
Sampai di rumah sakit .Keadaan Anisa makin menghawatirkan .Kesakitan seribu menjadi satu .Meskipun begitu Anisa termasuk tangguh .Dia menahan kesakitan sambil merintih .
Radit yang mendampingi Anisa sudah berurai air mata .Rasanya sangat tidak tega menyaksikan semua . Sudah beberapa waktu namun pembukakaan belum juga bertambah .
Bu Ratna dan mama Arini menunggu dengan harap harap cemas .Keduanya duduk dengan bibir yang terus berucap lafal doa . Meminta keselamatan dan kelancaran untuk kelahiran cucu mereka .
Anisa merasakan sakit yang luar biasa sepertinya seluruh uratnya terasa tegang .Seorang suster meminta Anisa untuk menarik nafas dalam dan membuangnya berlahan .setidaknya untuk mengurangi ketegangan .
"Begitu bu, ayo tarik lagi nafas nya keluarkan berlahan "
Semenit dua menit Hingga lima belas menit kemudian .Anisa mulai mengejan dan pembukaan sudah berlangsung cepat .Lahirlah bayi yang sangat tampan .Berkulit putih seperti Anisa tapi wajahnya sangat mirip dengan Radit .
" Selamat datang putra ku " lirih Radit sangat bahagia .
Anisa merasa kelelahan setelah proses melahirkan hanya terkulai lemah dan pasrah ketika dokter dan perawat menyelesaikan prosedur perawatan paska melahirkan .
Bayi tampan yang telah dibersihkan segera di pangku Radit . Kemudian Radit mengadzani .Lega ,bahagia dan sangat bangga .Putra nya sangat kuat dan tampan .Radit memberinya nama Luky alamsyah Wijaya .
Anisa sudah berada di ruang perawatan memberikan Asi pada putra semata wayangnya .Tubuhnya merasakan bonding ia mengusap mahluk kecil anugrah terindah .Sejenak lelehan air mata bahagia mengalir di kedua pipinya .Terasa hangat ,bayangan bayangan kabur menghampiri Anisa seolah pernah merasakan kejadian yang sama .
Anisa mengerjapkan matanya menghindari bayangan bayangan luar yang menghantui . Tiba tiba saja kepalanya terasa sakit seperti terhimpit bongkahan batu .
":Mas Radit ....mas kepalaku . Ah Alea mas Alea ...dimana " jerit Anisa dalam kesakitan dan bayang bayang yang datang .
" Sayang, sayang ada apa ?"Radit kebingungan .
" Alea ....maafkan bunda nak "
Bayangan yang berkelebat semakin intens dan jelas . Anisa terus menjerit kesakitan sembari memanggil nama Alea .
Radit mengambil Lucky dari pelukan Anisa dan cepat Radit meminta bantuan suster .Anisa masih mengerang dan memegang kepalanya .
Dokter datang kemudian menyuntikan obat kedalam infusan Anisa tidak lama .Anisa mulai tenang Bu Ratna menjaga cucunya yang menangis karena terputus saat menyusu .
Dokter memanggil Radit kedalam ruangannya . Radit menjelaskan dengan detil tentang riwayat kejadian yang menimpa Anisa dulu .
" Pak Radit sebaiknya mulai menjelaskan siapa Alea secara berlahan . Ingatannya Bu Anisa mungkin secara berlahan kembali .Tugas pak Radit adalah mendampingi Bu Anisa dalam menyusun memorinya dengan benar "
" Baik dok ,memang selama ini saya menutupinya "
" Jika tidak di tuntun Bu Anisa akan kebingungan untuk bisa membedakan ingatan yang kembali atau hanya khayalan ini membuat kepalanya sakit "
" Istirahat yang cukup dan asupan gizi yang di perhatikan terutama perasaannya buat dia nyaman "
" Tapi dokter pada kenyataannya putri kami Alea sudah meninggal bukankan itu akan membuat istri saya sedih "
" Jelaskan dulu tentang siapa Alea .berlahan jika sudah siap baru katakan di telah tiada "
" Kalo begitu terima kasih dokter "
__ADS_1
" Sama sama "
Radit meninggalkan ruangan dokter . Mulai saat ini ia harus lebih memperhatikan keadaan sang istri . Radit akan mulai mengurai kisah pilu yang akan membuka luka lama .
Radit sampai depan ruangan tempat Anisa di rawat . Bu Ratna sesak sibuk menenangkan Luky putra tampannya . Radit meminta Luky dari pelukan Bu
Ratna . Di kecupnya kening putranya Kemudian melihat Anisa yang tidur tenang . Ada kelegaan di hati Radit .
" Sayang kamu pasti sangat lelah tidurlah ,Istirahat . Terima kasih sudah memberiku hadiah terindah " gumam Radit lirih dan Luky pun sangat tenang dalam gendongan Radit .
Hari sudah berganti Radit menyewa dua orang baby siter untuk menjaga putranya .Radit tidak ingin Anisa yang masih lemah terlalu lelah .
Mama Arini sudah menyiapkan kamar bayi yang indah dengan dekorasi yang di dominasi warna biru langit .Rumah tampak semarak dengan kehadiran Anggota baru .
Siang itu Lucy sudah kehausan ingin menyusu . Bayi kecil itu sudah sangat tidak sabaran . Anisa memanggil pengasuh untuk membawa Lucy ke kamarnya .
Anisa mulai menyusui putranya . Sangat indah memandang bayinya yang sangat rakus menghisap Asi .Anisa membelai rambut putranya yang masih tipis .Berkali kali menciumnya seperti candu
" Putra bunda yang hebat . Tumbuhlah jadi anak yang sholeh dan pintar nak ! bunda sangat menyayangi mu " ucap Anisa
Baby Luky tidak perduli yang dia mau hanya dalam dekapan bundanya yang hangat dan air Asi yang mengenyangkan .
Radit yang masih bekerja dari rumah menghampiri anak dan istrinya . mengecup kening Anisa dan menatap keduanya .
" Nisa, lihatlah Lucy sangat rakus menyusunya .Mungkin ia ingin cepat besar "
" Iya mas putramu sangat kelaparan " jawab Anisa disertai tawa lirih
" Mas Ara mana ? "
" Sebentar lagi pulang .Ara jadi lebih dewasa setelah memiliki adik "
" Ia di juga sangat penurut .Aku kangen sama Ara sejak masuk rumah sakit aku belum bertemu mas "
" Mama yang ngelarang jenguk kamu tapi dia sangat senang ketika melihat Vidio adiknya "
" Kita harus lebih perhatian mas kasian Ara . Aku ingin memeluk anak cantikku "
Radit melihat Anisa sudah kelelahan kebetulan Lucy pun seperti sudah berhenti menyusu .Kemudian Radit membawa Lucy tidur di kamarnya lewat pintu yang menghubungkan kamar utama dan kamar bayi .
" Jangan kawatir Nisa setiap Lucy menangis kita bisa mendengarnya "
Setelah meletakan Lucy dalam kamar bayi .Radit menghampiri Anisa . Duduk ditepi ranjang .
" Anisa maafkan aku " ucap Radit lirih
Anisa mengerut kan dahinya sembari menatap bingung pada Radit yang tiba tiba saja meminta maaf .
Radit menggenggam kedua tangan Anisa erat . Ingin memberikan dukungan dan kekuata pada Anisa . Menarik nafas berat .
__ADS_1
" Nisa ,kamu sering bertanya tentang siapa Alea ? Aku ingin bertanya bayangan apa yang melintas di benak mu ."
" Mas...bolehkan aku mendapat jawabannya . Entah mimpi atau ingatan ,selalu berkelebat seorang anak kecil yang menangis kesakitan dan aku terlempar .Tapi dilain waktu aku bermimpi anak kecil itu tersenyum cantik tapi menatap ku iba "
" Tentu , hanya saja berjanjilah untuk sabar mendengar ceritaku satu persatu . Jangan terburu buru jika terlintas dalam bayangan mu tanyakanlah tanpa perlu terlalu memaksakan diri untuk ingat "
" Siapa Alea mas ?"
" Alea nama putri kita, dia satu tahun di bawah Ara . Saat kecelakaan itu terjadi kau dalam perjalanan menjemput Ara juga .Tapi di tengah jalan kau dan Alea di culik Nisa " Radit terdiammm tidak sanggup lagi bercerita
Anisa sejenak menyusun memori memori yang terburai satu persatu . Kemudian tangisnya pecah . Jadi selama ini bayangan yang berkelebat adalah kejadian saat dia dan Alea jatuh ke jurang ketika Anisa melepaskan sabuk pengaman untuk memeluk dan melindungi Alea dirinya justru terpental keluar dari mobil .
Anisa kembali menangis menyesali tidak bisa melindungi putrinya .Radit memeluk Anisa erat .
" Maafkan mas Anisa mas harus mengulang luka ini . Mas tidak mau kau terus dalam kebingungan antara mimpi dan kejadian yang sebenarnya ."
" Alea apakah Alea bisa di temukan..
?"suara Anisa sudah serak .
***
Atta sudah berdiri di depan pintu dumah yang di tempati Rinda . Pukul setengah delapan tepat . Rinda muncul dari balik pintu dengan kaos longgar warna putih dan celana jeans warna biru tidak lupa sepatu kets putih di punggungnya ada tas kecil .
"Kebetulan cerah kita pakai motor yah ? biar gampang parkir, juga bisa lebih luas melihat suasana malam di kota ini "
" Ia gak papa "
" Kamu gak takut kan sekarang naik motor "
" Udah biasa mas "
" Oh iya pake jaket ini pasti akan dingin selama di perjalanan " Tanpa ijin Atta sudah memakaikan jaket ke tubuh Rinda .
Rinda hanya bisa menurut dan membiarkan Atta memakaikan jaket .Tubuhnya bembeku jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat .Ada perasaan asing di hatinya . " Seperti ini kah rasanya di perhatikan " batin Rinda
" Ayok " Atta pun menarik Rinda yang masih mematung .
Atta memasangkan helm .Perasaan Rinda yang masih melayang tambah melayang .Kemudian Atta menghidupkan motor maticnya melaju berlahan dan meminta Rinda untuk berpegangan .
Malam di kota jogya jalanan cukup lancar . Rinda memandang suasana yang penuh keakraban dan ramah . Terdengar dialog dengan bahasa yang halus . Meski Rinda tak memahami ,tapi hatinya yakin ada obrolan yang hangat .
Rinda kembali menatap punggung Atta yang lebar sepertinya sangat nyaman untuk bersandar . Kemudian Rinda buru buru menepis keinginan tergilanya baru dua bulan ia mengenal Atta .
Mungkin Rinda hanya terbawa perasaan yang letih dan menemukan orang yang begitu baik hingga ia terhanyut dalam rasa .Selama ini Rinda menghabiskan waktu hanya untuk menunggu Hans ,tidak pernah ada sosok lain .
Kemudian angan Rinda melambung
Andai saja Hans semanis ini terhadapnya . " Ah lagi lagi Hans datang dalan lamunan ku " gelisah Rinda lirih .
__ADS_1
Masih terus menyusuri kota jogya dalam suasana malam yang menghibur hati Rinda .Merasakan hal lain yang belum pernah ia rasakan .Udara sejuk menerpa wajahnya .Hmm Rinda memejamkan matanya tak terasa tangannya memeluk pinggang Atta ......