
" Bagaimana kabar mu ?"
" Aku baik ,hanya perlu sedikit penyesuaian "
" Dokter Rinda sudah bertemu Atta ?"
" Ya dia yang menjemputku dari bandara "
" Apa dia baik ?"
" Sejauh ini iya "
" Maaf dokter aku belum bisa mengingat seperti apa dia .Tapi ibu bilang mereka orang yang baik "
"Jangan kawatir Anisa aku baik baik saja ,bagaimana kabarmu ?"
" Aku baik dokter ,aku menjalani hidupku tanpa memori masa lalu . Terkadang aku merasa asing dan ada rasa tidak nyaman karena ketidak tahuanku ,entahlah beruntung mas Radit menerima kekurangan ku"
" Kamu beruntung Nisa kisah cintamu indah "
" Apa kabar Hans, dokter Rinda ?"
" Aku ingin melupakan Hans Nisa .Pria itu tak pernah menganggap ku ada "
" Hans buta ,wanita secantik dan istimewa seperti dokter Rinda dia abaikan . Tapi aku yakin dia akan menyesal dokter "
" Ah ...Sudahlah Anisa ,aku akan menemukan pangeranku disini "
" Iya dokter semoga kau cepat menemukan pangeran mu "
" Dokter sudah dulu, suamiku memanggil "
"Oke bye "
Radit sudah berdiri tegap di belakang Anisa . Dengan cepat Anisa meletakan ponselnya diatas ranjang .Kemudian membalikan badannya .
" Aku sudah siapin baju mas Radit " ucap Nisa
"Siapa yang bicara denganmu . Kalau tidak salah masih ada nama Hans dalam obrolanmu ?"
" Bicara dengan dokter Rinda mas ,aku bertanya apa kerasan tinggal di jogya "
" Lalu nama Hans ?"
" Mas masih cemburu ?"Anisa tertawa renyah
" Aku tidak mau mendengar lagi ada nama Hans di sebut "
" Iya mas gak lagi "
" Ingat pesan pesanku .Tidak boleh keluar rumah .Dan jaga putraku " jelas Radit sembari mencium putranya yang masih ada dalam perut Anisa .
Anisa mengantar Radit sampai teras rumah . Arman dan Siska sudah berada dalam mobil untuk mengantar Radit ke Bantara . Sebelum masuk kedalam mobil Radit mengecup kening Anisa .
Kemudian mobil melaju keluar dari pintu gerbang yang menjulang .Seorang sekuriti kembali menutup gerbang setelah mobil Radit keluar .
Rumah kembali sepi .Radit akan berada di Jerman selama satu Minggu . Anisa hanya boleh berada di dalam rumah .Radit dengan tegas tidak mengijinkan untuk keluar rumah .
__ADS_1
Bu Ratna menghampiri Anisa yang sedang duduk diruang keluarga .
" Anisa bagaimana kehamilan mu baik baik saja kan ?"
" Iya ,sebelum berangkat ke Jerman mas Radit sudah mengantar Nisa untuk periksa kehamilan "
" Syukurlah nak . Sangat bersukur kamu menikahi nak Radit dia benar benar menjagamu dengan baik "
" Tapi Bu mas Radit sangat posesif dan suka memaksakan kehendaknya sendiri "
" Tidak ada yang sempurna Nisa ,Nak Radit juga manusia biasa .Dia pernah merasakan kehilangan yang berulang pasti itu sangat menyakitkan . Tentu nak Radit akan lebih menjaga miliknya "
" Kehilangan yang berulang maksud ibu ?"
" Nisa suatu saat kau akan ingat sendiri ibu tidak bisa menceritakan hal ini padamu "
" Kenapa Bu ? bisakah ibu memberi tahu kisah kisah ku dulu "
" Dengar Nisa ibu hanya ingin bercerita tentang masa kecilmu saja . Kamu adalah putri kesayangan kami . Ibu dan ayahmu cukup lama menanti kehadiranmu .Kamu sangat cantik juga bersemangat dalam belajar .Kamu sangat pintar nak "
" Benarkah Bu ?,Semoga putra ku juga pintar "
" Aku bertemu mas Radit dimana Bu ?"
" Nanti nak Radit yang akan bercerita sendiri dengan mu "
" Nisa, ibu membuat salad buah kau mau ?"
" Boleh Bu "
" Sebentar ibu ambilkan untukmu "
Bu Ratna hanya ingin Anisa bahagia .
***
Sementara Hans baru saja selesai dari tugasnya . Ia buru buru pulang ke Apartemennya .Setelah mengganti baju ia mengambil ponselnya .Sembari bersandar di kepala ranjang ia menghubungi no ponsel Rinda .
Hans menunggu beberapa saat tidak ada jawaban dari nomor yang dia hubungi . Sudah berkali kali Hans mencoba menghubungi Rinda tapi srlalu tidak ada yang mengangkat .
Hans meletakan ponselnya . Kemudian ia memejamkan mata sejenak .Terlihtas sosok Rinda yang selama ini jadi tempatnya bersandar tanpa ia sadari .
Rinda wanita mandiri yang akan selalu siap untuk membantu Hans dalam segala hal . Tapi sosok itu sekarang sudah tidak ada di kota ini . Hans sudah banyak memberi luka di hati Rinda .
Hans mengetahui jika Rinda memiliki perasaan lebih terhadapnya. Tapi Hans tidak pernah menatap Rinda sebagai wanita yang layak untuk di cintai . Hans menganggap Rinda hanya seperti seorang sahabat .
Perasaan Hans kacau .Kemudian Hans menuju kamar sebelah di sana ada lukisan kebanggaannya wanita termenung . Dadanya perih melihat lukisan itu .Hans mencintai Alea yang merupakan wanita milik pria lain .
"Lea saat ini aku hanya bisa memandangi lukisan mu . Semoga kau selalu bahagia dan sehat . Apa kabar bayi mu putra angkat ku " Gumam Hans lirih dengan senyum kecut
" Aku akan mencoba melepas mu dengan iklas meski aku masih butuh waktu . Terima kasih pernah hadir di kehidupanku .Menjadi wanita impianku walau hanya untuk beberapa bulan "
" Suatu saat aku ingin bertemu denganmu ,melihat senyuman cantikmu .Dan aku bisa membalas senyumanmu dengan rasa bahagia .Dan itu hanya bisa terjadi jika aku sudah benar benar merelakan mu "
" Aku seperti sedang di hukum Alea . Kau pergi meninggalkan aku untuk kembali pada priamu .Dan Rinda juga sama kejamnya ikut menghilang dari hidupku . Aku merasa sangat hampa "
" Aku tidak pernah merasakan sehampa ini setelah Rinda pergi . Alea katakan pada Rinda aku minta maaf . Kau slalu saja menatapku seperti ini Alea . Aku rindu...."
__ADS_1
Radit berkata kata lirih pada lukisan yang tergantung .Mencurahkan kegelisahan hati nya .Menyebut nama nama yang selama ini mengisi kehidupannya .
Hans memutuskan untuk keluar dari Apartemennya . Ia melajukan mobilnya menuju rumah mami dan Papinya .
Suasana rumah orang tua Hans sangat sepi . Hans hanya dua bersaudara . Kakak Hans yang perempuan sudah menikah dan ikut dengan suaminya di Prancis .Hanya tinggal Mami dan papi yang masih ada di rumah ini .
Hans menghentikan mobilnya di halaman rumahnya . Ia masuk kedalam rumah . Tak ada yang menyambut hanya Asisten rumah mami yang membukakan pintu .
" Apa mami dan papi sudah tidur bik ?"
" Nyonya sedang ada di kamarnya den tapi kalo tuan belum pulang dari rumah sakit "
.
" Baiklah aku akan menemui mami di kamarnya "
Hans mengetuk pintu kamar mami .Tidak lama mami membuka pintu dan terlihat senang melihat Hans datang .
" Kamu pulang Hans ?"
" Iya mi "jawab Hans sembari memeluk mami
" Kamu sudah makan Hans ?"
" Belum mi ,kita makan bersama "
" Ayo mami temani"
Keduanya menuju ruang makan .Mami menemani Hans makan malam
" Mami sehat kan mi ?"
" Mami baik baik saja "
" Mi , mami punya no telepon Rinda yang baru ? .Hans telepon tapi tidak ada yang mengangkat "
" Tidak punya "ucap mami dengan ekspresi marah " Kenapa kamu nyesel setelah Rinda pergi ?"
" Mi ,kok gitu sih bukannya nolongin Hans malah marah "
" Kamu itu ...jangan ganggu Rinda Hans biarkan dia tenang dan bahagia disana .Selama di sini selalu kamu sakiti "
" Aku nggak nyakiti Rinda mi "
" Oh ya kamu tidak menyakiti hanya tidak menganggap keberadaannya penting " Ujar mami Hans sinis
" Kok gitu mi , Hans gak merasa mengacuhkan Rinda mi "
" Sudah makan saja tidak usah ngurusin Rinda . Hidup sesukamu saja "
Hans menatap mami yang kecewa dengan sikapnya pada Rinda dulu .Hans menyelesaikan makannya .
" Mi , bantu Hans menemui Rinda . Hans hanya ingin meminta maaf saja .Setelah itu Hans tidak akan mengganggu kehidupan Rinda lagi "
" Terserah kamu Hans tapi mami tidak bisa memberi tau di mana Rinda tinggal .Mami sudah berjanji pada Rinda .Tolong hormati mami .Kesempatan untukmu sudah habis . Mami akan mendukung apapun yang Rinda putuskan dia sudah seperti putri mami "
" Mami tidak kasihan sama Hans ?"
__ADS_1
" Sudah tidak lagi ,kamu pantes mendapatkannya " ucap mami sembari meninggalkan Hans yang masih duduk di ruang makan ...