Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
63. Sedikit kelegaan Radit


__ADS_3

Anisa masih duduk saat Niko datang kerumahnya . Anisa berusaha tenang sudah satu bulan sejak kepergian Radit . Niko melebarkan senyumnya .


" Apa kabar kakak iparku yang cantik "


" Baik ,kamu apa kabar ?"


" Maaf aku datang tidak memberi kabar baik untuk kakak ipar "


" Kau datang sendiri .Mana Sinta ?"


"Hmm aku pikir rumah mas Radit mewah dan terletak di kawasan elit teryata ada di pinggiran seperti ini " ucap Niko tanpa menjawab pertanyaan Anisa


" Kenapa kau mengatakan seperti itu Niko "


" Aku ingin mengambil alih rumah ini . Apa mas Radit tidak memberitahumu apa apa "


" Katakan saja yang kamu inginkan Niko tidak usah berbelit belit .Aku akan mendengarkan mu "jawab Anisa


" Aku memberimu waktu satu Minggu untuk mengosongkan rumah ini "


" Baiklah " ucap Anisa tenang


" Hai kakak ipar kau Tidak marah atau setidaknya bertanya alasanku kenapa mengambil alih rumah ini "


" Tidak perlu , Dimana pun aku tinggal aku bisa bahagia "


" Dasar bodoh . Mudah sekali wanita seperti mu di tipu . Apa kakak ipar masih menunggu mas Radit ?"


" Tentu saja aku selalu menunggunya "


" Kalau saja kakak ipar tau apa yang Telah di lakukan oleh mas Radit pasti tidak akan setenang ini "


" Aku hanya percaya pada suamiku, Niko .Jika bibir mas Radit sendiri yang bicara itulah kebenaran "


Niko bertepuk tangan dengan keteguhan Anisa . Kemudian tersenyum lebar sinis dan meragukan


" Tunggu saja kejutan dari suamimu Kaka ipar . Selain itu aku jamin dalam sebulan kau sudah akan kelimpungan .Karena aku akan menghentikan tujangan biaya hidup untuk mu . Aku ingin melihat wajah sombongmu tanpa uang "


" Terserah " ucap Anisa acuh .


" Ingat satu Minggu "Niko pergi dari hadapan Anisa .


Anisa memanggil seluruh pegawai yang ada di rumahnya . Dengan terpaksa menghentikan mereka .Anisa tinggal di rumah samping yang sederhana . Meminta maaf pada seluruh pekerja dan memberikan pesangon ala kadarnya .Anisa berjanji jika Radit sudah pulang dan semua urusan telah selesai


Anisa akan memanggil mereka kembali . Namun bik Siti yang berada di sudut ruangan terisak sedikit keras .Anisa menghampiri bik Siti orang yang telah mengasuh Ara sejak kecil


" Bik Siti kenapa ? maaf ya bik "


" Non kalau semua pulang tapi bibik tidak punya siapa siapa untuk pulang . boleh gak non bibik tetap ikut non Nisa .bibik tidak usah di bayar bibik cukup di kasih makan tidur di mana saja bibik mau "

__ADS_1


Anisa memeluk Bu Siti haru ." Baiklah kalau bik Siti ingin seperti itu "


Anisa mengucapkan terimakasih setelah mendapat bantuan kembali pindah di rumah samping . Anisa menjalani hari harinya dengan penantian panjang . sesuai janjinya Radit mengirimi biaya hidup untuk Anisa .Anisa masih sangat bersukur . Walau tidak ada akses untuk berkomunikasi


Niko sudah mengambil alih rumah Radit tapi tidak dia tempati .Hanya dibiarkan begitu saja . Anisa dan anak anaknya hidup berhemat . Demi bisa meneruskan kehidupan mereka


Kekuatan Anisa ada pada Luky juga Ara .Dan sudah berlalu selama satu bulan .Anisa mulai mencari pekerjaan agar bisa tetap bertahan .


Seperti di telan bumi papa Wijaya dan mama Arini pun tidak bisa di kunjungi juga di hubungi . Bahkan Arman pun tidak pernah lagi muncul .


Siang itu Anisa dan bu Ratna sedang makan siang sembari membicarakan tentang pekerjaan yang akan Anisa terima . Anisa memang pernah menjadi seorang guru tapi itu sudah lama berlalu . apalagi setelah kecelakaan yang terjadi . mungkin ia tidak bisa sehebat dulu dalam mengajar .


Banyak hal yang terlupa . Meski demikian Anisa giat kembali belajar .Setidaknya bermanfaat untuk mengajari Ara . Pekerjaan yang saat ini ia dapatkan adalah menjaga butik .


" Bu ,mulai besok aku akan bekerja "


" Semoga lancar nak .Ibu tau kamu sangat sedih tapi kamu harus kuat demi Luky dan Ara "


" Iya Bu , meski mas Radit masih memberi nafkah .Nisa harus tetap bekerja kita tidak tau bagaimana keadaan mas Radit .Tidak ada kontak telepon maupun alamat "


" Kamu yang sabar ya Nisa .Kini ujian ada pada mu . Teguhlah pada pendirianmu karena keajaiban akan datang bagi orang orang yang yakin "


" Anisa akan ingat kata kata ibu .Maafkan Nisa yang harus terus merepotkan ibu untuk menjaga Luky karena Anisa harus bekerja "


" Kita berjuang bersama Nisa ''


***


Jerman


Radit sedang berada di kamarnya .Ia sudah membeli tes kehamilan untuk Elena .Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian malam terkutuk .Radit mondar mandir .Perasaan takut yang amat sangat,...Gelisah .


Kemudian Radit keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Elena yang belum terbangun pagi ini .Elena membuka pintu kamarnya .Radit sudah berdiri di depannya


" Elena ..."


" Ya pak Radit maaf saya bangun kesiangan "


" Tidak apa apa ,Kemarilah aku ingin bicara dengan mu "


Kemudian Elena keluar dari kamar duduk berhadapan dengan Radit .


" Maaf Elena ini sudah satu bulan sejak kejadian malam itu . kita harus memeriksanya apakah kamu hamil atau tidak "


Elena terperangah baru mengingat kejadian itu sudah satu bulan berlalu bahkan ia sudah melupakannya . Elena merasa sangat nyaman hidup bersama Radit .


Bahkan elena semakin kagum dan ingin memiliki Radit seutuhnya . Namun Radit selalu memperlakukan Elena dengan sopan dan sayang layaknya seorang kakak pada adiknya .


" Tidak usah di periksa pak Radit saya sedang mentruasi, hari ini sudah hari ke empat "

__ADS_1


" Elena untuk melegakan saya tolong periksa dengan ini "


" Apa pak Radit akan meninggalkan saya begitu saja setelah tau saya tidak hamil ?"


" Elena aku akan menjagamu sampai kamu siap "


" Baiklah ''


kemudian Elena masuk kamar mandi dan memeriksanya . Ya jawabannya memang negatif . Hanya radit saja yang ketakutan


Elena memberikan tespack yang bergaris satu . Senyuman lega terpancar di wajah Radit . Namun wajah kecewa ada di Elena "


" Kita sarapan Elena sebentar lagi aku harus berangkat bekerja "


Elena mengiyakan ajakan Radit kemudian mereka makan bersama .


" Elena apa kau tidak ingin mengisi waktu luangmu "


" Maksud pak Radit ?"


" Kamu tidak bosan berada di rumah ?"


" Setelah tau saya tidak hamil tentu saya ingin bekerja pak "


" Baguslah Elena aku bisa membantumu mencari pekerjaan .Maafkan aku Elena bukan aku tidak mau memberimu uang .Tapi aku hanya berpikir kalau kamu bosan seharian di rumah saja . Aku akan tetap menafkahi mu semampu aku "


" Aku juga sedang mengumpulkan bukti untuk pemecatan Niko secepatnya . Aku kasihan dengan Adiku Sinta "


Mendengar nama Niko Elena langsung pucat . Nama yang paling tidak ingin dia dengar .Tanpa terasa Elena mengepalkan tangannya erat . Dadanya tiba tiba terasa sesak .


" Kamu baik baik saja Elena ? wajahmu tiba tiba saja pucat . "


" Sepertinya aku anemia .pak Radit tolong sepulang kerja belikan saya vitamin tambah darah "


"Oh baiklah Elena ,kalau ada apa apa cepat hubungi aku .Atau kau ingin aku antar ke dokter "


" Tidak saya akan istirahat saja "


Setelah yakin Elena baik baik saja Radit segera pergi menuju tempat kerjanya .Sepanjang perjalanan Radit berucap syukur karena Elena tidak hamil


Setidaknya Radit tidak akan merasa sangat bersalah pada mahkluk yang tak berdosa akibat perbuatannya . Tugasnya tinggal separuh menunggu Elena untuk siap berpisah darinya


Selain itu Radit sedang mencari berkas yang bisa membongkar kejahatan Niko . Yang tiba tiba saja lenyap .


Radit memeriksa ponselnya .Melihat kembali foto foto yang di kirim Arman padanya .Foto Anisa ,Luky juga Ara yang akan berangkat sekolah . Radit selalu memantau kegiatan Anisa lewat Arman .


Niko memecat Arman tanpa ampun tapi demi kelancaran semuanya Arman menjilat Niko untuk bisa mempekerjannya lagi walau itu hanya seorang cleaning servis .


Yang lebih menyedihkan adalah keadaan Sinta yang masih terus tersandera oleh Niko . Juga mama Arini dan papa Wijaya .Demi Niko tak menyakiti Sinta mereka memutuskan hubungannya denga n Anisa dan cucu cucunya .Karena Niko sengaja mengancam dan ingin benar benar menghancurkan Radit . Selain itu keselamatan Sinta yang paling beresiko

__ADS_1


__ADS_2