Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
47.Kerinduan Anisa


__ADS_3

Rinda sudah bersiap menuju kampus


Namun sayang cuaca hari ini sedikit buruk .Rintik hujan datang Rinda memandang keluar .Kemudian ia masuk ke dalam rumah lagi .


Suara ketukan terdengar ,Rinda bangkit dari tempat duduknya . Membuka pintu rumah, di dapati wajah Atta yang muncul di hadapannya . Pria itu tersenyum ,Atta mengenakan celana pendek dan kaos santai tanpa kerah juga di kakinya memakai sendal jepit .


"Dokter Rinda mau ke kampus ?"


" Iya tapi di luar gerimis "


" Kalau dokter tidak keberatan saya antar dok ,tapi hanya dengan mobil bak terbuka .Dokter bisa duduk di depan "


" Apa tidak merepotkan ?"


" Tentu tidak ,kita satu arah perjalanan ketempat kerja saya "


" Baiklah saya ambil tas saya dulu "


Atta membawa payung memegangi dokter Rinda agar tidak kena gerimis yang mulai menjadi hujan .Rinda hanya tertegun dengan perlakuan Atta yang menurutnya cukup berani . Namun Rinda hanya bisa membiarkan toh Atta masih sopan .Atta melajukan mobil nya kearah kampus tempat dokter Rinda belajar lagi


Sepanjang perjalanan Rinda hanya memperhatikan jalan yang di guyur hujan yang semakin deras . Atta melirik kearah Rinda .


" Dokter Rinda teman mbak Anisa ?"


" Iya " jawab Rinda singkat


" Seumuran ? "


" Mungkin lebih tua aku satu tahun "


" Oh kalau begitu masih tuaan saya "


" Ah masa ? Aku kira kita seumuran "


" Aku lebih tua dari mbak Anisa empat taun "


" Kok panggilnya mbak ?"


" Karena mbak Nisa anak dari pak de saya. ibu saya adik dari ayah mba Nisa "


" Oh gitu ya "


" Kalau begitu panggil saya Rinda jangan ada kata dokter lagi "


" Betul nih nanti gak sopan ? "


" Iya gak papa harusnya aku juga panggilnya pake mas ....Mas Atta " ucap Rinda dengan nada bercanda


" Wah cocok itu mau sekali di panggil mas Atta "


Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi


sampai depan gerbang kampus . Atta menghentikan mobilnya .Kebetulan hujan mulai deras . Atta memberikan payungnya untuk di bawa oleh Rinda


"Pakai saja payungnya ! "


" Nanti mas Atta kehujanan kalau turun dari mobil "


" Tidak ,tempat parkir ku tertutup kok aku tidak bakal kena hujan "


" Baiklah terimakasih " ucap Rinda dan turun dari mobil bak milik Atta .


Rinda setengah berlari menembus hujan yang deras agar cepat sampai gedung kampusnya


Sedangkan Atta terus melajukan mobilnya menembus hujan menuju tempatnya bekerja yaitu sebuah work shop kerajinan dari perak .


Sebenarnya usaha itu milik Atta .Produk produk hasil kerajinannya sudah di export ke luar negri terutama Eropa Selain itu dia juga memiliki usaha batik tulis yang konsumennya Kusus untuk kalangan kalangan tertentu .

__ADS_1


Atta adalah pengusaha muda yang tampil sangat sederhana . Bahkan dia terlihat hanya seperti buruh . Hanya dalam keadaan tertentu baru lah ia berpenampilan layaknya seorang pengusaha .


Atta masih tinggal bersama orang tuanya meskipun propertinya ada di mana mana . Ia lebih suka tinggal di lingkungan yang sederhana . Terasa lebih hidup dan manusiawi bisa berinteraksi .


***


Anisa sedang merebahkan diri di atas kasurnya . Setelah menemani Ara belajar dan mengantarkannya pergi tidur .Kini saatnya untuk istirahat .


Sudah enam hari Radit berada di luar negri . Jujur saja Anisa sudah mulai merasakan rindu .Rindu kehadirannya ingin memeluknya erat sembari mencium aroma tubuh Radit yang sangat Anisa suka . Radit selalu membuat hidupnya penuh warna .


Selama enam hari Radit tidak memberinya kabar sekalipun . Kemudian air mata Anisa meleleh . Bayangan Radit yang sedang tersenyum muncul silih berganti hingga Anisa pun lelah dan terlelap .


Matahari memancarkan cahayanya .Sinarnya menelusup melewati celah celah jendela .Tidak terasa pagi sudah menjelang rasanya enggan sekali untuk segera bagun .Tapi ia teringat dengan gadis kecilnya yang cantik harus pergi ke sekolah .


Anisa menuju kamar Ara .Dia sudah selesai memakai seragamnya tinggal menyisir rambutnya yang sudah mulai panjang .


" Ara biar bunda bantu sisir ya"


" Iya bunda ,Ara mau di ikat jadi satu saja biar cepat "


" Okee , maaf ya bunda tadi tertidur lagi setelah solat subuh "


" Iya bunda . Papi belum pulang bunda ?"


" Belum sayang mungkin masih sibuk. Ara sudah kangen Papi ?"


" Hmm... papi tumben lama ya bunda ? "


" Mungkin hari ini papi pulang . Kalau tidak besok . Nah sudah selesai ,Ara terlihat sangat cantik .Putri bunda memang paling cantik "


Ara terkekeh mencium pipi Anisa dan memeluknya


" Ara sayang bunda juga Adek .Ara sudah tidak sabar ingin lihat Adek bayi "


" Bunda juga tidak sabar Adek akan mirip siapa ya ? ,mirip papi atau bunda ''


" Ayo Ara sarapan dulu bunda temani "


" Ayo bunda "


Keduanya menuju meja makan dan sarapan bersama .Anisa meminum susu hamilnya sampai habis .Kemudian mengantar Ara sampai masuk mobil diantar sopir .


Anisa masuk ke kamarnya setelah mengantar Ara . Rasanya malas sekali ,sedikit ada rasa kesal kenapa Radit tak memberi kabar sama sekali .


" Mas kapan kamu pulang? .Aku merasa bosan .Aku sudah rindu .Cepat pulang aku menantimu "gumam Anisa lirih


Anisa menanti dengan malas tak ingin melakukan apapun . Ia hanya menetes kan air mata tiap mengingat Radit .Perasaannya begitu melow dan sensitif .


Berkali Bu Ratna mengingatkan Anisa untuk mandi dan makan siang Tapi Anisa tak bergeming .Ia tetap diam dan menangis . Perasaannya seperti orang yang tersakiti tanpa hadirnya Radit .Hari sudah kembali larut malam tak terasa Anisa sudah kembali tertidur .


Di Bandara Radit baru saja turun dari pesawat .Ia segera pulang ke rumah .Perasaannya sudah tidak menentu . Di sana Radit benar benar memanfaatkan waktunya untuk bekerja .Dia ingin semuanya cepat selesai agar bisa cepat kembali ke tanah air .


Beruntung semua bisa dia atasi meski harus bekerja ektra keras .Tidak bisa menyempatkan diri untuk menghubungi istrinya ada perasaan bersalah dan was was . Mobil yang menjemput Radit sudah datang dari tadi .


Begitu Radit, Arman dan Siska muncul Sopir segera menghampiri dan membawakan barang barang mereka . Wajah wajah yang sangat lelah .


Mobil melaju kearah rumah Radit .Setelah sampai Radit segera turun .Bernafas lega telah sampai di istananya . Ingin segera bertemu Anisa .Apa kabarnya setelah hampir delapan hari tidak bertemu .


Radit memasuki kamarnya . Ia melihat Anisa sedang tertidur . wajahnya begitu kusut dan ada sisa bulir bening di ujung matanya " Apakah kau menangis Anisa ,Apa ada yang sakit ?" kata hati Radit .


Radit menuju kamar mandi membersihkan diri . Berlahan ia membaringkan tubuhnya di samping Anisa . Anisa tidak terganggu ,mungkin karena sangat lelah .lelah menunggu Radit yang akan pulang .


Radit mengusap sisa bulir bening di pipi Anisa .Kemudian ia mengecup lama istrinya . Membetulkan selimut yang tersingkap .


"Sayang mas sudah pulang " bisik lirih Radit di telinga Anisa .


Anisa menggeliatkan tubuhnya .Mulai menyadari ada sosok lain di sisinya . Matanya mulai membuka ,Hidungnya mulai merasakan aroma yang sangat ia rindukan .

__ADS_1


" Mas Radit ....hiks hiks ..aku tidak mimpi kan " ucap Anisa sambil memeluk Radit erat .


" Tidak mimpi ini aku sudah pulang " Jawab Radit menatap dalam istrinya yang memeluknya erat "


" Kenapa kamu begitu kusut Anisa ada yang sakit ?"tanya Radit cemas


Anisa hanya menggelengkan kepalanya sembari lebih mengeratkan pelukannya .Cukup lama Anisa tersedu di dada Radit .


"Sayang aku kawatir " ucap Radit


" Aku ....aku ....hanya ..." Anisa sangat malu mengakui jika ia begitu merindu pada suaminya .


" Katakan Nisa jangan membuatku bingung "


" Aku mau kekamar mandi mas "


Anisa baru merasakan lemah .Seharian tadi dia tidak mau makan .Hanya pagi sarapan bersama Ara itupun hanya segelas susu saja .


" Mas bantu, Anisa " perintah Radit yang hanya di jawab anggukan .


Radit memapah Anisa samapai kamar mandi


" Tinggalkan aku mas ,aku bisa sendiri setelah ini "


" Yakin kamu kuat ? "


" Iya aku bisa nanti aku panggil mas kalau sudah selesai "


" Baiklah pintu jangan di kunci ya biar mas bisa masuk nanti "


" Iya "


Kemudian Radit keluar meninggalkan Anisa di kamar mandi . Melihat Anisa yang begitu lemah Radit sangat cemas .Tidak lama Anisa memanggil Radit kembali .


Kemudian Radit segera masuk . Di dapati Anisa sudah selesai mandi .Anisa meminta Radit mengambilkan handuk .


Kemudian Radit memberikan handuk pada Anisa dengan setengah heran .


" Ini tengah malam Anisa kenapa kamu mandi .Kamu sedang tidak enak badan ?"


" Aku gerah mas " ucap Anisa .


" Ya sudah Ayo cepat keluar nanti kamu kedinginan "


Radit memapah Anisa sampai depan ranjang kemudian mendudukan istrinya .


" Mau pake baju yang mana " tanya Radit


" Terserah " Anisa menjawab


Kemudian Radit memberikan baju tidur yang longgar untuk istrinya .


" Aku ambil sendiri saja mas " ucap Anisa karena Radit hanya memberikan baju luaran saja tidak lengkap dengan dalaman


" Ya sudah, mas buatkan susu ya biar segar ?"


" Boleh "


Anisa mengenakan bajunya sebelum Radit kembali ke kamar .Radit datang membawa segelas susu untuk Anisa .


" Di minum sayang " perintah Radit


Keduanya duduk di tepi ranjang .Radit menatap istrinya yang sudah kembali segar ditambah bau harum ...Keinginannya mulai timbul .Tapi dia belum tega mengingat Anisa yang tadi sangat lemah .Radit berusaha sekuat tenaga menahan diri .


Anisa kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur di ikuti oleh Radit .Anisa tersenyum kemudian menatap Radit dalam, ingin menumpahkan kerinduan ingin memeluk sampai pagi menghirup aroma tubuh Radit sepuasnya .Ingin merasakan sentuhan Radit ingin ah..meniti awan mencapai puncak nirwana


" Mas... aku kangeenn" Ucap Anisa malu malu

__ADS_1


" Nisaaaaa kau menggodaku ?"


__ADS_2