Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
39. Keteguhan Radit .


__ADS_3

Taxi yang di tumpangi Alea berhenti di sebuah rumah yang asri . Di depan rumah sudah ada dokter Rinda yang sedang menunggu Alea .


Hari sudah cukup malam .Wajah dokter Rinda tersenyum begitu melihat Alea datang .


" Kau sudah sampai Alea "


Alea langsung memeluk dokter Rinda . Ada isakan yang tertahan . Wanita cantik di depannya sangatlah baik .


" Dokter Rinda Terima kasih "


" Kita masuk jangan terus mengucapkan terima kasih " ujar dokter Rinda tersenyum tulus


Rinda membawa Alea ke kamar tamu yang sangat nyaman .


" Lea istirahatlah , aku sudah menemukan rumah yang bisa kau tempati untuk sementara . Maaf aku tak bisa menampung mu terlalu lama karena Hans pasti akan kemari Lea "


" Aku ikut nasehat mu dokter ,Suatu saat katakan pada Hans aku tidak membencinya aku menyayanginya seperti aku menyanyangi saudara ku "


" Aku tau Lea , istirahatlah "


Dokter Rinda membiarkan Alea istirahat .Keesokan pagi Alea diantar oleh Rinda ke sebuah rumah .Rinda menyewa rumah tersebut untuk ditempati oleh Alea . Rumah yang cukup terpencil letaknya .


Hanya ada dua rumah yang berdampingan dan di batasi hanya oleh pohon jambu biji . Dokter Rinda menyewa rumah dari Bu Ratna .Alea memasuki rumah yang asri .


Rumah itu sudah lengkap dengan perabot yang tersedia . Alea memasuki kamar tidurnya kemudian menuju dapur . Ada perasaan seperti sudah sangat hafal dan nyaman dengan rumah ini .


" Lea kamu seperti sangat familiar dengan rumah ini ,apa karena kamu sangat menyukai rumah mungil ini ?"


" Aku suka sekali dokter aku seperti pulang ke rumahku sendiri "


" Hati hatilah di sini Lea aku akan mengirim mbok Nah nanti siang untuk menemanimu disini"


" Jangan dokter Rinda ,akan sangat merepotkan . Aku berani tinggal di sini sendiri "


" Tapi Lea, kamu sedang hamil "


" Jangan kawatir bukankan dokter Rinda sudah memberiku ponsel . Jika aku butuh bantuan aku akan segera menghubungi dokter "


" Lea ....." Dokter Rinda merasa iba dengan sikap Lea yang sangat mandiri .Tentu saja ia tidak akan tega membiarkan Lea tinggal sendirian " Lea aku akan segera pergi ke rumah sakit aku takut Hans curiga pada ku .Saat ini dia pasti sudah kehilangan diri mu "


" Dokter Rinda tolong jaga Hans .pastikan dia baik baik saja "

__ADS_1


" Tentu Lea , aku pergi dulu "


Dokter Rinda meninggalkan Lea di rumah kontrakan .Yang sebenarnya adalah rumahnya sendiri. Takdir membawanya kembali meski tanpa ingatan .Tapi perasaannya mengenali .Dia langsung merasa nyaman dan menyatu dengan rumah ini .


**


Di Apartemen Hans baru saja sampai .Ia segera masuk dan menuju kamar tempat Lea semalam istirahat . Hans mendapati tempat tidur yang kosong .kemudian ia membuka kamar mandi namun hasilnya juga kosong .


Kaki Hans melangkah ke dapur mungkin Lea ada di dapur . Hati Hans mulai gelisah dan menduga duga . Ia berteriak teriak memanggil Alea . Alea tidak ada di semua tempat .


Hans kembali ke kamarnya .Ia melihat secarik kertas di atas meja rias .Hans membacanya .Salam perpisahan dari Alea yang menyakitkan .Hans meremas kertas dan melemparnya ke sembarang arah . Dia sangat kecewa dengan keputusan Lea yang pergi meninggalkannya .


Hans berlari menuju parkiran. Satu tempat yang akan Hans tuju yaitu perusahaan Wijaya group . Dengan kecepatan penuh Hans melajukan mobilnya . Hans sudah tidak memikirkan keselamatan dirinya .Yang ada dalam benaknya adalah secepatnya menemukan Alea kembali .


**


Radit sudah sampai di gedung pusat Wijaya group .Ia menaiki lift menuju ruangannya . Arman sudah menyambutnya dengan setumpuk berkas yang harus Radit periksa ulang .


" Bos berkas kontrak yang mengajukan perpanjangan dan juga ada beberapa proposal baru ,saya sudah memeriksanya dan jugan menganalisanya ."


" Letakan di mejaku Arman . Apa hari ini aku ada jadwal pertemuan? "


" Sepertinya tidak ada bos "


" Bu Anisa suguh sudah di temukan bos ? "


" Ya hanya saja Nisa mengalami amnesia sehingga dia tidak mengingatku .Aku sudah tidak sabar Arman "


**


Di lobi bawah Hans sudah sampai dan akan menerobos untuk mencari Radit .Tapi beberapa sekuriti menghalang halanginya hingga menimbulkan kegaduhan .


Hans sudah tidak memperdulikan lagi rasa malu .Yang ada di pikirannya hanya Lea yang harus kembali padanya . Hans tidak rela Radit mengambil Lea dari tangannya .


Radit mendapat laporan ada orang yang ingin mengacau di perusahaannya segera turun dan ingin melihat siapa orangnya .Ditemani Arman, Radit segera turun untuk melerai kegaduhan .


Radit terkejut ternyata Hansel yang datang . Radit meminta sekuriti membawa Hansel ke Area parkir .Begitu melihat Radit Hansel langsung memburu Radit .Namun Hans tidak berdaya karena tangan nya masih di pegang oleh dua sekuriti .


" Mana Alea ku ?" Bentak Hans pada Radit


" Namanya Anisa dia bukan Alea ,kebetulan kamu kemari aku akan menjemput istriku Anisa .Kau bohong mengakuinya sebagai istrimu .Jangan macam macam aku punya bukti kalau kau menyembunyikan istriku "

__ADS_1


" Dia Alea ku kembalikan ,aku yang merawat dia hingga sembuh "


" Apa maksudmu kembalikan tuan Hansel ,Dimana Anisaku ? aku sudah mempersiapkan pengacara untuk melawan mu .Di mana Anisaku sekarang? "


" Jangan berbohong tuan Radit kemarin Alea ke kantor ini pasti semalam pun ia kesini dan kamu menyembunyikannya kan ? Di mana Aleaku kau sembunyikan tuan Radit yang terhormat? "


" Kamu Jangan membalik kan fakta .Di mana Anisaku sekarang "


Dan Bugh.. Radit emosi menghantam perut Hansel sekuat tenaga . Hansel menuduhnya menyembunyikan Anisa . Jangan jangan ini hanya sebuah trik dari Hansel agar Radit terkecoh


" Aku tidak akan terkecoh denganmu tuan Hansel katakan di mana Anisa istriku .kau memanfaatkan ingatannya yang hilang mengaku ngaku suaminya .Aku akan menuntut mu " .


.


Hansel juga terkejut .Kemudian dimana Alea jika Radit juga tidak menemukan . Radit memberi kode pada Arman dalam sekejap beberapa polisi sudah berdatangan menangkap Hans .


" Tuan Radit lepaskan aku .Aku harus menemukan Alea .Alea tidak bersamaku dia pergi meninggalkanku untuk mencarimu percayalah . Kita harus temukan Alea dulu setelah itu kau boleh mengurungku " ucapan Hans sangat serius .


Radit semakin cemas harus menemukan Anisa kemana lagi .Harusnya dia secepatnya menjemput Anisa .Raganya langsung lunglai .


" Tenanglah pak Radit serahkan pada kami .Kami akan menyisir setiap jalan untuk menemukan Bu Anisa " ucap Jhon beserta anak buahnya


Jhon memerintahkan seluruh anak buahnya menyebar dan menyisir keberadaan Anisa .


Radit menghampiri Hans dengan amarah memuncak


" Harusnya kau membiarkan kami bertemu Hansel .Bagaimana Anisa menghadapi dunia luar dengan keadaan seperti ini .Dengan ingatan yang hilang dan dalam keadaan hamil " Ucap Radit dengan mencengkram kerah Hans erat .


Hans tersenyum kecut


" Kau pikir aku tidak kawatir di membawa bayiku tuan Radit "


" Tidak ..plakkk bughh .Kurang ajar berani beraninya kau menyentuh istriku " Radit membabi buta


" Ha... ha.. ha lupakan lah! lepaskan Alea untukku apa kau tidak jijik di dalam rahimnya ada putraku "


Radit mengepalkan tangannya . Hatinya terasa perih .Harga dirinya terluka sebagai pria .Hans telah menghancurkannya .


"Hatiku sakit Anisa kenapa nasib kita begini .Apa salah dan dosaku .Seperti deja vu kejadian terulang .Bela juga pergi dengan tanya besar di hatiku .


Tapi ....,tidak Nisa. Aku tulus mencintaimu .Apapun yang terjadi bukan karena salah mu Anisa . Ingatanmu hilang Hansel lah yang brengsek telah memperdaya dirimu .

__ADS_1


Nisa setelah kita bertemu lagi .Cintaku tetap sama .Kembalinya dirimu sudah sebuah anugrah terbesar dari hidupku "


Radit menguatkan dirinya Hansel tetap di tahan oleh polisi .Hati Radit sudah mantap untuk menerima apapun keadaan Anisa .Radit pernah berjanji pada Bu Ratna akan menjaga Anisa dan tidak akan meninggalkan dalam keadaan apapun .


__ADS_2