Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
46 .Hans mulai mencari Rinda


__ADS_3

" Bagaimana kabar mu ?"


" Aku baik ,hanya perlu sedikit penyesuaian "


" Dokter Rinda sudah bertemu Atta ?"


" Ya dia yang menjemputku dari bandara "


" Apa dia baik ?"


" Sejauh ini iya "


" Maaf dokter aku belum bisa mengingat seperti apa dia .Tapi ibu bilang mereka orang yang baik "


"Jangan kawatir Anisa aku baik baik saja ,bagaimana kabarmu ?"


" Aku baik dokter ,aku menjalani hidupku tanpa memori masa lalu . Terkadang aku merasa asing dan ada rasa tidak nyaman karena ketidak tahuanku ,entahlah beruntung mas Radit menerima kekurangan ku"


" Kamu beruntung Nisa kisah cintamu indah "


" Apa kabar Hans, dokter Rinda ?"


" Aku ingin melupakan Hans Nisa .Pria itu tak pernah menganggap ku ada "


" Hans buta ,wanita secantik dan istimewa seperti dokter Rinda dia abaikan . Tapi aku yakin dia akan menyesal dokter "


" Ah ...Sudahlah Anisa ,aku akan menemukan pangeranku disini "


" Iya dokter semoga kau cepat menemukan pangeran mu "


" Dokter sudah dulu, suamiku memanggil "


"Oke bye "


Radit sudah berdiri tegap di belakang Anisa . Dengan cepat Anisa meletakan ponselnya diatas ranjang .Kemudian membalikan badannya .


" Aku sudah siapin baju mas Radit " ucap Nisa


"Siapa yang bicara denganmu . Kalau tidak salah masih ada nama Hans dalam obrolanmu ?"


" Bicara dengan dokter Rinda mas ,aku bertanya apa kerasan tinggal di jogya "


" Lalu nama Hans ?"


" Mas masih cemburu ?"Anisa tertawa renyah


" Aku tidak mau mendengar lagi ada nama Hans di sebut "


" Iya mas gak lagi "


" Ingat pesan pesanku .Tidak boleh keluar rumah .Dan jaga putraku " jelas Radit sembari mencium putranya yang masih ada dalam perut Anisa .


Anisa mengantar Radit sampai teras rumah . Arman dan Siska sudah berada dalam mobil untuk mengantar Radit ke Bantara . Sebelum masuk kedalam mobil Radit mengecup kening Anisa .


Kemudian mobil melaju keluar dari pintu gerbang yang menjulang .Seorang sekuriti kembali menutup gerbang setelah mobil Radit keluar .


Rumah kembali sepi .Radit akan berada di Jerman selama satu Minggu . Anisa hanya boleh berada di dalam rumah .Radit dengan tegas tidak mengijinkan untuk keluar rumah .

__ADS_1


Bu Ratna menghampiri Anisa yang sedang duduk diruang keluarga .


" Anisa bagaimana kehamilan mu baik baik saja kan ?"


" Iya ,sebelum berangkat ke Jerman mas Radit sudah mengantar Nisa untuk periksa kehamilan "


" Syukurlah nak . Sangat bersukur kamu menikahi nak Radit dia benar benar menjagamu dengan baik "


" Tapi Bu mas Radit sangat posesif dan suka memaksakan kehendaknya sendiri "


" Tidak ada yang sempurna Nisa ,Nak Radit juga manusia biasa .Dia pernah merasakan kehilangan yang berulang pasti itu sangat menyakitkan . Tentu nak Radit akan lebih menjaga miliknya "


" Kehilangan yang berulang maksud ibu ?"


" Nisa suatu saat kau akan ingat sendiri ibu tidak bisa menceritakan hal ini padamu "


" Kenapa Bu ? bisakah ibu memberi tahu kisah kisah ku dulu "


" Dengar Nisa ibu hanya ingin bercerita tentang masa kecilmu saja . Kamu adalah putri kesayangan kami . Ibu dan ayahmu cukup lama menanti kehadiranmu .Kamu sangat cantik juga bersemangat dalam belajar .Kamu sangat pintar nak "


" Benarkah Bu ?,Semoga putra ku juga pintar "


" Aku bertemu mas Radit dimana Bu ?"


" Nanti nak Radit yang akan bercerita sendiri dengan mu "


" Nisa, ibu membuat salad buah kau mau ?"


" Boleh Bu "


" Sebentar ibu ambilkan untukmu "


Bu Ratna hanya ingin Anisa bahagia .


***


Sementara Hans baru saja selesai dari tugasnya . Ia buru buru pulang ke Apartemennya .Setelah mengganti baju ia mengambil ponselnya .Sembari bersandar di kepala ranjang ia menghubungi no ponsel Rinda .


Hans menunggu beberapa saat tidak ada jawaban dari nomor yang dia hubungi . Sudah berkali kali Hans mencoba menghubungi Rinda tapi srlalu tidak ada yang mengangkat .


Hans meletakan ponselnya . Kemudian ia memejamkan mata sejenak .Terlihtas sosok Rinda yang selama ini jadi tempatnya bersandar tanpa ia sadari .


Rinda wanita mandiri yang akan selalu siap untuk membantu Hans dalam segala hal . Tapi sosok itu sekarang sudah tidak ada di kota ini . Hans sudah banyak memberi luka di hati Rinda .


Hans mengetahui jika Rinda memiliki perasaan lebih terhadapnya. Tapi Hans tidak pernah menatap Rinda sebagai wanita yang layak untuk di cintai . Hans menganggap Rinda hanya seperti seorang sahabat .


Perasaan Hans kacau .Kemudian Hans menuju kamar sebelah di sana ada lukisan kebanggaannya wanita termenung . Dadanya perih melihat lukisan itu .Hans mencintai Alea yang merupakan wanita milik pria lain .


"Lea saat ini aku hanya bisa memandangi lukisan mu . Semoga kau selalu bahagia dan sehat . Apa kabar bayi mu putra angkat ku " Gumam Hans lirih dengan senyum kecut


" Aku akan mencoba melepas mu dengan iklas meski aku masih butuh waktu . Terima kasih pernah hadir di kehidupanku .Menjadi wanita impianku walau hanya untuk beberapa bulan "


" Suatu saat aku ingin bertemu denganmu ,melihat senyuman cantikmu .Dan aku bisa membalas senyumanmu dengan rasa bahagia .Dan itu hanya bisa terjadi jika aku sudah benar benar merelakan mu "


" Aku seperti sedang di hukum Alea . Kau pergi meninggalkan aku untuk kembali pada priamu .Dan Rinda juga sama kejamnya ikut menghilang dari hidupku . Aku merasa sangat hampa "


" Aku tidak pernah merasakan sehampa ini setelah Rinda pergi . Alea katakan pada Rinda aku minta maaf . Kau slalu saja menatapku seperti ini Alea . Aku rindu...."

__ADS_1


Radit berkata kata lirih pada lukisan yang tergantung .Mencurahkan kegelisahan hati nya .Menyebut nama nama yang selama ini mengisi kehidupannya .


Hans memutuskan untuk keluar dari Apartemennya . Ia melajukan mobilnya menuju rumah mami dan Papinya .


Suasana rumah orang tua Hans sangat sepi . Hans hanya dua bersaudara . Kakak Hans yang perempuan sudah menikah dan ikut dengan suaminya di Prancis .Hanya tinggal Mami dan papi yang masih ada di rumah ini .


Hans menghentikan mobilnya di halaman rumahnya . Ia masuk kedalam rumah . Tak ada yang menyambut hanya Asisten rumah mami yang membukakan pintu .


" Apa mami dan papi sudah tidur bik ?"


" Nyonya sedang ada di kamarnya den tapi kalo tuan belum pulang dari rumah sakit "


.


" Baiklah aku akan menemui mami di kamarnya "


Hans mengetuk pintu kamar mami .Tidak lama mami membuka pintu dan terlihat senang melihat Hans datang .


" Kamu pulang Hans ?"


" Iya mi "jawab Hans sembari memeluk mami


" Kamu sudah makan Hans ?"


" Belum mi ,kita makan bersama "


" Ayo mami temani"


Keduanya menuju ruang makan .Mami menemani Hans makan malam


" Mami sehat kan mi ?"


" Mami baik baik saja "


" Mi , mami punya no telepon Rinda yang baru ? .Hans telepon tapi tidak ada yang mengangkat "


" Tidak punya "ucap mami dengan ekspresi marah " Kenapa kamu nyesel setelah Rinda pergi ?"


" Mi ,kok gitu sih bukannya nolongin Hans malah marah "


" Kamu itu ...jangan ganggu Rinda Hans biarkan dia tenang dan bahagia disana .Selama di sini selalu kamu sakiti "


" Aku nggak nyakiti Rinda mi "


" Oh ya kamu tidak menyakiti hanya tidak menganggap keberadaannya penting " Ujar mami Hans sinis


" Kok gitu mi , Hans gak merasa mengacuhkan Rinda mi "


" Sudah makan saja tidak usah ngurusin Rinda . Hidup sesukamu saja "


Hans menatap mami yang kecewa dengan sikapnya pada Rinda dulu .Hans menyelesaikan makannya .


" Mi , bantu Hans menemui Rinda . Hans hanya ingin meminta maaf saja .Setelah itu Hans tidak akan mengganggu kehidupan Rinda lagi "


" Terserah kamu Hans tapi mami tidak bisa memberi tau di mana Rinda tinggal .Mami sudah berjanji pada Rinda .Tolong hormati mami .Kesempatan untukmu sudah habis . Mami akan mendukung apapun yang Rinda putuskan dia sudah seperti putri mami "


" Mami tidak kasihan sama Hans ?"

__ADS_1


" Sudah tidak lagi ,kamu pantes mendapatkannya " ucap mami sembari meninggalkan Hans yang masih duduk di ruang makan ...


__ADS_2