hari sudah meninggi Anisa masih bergulung dengan selimut . Tubuhnya serasa remuk . Ia tidak mau bangun dari tempat tidurnya selelah menunaikan subuh .


Radit sudah keluar dari kamarnya dengan wajah yang ceria . Ia sudah memesan sarapan pagi di kamar .Tapi sayang Anisa belum mau membuka matanya .Karena itu Radit pergi menemui kedua orang tuanya dan anak anaknya .


" Loh kok sendirian ,Anisa tidak ikut ?"tanya mama begitu melihat Radit berjalan sendirian .


"Anisa masih tidur ma ,perjalan ke sini cukup membuatnya kelelahan "


" Ya sudah ,biar dia istirahat saja"


Mama Arini sedang menyantap sarapan dengan Ara sedang Luky pasti sedang jalan pagi dengan opanya .


"Pi ,nanti Ara ikut Oma ya " ijin Ara .


" Ya boleh ,tapi jangan nakal ya "


" Nggak dong Pi , Ara kan sudah besar "

__ADS_1


Tiba tiba Luky datang dari arah luar hotel bersama Opanya .ia terlihat senang begitu melihat ada Radit


"Papi ...."Luky berlari mendekati Radit


Radit segera mengangkat tubuh Luky yang ringan dalam gendongannya .


"Pi , mana bunda ?"


" Luky kangen sama bunda , mau Ketemu ? .Bunda masih ada di kamar mungkin kecapean "


" Mau Pi "ucap Luky


" Loh kan Luky mau ikut Opa ketemu dedek Siren yang lucu .Ketemu bundanya nanti sore saja " sambung papa Wijaya .


" Dedek Siren yang pipinya gembul Opa ?"


" Iya kemarin malam kan udah janjian mau main bareng "


" Siren siapa pa ?" tanya Radit pada papanya .


"Cucu tuan Haris teman papa "


Luky sudah meminta diturunkan dari gendongan Radit . Bocah tampan itu sudah tidak mau terlalu sering di perlakukan seperti anak kecil .


" Pamit dulu sama papi,kita berangkat sekarang " ujar papa Wijaya pada cucu cucunya.


"Kita ketemu nanti malam ada diner dengan teman teman papa .Kau harus datang dengan Anisa "


" Iya pa, kami usahakan datang "


Kemudian mereka meninggalkan Radit menuju sebuah tempat wisata .Tempat reuni papa Wijaya dengan teman temannya .


Radit kembali ke dalam kamarnya .Dilihat Anisa sudah duduk bersandar di kepala ranjang .Wajahnya masih lesu dan pucat .


" Sudah bangun ? Anak anak sudah pergi dengan mama, baru saja "


" Iyah ..." ucap Anisa lemah


" Mau mas gendong ke kamar mandinya ?"Radit menawarkan bantuan


"Aku lapar .."


Radit terkekeh melihat istrinya .Kemudian ia menelepon meminta sarapannya diantar sekarang .


Sebelum sarapan datang Radit menggendong Anisa kedalam kamar mandi meletakan tubuh istrinya dalam bathub .


" Mas mas mandiin sekalian ?"


" Pergi aku bisa sendiri " ucap Anisa ketus sudah mulai menyadari candaan Radit yang berbahaya .


Radit keluar dari kamar mandi tapi tidak lama ia kembali masuk .


" Sayang sarapannya sudah datang "


" Iya ..tapi kan aku belum selesai ,Keluar "


" Yah siapa tau sudah selesai. mas, mau bantuin gendong lagi "


" Gak usah aku bisa jalan sendiri "


" Mas mau nambah pahala sayang "


Anisa mulai jengah dengan keusilan suaminya .Kemudian terlintas di benaknya sesuatu yang bisa membuat Radit luluh .


" Mas mau bantu aku kan ?Tolong gendong aku sampai tempat shower itu "ucap Anisa menunjuk ruangan bilas dengan pembatas kaca .


Radit dengan senang hati membawa Anisa ketempat bilas di bawah sower .Sebelum Radit menurunkan tubuhnya .Anisa dengan jail menyalakan air yang membuat tubuh Radit menjadi kembali basah kuyup.


Radit menatap tajam istrinya yang tersenyum senang telah berhasil mengerjainya . " Kamu pikir kamu menang Anisa , ingat pembalasan itu lebih kejam " batin Radit seraya menurunkan tubuh mungil istrinya .


" Mas apa apa an kamu .." Anisa kaget Radit mulai menerkam kembali


" Bukannya ini kode buatku Nisa "


" Nggak mas ,gak mau .Nanti aku gak bisa jalan "

__ADS_1


" Nanti mas bisa gendong kamu "


" Masssss.......


__ADS_2