Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
41.Rinda menemui Alea


__ADS_3

Radit membawa Anisa ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh .Tak ada bisa dilakukan Radit selain menunggu . Bu ratna tampak resah sesekali bibirnya bergerak melantunkan doa semoga semua akan baik baik saja .


Suster memanggil Radit untuk menemui dokter . Sedang bu ratna menemani Anisa di luar .


" Secara umum kesehatan Bu Anisa sangat baik tidak ada yang perlu di kawatirkan .Perbanyak istirahat dan jaga selalu perasaanya agar tenang jangan sampai tertekan untuk saat ini "Dokter menerangkan


" Jadi saya tidak bisa memberi tahu tentang kepergian putrinya Alea ?"


" Untuk saat ini saya sarankan untuk menunda lebih dulu "


" Baik dok terima kasih untuk semua "


" Sama sama , pak Radit "


Radit menghampiri Anisa dengan langkah yang lega tak ada yang perlu ia kawatirkan tentang kesehatan Anisa.


" Kita pulang Nisa "


Suara Radit menyadarkan kegelisahan Anisa . Kemudian Anisa dan bu Ratna mengikuti langkah Radit menuju mobil mereka .


Sudah menjelang sore ketika Radit dan Anisa sampai di rumah . Kedatangan mereka di sambut oleh gadis kecil yang sudah Cantik dengan rambutnya yang di ikat jadi satu


Ara sudah tidak sabar ingin bertemu bundanya . Mama Arini , papa Wijaya ,juga Sinta beserta sang suami .Menemani Ara menanti kehadiran Anisa .


Ketika pintu terbuka Ara berlari menghambur menuju Anisa . Dengan tatapan yang masih bingung Anisa memeluk Ara .


Radit tersenyum dan membisikan sesuatu di telinga Anisa .


" Dia putri kita Amara kau memanggilnya Ara "


" Bunda... hiks.. hiks.. jangan pernah tinggalkan Ara lagi "


Anisa mengusap rambut Ara lembut .Tiba tiba saja terlintas bayangan wajah anak kecil yang sedang menangis .Tanpa sadar tangan Anisa menegang seperti ingin meraih sesuatu .


Anisa menguasai dirinya membuang sesak dan bayangan yang entah datang dari mana . Ia masih bingung dengan dirinya .Menatap orang orang yang ada di sekitarnya saat ini .


"Nisa ,ini mama papa dan juga adikku sinta dan Niko suaminya "


Anisa dalam pelukan mama Arini yang terisak juga Sinta secara bergantian menumpahkan kerinduan mereka .


" Terima kasih Nisa sudah kuat dan kembali kerumah ini . Kami semua merindukan mu "


Wajah wajah yang bahagia menantikan kehadirannya .Hati Anisa merasa terharu teryata banyak orang yang mencintainya dengan tulus .


" Ma...,pa Anisa istirahat dulu .Dia harus banyak istirahat " kata Radit tidak membiarkan Anisa yang masih bingung dan lelah


Radit membawa Anisa untuk beristirahat di kamarnya .


" Istirahatlah Nisa , aku akan menjagamu disini "


" Mas apa kau juga menungguku pulang kerumah ini ?" Anisa menitikkan air mata


"Aku selalu yakin kau akan pulang Nisa ,Meski orang orang menganggap ku gila tidak bisa menerima kenyataan .Aku tetap yakin kau tidak akan mudah meninggalkanku "


" Aku sudah berusaha meminta Hans untuk mencari identitas ku namun belum ada hasil "


" Sudahlah Nisa yang terpenting kamu selamat dan ada di sini sekarang '

__ADS_1


Anisa duduk di tepi ranjang .Radit membuka lemari baju Anisa .Ia mencari baju untuk istrinya yang sedari pagi belum berganti .Tapi sayang semua baju Anisa mungkin sudah tidak muat lagi karena perutnya sudah membesar . Kemudian Radit teringat, Anisa senang sekali memakai gaun terusan yang sangat longgar kita menyebutnya daster .


Radit menarik baju yang ada di tumpukan paling bawah . Baju itu berada di paling bawah karena Radit sangat tidak suka ketika Anisa mengenakan baju itu .Ketika menariknya ada benda yang ikut terjatuh sebuah kotak beludru .


Radit memungutnya dan membuka kotak beludru . Sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah dan sepucuk surat untuk Radit .


Hadiah terindah yang ingin aku persembahkan untukmu .


Semoga kehadiran buah cinta kita membuatmu tidak lagi meragukan betapa besarnya perasaanku untukmu


Anisa


Surat yang Anisa tulis di pagi hari sebelum kejadian naas dulu .Hans telah berbohong tentang kehamilan Anisa . Radit menyesal dalam hatinya pernah meragukan bayi yang ada di perut Anisa


Radit mengelus perut Anisa .Berinteraksi dengan putranya yang sangat hebat dan kuat di perut Anisa


" Putra papi , papi minta maaf ya ,Terima kasih sudah jadi anak yang kuat menemani bunda " Radit mencium perut Anisa


Radit memberikan kotak beludru warna merah pada Anisa . Dengan heran Anisa menerima


" Apa ini mas "


" Surat cinta mu untuk ku yang baru sempat aku temukan Nisa "


Sekilas Anisa membaca surat untuk Radit darinya dulu . Ada bulir bening menetes ..Semakin kagum atas keajaiban.Bayi yang berada di dalam perutnya adalah bayi yang sangat kuat .


" Pakailah baju ini Nisa agar lebih nyaman besok aku akan bawakan baju hamil yang banyak untukmu " Radit merasa lega setelah sekian lama


Anisa membersihkan diri di kamar mandi dan bersuci untuk melaksanakan kewajibannya bersama Radit


" Kita turun untuk makan malam bersama ,semua sudah menanti kita " ucap Radit pada istrinya .


Bu Ratna ,mama Arini tak berhenti menatap Anisa . Memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Anisa .Merasakan sebuah keajaiban bisa melihat Anisa lolos dari kecelakaan yang mengerikan .


***


Pagi harinya Anisa terbangun di sampingnya ada Ara yang masih erat memeluknya .Anisa mengecup pipi gembul bocah enam tahun itu .Di sisi Ara Radit sedang bersandar di kepala ranjang. Dia yang sudah terjaga Sedari tadi .


" Mas Radit sudah bangun ?"


" Aku takut untuk memejamkan mata Nisa .Takut jika semua ini hanyalah mimpi " Ucap Radit dengan tetap menatap Anisa


" Aku sudah pulang mas ,aku tidak akan kemana mana ,di sini rumahku "


"Apa tidurmu nyenyak ? Ara tidak mau berpisah dari mu ,Lihatlah hanya dia yang bisa memelukmu " Radit terkekeh melihat tinggkah Ara yang jadi pembatas Anisa dan dirinya .Anisa melepaskan pelukan Ara dengan berhati hati agar tidak sampai membuat Ara terbangun .


" Mas mau berangkat kerja ?" tanya Anisa


" Tidak, aku ingin bersamamu Nisa"


***


Mami Hans menemui dokter Rinda mengabarkan jika Hans berada dalam penjara . Hanya Alea yang bisa menolong Hans .Dokter Rinda merasa bersalah telah menyembunyikan Alea dari Hans .Dia pun sangat kaget mengetahui jika teryata Alea adalah istri dari Raditya Wijaya .


Hans menemui dokter Rinda yang menjenguknya .Tubuh Hans sangat kusut dan matanya kuyu .Hans duduk di depan Rinda


" Hans ...apa kabar ?" sapa Rinda

__ADS_1


" Seperti yang kau lihat aku tidak baik baik saja " ucap Hans dingin


" Apa kau sudah tahu sejak lama tentang jati diri Alea Hans ? "


" Tidak usah mencampuri urusanku "


" Aku kecewa Hans ....,bisa bisanya kau berbuat sebodoh ini .Kamu menghancurkan masa depanmu sendiri " ucap Rinda sedih


" Apakah mencintai orang sebuah kejahatan ?"


" Kau sudah tau dia milik orang .Tidak seharusnya kau memaksakan diri . Cinta juga ada aturannya Hans .Dilarang menginginkan milik orang lain " tegas Rinda


Hans hanya diam sembari meremas kedua tangannya sendiri .


" Tidak masalah dengan diriku . Aku hanya cemas dimana Alea sekarang berada ?dengan perut yang membesar "


" Dia pasti baik baik saja .Uruslah dirimu sendiri Hans .Bagaimana kau akan melindungi orang lain jika kau sendiri terkurung " Ketus Rinda " Kau egois Hans mami dan papi mu yang menjadi korban keegoisan mu, mereka menderita karena ulah mu.Bperapa banyak malu yang harus mereka tanggung "


Rinda merasa kesal dan sakit hati dengan sikap Hans yang acuh .Ia melajukan mobilnya menuju rumah kontrakan Alea. .Rinda akan meminta Alea untuk bisa mengeluarkan Hans secepatnya


Depan rumah kontrakan Alea mobil Rinda berhenti .Ia mengetuk pintu cukup keras namun tidak ada tanda tanda Alea ada di rumah . Rinda mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alea .


Untuk beberapa saat ponsel Lea terhubung . Suara Alea di ujung sana


" Assalamualaikum dokter Rinda "


" Lea kamu di mana aku mengetuk pintu rumah mu tapi tidak ada "


" Sebentar dokter ada orang yang akan menjemput dokter untuk bertemu denganku "


Ponsel Alea mati . Rinda terpaku dan bertanya tanya keberadaan Alea . Suara seorang laki laki yang mengejutkan Dokter Rinda .


" Dokter Rinda ?"


" Ia saya dokter Rinda "


" Mari dok ikut saya sudah di tunggu oleh Bu Anisa "


Rinda mengikuti pria yang tadi menjemputnya menuju rumah besar yang ada di samping .Nampak Alea tersenyum ceria menyambut kedatangan Rinda di depan rumah .


Keduanya berpelukan tanpa menyadari ada Radit yang merasa di abaikan .Anisa tersipu


" Mas Radit ini dokter Rinda " Anisa memperkenalkan dokter Rinda pada suaminya .


Radit mengulurkan tangan dan disambut oleh Rinda


Anisa membawa masuk dokter Rinda kedalam rumah duduk di ruang tamu


" Alea bisakah kau menceritakan padaku bagaimana ini aku bingung ? " Ucap dokter Rinda yang kebingungan .


":Dokter sebelumnya terima kasih untuk semua pertolongan dokter . Takdir lah yang membawa kita ketempat ini . Dokter Rinda menyewa rumah milik saya sendiri . Dan mas Radit menemukan saya di sana "


Kemudian Anisa menyerahkan amplop berisi uang sewa dari dokter Rinda


" Apa ini Lea ?"


" Uang sewa rumah .Kami kembalikan "

__ADS_1


"Pantas saja kamu terlihat sangat yaman dengan rumah itu Lea "


__ADS_2