Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
81.Mimpi yang sama


__ADS_3

Malam kembali hadir .Semua sudah terlelap .Radit baru saja pulang dari kantor .Ia masuk dalam kamarnya ketika Anisa sudah di buai mimpi .


Radit membersihkan diri kemudian berganti baju . Mengecup pipi putih milik Anisa penuh perasaan " Selamat malam ratuku " .Anisa menggeliat dan mengerjapkan matanya ketika tangan kokoh merengkuh tubuhnya .


Aroma tubuh yang sangat ia sukai .Menelusup kan kepalanya di dada bidang Radit .Menikmati belaian di pucuk kepalanya .Mimpi menyatukan perasaan mereka .


Seorang bocah cantik yang sedang berada di Ayunan memakai gaun putih .Rambut hitamnya di kepang dengan hiasan kelopak bunga .


Di samping gadis cantik ada pria tampan yang dengan setia mengayun dan menjaga arah ayunan agar tidak terlalu kencang . ,


Di sebuah safana yang ditumbuhi bunga bunga cantik juga hamparan rumput hijau . Gadis kecil itu kembali turun dari ayunan mengejar kupu kupu dengan sayap yang indah .


langkah kecilnya menginjak rerumputan hijau .Anisa sedang bergandengan dengan Radit menyaksikan kebahagian bocah cantik itu.


" Alea ..." mendengar namanya disebut ,gadis itu menoleh dan tersenyum sungguh mengemaskan ke arah Anisa dan Radit .


" Benar mas itu Alea ayok mas kita ajak dia pulang " ucap Anisa pada Radit yang di jawab dengan anggukan .


Radit tetap menggandeng Anisa dan mengejar Alea .


" Lea kita pulang kau belum tau kan ada Luky di rumah .Papi ingin kau juga menyayanginya "


" Hi hi hi ,Aku menyayangi kalian .Pulanglah aku senang bermain di sini sekarang ada ayah yang menjagaku " Alea tetap berlari lari yang terus diikuti oleh Fatah .


" Lea ,bunda dan papi juga menyayangi kamu"


" kita akan bertemu bunda, papi . tunggu saja .Kalian harus pulang jaga Ara dan Luky " ucap Alea


" Tidak bisakah papi dan bunda memeluk mu ,Lea "


" Dadah bunda ,dadah papi hi ...hi ..hi....''


Kemudian Allea di gendong oleh Fatah dan melambai lambai pada Anisa dan Radit .


Anisa memanggil manggil Alea begitu juga Radit .Namun Fatah terus menggendong Alea menjauh hingga hilang di telan kabut putih .


Sayup adzan subuh mereka terbangun .Radit menatap Anisa dengan penuh tanda tanya .Ia seperti bermimpi bertemu Lea .Namun Radit menepis ingatan tentang mimpi tidak ingin membuat Anisa gusar


Begitu juga Anisa ia sangat jelas melihat Alea dalam mimpinya .Senyuman itu masih terbayang di ingatan Anisa .Namun itu hanya mimpi tapi menyisakan banyak rindu di hatinya .


keduanya menunaikan subuh tanpa banyak berbicara . Radit yang masih merasa lelah kembali memejamkan matanya . Sedangkan Anisa seperti biasa menuju lantai bawah untuk menyiapkan sarapan pagi .


Luky dan Ara sudah rapih dengan seragam sekolah mereka .Duduk menanti Radit untuk sarapan bersama .


" Pagi sayang " Radit mencium anak anaknya


" Pagi Pi "


" Nisa .." Radit memanggil istrinya sambil memberikan dasi seperti biasa .


" Mas nanti siang kita makan bersama ?"tanya Anisa sembari memasang dasi di leher Radit


" Maaf Nisa aku harus menemui seseorang hari ini "

__ADS_1


" Baiklah tidak apa apa , bolehkah aku ijin keluar rumah hari ini ?"


" Tentu asal bersama sopir "


" Iya mas gak lama kok ,aku panggil ibu dulu biar kita sarapan bersama "


Anisa memanggil ibu agar bisa sarapan bersama . Setidaknya ketika pagi bisa bertatap muka dengan seluruh anggota keluarganya .


Semakin hari Radit memang semakin sibuk .Tapi Anisa sekarang sudah terbiasa . Ia sudah memakai trik dari ibu mertuanya agar tetep bisa menikmati kebersamaan dengan Radit .


Setelah semua berangkat ke tempat aktifitas masing masing .Anisa kembali kekamarnya .Ia merenung teringat dengan mimpinya yang semalam .Rindu yang di rasakan Anisa pada Alea .


Anisa segera membereskan kamarnya . Membuka lemari bajunya kemudian ia memilih gaun warna hitam .Anisa ingin pergi ke tempat pusara Alea .


" Bu , Nisa ingin ke pusara Alea .Semalam Nisa bermimpi Bu "


" Mungkin karena sudah lama kamu tidak berjiarah Nisa "


" Mungkin Bu , Dalam mimpi Alea sangat cantik dengan gaun putih . Di sana juga ada mas Fattah yang selalu menjaga Allea "


" Nisa apa kau sudah bisa memaafkan Fatah ?"


"Mas Fattah yang menyebabkan aku kehilangan Alea Bu " mata Anisa kembali berkaca kaca .


" Maafkanlah dia nak , mungkin Alea sedang mengingatkanmu untuk memaafkan semua kesalahan yang ayahnya perbuat .Fattah sudah menebusnya dengan menyelamatkan hidupmu Nisa "


" Benar Bu, Mas Fattah sudah menukar nyawanya untuk melindungiku dari peluru yang Niko tembakan "


" Iklas ya nak , tolong maafkan Fattah agar benar benar bisa bersama Alea di sana "


" Pergilah sudah sangat siang .Ibu menunggu di rumah karena sebentar lagi Luky akan pulang "


" Terima kasih Bu ,Nisa berangkat sekarang "


" Ya hati hati di jalan ,cepat pulang jika sudah selesai "


Anisa meninggalkan rumah menuju pusara Alea . Sebelumnya Anisa membeli dua rangkaian bunga mawar putih untuk di letakan di pusara Alea dan Fattah . Anisa sudah mengerti permintaan Alea .Mulai saat ini ia telah mengiklaskan semua takdir yang menimpanya .Merelakan Alea dan juga memaafkan Fattah .


Perasaan benci dan marah pada Fatah akar dia buang . Sampai depan area pemakaman Anisa dikejutkan dengan kehadiran Radit .


" Mas Radit ..."


" Aku merindukan Alea ,Nisa "


" Apa ibu memberitahu mas Radit aku akan ke pusara Alea ?"


" Sebenarnya semalam aku bemimpi Nisa .Melihat Alea dan Fattah "


" Apakah Alea memakai gaun putih dan berada di Ayunan .Kemudian hilang tertutup kabut putih bersama mas Fatah ?"


" Benar Nisa, kau juga bermimpi sepertiku ?"


" Iya mas "

__ADS_1


keduanya duduk di depan pusara Alea . menatap gundukan tanah yang terpasang nisan Alea .


" Aku akan mengiklaskan kepergian Alea mas .Mungkin ini permintaan dari Alea . Aku juga memaafkan semua kesalahan mas Fattah . Dia telah menebus dosa dosanya . Semoga mas Fattah dan Alea bisa bersama di alam keabadiannya "


" Kau benar Nisa .Biarkan mereka bersama dan bahagia di sana "


Radit meletakan bunga diatas pusara Alea dan juga Fatah . Keduanya terlihat kusuk berdoa dan melantunkan tahlil dan surah Yasin di sana .


Ada perasaan lega dan tenang di hati Anisa . Setelah selesai berdoa Radit dan Anisa meninggalkan Area pemakaman .


" Mas pulang dulu ke kantor . kau mau pulang atau ikut ke kantor "


" Sepertinya aku lelah mas .aku ingin pulang ke rumah .Mungkin Luky sudah menungguku "


" Baiklah hati hati di jalan nanti sore mas usahakan sudah pulang . Sepertinya hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan mas "


" Mas Radit juga hati hati di jalan ,aku menunggumu di rumah "


Sebelum berpisah Radit mengecup kening Anisa . Anisa pulang ke rumah .Sepertinya ia sudah terbebas dari perasaan benci pada Fattah ." Semoga kau dan ayah bersama ..bunda menyayangimu, berbahagialah di sana .Kelak bila sudah waktunya kita akan kembali bersama " Anisa menghapus jejak air matanya .


Mobil bergerak meninggalkan area pemakaman menuju rumah Radit .Di tengah jalan Anisa meminta sopir berbelok arah menuju sebuah mini market .Anisa berencana membeli sesuatu untuk Luky dan Ara .


Sampai di sebuah mini market Anisa memilih beberapa Snack kesukaan Luky dan juga Ara .Setelah mendapatkan apa yang dia mau Anisa segera kembali ke mobilnya .dan meminta sopir untuk kembali ke rumah .


" Bunda bawa Apa ? " tanya Luky begitu Anisa sampai di rumah


" Anak bunda sudah pulang ,Apa kak Ara juga sudah pulang ?"


" Ara sudah pulang bunda " Ara menghampiri Anisa .


" Ini Snack kesukaan kalian .bunda habis dari mini market tadi"


" Terima kasih bunda "


Meski hannya Snack dua anak itu terlihat girang dan bahagia menerimanya . Teryata membuat seseorang bahagia hanya cukup dengan rasa tulus dan perhatian meski hal hal yang kecil .


" Gimana sekolahnya Luky tadi ?"


" Aman bunda ,Luky bisa mengerjakan semua tugas dari bu guru "


" Ara juga aman bunda . bisa mengerti yang guru terangkan "


" Anak anak bunda memang pintar dan cerdas " nanti setelah tidur siang kita belajar lagi ya sambil lahihan soal atau mengerjakan pr kalian "


"Luky ada pr tapi bosen bunda "


" Nggak boleh bosen sayang harus rajin "


Mereka pun bercengkrama, tidak lama Luky mengajak Anisa untuk tidur siang mengistirahatkan tubuh setelah lelah beraktifitas seharian . Ara mengikuti adiknya ke kamar ia paling senang mendengar bundanya bercerita untuk Luky .


Jadi ingat saat dia kecil akan selalu mendapatkan dongeng sebelum tidur .


" Ara mau juga di dongengin lagi sama bunda ?" Anisa tersenyum pada putrinya ketika ikut serius mendengarkan ceritanya .

__ADS_1


" Nggak bunda Ara sudah besar, udah bisa baca buku cerita sendiri " Ara tersenyum malu terciduk mendengarkan cerita dari bundanya .


Ara dan Anisa berjalan keluar dari kamar setelah Luky tertidur lelap .Langkah mereka pelan agar tidak mengganggu tidur Luky .


__ADS_2